
Keesokan harinya, Aileen tanpa sengaja memergoki Ardiaz tengah berbincang berdua dengan seorang wanita di depan ruang kepala sekolah dan mereka tampak cukup akrab.
Aileen yang curiga pun memilih memantau mereka dari jarak agak jauh untuk memastikan ada hubungan apa diantara mereka, ya seperti biasa Aileen tak suka melihat lelakinya berdua dengan wanita lain.
"Ish, itu pak Ardiaz sama siapa sih? Mereka kok ngobrolnya kayak enak banget ya? Siapa coba tuh cewek? Kegatelan banget!" gumam Aileen.
"Eh Aileen!" gadis itu terkejut saat Shanum datang menyapanya sembari menepuk pundaknya.
"Duh Shanum! Kamu bisa gak sih kalo nyapa aku itu pelan-pelan aja? Kaget tau!" kesal Aileen.
"Hahaha, maaf maaf Aileen! Lagian lu ngapain coba berdiri disini sambil ngeliatin ke depan? Emang ada apa sih?" tanya Shanum penasaran.
"Ih sini sini!" Aileen menarik tubuh Shanum untuk bersembunyi dibalik tembok sama seperti dirinya.
"Ada apa sih Aileen? Gue jadi bingung sama lo, kenapa kita pake ngumpet segala coba?" tanya Shanum keheranan.
"Sssttt kamu diem dulu! Tuh aku lagi mantau pak Ardiaz sama cewek di sebelahnya, kamu jangan berisik biar kita gak ketahuan!" jawab Aileen.
"Hah? Pak Ardiaz??" kaget Shanum.
Shanum langsung mengarahkan pandangan ke arah yang dituju Aileen, ia kini dapat melihat dengan jelas Ardiaz yang memang tengah berbincang dengan seorang wanita disana.
"Loh iya itu pak Ardiaz, siapa ya cewek yang di samping dia itu?" ujar Shanum.
"Itu dia yang aku lagi mau cari tahu, soalnya mereka kelihatan akrab banget. Aku khawatir cewek itu tuh selingkuhannya pak Ardiaz!" ucap Aileen menaruh curiga pada kekasihnya.
"Lo jangan mikir yang aneh-aneh dulu deh Aileen! Bisa aja dia cuma teman pak Ardiaz, atau malah dia tuh guru disini," ujar Shanum.
"Gimana bisa? Aku belum pernah lihat dia disini tuh sebelumnya," ujar Aileen.
"Iya juga sih, terus kira-kira gimana dong? Masa iya pak Ardiaz selingkuh terang-terangan sih Len?" ucap Shanum keheranan.
"Hmm bisa aja kan Num? Dia sengaja bawa selingkuhannya ke sekolah, biar aku gak ngira kalau itu emang selingkuhan dia," ucap Aileen.
"Oh iya, bisa jadi tuh. Tapi, tetap aja lu harus berpikiran positif Len!" ucap Shanum.
"Gimana aku bisa mikir positif coba? Semuanya udah jelas loh ini, aku gak habis pikir sama pak Ardiaz!" geram Aileen.
"Sabar dulu! Coba deh lu samperin pak Ardiaz nanti setelah cewek itu pergi," usul Shanum.
"Kenapa harus nyamperin pak Ardiaz? Aku pengen labrak langsung tuh cewek!" ujar Aileen.
"Hah? Ih jangan Aileen! Kalo lu ngelakuin itu, terus ternyata cewek itu bukan selingkuhan pak Ardiaz gimana? Yang ada lu bisa malu sendiri nantinya Aileen, pak Ardiaz juga bisa marah sama lu!" ucap Shanum.
"Gapapa Shanum, seenggaknya aku tau cewek itu beneran selingkuhan pak Ardiaz apa bukan. Masalah malu atau dimarahin pak Ardiaz mah biar jadi urusan nanti aja," ucap Aileen.
"Lo yakin?" tanya Shanum meragukan.
"Iyalah, abis mereka selesai bicara, aku bakal langsung samperin tuh cewek!" jawab Aileen.
"Oke! Tapi, gue temenin ya?" ucap Shanum.
__ADS_1
"Hah? Ngapain pake ditemenin segala dah?" tanya Aileen.
"Biar gue bisa kontrol lu Aileen, gue takut nanti lu kelepasan pas lagi nanya ke tuh cewek!" jawab Shanum.
"Gak perlu lah Shanum, aku bisa sendiri kok. Udah, kamu mending pacaran aja sana sama Nizar!" ucap Aileen.
"Yeh kok lu gitu sih? Gue tuh pengen jagain lu supaya lu aman tau," ucap Shanum.
"Huft, serah kamu aja deh! Tapi, jangan gangguin aku loh nanti!" ucap Aileen.
Shanum mengangguk sambil tersenyum.
•
•
"Makasih ya Diaz! Aku gak nyangka kita bisa pas banget ketemu disini, berarti kita bakalan sering ketemu deh?" ucap Laura pada Ardiaz.
Lelaki itu hanya tersenyum tipis seraya menggaruk pelipisnya.
Ya wanita yang sedang bersama Ardiaz saat ini adalah Laura, sahabat masa sekolahnya yang sempat menyukainya.
"Umm, kalo gitu aku permisi dulu ya?" ucap Laura.
"Iya Laura, kamu bisa kembali kesini besok pagi. Saya akan bantu kenalkan kamu sama anak-anak murid kelas dua belas yang kamu ajarkan," ucap Ardiaz.
"Sekali lagi makasih Ardiaz! Eh, harusnya aku panggil kamu pak ya?" kekeh Laura.
"Tetap aja aku gak enak kalau manggil kamu pake nama kayak biasa, apalagi semisal nanti ada yang dengar. Nanti dikiranya aku gak sopan lagi sama kamu," ucap Laura.
"Yaudah, terserah kamu aja enaknya gimana. Saya mau balik ke ruangan saya dulu ya? Maaf saya gak bisa antar kamu!" ucap Ardiaz.
"Ah iya, gapapa kok pak," ucap Laura.
"Duh, saya kok jadi ngerasa aneh ya dengar kamu panggil saya pake pak?" ujar Ardiaz.
"Hahaha..." Laura tertawa cukup lama.
Lalu, Laura pun pergi dari sana setelah semua urusannya dengan Ardiaz selesai. Sementara Ardiaz sendiri juga memasuki ruangannya.
Saat berjalan menuju pintu keluar, Laura dihadang oleh Aileen dan Shanum yang berdiri tepat di depannya.
"Tunggu!" ucap Aileen.
"Loh loh ini ada apa ya? Kenapa kalian cegat saya?" tanya Laura bingung.
"Eh lo kan yang waktu itu ketemu sama gue di bandara Bali?" ujar Aileen.
Ya Aileen masih mengenali Laura, ingatannya tidak seburuk kalian.
"Iya benar, kamu ini kalo gak salah pacarnya Ardiaz ya?" tebak Laura.
__ADS_1
"Nah, bagus lah kalau masih inget!" ucap Aileen.
"Kamu sekolah disini?" tanya Laura.
Aileen mengangguk tanda iya.
"Wah! Dunia sempit banget ya? Kebetulan aku juga udah diterima jadi guru matematika disini," sambung Laura.
"Hah? Lo mau jadi guru di sekolah ini??!" kaget Aileen.
"Iya Aileen, mulai besok aku udah tugas kok. Aku bakal ngajar kelas dua belas," ucap Laura.
"Kelas dua belas?" Aileen semakin terkejut mendengarnya.
"Len, berarti dia guru baru kita dong? Mungkin dia pengganti Bu Iren yang udah tuir," bisik Shanum.
"Kayaknya iya, tapi aku gak sreg kalau misalnya dia jadi guru kita. Yang ada aku malah was-was terus tau," balas Aileen.
"Hah kenapa?" tanya Shanum.
"Ehem ehem.." Laura berdehem mengacaukan perbincangan mereka berdua.
"Kenapa lo?" tanya Aileen pada Laura.
"Gapapa, aku cuma mau bilang, kalau semisal kalian pengen bisik-bisik berdua ya silahkan aja! Tapi, aku permisi dulu ya!" jawab Laura.
"Eh entar dulu!" Aileen kembali menahan Laura yang hendak melangkah pergi.
"Ada apa lagi Aileen? Kamu pengen bicara sama aku?" tanya Laura.
"Iya, ada yang mau aku tanyain sama kamu. Tolong kamu jawab dengan jujur ya!" ucap Aileen.
"Tentang apa?" Laura terlihat penasaran dengan pertanyaan yang hendak dilontarkan Aileen.
"Apa kamu ada hubungan sama mas Ardiaz?" tanya Aileen spontan.
"Hah? Kamu bicara apa sih Aileen? Mana mungkin aku punya hubungan sama Ardiaz, dia itu kan pacar kamu. Emangnya kenapa kamu tanya begitu ke aku?" jawab Laura.
"Eee soalnya tadi aku lihat kalian berdua ngobrolnya asik banget, sampe ketawa-ketawa lagi. Pasti kalian ada hubungan kan di belakang aku?" ujar Aileen.
"Ya enggak lah Aileen, kamu jangan salah paham begitu! Aku sama Ardiaz cuma sebatas teman kok," elak Laura.
"Ah masa? Aku gak percaya!" ujar Aileen.
"Aileen!"
Tiba-tiba saja Ardiaz muncul dan memanggil Aileen dari belakang, seketika gadis itu terkejut lalu panik saat Ardiaz berjalan ke arahnya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1