
Ceklek
Gabino langsung membuka pintu dan terkejut melihat kondisi kamar Aileen yang sangat gelap.
"Kamu apa-apaan sih Aileen? Kenapa kamarnya gelap begini? Kamu lagi bikin konten apa gimana?" tanya Gabino terheran-heran.
"Eee enggak lah kak, ngapain juga aku bikin konten gelap-gelapan? Ini tuh tadi lampunya mati sendiri tau," jawab Aileen.
"Masa sih? Kenapa bisa gitu?" heran Gabino.
"Ya gak tahu, makanya aku lagi cari tau penyebab lampunya mati," ucap Aileen.
Tiba-tiba saja lampu kamarnya kembali menyala.
"Hah? Lah ini nyala lagi, berarti tadi mungkin ada gangguan kali, coba deh besok kakak minta tolong orang buat ngecek," ucap Gabino.
"Iya kak, makasih ya!" ucap Aileen.
"Eh, terus kamar kamu kok berantakan gini?" tanya Gabino setelah menyadari betapa berantakannya kamar Aileen saat ini.
"Itu dia kak, tadi tiba-tiba ada angin kencang dan bikin kamar aku jadi begini. Nih foto aku sama pak Ardiaz aja sampe pecah," jelas Aileen.
"Waduh, biasanya kalo foto calon pengantin pecah pas mau nikah bakal terjadi sesuatu tuh!" ucap Gabino.
"Apa sih kak? Jangan bikin aku takut deh!" ucap Aileen.
"Bukan gitu, kakak cuma khawatir aja. Ya tapi yang penting kamu sama Ardiaz hati-hati aja gausah terlalu dipikirin!" ucap Gabino.
"Kan kakak sendiri yang bikin aku jadi panik, huh dasar!" cibir Aileen.
"Hahaha, udah kamu tidur gih dah malam nih!" suruh Gabino.
Aileen mengangguk, lalu berjongkok mengambil semula bingkai fotonya yang terjatuh. Namun, tangannya tergores pecahan bingkai itu sehingga menimbulkan darah.
"Awhh!!" pekiknya.
"Eh eh, tuh kan jadi berdarah. Kamu gak hati-hati sih," ujar Gabino.
"Akh sakit kak!" keluh Aileen.
Gabino pun membantu adiknya berjalan menuju ranjang, lalu mengobati luka di jarinya dengan hati-hati.
"Udah kan? Lain kali hati-hati cantik!" ucap Gabino.
"Iya kak, niatku kan cuma mau beresin pecahan kaca itu. Eh malah kegores," ucap Aileen.
"Gapapa, nanti biar bik Lesti yang beresin. Kamu istirahat aja gih!" ucap Gabino.
"Aku mau ke kamar mandi dulu kak, kayaknya aku butuh cuci muka deh," ucap Aileen.
"Ah iya terserah kamu, yang penting kamu bisa tenang dan gak panik lagi," ucap Gabino.
"Tapi kak, ini beneran gapapa kan? Gak akan ada yang terjadi sama pernikahan aku dan pak Ardiaz kan?" tanya Aileen cukup cemas.
"Enggak, udah kamu gausah khawatir! Kakak minta maaf kalau udah bikin kamu cemas ya!" jawab Gabino meyakinkan adiknya.
__ADS_1
"Kalo gitu aku mau coba hubungin pak Ardiaz dulu deh kak," ucap Aileen.
"Ya sayang," Gabino mengangguk pelan sambil mengusap puncak kepala gadisnya.
Aileen mengambil ponselnya, betapa kagetnya ia menyadari ada banyak pesan masuk serta panggilan tak terjawab dari Ardiaz.
"Duh, ini daritadi pak Ardiaz telponin aku terus lagi kak. Dia kayaknya panik deh," ujar Aileen.
"Loh kenapa panik? Emang Ardiaz tau soal apa yang kamu alami tadi?" tanya Gabino.
"Iya kak, soalnya aku yang kasih tau. Tadi tuh aku sempat chat ke dia kalau aku butuh bantuan," jawab Aileen.
"Yeh pantas aja dia panik, yaudah buru dah kamu telpon tuh dia biar gak panik terus!" suruh Gabino.
"Ini juga lagi mau ditelpon kak, sabar dong!" ucap Aileen mencebikkan bibirnya.
Tanpa menunggu lama, Aileen langsung menghubungi nomor Ardiaz dan berharap pria itu mau mengangkatnya.
"Gimana? Dah diangkat belum?" tanya Gabino.
"Belum ih sabar napa!" sentak Aileen.
Gabino hanya tersenyum tipis, lalu mencubit pipi Aileen karena gemas.
•
•
Ardiaz mengangguk mengerti, namun tanpa diduga matanya menangkap sosok Vivi berdiri di depan mobilnya dan tersenyum ke arahnya.
Tiiinnn
"Awas Diaz!!" teriak Mita memperingati Ardiaz saat sebuah truk terlihat di depannya.
Ciiitttt
Ardiaz langsung membanting setir ke kiri, menabrak pembatas jalan dan berhasil selamat dari maut.
"Haaahhh haaahhh... apa yang kamu lakukan Diaz? Kamu mau bunuh mama?" geram Mita.
Ardiaz masih diam mematung, jantungnya berdebar kencang mengingat apa yang baru saja terjadi padanya.
"Vivi? Ada apa ini?" pikirnya dalam hati.
Mita sontak memukul bahu putranya yang sedari tadi hanya diam tak berbicara apapun.
"Hey Ardiaz! Kamu itu kenapa?" tegur Mita.
"Hah? Eee gapapa kok ma, emangnya aku kenapa?" ucap Ardiaz gugup.
"Haish, tadi kamu hampir nabrak truk loh. Kamu mikirin apa sih Ardiaz?!" sentak Mita.
"Oh iya ma, maafin aku ya! Tadi aku sepintas kayak ngeliat Vivi di depan mata aku," ucap Ardiaz.
"Ngaco aja kamu! Mana ada Vivi disini coba?" heran Mita.
__ADS_1
"Iya ma, kayaknya aku halu. Sekali lagi aku minta maaf ya karena tadi aku gak fokus nyetirnya, mama jadi kayak gini deh. Tapi, mama luka apa enggak?" ucap Ardiaz.
"Mama baik-baik aja, udah kamu gausah khawatir. Yuk kita lanjut aja jalannya!" ucap Mita.
"Mama yakin?" tanya Ardiaz.
"Yakin kok sayang, nih kamu lihat sendiri kan mama gak kenapa-napa?" jawab Mita.
"Yaudah, kalo gitu aku lanjut jalan ya ma?" ucap Ardiaz.
Mita mengangguk setuju.
Drrttt
Drrttt
"Eh bentar ma, ini Aileen telpon aku. Aku mau angkat telponnya dulu ya ma?" ucap Ardiaz saat menyadari ada telpon masuk dari Aileen.
"Angkat aja sayang!" ucap Mita.
Ardiaz mengangguk dan mengangkat telpon dari gadisnya di samping sang mama.
📞"Halo Aileen! Sayang, kamu gapapa kan? Ini aku lagi di jalan menuju rumah kamu, tunggu sebentar ya cantik!" ucap Ardiaz was-was.
📞"Kamu tenang aja pak! Sekarang aku udah gak kenapa-napa kok, bapak juga gak perlu datang kesini," ucap Aileen.
📞"Oh ya? Syukurlah kalau begitu sayang, tapi beneran kan kamu udah gapapa?" ucap Ardiaz.
📞"Iya pak, aku baik-baik aja kok. Bapak gak perlu khawatir ya, ini aku juga udah sama kak Gabino kok disini," ucap Aileen.
📞"Baguslah, berarti aku gak perlu kesana nih?" tanya Ardiaz.
📞"Iya gausah pak, lagian ini udah malam kan, gak enak kalau bapak datang kesini sekarang. Mending bapak balik aja ke rumah," jawab Aileen.
📞"Yasudah, tapi bener kan kamu udah baik-baik aja?" tanya Ardiaz memastikan.
📞"Bener pak, gak percayaan banget sih. Nih ada kak Gabino biar kamu bisa yakin," ujar Aileen.
📞"Iya Diaz, Aileen aman kok. Tadi dia cuma ketakutan aja karena lampu kamarnya mati, tapi sekarang semua udah baikan kok," ucap Gabino.
📞"Ah syukurlah bang, saya ikut senang dengarnya. Kalo gitu saya titip Aileen ya bang!" ucap Ardiaz.
📞"Pastilah, gue bakal jagain adik gue dengan baik," ucap Gabino.
📞"Yaudah ya pak, aku tutup dulu telponnya. Sampai ketemu besok lagi, bye!" ucap Aileen.
📞"Bye sayang!" balas Ardiaz.
Tut Tut Tut...
Aileen memutus telponnya, Ardiaz pun mengusap dada merasa lega karena gadisnya ternyata baik-baik saja.
Akhirnya Ardiaz serta Mita memutuskan kembali ke rumah mereka dan tidak jadi pergi menemui Aileen.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...