
Ardiaz menyuruh gadisnya duduk di sofa dengan ia berada di sampingnya, ia terus mendekap erat tubuh gadis itu seolah tak mau melepasnya.
Aileen sendiri masih tetap cemberut meskipun Ardiaz berkali-kali mencoba membujuknya, gadis itu nampaknya belum mau percaya pada Ardiaz.
"Kamu pengen saya nikahin cepat-cepat ya?" tanya Ardiaz dengan nada menggoda.
"Iyalah pak, biar bapak sama Bu Laura itu gak deketan terus. Kalau aku udah jadi istri bapak, kan aku punya hak buat larang bapak ketemu sama Bu Laura." Aileen menjawab dengan ketus.
"Sekarang kamu juga punya hak kok, tapi saya sama Laura itu kan cuma rekan kerja gak ada hubungan spesial apapun," ucap Ardiaz.
"Tetap aja aku gak suka," ujar Aileen.
"Iya iya, demi kamu saya akan kurangi waktu pertemuan saya dengan Laura. Kamu puas kan sekarang?" ucap Ardiaz.
"Belum puas kalau bapak belum mau nikahin aku," ucap Aileen.
"Siapa sih yang gak mau nikahin cewek secantik kamu? Saya udah urus semuanya di KUA, kita menikah begitu kamu lulus sekolah," ucap Ardiaz.
"Yang bener pak? Bapak gak bohong kan cuma buat nyenengin aku?" tanya Aileen memastikan.
"Ya enggak lah, kali ini saya serius. Kan dari lama juga saya udah pengen nikahin kamu, tapi kamu tolak saya terus," jawab Ardiaz.
"Oke deh pak! Awas loh ya kalau bapak bohong!" ancam Aileen.
"Iya sayang, nanti kalau udah nikah kamu gak bakal saya biarin pergi keluar sendiri. Kamu harus sama saya terus kemanapun itu," ucap Ardiaz.
"Ohh, bapak mau jadi suami yang posesif gitu ya?" ucap Aileen.
"Bisa dibilang gitu, karena saya gak mau istri cantik saya ini kepincut lelaki lain. Apalagi umur saya kan makin menua," ucap Ardiaz.
"Tenang aja! Pak Ardiaz emang tua, tapi ketampanannya gak ngurang kok," ucap Aileen.
"Ah bisa aja kamu, emang saya setampan itu ya?" ucap Ardiaz.
"Iya pak, bapak itu ganteng banget. Waktu pertama kali saya lihat bapak aja saya sampai langsung terpesona," ucap Aileen.
"Gantengan mana saya sama Jungkook?" tanya Ardiaz sembari mencolek dagu Aileen.
"Eee kalo itu sih jelas masih gantengan Jungkook pak, maaf ya aku cuma mau jawab jujur!" jawab Aileen sambil nyengir.
"Yeh parah kamu! Berarti saya gak tampan banget dong," ucap Ardiaz kecewa.
"Meski begitu, aku tetap lebih suka bapak kok daripada Jungkook. Kan bapak pacar sekaligus calon suami aku," ucap Aileen.
Gadis itu memeluk kekasihnya secara tiba-tiba, mengeratkan kedua tangannya di pinggang Ardiaz dan membenamkan wajahnya pada bahu sang kekasih.
__ADS_1
"Aileen, kamu mau lakukan itu sekarang sama saya?" tanya Ardiaz di sela-sela pelukannya.
"Hm? Lakukan apa?" Aileen mendongak menatap wajah Ardiaz dengan bingung.
"Ya kamu pasti tau lah, hubungan suami-istri. Punya saya udah sesak banget nih," jelas Ardiaz.
"Hah??" Aileen tersentak kaget dan reflek melepas pelukannya menjauh dari Ardiaz.
"Kenapa Aileen? Kamu kok tiba-tiba lepas pelukannya sih?" tanya Ardiaz heran.
"Ya abisnya bapak mesum! Aku gak mau lakuin itu sebelum menikah," sentak Aileen.
"Ohh, yaudah sih saya kan cuma nanya. Barangkali kamu tertarik mau coba gitu, jadi kan saya bisa terpuaskan," ujar Ardiaz.
"Tau ah bapak mah mesum mulu! Aku kesel sama bapak!" ucap Aileen emosi.
"Hey! Jangan ngambek dong sayang! Saya gak akan maksa kamu kalau kamu gak mau, tenang aja Aileen!" ucap Ardiaz.
"Yaudah, makanya bapak cepat-cepat nikahin aku jadi bapak bisa terpuaskan deh!" ucap Aileen.
"Tentu sayang," lirih Ardiaz yang kembali mendekap tubuh gadisnya.
•
•
Sontak Nizar menoleh, ia tersenyum miring saat melihat gadisnya sudah ada di dekatnya dan langsung mengecup pipinya.
Cup!
"Duh ayang, kamu makin ganteng aja sih!" ucap Shanum sambil mencubit kedua pipi Nizar.
"Kamu juga makin cantik sayang, sini duduk samping aku!" ucap Nizar.
Shanum tersenyum dan menuruti perintah kekasihnya, ia duduk di samping pria itu sambil terus menggenggam tangannya.
"Ayang, aku pengen kayak Aileen juga deh." Nizar terkejut mendengar ucapan gadisnya.
"Maksud kamu? Kamu pengen cantik dan jadi seleb kayak si Aileen?" tanya Nizar.
"Ih bukan ayang, aku tuh mau kayak dia. Soalnya Aileen itu katanya mau dinikahin sama pak Ardiaz tau setelah kelulusan nanti, aku juga pengen kita begitu ayang," jawab Shanum.
"Waduh!" kaget Nizar.
"Lah kok waduh sih? Kamu gak pengen ya nikah sama aku? Jahat banget sih kamu ayang!" kesal Shanum.
__ADS_1
"Bukan itu sayang, aku mau nikahin kamu. Tapi, aku kan belum ada uang. Aku sama pak Ardiaz ini beda loh, aku masih seorang siswa sedangkan dia udah kepala sekolah," ucap Nizar.
"Iya sih, lagian aku juga belum mau nikah sekarang. Yaudah, kita kumpulin uang dulu ya buat nikahan kita nanti?" ucap Shanum.
"Nah gitu dong Shanum, baru aku setuju sama kata-kata kamu!" ucap Nizar tersenyum lebar.
"Okay, tapi awas aja kalo kamu gak tepatin janji dan malah tinggalin aku! Pokoknya bakal aku geprek kamu sampe hancur!" ancam Shanum.
"Tenang sayang! Aku kan cinta sama kamu," ucap Nizar seraya merangkul gadisnya.
"Masa sih? Kok aku gak percaya ya kalau kamu cinta sama aku?" goda Shanum.
"Itu sih terserah kamu, yang penting aku udah jujur sekarang ke kamu. Kamu mau kan tunggu aku sampai siap buat nikahin kamu?" ucap Nizar.
"Of course, memang itu yang aku tunggu-tunggu ayang. Jangan lama-lama ya!" ucap Shanum.
"Sure, aku jamin gak akan lama. Paling setelah kita sama-sama lulus kuliah dan jadi sarjana nantinya, kamu sabar ya cantik!" ucap Nizar.
"Aku pasti sabar kok kalau nunggu kamu mah," Shanum menempelkan wajahnya di bahu sang kekasih.
Nizar hanya tersenyum seraya mengusap puncak kepala gadisnya.
Tanpa mereka sadari, dari kejauhan Sean tak sengaja mendengar ucapan Shanum pada Nizar.
Sean pun terlihat tak senang, ia memilih menghampiri keduanya dan bertanya langsung.
"Ehem ehem.." Sean berdehem pelan, membuat Shanum reflek mengangkat kepalanya lalu menatap ke arahnya.
"Ngapain lo kesini? Jangan ganggu kita ya!" ujar Shanum ketus.
"Gue gak mau ganggu kalian kok, gue cuma mau tanya soal omongan lu barusan tentang Aileen. Apa benar Aileen mau dinikahin sama pak Ardiaz setelah lulus?" ucap Sean.
"Ya iyalah, Aileen sendiri kok tadi yang bilang ke gue. Emang kenapa kalo mereka mau nikah? Lo cemburu?" ucap Shanum.
"Enggak, gapapa. Gue cuma mau mastiin aja. Yaudah, thanks ya! Kalo gitu gue cabut dulu, have fun!" ucap Sean.
Setelahnya, pria itu pergi begitu saja.
"Ih aneh banget sih tuh cowok! Ngapain coba dia kesini cuma mau nanyain soal Aileen?" cibir Shanum.
"Udah lah sayang, dia mah gausah dipikirin! Mending kita mesra-mesraan aja berdua disini, ya kan?" ucap Nizar.
"Iya sih, uhh aku sayang kamu!" ucap Shanum.
"Aku juga," balas Nizar.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...