kesalahan satu malam

kesalahan satu malam
Sikap lembut Kenzo


__ADS_3

Hanin pergi bersama Tristan sementara Olivia dan kenzo sudah pulang ke rumah, Tristan memerintah Kenzo untuk sementara menggantikannya di perusahaan


Di hari kepulangan Olivia Rai sempat pergi ke rumah sakit namun terlambat dia sudah tidak lagi di rawat disana, Rai pun mendatangi rumah Kenzo namun sudah berapa lama pun dia berdiri disana tidak adab yang menemuinya


Olivia menatapnya dari jendela kamar dia ingin menemui Rai untuk menyuruhnya pulang namun dia ingat janjinya pada sang ibu, Kenzo yang baru saja keluar kamar mandi menghampiri Olivia tepat di belakang tubuhnya melihat Rai yang ada di bawah sana


"Sampai kapan kau akan terus memandanginya? " Olivia terlonjak ketika Kenzo berbicara tepat di samping telinganya


Olivia masih saja ketakutan berdekatan dengan Kenzo dia bergegas ingin pergi dari hadapan Kenzo hingga kepalanya terantuk lemari, Kenzo berjongkok karena Olivia juga berjongkok memegangi keningnya yang terasa sakit


"Kau baik baik saja? " Kenzo menyentuh kedua sisi kepala Olivia menyingkirkan rambut yang menutupi dahinya, Olivia menepis tangan Kenzo lalu berlari mengunci diri di dalam kamar mandi


"Kenapa dia masih tidak bicara dengan siapapun? " gumam Kenzo


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kenapa kau tidak pernah membawa kekasihmu lagi keluar? " tanya Luis


"Dia bukan kekasihku lagi" lirih Rai dengan dingin


"Dia mencampakkanmu? dasar payah" ucap Luis seraya pergi membuatnya hanya bisa diam


"Tidak apa apa nak, masih banyak wanita yang mau menerimamu" sang ibu menghiburnya


"Ibu benar.. tapi aku tidak bisa menerima wanita wanita itu"


"Tidak perlu di paksakan kau bisa memulainya secara perlahan, ibu tau bukan hal mudah melupakan seseorang namun kau juga tidak bisa berharap hanya padanya" Luis aku


pergi meninggalkan meja makan menyisakan ibunya sendiri


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Olivia sedang berada di ruang makan bersama Kenzo tidak ada perbincangan selama mereka makan Olivia selalu menundukkan kepalanya, ketika Kenzo berdiri mengulurkan tangannya ke hadapan Olivia sontak saja dia menutupi kepalanya dengan tangan


Dia berpikir Kenzo akan memukulnya Olivia memang selalu waspada kepada siapapun termasuk suster dan bibi seolah tidak ada yang dia percaya kecuali Hanin dan Tristan, Kenzo menatap Olivia yang masih menutupi kepalanya


"Lanjutkan makanmu" ucap Kenzo barulah Olivia membuka tangannya

__ADS_1


Olivia tidak berani menatap Kenzo dia selalu menghindar saat berada di dekatnya meskipun kini Kenzo tidak pernah memaksanya serta tidak pernah berbuat kasar namun dia masih saja takut, Kenzo meninggalkannya lebih dulu akhirnya Olivia bisa makan dengan tenang tanpa rasa waswas lagi


Setelah makan dia kembali ke kamar Kenzo sudah berbaring lebih dulu menutup matanya, Olivia mengurungkan niatnya untuk masuk dia takut untuk tidur berdua dengan Kenzo


Olivia masuk ke dalam kamar orang tua angkatnya dia merindukan mereka, Wangi di dalam kamar membuatnya nyaman merasa keduanya berada di sana


Olivia sudah terlelap di ranjang Hanin mungkin karena pengaruh obat dari dokter, pintu kamar terbuka Kenzo masuk ke dalam kamar dan ikut berbaring di dekat Olivia


"Ayah.. ibu.. tolong, lepaskan.. jangan bawa aku" Olivia mengigau dia gelisah dalam tidurnya


"Tenanglah.. tidak akan terjadi apapun padamu, aku akan melindungimu" Ucap Kenzo seraya memeluk Olivia membuatnya tenang seketika


Baju Olivia sedikit tersingkap membuat perutnya yang semakin menonjol terlihat begitu jelas, Kenzo mengusap serta mencium perut Olivia


, dengan terkejut dia berusaha menyingkirkan tubuh Kenzo namun Kenzo menggenggam tangannya serta mencium lembut bibir serta kening Olivia


"Aku akan melakukannya dengan lembut" bisik Kenzo


Kenzo mencium lembut seluruh wajah Olivia seraya memeluknya erat, Anehnya saat seperti ini Olivia tidak merasa takut dengan Kenzo


"Apa ada yang sakit? " tanya Kenzo seraya mengelus perut Olivia, Olivia hanya menggeleng


Olivia segera menarik tangannya dia takut sekarang melihat Kenzo menatapnya, Kenzo tersenyum membuat ketakutan Olivia perlahan lenyap


"Kenapa? kau bisa menyentuhku sepuasnya" Kenzo menarik tangan Olivia dan menaruhnya di wajahnya


“Apa kau ingin melakukannya lagi? " Olivia segera menggeleng dan menjauh


"Aku hanya bercanda" Kenzo terkekeh kembali memeluk tubuh Olivia


Keesokan harinya Olivia baru saja bangun dari tidurnya Kenzo sudah tidak berada di sisiNya, terdengar suara pintu kamar mandi terbuka Olivia menutup dadanya yang terbuka dengan selimut


"Selamat pagi" Kenzo mendekat membuat Olivia bergeser, namun bukan Kenzo namanya jika tidak mendapatkan keinginannya


Kenzo menekankan tengkuk serta mencium bibir Olivia sebentar, wajah Olivia menjadi merah ketika Kenzo menatapnya dari jarak yang sangat dekat


"Maaf.. aku tidak akan mengulangi kesalahanku, bagaimana aku menebus kesalahanku padamu? " Kenzo menyingkirkankan rambut Olivia ke belakang telinganya

__ADS_1


"Aku berjanji akan melindungimu, aku tidak akan menyakitimu lagi" Ucap Kenzo seraya membelai wajah Olivia


Olivia menatap mata Kenzo mencari kebohongan di matanya namun tampaknya dia sungguh sungguh dalam perkataannya, Kenzo menjauh berjalan menuju ruang ganti


"Apa dia bersungguh-sungguh? sikapnya berubah" batin Olivia


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Hai.. " lola menyapa Cassandra


"Hai kak.. "


"Apa Olivia sudah di temukan? Aku sangat khawatir dengan keadaannya" ucap Lola


"Sudah kak.. dia baik baik saja tapi aku belum sempat menjenguknya" jawab Cassandra


"Bagaimana kalau kita menjenguknya bersama? "


"Jangan.. emm.. maksudku tidak hari ini sampai seminggu ke depan karena dia masih dalam perawatan maksimal di rumahnya " jawab Cassandra


"Baiklah.. kalau begitu aku tunggu kabar darimu saja, aku duluan ya" Lola melambaikan tangannya pergi menuju ruang kelasnya


"Huh.. hampir saja" gumam Cassandra mengusap dadanya


Cassandra hendak pergi ke kelasnya namun tangannya di tarik seseorang, siapa lagi jika bukan Rai


"Ada apa? " tanya Cassandra


"Apa kau bisa membantuku bertemu Olivia? aku mohon"


"Aku tidak bisa, jangan mengganggunya atau dia akan kena masalah besar" jawab Cassandra


"Sebentar saja, aku ingin mengucapkan salam perpisahan padanya"


"Maaf aku tidak mau terlibat, kau bisa menelpon atau menulis pesan padanya aku rasa nomor handphonenya masih bisa di hubungi" ucap Cassandra lalu pergi


Jangan lupa like komen vote dan bunganya ya..

__ADS_1


dukungan dari kalian sangat berharga untuk author


__ADS_2