
Gabino tersenyum senang, ia menurut dan mendekat ke arah Alana sembari membuka mulutnya bersiap menerima suapan dari istrinya.
Alana pun mulai menyuapi suaminya perlahan-lahan, dan tentu Gabino merasa senang dengan itu.
"Mmhhh enak banget sayang!" ucap Gabino.
"Lebay kamu mas!" cibir Alana.
Disaat mereka sedang asyik-asyiknya bermesraan, tiba-tiba suara deheman Aileen muncul dan mengganggu keduanya.
"Ehem ehem.." sontak Gabino serta Alana menoleh ke asal suara tersebut.
"Aileen? Ya ampun, maaf ya kamu pasti ngerasa gak nyaman ya lihat kita tadi!" ucap Alana.
"Eh enggak kak enggak, aku gapapa kok. Aku cuma syok aja lihat kak Lana lagi suapin kak Gabi," ucap Aileen sambil tersenyum.
"Ohh, yaudah sini duduk Aileen! Kita sarapan bareng-bareng," ajak Alana.
"Iya kak," Aileen mengangguk setuju dan pergi melangkah ke dekat meja makan.
Gadis itu duduk disana bersama Alana serta Gabino, ia memandang sekilas kakaknya yang terlihat emosi padanya.
"Kak Gabi kenapa begitu ngeliatin aku nya?" tanya Aileen heran.
"Gak ada, gue cums pengen tahu lu ada masalah apa. Cerita dong Aileen sama gue!" ujar Gabino.
"Masalah? Aku gak punya masalah kok, kakak jangan ngada-ngada deh!" elak Aileen.
"Aileen, kamu jangan bohong sama kita! Kamu gak perlu sembunyiin masalah kamu dari kita, kamu cerita aja sayang!" ucap Alana.
Aileen menunduk bingung, dan lalu Gabino menarik dagunya meminta Aileen menatap wajahnya.
"Jangan nunduk! Kasih tau gue ada apa sama lu! Apa yang bikin lu tegang kayak tadi? Gue pasti bakal bantu lu kok," pinta Gabino.
"Ih lepas ah kak!" rengek Aileen.
"Yaudah, tapi lu cerita!" ujar Gabino.
"Iya iya aku cerita," ucap Aileen pasrah.
Gabino pun melepaskan dagu Aileen dan bersiap mendengarkan cerita dari adiknya itu.
"Jadi, aku tuh tadi..."
Ting nong ting nong
Ucapan Aileen terjeda karena bel pintu rumahnya berbunyi.
"Siapa tuh kak?" tanya Aileen.
"Mana gue tahu? Kan gue disini," sentak Gabino.
Bik Lesti pun lewat di dekat mereka untuk membuka pintu, namun dicegah oleh Aileen.
"Eh bik, biar aku aja!" pinta Aileen.
__ADS_1
"Oh, iya non silahkan!" ucap bik Lesti.
Aileen tersenyum, kemudian beranjak dari duduknya. Gabino sontak menahan tangannya mencegah gadis itu pergi.
"Mau kemana sih? Lo belum selesai cerita, gue masih penasaran sama masalah lu!" ujar Gabino.
"Ih nanti aja kak, itu pasti pak Ardiaz yang di depan. Aku mau bukain pintu dulu," ucap Aileen.
"Yah elah, bucin banget sih lu! Masih pagi gini udah disamperin aja," cibir Gabino.
"Belum tentu juga sih itu pak Ardiaz, aku kan baru nebak-nebak," ucap Aileen.
"Ah alasan aja lu, udah pasti itu mah si Ardiaz. Siapa lagi coba kalo bukan dia?" ujar Gabino.
"Yaudah, kamu biarin aja sih mas Aileen buka pintunya!" ucap Alana.
"Aku biarin kok, udah sana keluar!" ucap Gabino.
"Gimana mau keluar kalau tangan aku masih dipegang begini?" ucap Aileen.
Gabino pun melepaskan tangan adiknya.
"Udah kan? Sana pergi, bukain tuh pintu buat calon suami lu!" ucap Gabino.
Aileen tersenyum saja lalu pergi keluar.
"Mas, kamu kenapa sih kayaknya gak suka gitu tiap kali Ardiaz datang kesini? Kamu ada masalah apa sama dia sih mas?" tanya Alana heran.
"Apa sih sayang? Aku biasa aja kok, udah yuk suapin aku lagi!" elak Gabino.
"Biarin wle!" ledek Gabino.
Alana menghela nafasnya, lalu kembali menyuapi Gabino perlahan-lahan.
•
•
Ceklek
Aileen langsung membuka pintu, senyum langsung terukir di bibirnya begitu melihat Ardiaz berdiri di hadapannya saat ini.
Sedangkan pria itu sendiri bergerak mendekat setelah tahu yang keluar adalah gadisnya, ia gerakan tangannya membelai rambut Aileen.
"Morning sayang! Kamu cantik banget sih pagi ini, bikin saya pangling lihatnya!" ucap Ardiaz.
"Apa sih pak? Bapak ngapain pagi-pagi udah kesini? Mau sarapan bareng aku?" tanya Aileen.
"Iya dong, abisnya kamu saya chat daritadi gak dibalas. Karena saya khawatir, jadinya saya kesini deh samperin kamu. Boleh kan saya ikut sarapan disini?" jawab Ardiaz.
"Boleh-boleh aja sih, ya tapi bapak tetap harus izin dulu sama kak Gabi," ucap Aileen.
"Gampang itu mah, pasti dibolehin sama kakak kamu. Secara saya kan sebentar lagi juga bakal jadi anggota keluarga di rumah ini," ujar Ardiaz.
"Eh iya pak, ada sesuatu yang mau aku omongin sama bapak nih. Penting banget!" ucap Aileen.
__ADS_1
"Hah? Apa tuh sayang?" tanya Ardiaz penasaran.
"Eee nanti aja kita bicaranya sehabis sarapan, soalnya ini masalah penting dan aku mau cuma kita berdua yang tau," jawab Aileen.
"Okay, saya selalu siap kalau kamu minta saya buat berduaan sama kamu," ucap Ardiaz.
"Ah bapak mah bercanda mulu, aku tuh serius kali. Ini soalnya penting tau, aku yakin bapak pasti kaget nanti dengarnya," ucap Aileen.
"Oh ya? Duh, saya jadi makin penasaran nih," ucap Ardiaz.
"Sabar dulu pak, ayo kita makan pagi dulu bareng kak Gabi sama kak Lana!" ajak Aileen.
"Iya sayang, saya juga senang kok sarapan bareng kamu dan keluarga kamu," ucap Ardiaz.
Ardiaz pun merangkul Aileen dan melangkah masuk bersama-sama ke dalam rumah gadis itu untuk menemui Gabino serta Alana.
Setibanya di meja makan, Aileen langsung menghampiri kakaknya dan meminta izin kalau Ardiaz ingin sarapan bersama mereka.
"Umm kak, pak Ardiaz mau ikut sarapan sama kita disini. Boleh kan?" ucap Aileen pelan.
Gabino terdiam sejenak, matanya menatap Ardiaz lalu bangkit dan menyapanya. Aileen merasa lega karena kakaknya bersikap baik pada Ardiaz.
"Oh jelas boleh dong sayang, yuk kalian duduk aja terus kita sarapan sama-sama!" ujar Gabino.
"Makasih bang," singkat Ardiaz.
"Gausah malu-malu kali pak, kayak biasa aja! Bapak kan calon suami aku," ucap Aileen.
"Iya sayang," lirih Ardiaz.
Keduanya pun duduk berdampingan dengan tangan saling menyatu, dan tentu saja hal itu mengundang perhatian Gabino.
"Hadeh, tuh tangan lepas dulu kali. Kalian kan mau makan bukan nyebrang," sindir Gabino.
"Eh iya iya bang," Ardiaz sontak melepas tangannya dari milik Aileen dan tersenyum malu.
"Gapapa kali mas, wajar dong mereka kan emang lagi bucin banget karena mau nikah," ucap Alana.
"Ya iya, tapi gak gitu juga kali sayang. Masa makan sambil gandengan?" ucap Ardiaz.
"Kalau kamu mau juga, kan kamu bisa pegang tangan aku," ucap Alana.
"Tuh kak, kakak pegang lah tangan kak Lana biar gak iri sama aku dan pak Ardiaz!" ujar Aileen.
"Diam lu Aileen! Gausah ikut-ikut ngomong deh," bentak Gabino.
"Ih galak amat sih, kan aku cuma mau ngobrol biar santai. Lagian kakak tuh gak boleh sensian, nanti cepat tua loh," ucap Aileen.
"Bawel lu!" ujar Gabino.
Aileen merunduk, kemudian mulai memakan makanannya bersama Ardiaz.
"Heh, lu belum lanjutin cerita lu yang tadi. Jangan pura-pura lupa ya!" ucap Gabino tiba-tiba yang membuat seisi meja makan kaget.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...