
Pernikahan kilat baru saja terjadi di rumah yang seperti istana. Tanpa ada tamu undangan, baju pengantin, sorakan tepuk tangan kebahagiaan, dan hidangan makanan lezat. Apapun itu yang biasa ada di pernikahan, tidak ada sama sekali di hari pernikahan nya. Sungguh miris untuk pengantin baru ini pikir semua orang yang melihatnya.
Bastian masih tidak menyangka ia kira ia bisa pergi dengan tenang setelah dari makam Ananta Rumi tapi ternyata tidak.
Ia dibawa dengan paksa oleh orang-orang suruhan Randi Saguna ke dalam mobil dengan memberinya obat bius. Bagaimana orang itu tahu secepat itu keberadaannya. Bastian yang mengingat itu menghembuskan napas dengan berat ia lupa bahwa Randi Saguna pasti tahu dari CCTV jalan raya. Dia kan mengenal orang dalam. Pikir Bastian.
"Ku harus tinggal disini," suara dingin dari Randi Saguna terdengar.
Bastian yang mendengar itu memijat keningnya terasa pusing. 'Masalah apalagi ini?' gumam Bastian dalam hati.
"Maaf, saya tidak bisa." Randi Saguna yang mendengar itu mendelikan mata tidak terima.
"Anakku tidak bisa tinggal di tempat seperti itu," ucapnya tanpa memikirkan orang yang mendengarnya saat ini.
__ADS_1
Bastian yang mendengar itu hanya bisa mengepal tangannya menahan kesal yang ia rasa, "Memang tempat seperti apa yang aku tempati saat ini? Menurutku itu tempat yang sangat nyaman untuk menjadi sebuah hunian. Memang tempat itu jauh kalah besar dari tempat anda tinggalkan sekarang. Aku tetap tidak mau tinggal disini dan terserah Amelia mau tinggal dimana? Dia mau ikut aku silahkan atau mau tinggal disini silahkan. Kau tidak bisa memaksaku lagi. Karena aku sudah bertanggung jawab atas apa yang sudah aku perbuat."
Mata mereka saling tatap menantu dan mertua baru hitungan jam itu sudah membuat meributkan.
Restu Anggraini yang melihat itu mencoba melerainya, "Sudah, sayang. Sudah seharusnya Amelia mengikuti suaminya. Kau sudah tidak ada hak untuk anakmu lagi kau cukup melihat dan membimbingnya saja," ucapnya dengan lembut yang duduk disamping suaminya itu.
Amelia hanya bisa diam. Masa, bodo. Dengan itu semua. Ia mau Tinggal dimana saja menurutnya semua tempat sama saja, membuatnya tidak akan merasa baik-baik saja saat ini.
"Tanyakan saja pada Amelia ia mau tinggal dimana?" Julius Adam angka bicara.
Amelia juga tidak pernah menginjakkan kakinya di club malam. Setau nya Amelia meminta izin merayakan pesta kelulusannya di rumah sahabatnya. Ya, memang awalnya itu ditentang oleh Papah tirinya tapi Mama terus memohon agar Amelia diizinkan pergi tanpa orang-orang yang mengawasi karena itu permintaan Amelia. Akhirnya dengan bujukan mamanya Amelia diizinkan oleh Papah untuk pergi. Malah ia yang mengantar Amelia kerumah sahabatnya. Tapi kenapa dia bisa berada di club malam itu dan siapa yang berani memberikan obat itu ke Amelia?
Amelia yang mendengar itu menaikan pandangannya yang sejak tadi menunduk. Ternyata semua mata tertuju padanya.
__ADS_1
"Kau ingin tinggal dimana, Amelia?" Pertanyaan itu datang dari Restu Anggraini.
Amelia yang ditanya seprti itu mengedarkan pandangannya menata semua orang yang ada diruang tamu itu. Ia menghembuskan napas dengan pelan sebelum menjawab. "Aku ingin ikut Bastian, Pah," ucapnya setelah memikirkan semuanya matang-matang.
Bastian yang mendengar itu hanya terdiam tidak berucap apapun.
Randi Saguna terdiam saat anaknya mengatakan itu, matanya tidak pernah lepas dari Amelia yang duduk di hadapannya. "Kau, yakin dengan itu?" Akhirnya suara itu keluar dari Randi Saguna. Amelia hanya mengangguk. "Baiklah, kalau itu pilihanmu. Aku minta kau jangan keluar rumah dulu sebelum berita ini mereda," ucapnya lagi.
Akhirnya perpisahan dengan deraian air mata itu terjadi. Tidak lama Amelia meninggalkan sangkar emasnya dengan diantar oleh supir pribadi keluarga Randi Saguna dengan membawa empat koper besar yang berisi keperluan Amelia.
Saat didalam mobil keheningan terjadi tidak ada percakapan dari kedua orang yang ada di kursi belakang. Keduanya memilih diam Bastian hanya menyandarkan tubuhnya ke bangku mobil dengan kedua mata yang terpejam. Bastian tidak menyangka hari ini ia sudah resmi menjadi seorang suami. Mungkin para sahabatnya menertawakan nya bila tahu tentang ini. Sedangkan Amelia hanya memandangi padatnya jalan sore ini dari balik kaca mobil sambil menopang dagunya.
__ADS_1
...Denah apartemen Bastian Aditya...