kesalahan satu malam

kesalahan satu malam
Posesif


__ADS_3

Semalam Cassandra tidur berdua dengan Olivia namun ketika pagi Cassandra meringkuk membelakangi Olivia, saat bangun Cassandra menggeliat kan tubuhnya lalu menoleh ke arah Olivia


"Kenapa dia ada disini? " gumam Cassandra saat melihat Kenzo juga tidur di ranjang yang sama bahkan memeluk Olivia


Cassandra diam diam memotret mereka ketika sedang tertidur namun flash kameranya menyala membuat keduanya terbangun


"Sorry" Cassandra tersenyum lebar menunjukkan giginya


"Apa yang kau lakukan disini? " tanya Cassandra pada Kenzo


"Aku.. aku "


"Dia memang terkadang tidur bersamaku" sergah Olivia


"Kak Livia kalian sudah dewasa kenapa masih tidur satu ranjang? bagaimana jika terjadi hal tak terduga, seperti.. kalian mungkin tanpa sadar melakukan.." Cassandra memotong motong perkataannya lalu memperagakan tangannya saling menumpuk di akhir kalimatnya


"Kau ini.. pikiranmu kotor sekali" Kenzo menoyor kepala Cassandra dengan jari telunjuknya


"Barang kali kalian ingin membuat skandal, nanti akan di beri judul SKANDAL SEDARAH" ucap Cassandra seraya terkekeh


"Kau semakin kacau" Olivia meringkus tubuh Cassandra dengan selimut


"Makanya jangan tidur satu kamar lagi, kalian sudah dewasa"


"Kau terlalu banyak bergaul bebas di luar sana, apa jangan jangan kau pernah bermain di sana dengan pria pria tampan? " goda Olivia


"Tidak.. aku tidak berani, jika ayah tau dia akan memotong leherku hidup hidup"


"Jadi jika ayahmu tidak tahu kau akan melakukannya? " Olivia memancing dengan pertanyaan


"Mungkin sekedar mencoba boleh lah"


"Arrrgghh.... kalian ingin membunuhku? " Pekik Cassandra berontak di bawah selimut yang di tahan Olivia dan Kenzo seraya tertawa


"Aku mandi saja aku tidak ingin menjadi bulan bulanan kalian lagi" Cassandra berlari secepat kilat ke kamar mandi


"Cuci sekalian otak mesum mu itu" teriak Kenzo


"Pikirannya kacau sekali" gumam Olivia


"Temani aku tidur sebentar lagi" Kenzo menarik pinggang Olivia hingga berbaring di sampingnya


"Aku tidak mau" Olivia mendorong tubuh Kenzo menjauh


"Kenapa kau menjauh? Apa kau percaya kata kata Cassandra? " tanya Kenzo


"Tidak.. aku mempercayaimu " Olivia terkekeh lalu kembali tidur memeluk Kenzo


"Wajahmu kecut begitu" goda Olivia


"Aku tidak suka saat kau tidak mempercayaiku" Kenzo meletakkan dagunya di atas kepala Olivia


"Aku percaya padamu"

__ADS_1


"Kak Livia tolong ambilkan bajuku" pekik Cassandra dari dalam kamar mandi


"Haish.. anak ini" Olivia mencari baju untuk Cassandra kalau memasukkannya ke kamar mandi


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Tolong cukup aku tidak sanggup lagi" seorang wanita memohon memegangi kaki seorang pria


"Kau harus melayani mereka, ingat aku telah menyelamatkanmu jadi sekarang kau harus patuh pada ucapanku jadilah mesin uangku hahaha" suara tawanya menggema di seluruh ruangan


"Aku rasa hutang balas Budiku sedah lebih dari cukup bisakah kau melepaskan ku? " mendengar perkataan wanita tersebut si pria menjadi marah


"Dengar j*l*ng aku tau keberadaan anak itu jadi jangan membantah atau nasibnya akan berujung sepertimu" si pria menendang wanita tersebut hingga tersungkur


"Dia anakmu kenapa kau tega ingin menjualnya juga? dimana hati nuranimu? " pekiknya diiringi isak tangis


"Aku tidak peduli, dia gagal masuk ke keluarga kaya dan gagal menjadi ladang uangku.. siapa pun dia aku tidak perduli yang terpenting dia menjadi mesin uang yang akan menghasilkan lebih banyak dari mu"


"Dia tumbuh menjadi wanita yang cantik, wajahnya mirip seperti aku bukan seperti kau yang hanya cantik karena bantuan operasi plastik" lanjutnya


"Kau sudah gila"


"Aku memang gila, jika kau masih menyayangi anak itu bekerjalah sebaik mungkin" pria itu bangkit melangkahkan kakinya pergi menjauh


"Maafkan ibu nak" lirihnya, tangisnya tak terbendung lagi dia menatap foto seorang gadis yang di potret diam diam oleh pria tersebut


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Selamat pagi Livia" sapa seorang gadis ketika Olivia baru saja keluar dari mobil


"Kak aku masuk" ucap Olivia pada Kenzo


"Ya.. belajar yang benar kakak jemput sepulang sekolah" mobil Kenzo perlahan menjauh


"Kakakmu tampan sekali" Lola menatap kepergian mobil Kenzo


"Menurutku biasa saja, dia menyebalkan saat di rumah"


"Aku rela di ganggu setiap saat " Lola dengan tatapan kosongnya mengedip ngedipkan matanya


"Hisshh.. dasar genit, ayo masuk" Olivia memegangi tangan Lola dan menariknya masuk ke kelas


Hanin sengaja memalsukan tanggal lahir Olivia menjadi satu tahun lebih muda dari Kenzo agar mereka terlihat seperti adik kakak kandung, kini Kenzo masuk Universitas sementara Olivia masih duduk di bangku SMA semester akhir


"Lihat itu Rai dia berjalan kemari, tampan sekali" cicit Lola


"Semua pria kau bilang tampan" bisik Olivia


seorang pria berjalan mendekat lalu berhenti di hadapan Olivia, dia mengulurkan sesuatu di tangannya untuk Olivia dan Lola


"Aku harap kalian datang" ucap Rai


"Terimakasih Rai, aku harus meminta izin dulu" jawab Olivia

__ADS_1


"Pada kakakmu? " tebak Rai


"Hmm.. dia tidak mengizinkanku pergi kemana pun" Olivia mengangguk


"Apa kakakmu masih posesif? pantas saja kau sulit mendapatkan pacar" ucap Lola yang asal jeplak


"Itu karena kak Ken terlalu sayang padamu, Aku akan meluluhkan hati kakakmu agar aku bisa menjadi adik iparnya" ucap Rai sambil berlalu pergi


"Hah.. apa? " Olivia terkejut mendengar perkataan Rai namun pemuda itu udah berlalu


"Sepertinya dia menyukaimu" ucap Lola tidak kalah terkejut


"Dia hanya bercanda" Olivia terlihat malu wajahnya memerah


"Jika kau menganggapnya hanya bercanda kenapa wajahmu memerah? " goda Lola


"Apa yang kau katakan? siapa yang wajahnya merah? " Olivia meraba pipinya yang terasa hangat


"Katakan saja kau pasti menyukainya juga kan.. kan.. kan? Lola menggoda Olivia seraya menusuk nusuk pinggangnya dengan jari telunjuk


" Kak Livia.. " Olivia terselamatkan saat Cassandra berlari ke arahnya lalu memeluk tangan Olivia


"Siapa ini? " tanya Lola


"Ini Cassandra dia adik sepupuku dan akan menjadi adik kelas kita" ucap Olivia


"Hai kak.. aku Cassandra" Cassandra mengulurkan tangannya


"Aku Lola" Lola menerima uluran tangan Cassandra


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kau sedang menghubungi adikmu yang kiyowo itu? " goda teman teman Kenzo saat dia mengirim pesan pada Olivia


"Aku akan telat pulang jadi tidak bisa menjemputnya, aku menyuruhnya pulang lebih dulu" jawab Kenzo kembali menaruh handponenya di atas meja


"Kau terlalu posesif padanya"


"Iya.. kau seperti pacarnya saja"


"Adikmu butuh mengeksplor dunianya kau malah menyembunyikannya di bawah ketiakmu"


"Biarkan dia sedikit bebas, mungkin dia juga ingin memiliki pacar" Begitulah cecar para temannya


"Untuk apa pacar? aku bisa memberikan segalanya yang di berikan seorang pacar" jawab Kenzo


"Itu berbeda, dia butuh sentuhan"


"Kakak berbeda dengan pacar, kau bisa memberikan segalanya tapi tidak untuk ini" temannya menguncupkan tangan lalu menyatukannya seperti burung yang saling mematuk


"Justru aku melindunginya dari hal hal semacam itu" jawab Kenzo


"Apa kau mencintai adikmu sendiri? "

__ADS_1


"Kalian sudah gila, aku pergi saja" Kenzo pergi begitu saja


"Hei.. jika kau membutuhkan adik ipar aku siap " goda temannya


__ADS_2