
Aileen mengambil ponselnya, betapa kagetnya ia menyadari ada banyak pesan masuk serta panggilan tak terjawab dari Ardiaz.
"Duh, ini daritadi pak Ardiaz telponin aku terus lagi kak. Dia kayaknya panik deh," ujar Aileen.
"Loh kenapa panik? Emang Ardiaz tau soal apa yang kamu alami tadi?" tanya Gabino.
"Iya kak, soalnya aku yang kasih tau. Tadi tuh aku sempat chat ke dia kalau aku butuh bantuan," jawab Aileen.
"Yeh pantas aja dia panik, yaudah buru dah kamu telpon tuh dia biar gak panik terus!" suruh Gabino.
"Ini juga lagi mau ditelpon kak, sabar dong!" ucap Aileen mencebikkan bibirnya.
Tanpa menunggu lama, Aileen langsung menghubungi nomor Ardiaz dan berharap pria itu mau mengangkatnya.
"Gimana? Dah diangkat belum?" tanya Gabino.
"Belum ih sabar napa!" sentak Aileen.
Gabino hanya tersenyum tipis, lalu mencubit pipi Aileen karena gemas.
"Nah, ini diangkat nih," ucap Aileen.
"Loudspeaker coba!" pinta Gabino.
Aileen menurut dan menyalakan loudspeaker di ponselnya agar Gabino dapat mendengar apa yang ia bicarakan dengan Ardiaz nanti.
📞"Halo Aileen! Sayang, kamu gapapa kan? Ini aku lagi di jalan menuju rumah kamu, tunggu sebentar ya cantik!" ucap Ardiaz was-was.
📞"Iya halo pak! Kamu tenang aja ya! Sekarang aku udah gak kenapa-napa kok, bapak juga gak perlu datang kesini," ucap Aileen.
📞"Oh ya? Syukurlah kalau begitu sayang, tapi beneran kan kamu udah gapapa?" ucap Ardiaz.
📞"Iya pak, aku baik-baik aja kok. Bapak gak perlu khawatir ya, ini aku juga udah sama kak Gabino kok disini," ucap Aileen.
📞"Baguslah, berarti aku gak perlu kesana nih?" tanya Ardiaz.
📞"Iya gausah pak, lagian ini udah malam kan, gak enak kalau bapak datang kesini sekarang. Mending bapak balik aja ke rumah," jawab Aileen.
📞"Yasudah, tapi bener kan kamu udah baik-baik aja?" tanya Ardiaz memastikan.
📞"Bener pak, gak percayaan banget sih. Nih ada kak Gabino biar kamu bisa yakin," ujar Aileen.
Aileen pun menyodorkan ponselnya ke arah Gabino.
📞"Iya Diaz, Aileen aman kok. Tadi dia cuma ketakutan aja karena lampu kamarnya mati, tapi sekarang semua udah baikan kok," ucap Gabino.
📞"Ah syukurlah bang, saya ikut senang dengarnya. Kalo gitu saya titip Aileen ya bang!" ucap Ardiaz.
📞"Pastilah, gue bakal jagain adik gue dengan baik," ucap Gabino.
📞"Yaudah ya pak, aku tutup dulu telponnya. Sampai ketemu besok lagi, bye!" ucap Aileen.
__ADS_1
📞"Bye sayang!" balas Ardiaz.
Tut Tut Tut...
Aileen memutus telpon, lalu menatap Gabino sambil tersenyum sembari membenamkan wajahnya pada bahu sang kakak.
"Kenapa lagi Aileen? Kok tiba-tiba meluk gue kayak gini?" tanya Gabino keheranan.
"Gapapa, cuma pengen peluk kakak aja. Apa salah?" jawab Aileen pelan.
"Gak kok, yaudah sana gih katanya mau ke toilet dulu cuci muka!" ujar Gabino.
"Nanti aja ah, masih pengen meluk kakak dulu. Enak tau rasanya anget," ucap Aileen manja.
"Lo gausah manja, inget lu itu udah gede tau!" ucap Gabino menjauhkan wajah Aileen darinya.
"Ih jahat banget sih kak! Masa aku cuma minta peluk aja gak boleh?" protes Aileen.
"Bukan gak boleh, gue tuh harus ke bawah sekarang. Kasihan Alana ditinggal sendiri gitu aja," ucap Gabino.
"Oh iya juga sih, yaudah deh gapapa. Sana kakak turun samperin kak Lana!" ucap Aileen.
"Lu beneran udah gapapa kan gue tinggal?" tanya Gabino memastikan.
"Iya kak, aku udah baikan kok. Kan cuma tangan aku tadi yang kegores," jawab Aileen.
"Baguslah, gue keluar ya? Nanti bik Lesti kesini buat beresin pecahan ini," pamit Gabino.
•
•
Keesokan harinya, Aileen hendak membersihkan tubuhnya di kamar mandi beberapa saat setelah ia bangun dari tidurnya.
Ia melangkah masuk ke kamar mandi dengan mengenakan handuk yang melilit di tubuhnya, ia pun memutar keran shower dan berdiri di bawahnya menikmati guyuran air.
Perlahan ia membuka handuknya, lalu membasahi tubuh polosnya dengan air. Tak lupa ia menyabuni seluruh tubuhnya tanpa ada yang tertinggal.
"Uhh segarnya!" ucap Aileen dengan mata terpejam.
Awalnya semua berjalan baik-baik saja, sampai tiba-tiba Aileen menyadari ada keanehan pada air yang membasahi tubuhnya.
"Ini kok rasanya lengket banget ya?" gumam Aileen.
Karena curiga, Aileen membuka mata untuk memastikan semua itu. Dan betapa kagetnya ia melihat air tersebut berubah menjadi darah.
"Aaaaaa!! Kok bisa ada darah disini? Ih mana banyak banget lagi!" teriaknya kaget.
Ia pun mematikan shower dan mengambil handuk untuk membersihkan tubuhnya dari darah yang mengalir disana.
"Ya ampun! Apa shower nya rusak ya? Bukannya air yang keluar malah darah," ujar Aileen.
__ADS_1
"Ini harus dilaporin ke kak Gabino sih, ngeri banget tau!" sambungnya.
Kini Aileen melangkah menuju bathtub, ia mengisi bak mandi tersebut dengan air panas sampai setengah penuh dan masuk ke dalamnya.
Ia berendam disana, mencuci tubuh serta handuk yang berlumuran tadi dengan sedikit jijik. Tentu ia belum pernah mengalami ini sebelumnya.
"Ah bikin kerjaan aja deh!" kesalnya.
Deg!
Jantung Aileen hampir copot saat merasakan pundaknya ditekan dengan dua tangan dari belakang oleh seseorang.
"Hah? Si-siapa kamu??" ucapnya ketakutan.
Aileen langsung menoleh ke belakang untuk memastikan siapa yang memegangnya.
Akan tetapi, ia tak dapat menemukan siapa-siapa disana yang semakin membuatnya ketakutan.
"Huh kok gak ada orang ya? Apa aku cuma halu? Kayaknya iya deh, mungkin efek aku suka nonton film horor kali ya," gumam Aileen.
Baru saja ia bisa bernafas lega, sesuatu yang aneh kembali dilihat oleh mata kepalanya.
Ya gadis itu menangkap sebuah tulisan dengan warna merah terpampang di cermin kamar mandinya.
"Tulisan apaan tuh?" ucap Aileen penasaran.
Ia pun keluar dari bak mandinya, lalu melangkah lebih dekat menuju cermin untuk membaca dengan jelas tulisan disana.
"Jauhi laki-laki itu atau kamu akan mati!" ucap Aileen saat membacakan kalimat tersebut.
"Hah? Ini apa-apaan sih? Siapa coba yang nulis kayak gini? Jangan bikin takut deh!" ujar Aileen.
Praaangg
Aileen sontak terkejut dan reflek berlari keluar kamar mandi setelah mendengar suara pecahan yang entah berasal dari mana.
Ia tutup rapat-rapat pintu kamar mandi, nafasnya masih terengah-engah dengan detak jantung kencang akibat kepanikan yang melanda.
Tanpa ia sadari, kini kondisinya masih tanpa busana karena ia keluar kamar mandi begitu saja tidak dengan handuk.
"Kenapa hidup aku jadi gak tenang gini sih? Siapa coba yang neror aku?" gumam Aileen.
"Aku jadi bingung, kok tiba-tiba malah jadi horor? Perasaan sebelumnya gak ada kejadian kayak gini, sebenarnya ada apa coba ini? Apa gara-gara aku datang ke makam Vivi kemarin?" pikirnya.
TOK TOK TOK...
"Aileen! Aileen!" ia dikejutkan dengan suara ketukan pintu serta panggilan abangnya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1