Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 84. Ke makam Vivi


__ADS_3

TOK TOK TOK...


Ardiaz tiba di rumah Aileen, sesuai janjinya ia akan mengajak gadis itu pergi ziarah ke makam Vivi selalu mantan kekasihnya dulu.


Ia mengetuk pintu, menanti seseorang untuk keluar dan membukanya. Sesekali ia juga mengecek ponsel memeriksa apakah ada pesan masuk dari Aileen atau tidak.


"Ya sebentar!" Ardiaz tersenyum mendengar suara teriakan dari dalam.


Ceklek


Pintu dibuka, itu adalah Alana calon iparnya yang keluar menemuinya.


"Eh Ardiaz?" ucap Alana terkejut.


"Halo kak Lana! Aileen nya ada?" ucap Ardiaz.


"Kamu ini setiap kali datang kesini pasti yang ditanyain Aileen, gak ada apa gitu nyariin aku atau mas Gabino?" goda Alana.


"Hahaha, kalo saya nyariin kak Lana nanti bang Gabino cemburu lagi. Begitupun sebaliknya," kekeh Ardiaz.


"Bisa aja kamu, Aileen ada kok di dalam yuk masuk!" ajak Alana.


"Iya kak," Ardiaz mengangguk setuju dan melangkah masuk ke dalam rumah bersama Alana.


Saat tiba di ruang tamu, Ardiaz langsung menemukan gadisnya tengah duduk disana sambil menikmati cemilan sehatnya.


"Nah, itu Aileen." tunjuk Alana.


"Aileen!" sapa Ardiaz sedikit keras.


Gadis itu pun menoleh terkejut, ia reflek bangkit dari duduknya dan menatap Ardiaz yang ada di dekatnya.


"Pak Ardiaz, kok udah datang aja? Katanya jam empat, ini masih jam tiga loh," heran Aileen.


"Iya gapapa Aileen, saya mau ngobrol sama kamu dulu. Kamu tau kan saya ini gak bisa jauh-jauh terlalu lama dari kamu," ucap Ardiaz.


"Ih bapak apa sih? Malu tau ada kak Lana!" ucap Aileen tersipu.


"Lah kenapa harus malu? Santai aja kali Aileen, aku juga paham kok," ucap Alana.


"Ya tetap aja aku gak enak kak, pak Ardiaz sih ngomongnya aneh-aneh aja!" cibir Aileen.


"Aneh-aneh gimana? Saya cuma bicara fakta Aileen, salahnya dimana kalau saya ngomong saya gak bisa jauh-jauh dari kamu?" ucap Ardiaz.


"Iya deh, bapak emang gak pernah salah," ucap Aileen mengalah.


"Kalo gitu kamu mau kan ikut sama saya ke makam Vivi?" tanya Ardiaz memastikan.


Sontak raut wajah Aileen langsung berubah, ia menunduk seraya memalingkan wajahnya seolah berpikir sebelum menjawab pertanyaan itu.

__ADS_1


"Kenapa Aileen? Kamu gak mau?" tanya Ardiaz.


"Eee bu-bukan gitu pak, aku cuma bingung aja nanti disana harus bicara apa," jawab Aileen.


"Kenapa bingung? Di makam ya kita berdoa lah sayang," ucap Ardiaz.


"Ya aku ngerti, tapi—"


"Tapi apa?" sela Ardiaz.


Aileen tak berani menjelaskan pada Ardiaz kalau ia ragu untuk datang ke makam Vivi, ia khawatir Vivi tidak rela jika Ardiaz dimiliki olehnya.


"Enggak kok pak, udah yuk duduk aja dulu! Katanya tadi mau sambil ngobrol," ucap Aileen.


Ardiaz menatap heran ke wajah Aileen, ia yakin ada sesuatu yang disembunyikan gadis itu darinya dan ia harus mencari tahu soal itu.


"Iya Diaz, ngobrolnya sambil duduk aja! Kamu mau minum apa biar aku suruh bik Lesti buatin?" ucap Alana.


"Saya apa aja sih kak, tapi kalo bisa yang dingin," jawab Ardiaz sambil terkekeh.


"Yeh dasar bapak! Itu mah bukan apa aja," cibir Aileen.


"Gapapa, sebentar ya aku ke dapur dulu? Aileen, temenin ya calon suaminya!" ucap Alana.


"Iya kak Lana, udah gausah godain aku begitu deh!" ucap Aileen tersipu.


Alana hanya terkekeh kecil sebelum pergi meninggalkan sepasang kekasih itu berdua disana.




Masih ada keraguan di hati Aileen, ia takut jika Vivi menolak kehadirannya dan menggagalkan rencana pernikahan dirinya dengan Ardiaz.


"Kamu itu sebenarnya kenapa Aileen? Kamu cerita dong sama saya!" pinta Ardiaz.


"Apaan sih pak? Aku kan udah bilang, aku ini gapapa. Kenapa bapak masih nanya aja? Emang bapak pikir aku kenapa sih?" ucap Aileen dengan nada ketus.


"Kirain kamu lagi mikir sesuatu gitu, ya kalau enggak ada sih bagus deh," ucap Ardiaz.


"Aku baik-baik aja pak, terus ini makam Vivi dimana? Bapak inget kan?" tanya Aileen.


"Ya inget dong, kita jalan dulu kesana nanti baru ketemu sama makamnya," jawab Ardiaz.


Aileen mengangguk paham.


"Umm pak, aku mau tanya deh kenapa bapak tiba-tiba banget ajakin aku ke makam Vivi?" tanya Aileen penasaran.


"Karena saya pikir kita kan sebentar lagi mau nikah, jadi gak ada salahnya kalau saya kenalin kamu ke Vivi sekarang," jawab Ardiaz.

__ADS_1


"Emangnya Vivi bisa tau kalau bapak mau kenalin aku?" tanya Aileen heran.


"Tentu saja, dia kan pasti melihat dari atas sana. Ya seenggaknya kita udah minta izin lah sama dia kalau kita mau nikah," jawab Ardiaz.


"Iya sih pak, tapi gimana kalau Vivi gak suka sama aku dan gak pengen kita nikah?" tanya Aileen.


"Jangan bicara yang enggak-enggak dulu! Kan belum tentu itu bakal terjadi," ujar Ardiaz.


"Kan ini seandainya pak, kalau beneran terjadi gimana?" ucap Aileen.


"Udah lah, kamu stop mikir begitu ya! Vivi orang baik, dia gak mungkin lah kayak gitu," ucap Ardiaz yakin.


"Bapak kira-kira masih mikirin dia apa enggak sampai sekarang? Misalnya bapak gagal move-on gitu?" tanya Aileen.


"Kamu kenapa nanya begitu sih? Kamu mikir kalau saya belum bisa move on dari Vivi gitu? Mana mungkin sayang?" ujar Ardiaz.


"Kali aja kan, buktinya bapak masih keinget sama Vivi terus," ucap Aileen.


"Itu karena saya merasa perlu untuk meminta izin dari dia sebelum kita menikah sayang, tapi kalo kamu gak mau yaudah kita pulang aja yuk!" ucap Ardiaz mengurungkan niatnya.


"Eh jangan lah pak! Kita udah sampe disini, masa iya main pulang gitu aja?" ucap Aileen.


"Terus maunya gimana? Saya pusing deh ngadepin kamu Aileen," ujar Ardiaz.


"Ohh, jadi bapak gak suka sama aku karena aku gak jelas gitu?" ujar Aileen.


"Siapa bilang sih Aileen? Kamu gausah ngaco gitu dong sayang, udah terus kita gimana ini?!" ucap Ardiaz mulai kesal.


"Ya ayo kita ke makam Vivi! Masa udah sampe sini terus mau pulang lagi?" ucap Aileen.


"Oke, kalo gitu kamu jangan banyak omong! Saya pusing dengar omongan kamu yang ngalor ngidul kemana-mana itu," ucap Ardiaz.


Aileen cemberut dan menundukkan wajahnya.


"Udah gausah sedih! Ayo kita ke depan sana, makam Vivi udah deket tuh!" ajak Ardiaz.


Aileen mengangguk saja tanpa bicara.


"Kamu kenapa diam aja sayang? Marah sama saya?" tanya Ardiaz heran.


"Gak marah, aku cuma gak mau bikin bapak jadi tambah pusing gara-gara aku," jawab Aileen.


"Kamu baper karena saya bicara kayak tadi? Saya minta maaf sayang!" ucap Ardiaz.


"Iya pak, lagian kan aku yang salah bukan bapak," ucap Aileen.


Ardiaz tersenyum lebar, lalu mendekap tubuh Aileen dengan erat seraya mengusap punggungnya membuat gadis itu terkejut.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2