
Ardiaz membawa Aileen ke ruangannya, seperti biasa pria itu meminta Aileen duduk di sofa berdampingan dengannya.
Kedua tangan mereka masih saling menyatu, namun Aileen tetap cemberut dan tak mau menatap wajah pria di sampingnya itu.
Cup!
Seketika Aileen terkejut mendapati pipinya dikecup sebanyak dua kali oleh Ardiaz, ia langsung menoleh dan menatap pria itu dengan muka tak percaya.
"Kamu manis banget sih! Saya makin gemas sama kamu sayang!" goda Ardiaz.
"Apa sih pak? Bisa gak jangan cium-cium aku lagi kayak tadi?!" geram Aileen.
"Gak bisa sayang, saya udah terlanjur candu sama pipi dan bibir kamu. Boleh ya saya cium lagi?" ucap Ardiaz sembari mengelus wajah Aileen.
"Gausah izin, tadi aja bapak main cium-cium gak pake izin!" ketus Aileen.
"Oke!" singkat Ardiaz yang kemudian bergerak mendekat dan melu-mat bibir gadisnya.
"Mmppphhh!!" Aileen terkejut dan terus memukul-mukul dada Ardiaz agar ciumannya terlepas, tetapi usahanya gagal.
Ardiaz malah mendorong tubuh Aileen hingga terbaring di sofa dengan pria itu berada di atasnya tanpa melepas tautan bibir mereka.
Merasa Aileen mulai kehabisan nafas, barulah Ardiaz menghentikan ciumannya.
"Haaahhh haaahhh..." Aileen langsung mengambil nafas panjang setelah bibirnya dilepaskan oleh Ardiaz.
Sementara lelaki itu justru tersenyum smirk.
"Bibir kamu selalu bikin saya candu, saya suka sama kamu cantik!" ucap Ardiaz sensual sambil mengusap bibir ranum gadisnya.
"Pak, bapak ap—mmpphh!!" belum sempat Aileen selesai bicara, Ardiaz sudah kembali menyatukan bibirnya dengan kedua tangan mencengkram kuat tangan Aileen ke atas kepala.
"Saya gak akan lepasin kamu Aileen, sepertinya saya sudah kecanduan sama kamu!" ujar Ardiaz.
"Bapak udah ah!" Aileen kesal dan mendorong kuat tubuh Ardiaz agar menjauh darinya.
Betul saja pria itu terpental akibat dorongan Aileen, namun ia masih tersenyum menatap gadis yang sedang mengambil nafas itu.
"Bapak nyebelin!" kesal Aileen.
"Hahaha, kamu makin lucu tau kalo lagi kayak gitu. Udah ya Aileen sayang, jangan ngambek terus dong! Emang kamu mau saya cium sampai pulang sekolah nanti?" ucap Ardiaz.
"Apaan sih pak? Bapak mesum dasar! Aku sebel sama bapak!" ujar Aileen mencebikkan bibirnya.
"Jangan digituin bibirnya sayang! Nanti giliran saya makan aja engap kamu," ucap Ardiaz.
"Bapak bisa berhenti mesum gak? Aku tuh lagi marah, bisa-bisanya bapak malah kayak gitu!" ucap Aileen.
__ADS_1
"Iya iya maaf! Abisnya kenapa sih kamu marah sama saya? Salah saya apa?" tanya Ardiaz.
"Tadi bapak darimana aja? Kenapa bapak gak ada di ruangan pas saya cari?" ucap Aileen.
"Ohh, kamu marah karena khawatir sama saya? Duh perhatian banget ya ternyata kamu, segitunya kamu khawatirin saya," ujar Ardiaz.
Aileen membuang muka dan mendengus kesal, sedangkan Ardiaz kembali mendekat lalu duduk di sebelah gadis itu.
"Saya tadi ada urusan sebentar di luar, kamu gausah cemas lah cantik!" ucap Ardiaz seraya merangkul gadisnya.
"Bohong! Pasti bapak abis ajak Bu Laura jalan keluar kan?" ucap Aileen.
"Ahaha, kamu tuh gemesin banget sih sayang!" Ardiaz tak tahan dan langsung mencengkram rahang Aileen karena gadis itu sangat menggemaskan.
"Mmhhh bapak lepasin! Aku lagi serius tau gak bercanda!" kesal Aileen.
"Iya saya juga serius, kamu emang gemesin sayang. Lama-lama saya makan juga kamu!" ucap Ardiaz disertai kekehan kecil.
"Pak, mending bapak ngaku deh! Dugaan aku tadi bener kan?" pinta Aileen.
"Salah, saya gak jalan sama Bu Laura. Kamu ngaco aja sih!" jawab Ardiaz.
Aileen menatap tak percaya ke arah Ardiaz, namun pria itu justru mengecup bibirnya dan kembali melahapnya disana.
•
•
Tentu saja Ardiaz lah yang melakukannya, pria itu beralasan ingin membuat orang-orang tahu bahwa Aileen hanyalah miliknya.
Namun, tentu semua itu sangat menyebalkan bagi Aileen. Sebagai seorang idola, Aileen memang harus tampil bersih tanpa noda atau apapun.
"Duh, ini gimana ngilanginnya ya? Pak Ardiaz bener-bener nyebelin deh!" gumam Aileen.
Saat ia sedang asyik mengusap-usap lehernya yang kemerahan, tiba-tiba Shanum datang mengejutkan nya dari belakang.
"Heyo Aileen!" sapa Shanum dengan keras.
"Hadeh Shanum! Kamu tuh kebiasaan banget sih, doyan amat ngagetin aku!" kesal Aileen.
"Hehehe, abisnya lu ngelamun aja. Ngapain sih lu berdiri di depan kaca terus?" tanya Shanum.
"Kepo!" Aileen langsung menaikkan kerah bajunya untuk menutupi tanda merah itu.
"Eh eh, leher lu kenapa tuh Len?" tanya Shanum curiga.
"Apa sih Shanum? Aku gak kenapa-napa, gausah kepo deh!" jawab Aileen.
__ADS_1
Bukan Shanum namanya jika tidak kepo, dia langsung menarik tangan Aileen dan menurunkan kerah untuk melihat leher gadis itu.
"Ih Shanum apa-apaan sih?!" protes Aileen.
"Hah Aileen? Ya ampun, ini perbuatan pak Ardiaz ya?" kaget Shanum reflek menutup mulutnya.
"Ish, kamu nyebelin banget sih! Udah dibilang jangan kepo!" kesal Aileen.
"Maaf Aileen! Abisnya gue penasaran banget, itu buatan pak Ardiaz ya?" ujar Shanum.
"Iya," singkat Aileen.
"Wow! Pak Ardiaz ganas juga ya ternyata? Sampe ada dua begitu tandanya, artinya dia sayang banget sama lu Len!" ucap Shanum.
"Gak jelas kamu! Udah deh gausah bahas dia, aku tuh lagi kesel banget sama dia!" ucap Aileen.
"Loh kesel kenapa lagi sih Aileen?" tanya Shanum penasaran.
"Ya ini karena dia ngasih tanda ini di leher aku, padahal aku udah bilang jangan eh tapi dia malah maksa. Mana bikinnya dua lagi, kan aku jadi repot nutupin nya," jelas Aileen.
"Sabar Aileen! Cowok tuh emang suka maksa, tapi harusnya lu seneng karena pak Ardiaz lakuin itu ke lu bukan Bu Laura," ucap Shanum.
"Ya iyalah, kalau sampai dia lakuin ini ke Bu Laura juga, beuh bakal aku hukum tuh dia!" ucap Aileen.
"Oh ya? Emang kamu berani hukum pak Ardiaz? Bukannya kamu aja takut ya sama dia?" tanya Shanum sedikit mengejek.
"Ish, ya berani lah! Ngapain juga harus takut sama dia?" jawab Aileen.
"Yaudah, sekarang lu temuin dia gih terus marahin dia di depan gue!" ujar Shanum.
"Dih ngapain?" tanya Aileen heran.
"Biar gue percaya kalo lu emang berani sama pak Ardiaz," jawab Shanum.
"Gak sekarang juga kali, mending kamu bantuin aku buat cari cara ngilangin tanda ini. Bentar lagi kan pelajaran dimulai, aku takut ketahuan sama yang lain," ucap Aileen.
"Tenang aja! Lu cukup pakai jaket buat tutupin tanda itu, aman deh!" usul Shanum.
"Jaket? Kan disini gak boleh pake jaket waktu pelajaran Shanum, kamu mau aku dihukum?" ucap Aileen.
"Emang iya gak boleh, tapi itu kan buat murid-murid lain disini. Kalau lu ya jelas boleh lah, orang lu tunangannya kepsek," ucap Shanum.
"Oh iya ya hehe.." kekeh Aileen.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1