
"Selamat pagi... " Tristan baru saja kembali setelah tiga hari di luar kota
Kepulangannya tanpa memberitahu Hanin untuk memberinya surprise, saat Hanin sedang bermain bersama kenzo, Olivia dan Suster tiba tiba pintu terbuka dengan Tristan berdiri di ambang pintu
Tristan berhambur memeluk Hanin dan Kenzo yang sedang bermain susun balok, mencium keduanya tanpa henti
"Ayah merindukanmu" Tristan mengangkat tubuh Kenzo
Di bawahnya Olivia tersenyum sedari tadi melihat interaksi Tristan dan Kenzo, dia melambaikan tangannya saat Tristan menurunkan Kenzo meminta untuk di gendong juga
"Sayang tolong siapkan air hangat aku ingin mandi" Tristan berlalu begitu saja tanpa menatap Olivia sedikitpun
Hanin merasa sedih melihat Olivia yang mungkin juga menginginkan kasih sayang seorang ayah, Hanin menggendongnya dan mengikuti Tristan ke kamar
"Tristan.. "
"Kenapa sayang? " Tristan berbalik terlihat tidak suka saat melihat Hanin menggendong Olivia
"Gendong dia sebentar aku akan menyiapkan air hangat" Tristan yang belum mengatakan apapun terkejut saat Hanin memindahkan Olivia dari gendongannya
"Tidak perlu aku akan menyiapkannya sendiri" saat Tristan hendak memberikan Olivia, Hanin segera melesat ke kamar mandi
Tristan kebingungan dia menatap mata Olivia yang terlihat berbinar memandangi nya, Tristan mematung melihat mata garis kecil di gendongannya
"Yaya.. yah" Olivia berceloteh menyentuh wajah Tristan
"Ayah? dia memanggilmu ayah Tristan, Kenzo bahkan tidak pernah memanggilmu ayah" Hanin baru saja keluar dari kamar mandi
"Aku mandi sekarang" Tanpa menjawab Tristan menyerahkan Olivia pada Hanin
"Kau menyayangi ayahmu? gadis pintar.. aku yakin lambat laun ayah juga akan menyayangimu" Olivia memeluk Hanin dan menyandarkan kepalanya di bahu Hanin
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Iriana sudah pulang kerumah dan selama beberapa hari Janu terus menasehatinya begitupun suaminya, karena sejak kejadian itu Bayu selalu menghindar bahkan tidak pernah menemui mereka
"Ingat kata kata ku Iriana, kau bisa kehilangan anakmu jika terus bersikap seperti ini" ucap Janu
"Biarkan Bayu bahagia bersama istrinya, semuanya sudah terjadi lagi pula apapun yang akan kau lakukan percuma saja jika Bayu tidak melepaskan Vera" ucap Suaminya
"Sepertinya memang aku terlalu egois, aku akan menerima mereka hubungi mereka agar cepat datang" Janu dan suami Iriana tersenyum akhirnya dia bisa menyadarkan Iriana
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Bayu dan Vera sampai di kediaman Iriana, mendengar ucapan ayahnya di telepon membuat Bayu begitu senang dia memeluk Iriana mengucapkan terimakasih sudah mau menerima Vera kembali
Iriana membuka satu tangannya lagi agar Vera juga memeluknya, Vera menatap Ressa dan Janu lalu mertua nya mereka mengangguk agar Vera ikut memeluk Iriana
"Maafkan aku bu.. aku memang sudah tau sejak awal itulah kenapa aku meminta segera menikahi Vera karena aku takut kau tidak mengizinkanku menikahinya"
"Aku pun meminta maaf pada kalian, aku sungguh egois" Jawab Iriana
Setelah semuanya membaik Iriana meminta Bayu dan Vera tinggal bersamanya, mereka langsung menyetujuinya begitu saja karena memang sejak awal mereka akan pindah ke rumah Iriana
"Kebetulan aku dan ayah akan berangkat besok ke luar negeri, aku bisa menitipkan Vera disini"
"Tenang saja aku akan menjaga Vera dengan baik" Jawab Iriana
"Iriana.. kami harus pergi, aku dan istriku akan pergi ke rumah Tristan sudah lama aku tidak bertemu dengan cucuku"
"Baiklah.. sampaikan salamku pada mereka"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Andrew dan Vio semakin dekat setelah Andrew mengungkapkan perasaannya meskipun Vio belum menjawab perasaannya, Sashi melihat itu semakin geram dia tidak akan tinggal diam melihat kebahagiaan Vio
"Aku tidak melakukan apapun, pergilah jangan membual lagi"
"Vio.. kau tidak tahu malu bukankah kau sudah melihat foto itu? " Sashi melepaskan tangan Vio dari lengan Andrew
"Foto apa? aku tidak mengerti" Vio melipat tangannya di dada
"Jangan berlagak bodoh, aku akan menyebarkan foto itu" ancam Sashi
"Silahkan aku tidak takut dan aku tidak peduli, lagi pula itu semua hanya rencanamu tidak ada yang terjadi diantara kita"
"Orang tetap akan menganggap kita melakukan sesuatu setelah melihatnya" Sashi masih mengancam Andrew
"Kita lihat saja nanti, ayo pergi" Andrew menarik tangan Vio pergi
"Kau menantangku, baiklah" Sashi mengambil handphonenya dan mulai membagikan fotonya pada setiap orang
Ketika Andrew dan Vio berjalan di lorong menyapa semua teman yang dia kenal tiba-tiba handphone mereka berbunyi, Pesan berisi foto Andrew dan Sashi tersebar dari satu teman ke teman yang lain
Mereka menatap Andrew dan saling berbisik karena di dalam pesan tersebut menulis bahwa Andrew dan Vio mengkhianati Sashi, Andrew juga tidak mau bertanggung jawab atas apa yang telah dia perbuat dengan Sashi
__ADS_1
"Tidak usah perdulikan mereka" Andrew kembali menuntun tangan Vio agar pergi dari sana
Tiba tiba saja layar besar yang ada di kampus berubah menjadi tayangan sebuah video yang memperlihatkan Sashi dan beberapa orang pria membawa Andrew yang tidak sadarkan diri ke luar dari pesta ulang tahun temannya malam itu dan membawanya kesebuah kamar hotel
"Jangan berlagak bodoh, aku akan menyebarkan foto itu"
"Silahkan aku tidak takut dan aku tidak peduli, lagi pula itu semua hanya rencanamu tidak ada yang terjadi diantara kita"
"Orang tetap akan menganggap kita melakukan sesuatu setelah melihatnya"
"Kita lihat saja nanti, ayo pergi"
Suara percakapan mereka dapat di dengar semua orang, Di tempatnya Sashi terkejut membulatkan mata mendengar suara percakapan tersebut, dia berlari ke dalam kampus untuk mencari Andrew
Video pada layar itu masih di putar berulang ulang orang orang menatapnya dan mulai mengerti jika semua itu hanya rencana Sashi
"Kalian sudah lihat bukan? apa yang di tuduhkan padaku itu tidaklah benar, Kebohonganmu terbongkar Sashi... " ucap Andrew yang keluar dari kerumunan orang orang
Wajah Sashi memucat dia tidak sanggup lagi berada di sana dan lari keluar, Vio hendak mengejar Vio namun Andrew mencegahnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kemana majikanmu? " tanya Janu ketika pelayan membukakan pintu
"Nyonya dan tuan ada di kolam bersama tuan muda dan nona Olivia"
"Baiklah kami kesana dulu"
"Tuan dan nyonya butuh sesuatu? " tanya pelayan
"Buatkan kami orange juice saja" jawab Ressa kemudian mengikuti langkah suaminya
"Sayang... Opa dan Oma datang" pekik Janu
Kenzo yang mulai bisa berjalan mendekat ke arah Janu dan Ressa lalu memeluk kaki keduanya, setelah di gendong Janu bayi tampan itu di gendong oleh Ressa
Si kecil Olivia juga berusaha menghampiri Janu dan Ressa meski beberapa kali terjatuh, sesampainya di hadapan keduanya Olivia tak bisa menyeimbangkan diri dan hampir jatuh namun Janu menangkapnya
"Happ.. gadis kecil hampir saja kau terjungkal" Olivia terlihat sangat senang ketika di gendong orang lain selain Hanin dan suster
Janu memang memiliki sifat yang hampir sama dengan Hanin selalu memiliki perasaan Lembut dan kasih sayang, dia juga tidak membedakan antara Kenzo dan Olivia
__ADS_1