kesalahan satu malam

kesalahan satu malam
Kehilangan ibu Rai


__ADS_3

"Ibuuuu.. " teriak Rai saat membuka pintu ruangan yang di tempati ibunya


Cassandra mematung menatap Rai memeluk jenazah ibunya, tanpa dia Sadari air matanya mengalir begitu saja


Cassandra teringat pada ibunya yang lebih dulu meninggalkannya saat melahirkannya, Cassandra melangkah berdiri di samping Rai mengusap punggung pemuda rapuh itu


"Kenapa ibu meninggalkan aku? ibu berjanji akan hadir di hari kelulusanku bu.. aku sudah bicara dengan ayah dia akan kesini bu, mungkin besok jadi ibu harus bangun" Rai mengguncang tubuh ibunya


"Sudah Rai.. sudah.. jangan mengharapkan apapun lagi dari ayahmu, sampai hari ini dia tidak menunjukkan batang hidungnya.. jangan terlalu berharap padanya seperti ibumu" Luis berjanji akan mengunjungi ibunya sepulang bekerja namun sampai tengah malam belum datang juga


Cassandra baru menyadari mengapa Rai begitu murung dan jarang masuk sekolah, Dia memiliki masalah dengan keluarganya


"Rai... " Cassandra ingin mengatakan sesuatu namun tampaknya Rai tidak ingin mendengar siapapun


Wanita yang masih cantik di usia senja ini bisa di pastikan adalah nenek Rai dari pihak ibunya, Wanita itu menarik lembut tangan Cassandra dan membawanya duduk


"Kau temannya Rai? " Cassandra mengangguk


"Rai sedang berada di masa masa sulitnya, tolong hibur dan bantu dia agar bangun dari keterpurukannya, Rai selalu tertutup dia tidak akan menceritakan masalahnya pada orang lain"


"Grandma.. emhh.. nyonya"


"Tidak apa, panggil aku grandma" Ucap Wanita itu


"Ikutlah kami pulang... Sepertinya kau adalah orang yang tepat untuk Rai" Cassandra tidak mengerti namun dia mengangguk saja


Jenazah ibu Rai sudah di makamkan semua orang telah pergi kecuali Rai nenek kakeknya juga Cassandra, Cassandra sampai menginap di rumah itu untuk menemani Rai yang tak hentinya menangis bahkan dia tidak tidur semalaman


Langkah kaki mendekat semua orang menoleh pada sosok yang berdiri dengan gagahnya, Rai bangkit berlari kearahnya dan menghadiahkan bogem mentah di wajahnya


"Untuk apa kau kemari? Kau ingin tertawa sekarang? wanita yang menemanimu belasan tahun meskipun kau tidak memperlakukannya dengan baik sekarang sudah pergi, kau puas? sekarang kejarlah cinta matimu itu" teriak Rai


Luis tidak berkata sedikitpun dia melewati Rai begitu saja menabur bunga serta menyiramkan air, Luis memegangi batu nisan Mantan istrinya itu


"Terimakasih untuk semua cinta yang kau berikan selama ini, maafkan aku yang tidak pernah bisa membalas perasaan dan kasih sayangmu, akulah pria terbodoh tidak bisa menerima wanita sebaik dirimu" Batin Luis


"Ibu.. aku akan kembali lagi nanti, aku muak melihat pria ini" ucap Rai lalu pergi diikuti nenek, kakeknya serta Cassandra


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Pagi itu Olivia membaca pesan dari Cassandra yang memberitahu bahwa ibu Rai sudah meninggal, Olivia mengusap air matanya bagaimana pun Olivia mengenal ibu Rai sosok yang sangat baik

__ADS_1


Kenzo baru saja bangun dari tidurnya melihat Olivia mengusap air matanya, Kenzo belum menegurnya dia ingin lihat apa yang dia tangisi


"Kau masih disana? " tanya Olivia saat menelpon Cassandra


"Iya.. Rai masih berduka dia tidak henti-hentinya menangis"


"Sampaikan aku turut berdukacita dan sampaikan maafku tidak bisa hadir di pemakaman" ucap Olivia


"Baiklah.. aku tutup dulu teleponnya, sebentar lagi kami akan sarapan"


"Cassandra ada di rumah Rai... " gumam Olivia


"Kenapa kau cemburu? kau ingin pergi kesana juga? " Olivia terlonjak saat mendengar suara Kenzo


"Ti.. tidak.. " Olivia segera menggelengkan kepalanya


"Kau harus di beri pelajaran" melihat Kenzo bangun Olivia segera melindungi kepalanya dengan tangan


"Lagi lagi.. kau kira aku akan memukulmu? gadis bodoh" Kenzo memeluk Olivia dan menggulingkan tubuhnya


"Lalu kau mau apa? bukannya kau selalu memukulku?"


"Sebentar... apa semalam tidak cukup? Ayolah aku lelah" rengek Olivia


"Kau hanya tidur biar aku yang bergerak" Olivia hanya bisa menghela nafas


"Kalau sudah begini apa lagi? cepat lakukan"


"Apa perutmu baik baik saja? " tanya Kenzo, Nafasnya masih tersengal


"Aku bisa mati lemas, menyingkirlah"


"Apa kau tidak merasakannya? aku belum selesai" Olivia sampai menganga


"Kau merasa nikmat sendiri sampai tidak sadar aku belum selesai? " Wajah Olivia memerah, Olivia memalingkan wajahnya


"Kalau begitu cepat selesaikan.. aku sudah lelah"


"Kau sangat seksi.. aku suka " Bisik Kenzo


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...

__ADS_1


"Ini milik ibumu... kemarin dia mengatakan untuk memberikannya padamu" Grandma memberikan sebuah kotak beserta kuncinya


"Apa ini"? Rai membuka kotak tersebut


Cassandra ikut melihat apa yang ada di dalam kotak tersebut, isinya sebuah foto dan buku diary milik sang ibu ketika dia masih muda


Isinya tentang percintaan ibunya semasa masih muda juga cerita tentang dirinya yang mencintai Luis sejak pertama mereka bertemu, Rai membaca buku diary tersebut bersama Cassandra


" Ini pria yang bernama Frederick " Ucap Cassandra mengambil foto tersebut


"Pria bajingan ini ayahku? cih..." Rai membereskan kembali barang barang tersebut ke dalam kotak


"Kau tidak penasaran? " tanya Cassandra


"Dia tidak menginginkanku sedari dulu lalu apa aku harus mencarinya? aku lelah sekali" Rai merebahkan kepalanya di pangkuan Cassandra


Cassandra mematung jelas saja jantungnya berdetak lebih cepat, Rai menutup matanya menghadap ke atas


Cassandra bisa melihat jelas wajah Rai dari dekat, hidungnya, bibirnya, bulu matanya, alisnya begitu indah, tiba tiba Rai membuka matanya membuat Cassandra gugup seperti ketahuan mencuri, Cassandra memalingkan wajahnya kearah lain


"Apa kau sedang tersipu? " goda Rai


"Ti.. tidak siapa yang tersipu? Aku harus pulang nanti ayahku marah"


"Aku butuh teman tapi.. ya sudah aku akan mengantarmu" Rai bangun dari pangkuan Cassandra


"Ya Tuhan.. aku tidak akan mencuci baju ini" batin Cassandra


Rai mengantarkan Cassandra pulang namun di perjalanan Cassandra melihat Rai tidak fokus, Terkadang Cassandra juga mengingatkan jika ada kendaraan atau sesuatu di hadapan mereka


"Biar aku saja Rai.. sepertinya kau tidak fokus"


"Kau bisa menyetir? " Tanya Rai


"Bisa.. kita menepi aku yang akan menyetir" mereka menghentikan mobilnya dan bertukar posisi


Rai bersandar di jendela meringkuk menaikan kakinya ke kursi, Cassandra bisa melihat Rai yang sangat rapuh


Rai memejamkan matanya dia benar benar tidur, sesampainya di rumahnya Cassandra bingung bagaimana membangunkan Rai


Tampaknya dia sangat lelah dan mengantuk karena semalaman dia belum tidur, akhirnya Cassandra ikut tertidur di dalam mobil saat menunggu Rai bangun

__ADS_1


__ADS_2