
Tengah malam, Gabino mendengar suara bising dari kamar Aileen saat ia baru hendak memasuki kamarnya setelah menikmati kopi di balkon.
Ia penasaran dan ingin tahu apa yang sedang dilakukan adiknya di dalam sana, pasalnya saat ini waktu sudah malam dan tak seharusnya Aileen masih terbangun.
"Hadeh, nih anak pasti ngelive deh. Bener-bener bukannya tidur malah main sosmed!" geramnya.
Gabino pun bergerak mendekati kamar sang adik, coba membuka pintu tanpa mengetuknya untuk mengetahui apa yang Aileen lakukan.
Ceklek
Benar saja dugaannya, Aileen saat ini tengah duduk di meja belajarnya sambil menyetel musik dan melakukan siaran langsung di sosial medianya.
Sontak Gabino menggeleng sembari mengepalkan tangannya, ia memasuki kamar Aileen dan berjalan menghampiri adiknya.
"Aileen!" panggil Gabino dengan suara lantang.
Gadis itu seketika menoleh terkejut, ia terbelalak lebar melihat Gabino ada di dekatnya.
"Eh kakak, iya ada apa kak?" tanya Aileen.
"Kenapa kamu masih bangun jam segini? Ini udah mau jam satu malam loh Aileen, emangnya kamu gak sekolah besok jam segini belum tidur?" ucap Gabino membungkuk sedikit mendekati adiknya.
"Umm, sekolah kok kak. Aku tadi cuma gak bisa tidur aja, makanya aku ngelive. Siapa tahu aku jadi ngantuk nantinya," ucap Aileen sambil mematikan suara langsung nya.
"Kenapa dimatiin?" tanya Gabino dingin.
"Ya kan ada kakak, gak enak lah kalau aku masih ngelive. Ini aku juga udah mulai ngantuk kok, aku tidur ya kak?" jawab Aileen gugup.
"Siniin hp nya!" pinta Gabino.
"Buat apa kak? Aku kan udah mau tidur," ujar Aileen.
"Justru itu, kakak gak mau kamu main hp lagi pas kakak tinggal nanti," ucap Gabino.
"Gak akan kok kak, aku beneran mau tidur. Udah kakak tenang aja!" ucap Aileen.
"Siniin hp kamu Aileen!" tegas Gabino.
"Huft, iya kak iya. Nih hp aku!" Aileen pasrah dan akhirnya menyerahkan ponselnya kepada sang kakak dengan terpaksa.
"Yaudah, kamu ke ranjang terus tidur! Udah sikat gigi sama cuci muka kan?" perintah Gabino.
"Udah kok kak," jawab Aileen singkat.
"Bagus! Sekarang cepat tidur dan jangan bikin kakak marah!" ucap Gabino.
"Iya kak, kakak balik ke kamar aja!" ucap Aileen.
"Kamu ke ranjang dulu, kakak harus pastiin kamu tidur dan gak bandel lagi!" ucap Gabino.
__ADS_1
"Aku beneran mau tidur kok kak, gak percayaan amat sih," ucap Aileen.
"Kamu aja gak percaya sama kakak, sampai kamu susulin kakak ke Malang kemarin," ucap Gabino.
"Ish, soal itu kok masih dibahas aja sih kak?!" kesal Aileen mencebikkan bibirnya.
"Tapi bener kan? Kamu kalau mau dipercaya, juga harus percaya sama orang dong," ucap Gabino.
"Iya iya," kesal Aileen.
"Udah sana ke ranjang! Apa mau kakak gendong dan kelonin sampai tidur?" ucap Gabino.
"Gausah, emang aku anak kecil apa?" tolak Aileen.
Aileen pun beranjak dari kursinya, lalu melangkah menuju ranjang dan langsung merebahkan tubuhnya sembari menarik selimut.
"Udah kan kak? Sana kakak keluar ah!" ucap Aileen.
"Belum, kakak bakal disini sampai kamu benar-benar tidur Aileen," ucap Gabino.
"Ih apa sih kak?! Aku gak bisa tidur kalau ada kakak, udah kakak keluar aja!" ujar Aileen.
"Gak mau," kekeuh Gabino.
Aileen mendengus kesal, memutar bola matanya dan berganti posisi memunggungi sang kakak untuk meredakan rasa kesalnya.
Namun, Aileen justru terkejut ketika ranjangnya bergoyang seakan ada yang menaikinya. Ia menoleh dan melihat Gabino duduk di sebelahnya.
"Sssttt udah tidur aja cepet!" perintah Gabino.
•
•
Paginya, Aileen membuka mata dan melihat ke arah jam di dinding. Ia lega karena jam baru menunjukkan pukul lima pagi.
Akan tetapi, matanya membulat lebar ketika mendapati Gabino tertidur di sebelahnya dengan posisi bersandar pada sandaran ranjang.
"Kak Gabino? Ya ampun dia jagain aku sampe ketiduran begitu!" kaget Aileen.
Perlahan Aileen coba membangunkan kakaknya itu, ia mencolek tubuh Gabino sampai mendorongnya agar pria itu terbangun.
"Kak, ayo bangun kak! Udah pagi loh ini, cepat bangun!" ucap Aileen pelan.
"Eenngghh.." Gabino tersentak, kemudian bangun dan terkejut melihat Aileen di dekatnya.
"Ini dimana? Kok kakak malah tidur disini sih?" ujar Gabino terheran-heran.
"Mana aku tahu? Semalam kan kakak bilang mau tungguin aku sampai tidur, kenapa malah kakak ikut-ikutan tidur disini sih? Kasihan tuh kak Lana tidur sendirian semalam!" ucap Aileen.
__ADS_1
"Oh iya, ah gara-gara kamu sih Aileen! Kakak jadi ketiduran deh," geram Gabino.
"Dih kok malah nyalahin aku? Suruh siapa kakak gak percayaan sama aku?" ucap Aileen.
"Yaudah, kakak mau keluar deh. Kamu siap-siap sekolah sana!" ucap Gabino.
"Udah tahu kali kak, gak perlu kakak kasih tau juga biasanya aku begitu," ucap Aileen.
"Yeh dibilangin sama kakaknya malah begitu, parah banget kamu!" cibir Gabino.
"Iya iya, maaf! Udah sana temuin kak Lana, nanti kak Lana keburu bangun loh!" ucap Aileen.
"Kalo jam segini mah dia udah pasti bangun, siap-siap aja kakak diintrogasi," ucap Gabino.
"Hahaha, makanya besok-besok gausah sok nemenin aku tidur deh! Lagian aku udah gede kali," ucap Aileen.
"Iya deh yang gede, kalo gitu kakak tinggal ya?" ucap Gabino mengusap puncak kepala adiknya.
Aileen mengangguk singkat, Gabino pun turun dari ranjangnya dan bergerak keluar kamar dengan tergesa-gesa.
"Eh iya, hp aku kan masih sama kak Gabino. Duh, nyebelin banget tuh orang!" gumam Aileen.
Akhirnya Aileen ikut bangkit dan masuk ke kamar mandi, ia berniat membersihkan diri lalu berdandan sebelum menyusul sang kakak.
Singkat cerita, Aileen sudah rapih dengan seragam sekolahnya. Ia keluar dari kamar membawa tas di punggung serta jaket kesayangannya.
Ia menghampiri Gabino yang sepertinya tengah berdebat di meja makan bersama sang istri, Aileen pun sedikit ragu untuk mendekati mereka.
Samar-samar Aileen mendengarkan pembicaraan diantara sepasang suami-istri itu dari jarak yang tidak terlalu jauh.
"Mas, Aileen itu udah besar. Gak seharusnya kamu begitu ke dia!" ucap Alana.
"Apa sih Lana? Aku kan cuma mau dia gak tidur malam-malam sayang," ucap Gabino.
"Iya aku tau, tapi nanti Aileen malah ngerasa risih loh kalo digituin sama kamu," ucap Alana.
"Aku gak perduli Lana, mama papa itu titipin Aileen ke aku, jadi aku sebagai kakak harus jaga dia dengan baik. Aku gak mau Aileen sampai sakit atau salah pergaulan," ucap Gabino tegas.
"Kamu sayang banget sama Aileen ya mas? Terserah kamu deh, aku nyerah kasih tau kamu," ucap Alana pasrah.
"Iya sayang, aku akan tetap begitu sampai nanti kalau Aileen sudah menikah dengan lelaki pilihannya," ucap Gabino.
Lalu, Aileen pun memotong pembicaraan mereka.
"Berarti aku harus cepat-cepat nikah sama pak Ardiaz dong biar gak digangguin sama kakak terus?" ucap Aileen.
Sontak Gabino serta Alana langsung menoleh ke arah gadis itu dengan sedikit kaget.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...