Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 47. Shanum bersedih


__ADS_3

Keesokan harinya, Aileen menuruni tangga bersiap untuk pergi ke sekolah di pagi hari yang indah nan cerah ini.


Gadis itu tampak tersenyum ceria lantaran ponsel yang sebelumnya berniat disita oleh Gabino telah dikembalikan kepadanya.


"Ahaha, untung kak Gabino gampang dibujuk dan mau balikin hp aku ini! Aku jadi bisa telponan sama pak Ardiaz sampai tengah malam deh, uhh senangnya!" gumam Aileen.


Saat Aileen melangkah melewati kamar sang kakak, tanpa sengaja ia mendengar suara-suara aneh dari dalam sana yang mengganggu telinganya.


"Ahh...fasterrr masss teruuss!!"


"Ohh yaaahh nikmat baby!"


Aileen hanya bisa menggeleng pelan, ia benar-benar kaget karena kakaknya melakukan hubungan badan di pagi hari seperti ini.


"Haish, kak Gabino itu gak tau waktu banget sih. Bisa-bisanya dia begituan pagi-pagi begini, emang dasar sangean!" cibir Aileen.


"Non! Non Aileen lagi ngapain?" bik Lesti tiba-tiba datang dan mendekati Aileen disana.


"Hah bibik?? Eee gak ngapa-ngapain kok, ayo bik kita kesana aja!" ucap Aileen langsung menarik tangan bik Lesti menjauh dari kamar Gabino.


Tentu Aileen tak mau bik Lesti mendengar apa yang sedang terjadi di dalam sana.


"Ada apa sih non emangnya? Kok non ajak bibik pergi buru-buru kayak gini? Non Aileen udah kelaparan ya?" tanya bik Lesti bingung.


"Iya bik, aku udah lapar nih. Ayo bik kita ke meja makan biar aku bisa cepat sarapan!" jawab Aileen sambil mengelus perutnya.


"Ohh, siap non! Kebetulan bibik udah siapin sarapan di meja. Tapi, den Gabino sama non Alana belum pada keluar non. Apa gak dibangunin dulu terus diajak sarapan bareng?" ucap bik Lesti.


"Gausah bik, kalau lapar juga mereka keluar sendiri. Sekarang kita makan aja dulu! Mereka mah gak perlu diperduliin!" ucap Aileen.


"Iya non," singkat bik Lesti.


Mereka pun duduk di meja makan.


"Non, bibik mah nanti aja makannya. Biar bibik ambilin makan buat non Aileen aja ya?" ucap bik Lesti merasa sungkan.


"Kok gitu sih bik? Udah bibik gausah malu, bibik ikut makan aja bareng aku disini! Temenin aku ya bik!" bujuk Aileen.


"Bibik belum lapar kok non, lagian masih banyak yang harus bibik kerjain di belakang," ucap bik Lesti sembari menuangkan nasi di piring kosong.


"Yah bibik mah gitu," ucap Aileen merengut.


"Jangan marah dong non! Bibik biasa kok makan abis beres kerjaan," ucap bik Lesti.


"Terserah bibik aja deh, aku gak bisa maksa juga kalo bibik gak mau," ucap Aileen.

__ADS_1


"Hahaha, maaf ya non!" ucap bik Lesti.


"Gapapa bik, tapi bibik jangan lupa makan loh!" ucap Aileen mengingatkan.


"Iya non, tenang aja! Soal makan mah bibik gak bakal lupa kok," ucap bik Lesti.


"Ya emang harus begitu bik," ujar Aileen.


"Nah, ini non sarapannya!" ucap bik Lesti menyodorkan piring berisi nasi serta lauk ke arah Aileen.


"Makasih bibik cantik!" ucap Aileen sambil tersenyum.


"Sama-sama non, yaudah bibik balik ke belakang dulu ya non?" ucap bik Lesti berpamitan.


"Iya bik," singkat Aileen.


Bik Lesti pun bangkit dari tempat duduknya, lalu pergi ke dapur melanjutkan pekerjaan yang harus ia lakukan.


Sementara Aileen tetap disana menikmati sarapan yang tadi disajikan oleh bik Lesti, ia makan sendirian disana.




Entah mengapa hari ini Shanum menjadi sangat rajin, padahal sebelumnya ia selalu datang tepat waktu bahkan pernah sesekali terlambat.


"Ternyata benar udara pagi itu segar banget, uhh jadi dapat oksigen asli deh gue!" ujar Shanum.


"Shanum!" gadis itu dibuat kaget saat suara seorang wanita menyapanya, ia spontan menoleh lalu menemukan Laura tengah berdiri menatapnya di belakang sana.


"Eh Bu Laura? Pagi Bu!" ucap Shanum seraya mencium tangan ibu guru tersebut.


"Wah kamu rajin sekali ya Shanum, masih pagi begini udah sampe aja di sekolah!" ucap Laura.


"Ah iya Bu, kebetulan hari ini aku emang lagi pengen datang pagi-pagi," ucap Shanum.


"Bagus dong! Artinya kamu semangat buat sekolah dan belajar, saya suka itu!" ucap Laura.


"Makasih bu! Nanti saya bisa dapat nilai tambah kan Bu karena datang pagi?" ujar Shanum.


"Hahaha, iya nilai itu bakal masuk ke nilai kelakuan baik kamu," ucap Laura.


"Oh gitu, ya gapapa deh Bu yang penting saya masih dapat nilai tambah," ucap Shanum.


"Yasudah, masuk bareng yuk!" ajak Laura.

__ADS_1


"Eee bu Laura duluan aja deh! Saya soalnya mau menikmati udara segar di depan sini dulu, lagian waktu masuk kan masih lama," ucap Shanum.


"Ya terserah kamu deh, kalo gitu saya masuk duluan ya?" ucap Laura.


"Siap Bu!" singkat Shanum.


Setelahnya, Laura pun masuk ke dalam sekolah meninggalkan Shanum. Tampak gadis itu langsung merubah ekspresinya dari tersenyum menjadi murung seperti sedang bersedih.


"Huft, sebenarnya gue kan berangkat cepat supaya gue gak dengar orang tua gue ribut terus di rumah," batin Shanum.


Akhirnya Shanum memutuskan ikut pergi, ia memasuki taman bunga di sekolahnya.


Sesampainya disana, Shanum terduduk pada kursi panjang yang kosong.


"Sepi banget sih, ayang Nizar masa belum datang juga? Padahal gue udah minta dia buat datang lebih awal pagi ini, gue kan mau curhat ke dia soal ortu gue," gumam Shanum.


"Apa gue coba telpon lagi kali ya? Kesel banget gue sama ayang Nizar!" sambungnya.


Disaat Shanum hendak menelpon, tiba-tiba sebuah bunga muncul di depan matanya. Shanum sontak terkejut dan mendongakkan kepalanya.


"Hah ayang Nizar??" kaget Shanum.


"Hai sayang, good morning! Ini bunga buat kamu, pacarku yang cantik jelita!" ucap Nizar.


Shanum tersenyum dan bangkit dari duduknya, mengambil bunga di tangan Nizar lalu menghirup aromanya.


"Morning too sayang! Makasih ya bunganya, ini wangi banget tau!" ucap Shanum.


"Sama-sama sayangku, anggap aja itu hadiah buat kamu! By the way kamu kenapa minta aku buat datang pagi-pagi kesini? Ada yang mau kamu omongin ke aku?" ucap Nizar.


"Iya sayang, duduk dulu yuk biar bicaranya enak!" ucap Shanum.


"Okay sayang!" Nizar mengangguk setuju lalu ikut duduk bersama Shanum di kursi tersebut.


Tak lama, Shanum tiba-tiba menangis. Ia mengeluarkan air mata cukup banyak membuat Nizar tak tahan melihatnya.


"Hey! Kamu kenapa nangis sayang?" tanya Nizar.


"Hiks hiks... aku gak tahu lagi harus kayak gimana sayang, aku bingung. Udah berkali-kali aku coba bujuk mama dan papa supaya gak ribut, tapi mereka selalu aja mengulang itu. Bahkan tadi pas subuh mereka udah ribut lagi," jawab Shanum sambil menangis terisak.


Nizar terkejut mendengarnya, karena kasihan ia pun merangkul Shanum dan menenangkan sang kekasih.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2