Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 9. Main di pantai


__ADS_3

Sore harinya, Aileen telah bersiap untuk pergi ke pantai bersama sang kekasih. Ia mengenakan pakaian yang cukup terbuka dan keluar dari kamar hotelnya menemui Ardiaz di depan sana.


"Mas Diaz!" sapa Aileen dengan senyum menggoda, membuat Ardiaz terkejut.


"Aileen? Kamu apa-apaan pakai baju kayak begini?" tanya Ardiaz penuh kaget.


"Kenapa mas? Kita kan mau ke pantai, emang salah ya kalau aku pakai pakaian kayak begini?" Aileen justru balik bertanya pada kekasihnya.


"Ah enggak enggak, saya gak mau kamu keluar pakai baju begini! Cepat masuk dan ganti lagi baju kamu!" tegas Ardiaz.


"Apa sih mas?! Aku gak mau ganti baju, udah bagus tau bajunya ini!" kesal Aileen.


"Heh! Kamu berani lawan saya Aileen?! Saya bilang ganti ya ganti, jangan bantah!" bentak Ardiaz.


"Ih kamu kenapa sih? Kita ini mau ke pantai, jadi wajarlah kalau pakaian aku begini. Masa ke pantai pakai baju gamis? Gak nyambung lah!" ujar Aileen.


"Ya sayang ngerti, tapi seenggaknya kamu pakai baju yang gak terlalu terbuka lah sayang! Saya gak mau tubuh indah kamu dilihat laki-laki lain, kalau cuma untuk saya sih gapapa!" ucap Ardiaz.


"Ish, terus aku ganti baju nih?" cibir Aileen.


"Iya dong Aileen, kamu nurut ya sama saya cantik!" paksa Ardiaz.


"Huft iya deh," ucap Aileen mendengus pasrah.


Akhirnya dengan sangat terpaksa, Aileen masuk kembali ke dalam kamar hotel dan mengganti pakaiannya sesuai perintah Ardiaz.


Setelah selesai, kini Aileen menemui Ardiaz yang masih setia menunggu di depan kamarnya. Lelaki itu tersenyum melihat penampilan Aileen saat ini.


"Nah, iya gini dong sayang. Kamu gak terlalu terbuka, tapi tetap cantik kok!" puji Ardiaz.


"Makasih mas! Yaudah, kita jalan sekarang yuk aku gak mau kelewatan sunset nya!" ujar Aileen.


"Iya ayo sayang!" ucap Ardiaz setuju.


Aileen pun menaruh tangannya di sela-sela lengan Ardiaz, lalu pergi dari sana.


Sesampainya di pantai, mereka bingung lantaran suasana disana begitu ramai dan hampir tidak ada tempat untuk mereka.


"Mas, gimana nih? Pantainya ramai banget ternyata, ada turis-turis juga lagi," ucap Aileen.


"Iya kamu benar, tapi wajar aja sih sekarang kan lagi musim liburan. Jadi, mereka semua pada datang kesini untuk menikmati liburan seperti kita," ucap Ardiaz.


Aileen menatap wajah Ardiaz, ia kesal karena pria itu malah fokus melihat tubuh-tubuh seksi para turis yang hadir disana.


"Ehem ehem.." Aileen berdehem pelan.


"Kenapa Aileen? Tenggorokan kamu gatal? Atau kamu haus? Mau minum?" tanya Ardiaz.

__ADS_1


"Eh enggak, aku gak haus atau apa-apa kok mas. Aku itu cuma gak suka aja kalau pacar aku ini malah fokus ngeliatin turis-turis disana itu, seksi ya mereka mas? Tadi aja kamu halangi aku buat pake pakaian kayak mereka, eh kamu sendiri malah ngeliatin mereka!" cibir Aileen.


"Hah? Apa sih Aileen? Saya itu gak ngeliatin mereka, saya lagi nyari tempat buat kita supaya kita bisa santai-santai juga!" elak Ardiaz.


"Ah udah deh, kamu gausah ngeles mas! Sekarang aku mau kesana aja, aku males dekat-dekat sama kamu!" ketus Aileen.


Setelah mengatakan itu, Aileen pun pergi meninggalkan Ardiaz. Ia mendekati bibir pantai dan bermain dengan ombak yang datang, sedangkan Ardiaz menatap heran dari sana.


"Aileen tunggu!" Ardiaz berteriak keras sebelum akhirnya mengejar gadisnya.




"Aileen!" panggil Ardiaz, ia mencekal lengan Aileen sebelum gadis itu bergerak menjauh darinya.


"Aileen, kamu kenapa cemburuan banget sih? Saya gak ada lihatin turis-turis itu loh, kamu salah paham!" ujar Ardiaz.


"Halah, maling mana ada yang mau ngaku sih mas?" cibir Aileen.


"Emangnya saya maling apaan? Saya bukan maling, saya ini Ardiaz Bramantyo alias pacar kamu!" ucap Ardiaz.


"Ya ya ya, terserah kamu! Dah ah lepasin aku mau cari kak Gabi aja!" ketus Aileen.


"Ngapain sih cari kakak kamu segala? Dia lagi asyik-asyik berduaan sama istrinya, udah kamu disini aja sama aku ya!" ujar Ardiaz.


"Aku gak mau sama kamu, soalnya mata kamu itu jelalatan kemana-mana!" ucap Aileen.


"Kamu itu kenapa susah banget dibilangin sih?! Aku kan udah bilang, aku gak ngeliatin mereka! Aku lagi cari tempat buat kita supaya bisa berduaan, kamu gak percayaan banget sih!" kesal Ardiaz.


"Ish, kamu kok jadi bentak aku? Kamu marah sama aku gara-gara aku gak suka kamu lihatin bule itu?" protes Aileen.


"Bukan sayang, aku—"


"Ah udah ah, gausah dibahas lagi! Kita kan kesini mau lihat sunset bukan ribut, awas loh kalau kamu cari ribut lagi!" potong Aileen.


"Nah, iya gitu dong Aileen sayang. Kita fokus aja nungguin sunset sambil main pasir ya?" ucap Ardiaz seraya merangkul gadisnya.


Akhirnya Aileen yang sebelumnya cemberut dan ketus, berhasil luluh dengan rayuan kekasihnya.


Mereka kini asyik bermain kejar-kejaran di bibir pantai sambil sesekali saling melempar air.


"Mas, udah ah aku capek! Kamu jangan kelitikin aku terus geli tau!" ujar Aileen yang sudah tampak ngos-ngosan karena terus berlari.


"Hahaha, iya iya sayang.. gimana kalau kita duduk disana? Istirahat dulu sekalian beli minum, mumpung masih jam segini," usul Ardiaz.


"Iya boleh," ucap Aileen singkat.

__ADS_1


Sepasang kekasih itu pun menjauh dari air laut, melangkah menuju kursi pantai yang tersedia untuk beristirahat sejenak.


Aileen langsung merebahkan tubuhnya disana, sedangkan Ardiaz tetap berdiri mencarikan air minum untuk dirinya dan sang kekasih.


"Nih, kamu minum dulu!" ujar Ardiaz seraya menyodorkan gelas minuman pada Aileen.


"Makasih sayang!" ucap Aileen sambil tersenyum manis.


Ardiaz pun duduk di sebelah Aileen sembari menikmati minuman itu, mereka sama-sama menatap ke depan melihat momen saat matahari akan terbenam.


"Tuh udah mau terbenam sayang," ucap Ardiaz.


"Iya sayang, aku senang banget!" ucap Aileen.


Ardiaz mendekati dan mengecup pipi Aileen, membuat gadis itu merona memejamkan mata.


Cup!


"Kamu sangat cantik sayang, kamu milik saya!" bisik Ardiaz sensual, deru nafasnya berhasil membuat Aileen merinding.


"Iya mas, aku cuma milik kamu seorang kok!" balas Aileen sembari menggenggam tangan Ardiaz.


Mereka pun bersantai disana sembari menikmati momen matahari terbenam, sungguh hal yang amat indah bagi Aileen mengingat ini adalah kali pertama ia menyaksikan itu.




Sementara itu, dari kejauhan Gabino serta Alana tampak mengamati kemesraan Aileen dan juga Ardiaz.


Mereka sama-sama tersenyum melihat sepasang kekasih itu telah berbaikan seperti semula, karena sebelum ini keduanya sempat bertengkar.


"Mas, senang ya rasanya lihat mereka akur lagi kayak gitu? Jadi ingat waktu kita pacaran dulu deh, kan mesra banget kayak mereka. Aku jadi kangen," ucap Alana.


"Emangnya sekarang kita gak mesra ya? Menurut aku, kita malah makin mesra kok setelah menikah. Malahan sesuatu yang gak bisa kita lakuin semasa pacaran, bisa kita lakuin sekarang," ujar Gabino.


"Ih mas, pikiran kamu mah mesum terus! Romantis itu gak melulu soal begituan mas!" protes Alana.


"Hahaha, iya aku ngerti kok. Yaudah, sekarang kita cari makan yuk!" ujar Gabino.


"Mereka diajak juga gak mas?" tanya Alana.


"Gausah, biarin aja mereka puas puas disana. Aileen itu kan paling senang lihat sunset, dia belum mau pergi kalau mataharinya belum benar-benar hilang," jawab Gabino.


"Yaudah deh, aku ngikut kamu aja," ucap Alana.


Gabino tersenyum dan merangkul Alana, membawa istrinya itu pergi dari pantai tersebut.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2