
"Bibi aku ingin bertemu dengan Olivia"
"Aku ingin meminta maaf padamu tentang waktu itu, aku sudah menyalahkanmu tapi untuk bertemu Olivia aku tidak bisa mengizinkan mu menemui Olivia" jawab Hanin
"Kenapa bibi? Aku akan bertanggungjawab jika ayah dari bayi itu tidak mau mengakuinya"
"Itu bukan urusanmu, kami sudah tahu ayah dari bayi itu dan dia akan bertanggungjawab"
"Aku tahu siapa pria itu, apa bibi akan menikahkan mereka? bagaimana jika ada yang tahu bahwa kakaknya sendiri yang menghamili adiknya? " Hanin terkejut mendengar Rai mengetahui tentang Olivia dan Kenzo
"Kau sudah berjanji tidak akan membocorkan hal ini pada siapa pun, tepati janjimu dan mulai hari ini kau tidak perlu mengkhawatirkan Olivia lagi" ucap Hanin
"Tapi.. bibi tunggu"
"Pergilah, pegang janjimu" ucap Hanin lalu menutup pintunya
Rai kembali berjalan ke arah mobilnya sebelum masuk Kenzo baru saja kembali dan turun dari mobil persis di sebelahnya, Kenzo berdiri di hadapan Rai dengan senyum meremehkan
"Untuk apa lagi kau datang kemari? " tanya Kenzo
"Untuk bertemu Olivia, apalagi? "
"Jauhi Olivia" Kenzo memperingatkan Rai
Rai tidak menjawab dia menatap Kenzo dengan tatapan benci, bukan sebuah jawaban yang keluar dari mulut Rai namun bogem mentah Rai hadiahkan di wajah Kenzo
"Bajingan, kenapa kau tega melakukan itu pada Olivia?" Rai memukuli Kenzo yang terbaring di tanah karena belum siap dengan pukulan Rai
"Apa kau gila? bukan hanya aku yang menginginkannya tapi dia juga" Kenzo bangun dan membalas pukulan Rai hingga terjadi perkelahian mereka sampai sampai di pisahkan security
"Aku tidak percaya padamu, aku akan membuat perhitungan karena kau berani menyentuh Olivia " ancam Rai
"Aku tidak takut, lagi pula Olivia mencintaiku dia yang meminta berhubungan denganku, Oliviamu itu gadis J*l*ng" merasa tidak Terima dengan ucapan Kenzo yang merendahkan Olivia, Rai kembali memukuli wajah Kenzo hingga di usir oleh Security
"Aku merahasiakan kebusukanmu untuk melindungi Olivia, lihat saja apa yang akan aku lakukan jika kau berani melukainya" ancam Rai lalu pergi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Sakit sekali" ucap Kenzo ketika masuk ke kamar Olivia, berharap Olivia bertanya tentang luka di wajahnya
Namun kenyataannya Olivia hanya menoleh sekejap lalu kembali tidur memeluk gulingnya, Kenzo memeluk Olivia dari depan seraya menatap wajahnya
"Kau tidak bertanya kenapa wajahku terluka? "
"Untuk apa? aku tidak peduli bahkan jika kau kehilangan wajah sekali pun" ketus Olivia
"Beraninya kau.. " Kenzo memeluk erat Olivia serta gulingnya
"Lepaskan aku ini sesak"
__ADS_1
"Apa? kau ingin aku menghabisimu malam ini? "
"Aku bilang lepaskan aku" Pekik Olivia
"Baiklah... " Kenzo membuang guling yang berada di pelukan Olivia lalu menindihnya
''Kenzo enyahlah dari sana" Olivia memberontak
"Kau ingin di puaskan? nikmatilah"
"Aku tidak mau.. akhh.. lepaskan"
"Kenzo pelan pelan.. perutku sakit" Olivia mengernyitkan wajahnya dengan kedua tangan mencengkram pinggiran bantal
"Sakit sekali"
"Kau berbohong? Aku tidak akan tertipu" ucap Kenzo seraya memakai pakaiannya kembali
"Kenzo... lirih Olivia
Olivia berdiri tertatih dengan wajah pucat sesaat kemudian tubuhnya ambruk membuat Kenzo panik, Kenzo memakaikan pakaian lengkap pada Olivia lalu mengangkat tubuhnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
" Kenapa kau tampak bahagia? " tanya Rai setelah melihat wajah Renata
"Siapa? Kenzo? "
"Siapa lagi tentu saja dia, ahh.. aku senang sekali apa lagi dia sangat perhatian"
"Jauhi dia, dia bukan pria baik baik jangan terjerumus semakin dalam dengannya" ucap Rai
"Apa yang kau katakan? memangnya kau tahu siapa dia? jangan asal bicara" Renata berdiri meninggalkan Rai untuk pulang ke rumahnya
"Kenzo.. " Rai geram karena Kenzo mempermainkan Olivia dan kakak sepupunya
"Apa apaan dia ini seperti yang paling tau Kenzo saja, aku yakin dia pria baik, menyenangkan, juga sedikit dingin tapi aku suka" gumam Renata
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Nona ini sedang hamil? bagaimana bisa bukankah dia masih seorang pelajar? " tanya dokter yang mengenal keluarga Tristan
"Bisakah kau jangan banyak bicara? dan rahasiakan ini dari siapapun, mengerti? " ucap Tristan dengan tegas
"Periksa saja jangan banyak bicara" sergah Kenzo
"Anak dan ayah sama galaknya" batin sang dokter
"Kandungannya masih terlalu muda, apa suaminya ada disini? tanya dokter yang tahu betul keluarga Tristan
__ADS_1
" Begini dok.. kehamilannya di rahasiakan usahakan jangan sampai berita ini bocor keluar, suaminya sedang pergi ke luar negeri untuk urusan bisnis malam ini sudah berangkat jadi katakan saja apa yang harus di katakan" ucap Tristan
"Baiklah.. Katakan jangan terlalu sering berhubungan jika memang menginginkannya bisa melakukannya seminggu sekali atau paling banyak dia minggu sekali juga usahakan melakukannya dengan lembut dan hati hati"
"Akan aku sampaikan nanti" ucap Tristan
"Emmhh.. " Olivia baru saja terbangun dari tidurnya
"Ibu aku dimana? "
"Kau di rumah sakit, ada yang kau rasakan? " tanya Hanin
"Tidak.. aku sudah baik baik saja, aku mau pulang"
"Sebentar kamu harus di periksa dulu"
Setelah dokter memeriksanya dan hasilnya tidak ada masalah apapun pada Olivia dan dokter memperbolehkannya pulang
Di dalam mobil Olivia enggan menatap Kenzo di sebelahnya dia memilih menatap keluar jendela, Hanin memperhatikan keduanya dari kaca dia berpikir bagaimana Olivia mencintai Kenzo sedangkan hanya terlihat kebencian di matanya
"Dokter mengatakan apa? " tanya Hanin
"Jangan berhubungan dulu tapi jika menginginkannya bisa melakukannya satu minggu sekali atau dua kali dengan hati hati"
"Kalian akan menikah besok" ucap Hanin
"Apa? ibu aku tidak mau" Tegas Olivia
"Kau akan melakukannya terus menerus tanpa pernikahan? apa kalian sudah tidak waras? "
"Aku tidak ingin mendengar penolakan" ucao Hanin
Kenzo hanya diam sementara tampaknya Olivia sedang menangis, dia mengusap air matanya seraya menatap keluar jendela
"Dimana ibu kandungku? bahkan aku tidak tahu wajahnya seperti apa, aku ingin pergi dari sini" batin Olivia
Sesampainya di rumah Olivia langsung masuk dan mengunci kamarnya walaupun dia tahu Kenzo memegang kunci cadangannya, Olivia mencari berita berita tentang keluarga Tristan dulu namun sepertinya berita tersebut sudah menghilang semuanya
Bahkan pencarian tentang ibunya tidak menghasilkan apapun karena dia juga tidak tahu siapa nama ibunya, dia berpikir keras siapa yang bagus dia tanya
Tiba tiba dia teringat suster yang merawat mereka sedari bayi, Olivia segera turun dari kamarnya untuk mencari keberadaan suster
Suster sedang berada di kamarnya saat Olivia tiba tiba masuk suster begitu terkejut, Olivia mengunci pintu kamar suster dan mulai duduk di ranjangnya
"Ada apa nona? " tanya suster
"Kau bekerja disini saat aku masih bayi? " tanya Olivia dan suster mengangguk
"Kalau begitu kau pasti tahu aku bukan anak kandung ibu dan ayah? lalu siapa dan dimana ibuku sekarang? " pertanyaan Olivia membuat suster terdiam seribu bahasa
__ADS_1