
"Ehem ehem.." Laura berdehem mengacaukan perbincangan mereka berdua.
"Kenapa lo?" tanya Aileen pada Laura.
"Gapapa, aku cuma mau bilang, kalau semisal kalian pengen bisik-bisik berdua ya silahkan aja! Tapi, aku permisi dulu ya!" jawab Laura.
"Eh entar dulu!" Aileen kembali menahan Laura yang hendak melangkah pergi.
"Ada apa lagi Aileen? Kamu pengen bicara sama aku?" tanya Laura.
"Iya, ada yang mau aku tanyain sama kamu. Tolong kamu jawab dengan jujur ya!" ucap Aileen.
"Tentang apa?" Laura terlihat penasaran dengan pertanyaan yang hendak dilontarkan Aileen.
"Apa kamu ada hubungan sama mas Ardiaz?" tanya Aileen spontan.
"Hah? Kamu bicara apa sih Aileen? Mana mungkin aku punya hubungan sama Ardiaz, dia itu kan pacar kamu. Emangnya kenapa kamu tanya begitu ke aku?" jawab Laura.
"Eee soalnya tadi aku lihat kalian berdua ngobrolnya asik banget, sampe ketawa-ketawa lagi. Pasti kalian ada hubungan kan di belakang aku?" ujar Aileen.
"Ya enggak lah Aileen, kamu jangan salah paham begitu! Aku sama Ardiaz cuma sebatas teman kok," elak Laura.
"Ah masa? Aku gak percaya!" ujar Aileen.
"Aileen!"
Tiba-tiba saja Ardiaz muncul dan memanggil Aileen dari belakang, seketika gadis itu terkejut lalu panik saat Ardiaz berjalan ke arahnya.
Ardiaz bahkan mencengkeram lengan Aileen dengan kuat dan menariknya menjauh dari Laura, membuat gadis itu merintih.
"Akh sakit pak! Bapak apa-apaan sih?!" protes Aileen coba melepaskan diri.
"Kamu yang apa-apaan! Ngapain kamu disini sama Laura?" ujar Ardiaz.
"Aku cuma mau tanya ke dia, ngapain dia tadi bicara sama kamu disana. Aku tuh gak suka lihat cewek lain deket-deket sama kamu!" ucap Aileen.
"Aduh Aileen! Kamu tuh susah banget dibilangin ya? Saya gak ada hubungan apa-apa sama Laura, kita cuma sekedar teman," ucap Ardiaz.
"Iya, tapi tadi tuh aku lihatnya beda. Kamu kayak senang banget bicara sama dia," ucap Aileen.
"Itu cuma perasaan kamu aja kali, udah lah kamu jangan ganggu Laura! Biarin dia pergi, kamu juga harus sopan sama dia karena dia bakal jadi guru kamu!" ucap Ardiaz dengan tegas.
"Aku gak ganggu kok, orang cuma nanya. Salah ya seorang pacar khawatir sama pacarnya? Aku cuma gak mau kehilangan kamu pak Ardiaz!" ucap Aileen.
"Tapi kekhawatiran kamu ini udah berlebihan sayang, masa setiap perempuan yang dekat sama saya kamu curigai? Kamu berubah dong sayang, jangan kayak gini terus!" ujar Ardiaz.
"Lah bapak aja juga larang aku dekat sama cowok lain," balas Aileen.
__ADS_1
Shanum dan Laura terdiam saja menyaksikan perdebatan antara sepasang kekasih itu, mereka tak berniat untuk ikut campur urusan Aileen serta Ardiaz karena khawatir akan terkena dampaknya.
"Sudah sudah, saya gak mau debat sama kamu! Sekarang kamu biarin Laura pergi, abis itu kamu ikut sama saya!" ucap Ardiaz.
"Gak mau!" tegas Aileen.
Aileen menghentakkan tangan Ardiaz, lalu pergi begitu saja meninggalkan mereka.
"Hey Aileen tunggu!" teriak Ardiaz.
Namun, Aileen tak mendengarnya dan malah terus pergi tanpa perduli dengan panggilan Ardiaz.
"Eee pak, biar saya kejar Aileen ya?" ucap Shanum.
"Ah ya ya, kamu tolong bujuk Aileen ya!" pinta Ardiaz.
"Baik pak!" ucap Shanum patuh.
Shanum pun bergerak cepat mengejar Aileen untuk membujuk gadis itu, sedangkan Ardiaz tetap disana bersama Laura.
"Laura, maafin tingkah pacar saya ya!" ucap Ardiaz.
"Tenang aja Diaz!" ucap Laura sambil tersenyum.
•
•
Namun, langkah mereka terhenti saat Virgo menghadang mereka dari depan. Lelaki itu menatap kedua gadis tersebut sambil tersenyum.
"Aileen, Shanum, kalian pada mau latihan voli kan? Gue ikut sama kalian boleh gak?" ucap Virgo.
"Hah? Mau ngapain lo ikut sama kita? Lo aja bukan anggota tim voli sekolah," ujar Shanum.
"Gapapa dong, gue pengen temenin kalian latihan. Gue penasaran aja gimana Aileen kalau lagi main voli, dia jago atau enggak. Selain itu, gue juga pengen support kalian!" ucap Virgo.
"Gue gak butuh support dari lu! Jangan ngada-ngada deh!" ucap Aileen.
Disaat Aileen dan Shanum hendak pergi, Virgo justru menahannya. Lelaki itu mencekal lengan Aileen tak membiarkan Aileen pergi begitu saja.
"Ish, lepasin gue!" sentak Aileen.
"Heh! Lo jangan macam-macam ya sama Aileen, lepasin dia cepet!" timpal Shanum.
"Gue bakal lepasin, tapi kalian perginya bareng gue ya? Ayolah, gue cuma pengen ngeliatin kalian latihan kok!" bujuk Virgo.
"Ogah! Lepasin gue atau lu bakal nyesel!" ujar Aileen berusaha melepaskan diri.
__ADS_1
"Gue gak mau lepasin lu, kecuali lu mau gue temenin sampe tempat latihan," ucap Virgo.
"Ih lu bener-bener ya!" kesal Aileen.
Virgo tersenyum miring, lalu berniat menarik paksa Aileen mengikuti langkahnya.
Akan tetapi, sebuah tangan besar memegang pundaknya dan membuat Virgo terkejut.
"Lepasin pacar saya!"
Virgo, Aileen dan juga Shanum sama-sama terkejut. Ya yang mereka lihat saat ini adalah Ardiaz, kekasih Aileen sekaligus kepala sekolah disana.
"Eh pak Ardiaz?? Hehe, iya pak iya saya lepasin kok Aileen nya," ucap Virgo gemetar.
Virgo pun melepaskan tangan Aileen, dengan cepat Aileen berlari meninggalkan tempat itu tanpa bicara apapun pada Ardiaz.
"Tuh si Aileen nya kabur pak, bukan salah saya loh pak," ucap Virgo.
"Diam kamu! Sekali lagi kamu sentuh-sentuh pacar saya, saya akan beri kamu hukuman! Kamu gak mau kan gak lulus untuk kedua kalinya?" ucap Ardiaz mengancam Virgo.
"Jangan dong pak! Gak lulus sekali aja udah bikin nyesek, apalagi dua kali. Iya deh pak, saya janji gak akan ganggu Aileen lagi!" ucap Virgo.
"Baiklah, sekarang kamu pergi sana!" ujar Ardiaz.
"I-iya pak," Virgo pun pergi dengan tergesa-gesa.
Sementara Ardiaz mengusap wajahnya kasar, dia bingung harus bagaimana lagi untuk membuat Aileen tidak marah lagi padanya.
"Pak, jangan sedih ya! Aileen mungkin butuh waktu buat maafin bapak," ucap Shanum.
"Ya gapapa, mending kamu susul dia sekarang! Pastikan dia baik-baik aja!" perintah Ardiaz.
"Siap pak! Kalo gitu saya permisi dulu," ucap Shanum.
Ardiaz menganggukkan kepala, Shanum pun pergi menyusul Aileen ke tempat latihan voli dengan terburu-buru.
"Haaahhh Aileen!! Kenapa malah jadi kamu yang cuekin saya coba?!" geram Ardiaz.
Pria itu pun juga pergi dari sana untuk mengejar Shanum dan Aileen, ia ingin memastikan gadisnya baik-baik saja.
Sesampainya disana, Ardiaz melihat Aileen berada di depan kamar mandi bersama Shanum. Sepertinya kedua gadis itu hendak berganti pakaian mereka.
"Aileen cantik banget kalau rambutnya diikat begitu, saya jadi pengen samperin dia sekarang. Tapi, saya takut dia masih marah sama saya. Biarin deh saya lihat dari sini aja," gumam Ardiaz.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1