
Gabino dan Alana baru keluar kamar setelah menyelesaikan aktivitas panas mereka di pagi hari yang cerah ini.
Keduanya berjalan menuju meja makan dengan senyum mengembang, tampak kepuasan di wajah mereka masing-masing saat ini.
"Pagi Aileen sayang!" Gabino langsung menyapa adiknya yang memang sudah lebih dulu disana.
"Hm, iya pagi!" ucap Aileen ketus.
"Kenapa sayang? Kok kamu ketus gitu sih jawabnya? Mana gak mau lihat muka kita lagi, ada masalah apa? Kamu dicuekin sama pak Ardiaz?" tanya Gabino penasaran.
"Bukan soal pak Ardiaz, tapi ini soal kakak sama kak Lana," jawab Aileen.
"Hah? Emang kenapa sama kita Aileen? Apa aku ada buat salah ke kamu?" tanya Alana terkejut.
"Eh eee gak gitu kak Lana, bukan karena ada salah kok," jawab Aileen.
"Terus karena apa sayang?" tanya Gabino.
"Tadi aku gak sengaja dengar suara kalian waktu lagi main anu-anu di kamar," jawab Aileen.
Seketika Gabino dan Alana kompak menatap satu sama lain, mereka tak mengira suara mereka bisa didengar oleh Aileen dari luar kamar.
"Tuh kan, kamu sih mas maksa aku buat main pagi!" bisik Alana merasa malu.
"Maaf sayang! Abisnya aku gak tahan sih, semalam kan kamu langsung tidur," ujar Gabino.
"Ya tapi jadinya kayak gini deh, lihat tuh Aileen marah gara-gara kamu!" ucap Alana.
"Santai aja sayang! Nanti juga dia mah baik sendiri, dia kesal mungkin karena dia gak bisa begitu juga kali ya?" kekeh Gabino.
"Ish mas, mikirnya kok begitu sih sama adik sendiri?!" sentak Alana.
"Emang begitu sayang, buktinya Aileen kesal gara-gara dengar suara kita. Pasti dia kepengen juga tuh," ucap Gabino.
"Mas!" Alana langsung mencubit pinggang suaminya karena kesal.
"Aduh aduh sakit!" rintih Gabino kesakitan sembari mengusap pinggangnya.
"Ini kenapa pada bisik-bisik sih? Ayo duduk kita makan bareng!" potong Aileen.
"Eh Aileen, emang kamu udah gak marah lagi sama kita? Mau nih makan bareng sama kita?" tanya Gabino.
"Ya mau lah, udah gapapa ayo makan! Gak enak juga makan sendirian daritadi, bosen tau!" jawab Aileen.
"Nah gitu dong!" ucap Gabino merasa lega.
Gabino dan Alana pun ikut duduk berdekatan dengan Aileen, mereka langsung mengambil makanan di piring masing-masing.
"Tapi kak, tolong jangan begitu lagi ya besok-besok! Aku kesel banget tau dengernya! Kalau mau main tuh ingat waktu dong kak, jangan pagi-pagi begitu!" ujar Aileen.
__ADS_1
"Salahnya dimana sayang? Kita berdua ini kan suami-istri, bebas dong?" ucap Gabino.
"Ya iya bebas, tapi gak gitu juga kali. Pikirin dong perasaan aku yang masih belum menikah ini!" ucap Aileen.
"Ohh, kamu kepengen ya??" tanya Gabino sengaja menggodanya.
"Apa sih kak?! Siapa yang kepengen? Aku cuma bilang pikirin aku yang belum nikah, bukan berarti aku kepengen!" elak Aileen.
"Ngaku aja Aileen, gausah malu! Kalau kamu mau, makanya buruan nikah sama pak Ardiaz!" ucap Gabino.
"Ih gak mau! Aku masih pengen fokus sekolah dan meniti karir," ucap Aileen.
"Halah itu mulu alasan kamu! Padahal kan bisa lanjutin pendidikan sesudah menikah, alasan aja kamu mah!" cibir Gabino.
"Mas, kamu jangan gitu dong sama adik kamu!" tegur Alana yang ada di samping Gabino.
"Hehe gapapa sayang, Aileen itu emang harus digituin biar sadar!" kekeh Gabino.
"Dih emangnya aku gak sadar apa? Udah ah gausah bahas soal itu!" sentak Aileen.
Gabino hanya tersenyum sembari menggelengkan kepalanya, sedangkan Aileen tampak kesal dan melanjutkan makannya.
•
•
Hal itu dikarenakan Ardiaz sedang berhalangan untuk mengantarnya, sehingga mau tidak mau Aileen pun diantar oleh kakaknya.
"Kak, aku turun ya? Makasih udah anterin aku, bye kak!" ucap Aileen.
"Tunggu dulu dek!" Gabino menahan pundak Aileen yang baru saja hendak turun dari mobil.
"Ada apa lagi kakak? Aku lagi males ngobrol atau bahas soal pernikahan," kesal Aileen.
"Siapa yang mau bahas pernikahan sih? Kakak cuma mau ngomong sesuatu sama kamu, ini tentang pak Ardiaz," ucap Gabino.
"Kenapa emangnya sama pak Ardiaz?" tanya Aileen.
"Kamu ngerasa ada yang mencurigakan gak dari pacar kamu itu? Masa iya masih pagi begini dia udah ada urusan penting aja, emang urusan apa coba?" ujar Gabino.
"Haish, kakak mah suudzon mulu jadi orang. Gak boleh gitu kak!" ucap Aileen.
"Bukan gitu, kakak cuma ngerasa ada yang janggal aja. Harusnya dia tetap antar kamu dong kalau dia emang sayang sama kamu," ucap Gabino.
"Kak, udah ya aku gak mau debat! Aku percaya sama pak Ardiaz!" tegas Aileen.
"Ya ya ya, terserah kamu lah. Yang penting kakak udah kasih tau ke kamu, awas ya kalau kamu nyesel nanti!" ucap Gabino.
"Gak akan!" ucap Aileen penuh yakin.
__ADS_1
"Yaudah, sana kamu turun! Yang bener sekolahnya, jangan mikirin pak Ardiaz terus!" ujar Gabino.
"Iya kakak iya," ucap Aileen.
Gabino tersenyum kemudian mengecup kening adiknya, Aileen pun turun dari mobil sesudah mendapat izin dari sang kakak.
Setelahnya, Gabino langsung melaju pergi dengan mobilnya meninggalkan Aileen tanpa sepatah katapun lagi.
"Huh kakak macam apa itu! Masa iya malah bikin adiknya jadi was-was kayak gini?" gumam Aileen.
Untuk mengurangi rasa kesalnya, Aileen melangkah masuk ke dalam sekolah dengan wajah jengkel akibat perbuatan Gabino tadi.
"Pagi Aileen cantik!" tiba-tiba sekumpulan pria mencegat jalannya dengan berhenti di depannya.
"Ah iya, pagi juga!" balas Aileen singkat.
Saat ia hendak melanjutkan langkahnya, kelima pria tersebut justru menghalanginya kembali.
"Tunggu dong Aileen!" ucap salah satunya.
"Ya, ada apa Galuh?" tanya Aileen lembut.
"Kok lu datang sendiri sih Len? Biasanya kan bareng pak Ardiaz," ucap Galuh.
"Kalian gak perlu tau," ucap Aileen singkat.
"Lu lagi ada masalah ya sama pak Ardiaz? Berantem gitu?" tebak Galuh.
"Kayaknya sih iya bro, diliat dari ekspresinya si Aileen ini yang kelihatan jutek gitu," sahut temannya yang bernama Fadly.
"Apaan sih? Kalian gausah sok tahu deh, aku gak ada masalah kok sama pak Ardiaz!" elak Aileen.
"Eits, sabar dong Aileen! Iya iya kita minta maaf ya karena udah sok tahu! Sekarang boleh gak kita foto bareng lu disini?" ucap Galuh.
"Aku lagi gak mood buat foto, jangan sekarang!" tolak Aileen.
"Ayolah Aileen, sekali ini aja kok! Buat dipost di medsos, siapa tau kita bisa ketambahan follower gara-gara foto sama lu," bujuk Galuh.
"Gue bilang gak mau ya gak mau!" tegas Aileen.
Galuh serta keempat temannya kompak terdiam menunduk.
"Dah ah aku duluan!" kesal Aileen.
Gadis itu pun melangkah pergi melewati kelima pria tersebut dengan wajah jengkel.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1