
"Dia baik baik saja bu, hanya saja dia belum mau keluar rumah juga enggan bicara"
"Ibu dan ayah baik baik saja disana? emmhh... perusahaan baik "
"Tidak juga.. aku bisa membagi waktu kuliah dengan pekerjaan, di kantor juga di bantu asisten ayah"
"Segera sembuh bu kami merindukanmu" Ucap Kenzo sebelum mematikan sambungan teleponnya
Kenzo melihat Olivia masih ada di halaman rumahnya memotong daun dan bunga yang layu, Suster dan bibi pergi ke pasar pagi itu untuk belanja kebutuhan bulanan
Tiba tiba saja seseorang membuka gerbang dari luar dua mobil masuk ke halaman rumah, melihat teman teman Kenzo dan Renata turun Olivia mundur hingga pot Yang berada di hadapannya jatuh
"Hai.. Olivia dimana kakakmu? " Tanya salah satu teman Kenzo, Olivia hanya menggeleng berjalan mundur
"Olivia kenapa? ini kak Ben" Olivia tampak ketakutan
"Kenapa sih? " teman teman Kenzo terlihat kebingungan
"Coba kalian tenangkan, mungkin dia sedikit gangguan.." Renata memutar jari telunjuknya di samping kepala seolah mengatakan Olivia gangguan jiwa
"Lihatlah.. dibalik baju besarnya itu sepertinya ada yang dia sembunyikan" Renata menunjuk perut Olivia
"Kau ini bicara apa? " Ben menyangkal yang di ucapkan Renata
"Bukankah dia terlihat seperti wanita hamil? " Renata sengaja memancing
''Hentikan omong kosongmu, dia gadis baik lagi pula dia masih sekolah " jawab Rio lalu melangkah mendekati Olivia
"Olivia ini kak Rio.. bukankah kita sering bertemu? " Pria bernama Rio ini menyentuh bahu Olivia membuatnya terperanjat
Olivia menepis tangannya lalu berlari ke dalam rumah sampai menabrak Kenzo yang baru saja turun dari tangga, Kenzo menatap tajam pada Renata yang tampak tersenyum smirk
"Kenapa kalian mengganggunya? " berang Kenzo
"Sorry Ken, kita kemari hanya memenuhi undanganmu" Kenzo mengernyitkan dahinya
"Undangan apa? "
"Renata mengatakan kau mengundang kami" jawab Ben
"Sebaiknya kalian pulang, Olivia sedang tidak baik baik saja"
__ADS_1
"Baiklah.. maaf jika kami mengejutkanmu Olivia" Ucap Rio merasa bersalah melihat Olivia ketakutan
"Maaf kami tidak menghubungi lebih dulu, kami hanya di beritahu oleh Renata" ucap Ben
"Tidak apa apa... maaf aku tidak mengajak kalian masuk Olivia tidak bisa bertemu orang lain" jawab Kenzo
Setelah teman temannya pergi Kenzo menutup pintu membiarkan Renata berteriak di depan rumahnya, Kenzo mencari Olivia yang tadi berlari ke kamarnya
"Mereka sudah pergi, kau terkejut? " Olivia mengangguk
Kenzo duduk di ranjang Olivia perlahan tapi pasti dia mendekat dan menarik Olivia kedalam pelukannya, Kenzo menarik tubuh Olivia agar berbaring
"Diamlah.. aku tidak akan macam macam, temani aku tidur sebentar saja" Kenzo dan Olivia tidur berhadapan tangan Kenzo menggenggam tangan Olivia
"Kau tahu? aku mungkin sudah mencintaimu sedari dulu, aku tidak memberimu kebebasan juga tidak memperbolehkanmu bersama pria lain karena aku cemburu"
"Maaf aku telah menyakitimu, aku sengaja menanam benih agar kau tidak pergi meninggalkan aku" lanjut Kenzo
"Mungkin di hatimu masih ada pria lain tapi kali ini aku minta padamu untuk belajar menerimaku, aku akan membuktikan cintaku sampai perlahan lahan kau akan menerimaku"
Mereka saling menatap tiba-tiba Kenzo mencium kening Olivia lama, penyesalan nampak di wajahnya melihat keadaan Olivia sekarang
"Temani aku tidur, aku lelah waktu istirahatku sebentar" Olivia mengangguk tanpa di minta Olivia bergeser menempelkan tubuhnya memeluk Kenzo
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Bagaimana ini ayah selalu mengalahkanku"
"Kau memang payah, bermain berapa kali pun kau akan tetap kalah" jawab Bayu saat sedang bermain PlayStation
"Aaaa... aku menang, haha aku menang" Cassandra berjingkrak kegirangan
"Itu karena ayah mengalah saja padamu, lihat setelah ini kau akan kalah berturut-turut"
"Sudah sudah... makan ini dulu, ini makanan kesukaan ayahmu" Iriana membawa cemilan buatannya
Sejak mereka berbaikan akhirnya mereka tinggal satu rumah, Cassandra yang notabene nya memang gadis yang ceria kini dia semakin bahagia dia menikmati waktu bersama keluarganya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Olivia baru saja terbangun dari tidurnya pemandangan pertama yang dia lihat adalah wajah kakak yang kini menjadi suaminya, tangan Olivia terulur menyentuh wajah Kenzo
__ADS_1
Kenzo yang terusik membuka sedikit matanya membuat Olivia menarik kembali tangannya, Kenzo tersenyum meraih tangan Olivia dan mengecupnya
"Pergi mandi, aku akan membawamu ke suatu tempat" ucap Kenzo namun Olivia menggeleng
"Hei.. kau butuh udara segar tidak baik untukmu berdiam diri di rumah terus, tenang saja ada aku kau tidak perlu khawatir"
"Kita pergi ke pantai, bukankah kau paling suka dengan pantai? " wajah Olivia berbinar seketika
"Ayolah... sebelum itu cium aku dulu" Kenzo menarik Olivia ke atas tubuhnya
"Kita batalkan saja pergi ke pantai, aku akan melanjutkan kembali tidurku" ucap Kenzo seraya memejamkan matanya
Saat Kenzo memejamkan matanya sebuah benda hangat dan kenyal menyentuh bibirnya, Kenzo membuka matanya dan tersenyum membuat Olivia tersipu
"Mau mandi bersama? " tanya Kenzo namun Olivia menggeleng
"Baiklah, aku akan mandi di kamarku " Kenzo mengelus kepala Olivia lalu pergi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kenapa sudah selama ini kau masih belum bisa menerima istri dan anakmu? " ucap wanita tua itu pada Luis
"Ibu aku tidak mencintainya, lagi pula anak itu bukan anakku" jawab Luis
Istri Luis mengadu pada mertuanya bahwa s lama ini Luis masih belum menerima kehadiran mereka, bahkan sampai sekarang Luis tidak pernah menyentuhnya
"Aku merawatmu dengan baik, apa yang tidak aku lakukan sebagai seorang istri? kenapa kau masih begitu memikirkan wanita yang sudah bahagia dengan hidup barunya? " ucap sang istri penuh keputusasaan
"Jangan membawa nama Hanin dalam masalah ini, aku tidak mencintaimu dan tidak akan pernah" Luis hendak pergi namun ibunya menahannya
"Apa yang kau harap dari wanita yang sudah menjerumuskanmu dalam masalah? kau melakukan hal gila karena wanita itu" bentak ibunya
"Dan kau membuatku lebih gila membuatku harus hidup dengan wanita j*l*ng dan anak haramnya" teriak Luis menepis tangan sang ibu
"Sudah cukup ibu mengatur hidupku, aku ingin bebas, aku ingin hidup sendiri tanpa harus berpura-pura menjadi suami dan ayah yang baik, dan ingat satu hal.. aku akan membawa cintaku sampai mati tidak ada yang bisa menggantikan Hanin di hatiku" Luis pergi begitu saja
Ketika dia membuka pintu ruangan itu ternyata Rai sudah berdiri disana, wajahnya sendu mendengar pertengkaran orang tuanya
"Jadi ini alasannya mengapa ayah tidak pernah menyayangi aku dan ibu? " lirih Rai
"Perlu kau ketahui Rai, kau bukan anakku dan ibumu mengandung saat aku belum menikahinya, aku sudah tidak bisa mempertahankan keluarga ini lagi" ucap Luis lalu pergi
__ADS_1
Rai menatap ibunya yang duduk menutup wajahnya dengan tangan, Rai pergi dengan langkah besarnya menghapus air matanya
Jangan lupa like komen vote dan bunganya ya