Kepsek Itu, Pacarku

Kepsek Itu, Pacarku
Episode 31. Aileen sakit


__ADS_3

Keesokan paginya, Gabino terus mengetuk pintu kamar Aileen karena ia curiga pada adiknya itu. Pasalnya, hingga kini Aileen tak kunjung keluar kamar walau waktu sudah hampir lewat.


Gabino sedikit cemas pada Aileen, semalam memang ia sempat khawatir setelah melihat adiknya dalam kondisi lemas. Namun ia tepis semua itu karena Aileen mengaku baik-baik saja.


TOK TOK TOK


"Aileen, buka pintunya dek! Kamu gak sekolah apa? Ini udah mau jam setengah tujuh loh, bangun yuk sayang!" ucap Gabino agak keras.


"Iya kak.." akhirnya ada balasan dari adiknya itu, Gabino pun tersenyum lega.


Ceklek


Pintu terbuka, Aileen muncul dengan wajah pucat dan tubuh lemas menatap kakaknya yang berdiri di depan pintu. Seketika Gabino kaget melihat adiknya dalam kondisi seperti itu.


"Loh Aileen, kamu kenapa sayang? Kamu sakit?" tanya Gabino dengan cemas.


"Kayaknya iya kak, kepalaku masih pusing banget, malah lebih dari kemarin. Terus badan aku kerasa lemas, hidung aku juga gak enak," jawab Aileen.


"Tuh kan, semalam gue ajak berobat gak mau sih. Makanya lu nurut dong sama kata-kata abang lu!" kesal Gabino.


"Kak, adiknya sakit jangan diomelin dulu dong! Aku kedinginan nih, peluk dulu kek gitu!" ucap Aileen manja.


"Peluk peluk, mending lu turun ke bawah buat sarapan deh! Abis itu kita berangkat ke rumah sakit, lu harus segera diobatin!" ucap Gabino.


"Gak mau ah! Aku pengen sekolah aja," ujar Aileen.


"Sekolah? Lagi sakit begini mau sekolah? Yang ada disana kamu bakal pingsan nanti," ucap Gabino.


"Enggak lah, aku kuat kok. Ya tapi mungkin aku gak mandi dulu sekarang, soalnya aku lagi kedinginan. Gapapa ya kak?" ucap Aileen.


"Jangan! Kamu gak boleh sekolah dulu, nanti kalau kamu kenapa-napa siapa yang repot coba?!" tegas Gabino.


"Ish, aku gak bakal kenapa-napa kakak. Aku baik-baik aja kok!" ucap Aileen.


"Kakak bilang enggak ya enggak, kamu harus nurut sama kakak!" Gabino semakin tegas pada Aileen.


"Aku harus sekolah kak, nanti aku bisa ketinggalan pelajaran kalo gak sekolah. Sebentar lagi kan aku mau ujian, masa iya aku bolos?" ucap Aileen.


"Bukan bolos sayang, kamu itu lagi sakit. Jadi gapapa lah kalo gak masuk," ucap Gabino.


"Huft, tapi kak—"


"Masalah pelajaran, kamu kan bisa minta ajarin sama Ardiaz nanti. Dia itu pintar kan? Kakak yakin dia mau kok ajarin kamu," potong Gabino.


"Ah kakak mah, aku bosen tau kalo di rumah terus, aku mau sekolah!" rengek Aileen.


"Gak boleh sayang!" sentak Gabino.


"Emang kenapa sih kak? Aku tuh gak sakit, aku bisa sekolah!" ucap Aileen.


"Gak sakit darimana? Muka kamu aja pucat begitu, terus badan kamu kelihatan lemas," ucap Gabino.

__ADS_1


Gabino pun menempelkan tangannya pada kening Aileen dan terkejut merasakan panas yang amat sangat disana.


"Jir panas banget! Yang kayak gini kamu bilang gak sakit, ha? Udah, abis ini kakak bawa kamu ke rumah sakit buat berobat!" tegas Gabino.


"Iya kak iya.." Aileen pasrah dan akhirnya mengikuti ucapan kakaknya.


"Yaudah, kita turun yuk! Bisa jalan gak? Atau mau kakak gendong?" tanya Gabino.


"Ih gausah, aku bisa jalan sendiri. Tapi, kakak pegangin aku ya biar aku gak jatuh?" pinta Aileen.


"Iya, pasti kakak bantuin kamu. Udah yuk kamu sarapan dulu biar gak terlalu lemas!" ucap Gabino langsung menggandeng tangan adiknya dan merangkulnya.


"Ayo pelan-pelan!" perlahan Gabino menuntun sang adik untuk melangkah menuruni tangga.




Saat di bawah, terlihat Alana sudah lebih dulu menikmati sarapan nya. Gabino serta Aileen pun bergerak menghampirinya secara perlahan.


Melihat Aileen tampak lemas dan pucat, Alana sontak bangkit dan menatap kaget ke arah Aileen di depan sana.


"Loh Aileen, kamu kenapa?" tanya Alana.


"Aileen sakit, badannya panas banget. Ini aja aku pegang dia jadi ikut-ikutan ngerasa panas, eh dia malah bilangnya gapapa terus masih pengen sekolah. Bandel banget kan dia? Rasanya pengen aku jitak aja kepalanya!" jelas Gabino.


"Mas, kamu kok gitu sih? Aileen sakit harusnya kamu sayang dia dong, jangan malah diomelin terus! Kasihan Aileen nanti malah tambah sakit loh!" ucap Alana.


"Tau ih kakak, emang gak pengertian banget sama adiknya!" timpal Aileen.


"Tergantung, kalo kata-kata kakak memungkinkan buat dituruti ya pasti aku turuti," ucap Aileen.


"Halah gak ada tergantung tergantung!" ujar Gabino.


"Ish nyebelin!" cibir Aileen seraya mencebikkan bibirnya.


Gabino tersenyum, mendekap Aileen erat sembari mengusap rambutnya. Alana ikut senang melihat itu, meski Aileen masih terus cemberut.


"Yuk kita makan! Kamu harus makan banyak, biar energi kamu nambah!" ucap Gabino.


"Iya kakakku yang bawel," ujar Aileen.


Mereka pun duduk bersama-sama di meja makan, dan lalu Gabino menuangkan nasi ke piring untuk sarapan adiknya.


"Buka mulutnya!" perintah Gabino.


"Apaan sih kak? Aku bisa makan sendiri, gak perlu lah disuapin segala!" sentak Aileen.


"Ini biar kamu lebih cepat makannya, kalau makan sendiri kan kamu lama. Soalnya abis ini kakak mau langsung bawa kamu ke rumah sakit," ucap Gabino.


"Udah Aileen, kamu ikutin aja perkataan kakak kamu! Jarang-jarang loh dia perduli sama kamu kayak gini, ya kan?" ucap Alana.

__ADS_1


"Iya sih kak, emang kak Gabi seringnya galakin aku terus. Boro-boro dia mau perduli sama aku, malah yang ada aku dimarahin terus," ucap Gabino.


"Kakak begitu karena kakak perduli sama kamu Aileen, masih mending cuma dimarahin gak dipukulin atau ditendang," sarkas Gabino.


"Ih ya kalo kakak berani gitu mah aku tinggal laporin ke mama papa!" ucap Aileen.


"Yeh beraninya lapor-lapor, dasar tukang ngadu!" cibir Gabino.


"Biarin lah,"


"Udah ah cepet buka mulutnya atau kakak yang buka paksa nih!" kesal Gabino.


"Iya iya.." Aileen pasrah, ia pun membuka mulut dan menerima suapan dari sang kakak.


Ting nong ting nong


Tiba-tiba bel rumah berbunyi, ketiganya kompak menoleh ke arah pintu karena penasaran.


"Siapa ya?" ujar Gabino.


"Eee biar aku aja yang cek ke depan, mas. Kamu disini aja suapin Aileen sampai makanannya habis!" ucap Alana.


"Oke siap!" ucap Gabino.


Alana pun bangkit dari tempat duduknya, berjalan ke pintu untuk mencari tahu siapa yang datang.


Ceklek


"Selamat pagi Alana!"


"Eh Ardiaz? Pagi juga!" balas Alana sambil tersenyum.


"Aileen nya ada kan Lana?" tanya Ardiaz.


"Oh ada kok, tapi hari ini dia gak sekolah dulu," jawab Alana.


"Hah? Ma-maksudnya gimana ya?" heran Ardiaz.


"Aileen sakit, dia mau dibawa ke rumah sakit sama mas Gabino. Makanya hari ini dia gak bisa sekolah dulu," jelas Alana.


"Apa?? Aileen sakit mbak? Sa-sakit apa dia?" kaget Ardiaz.


"Badannya panas dan pucat, dia juga kelihatan lemas banget. Terus dia sering ngeluh pusing," jawab Alana.


"Oh ya ampun! Eee saya boleh masuk kan mbak?" tanya Ardiaz.


"Iya, boleh kok. Kamu masuk aja! Mungkin dengan ada kamu, Aileen jadi mau dibawa ke rumah sakit," jawab Alana.


"Ya semoga deh! Kalo gitu saya masuk sekarang ya mbak?" ucap Ardiaz.


"Iya iya, ayo!" Alana melebarkan pintu dan masuk ke dalam bersama Ardiaz.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2