kesalahan satu malam

kesalahan satu malam
Kakak ipar


__ADS_3

Setelah seminggu kepergian kakek Iriana mulai tenang dia berkunjung ke rumah Tristan di temani Vera untuk meminta maaf pada Hanin, sejak kejadian hari itu Hanin tidak pernah lagi menemuinya


"Hanin maafkan aku.. hari itu aku benar-benar tidak bisa mengontrol emosiku" lirih Iriana


"Aku mengerti bibi, aku juga pernah merasakan kehilangan sosok bernaung aku turut berduka juga aku meminta maaf jika pilihanku menyakiti bibi"


"Tidak sayang.. kau wanita hebat tidak ada wanita sepertimu beruntung Tristan memilikimu, kau mampu menyampingkan amarahmu pada Yasmine dan memilih merawat anaknya" ucap Iriana


"Aku tidak tahu mengapa Yasmine bisa seperti itu, dulu dia teman baikku tapi entah apa yang membuatnya berubah menjadi tak terkendali"


"Apa polisi sudah menemukannya? " tanya Iriana


"Sayangnya belum, jika dia mati harusnya jasadnya bisa di temukan"


"Semoga Wanita itu mendapatkan ganjaran lebih menyakitkan"


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Setelah mengantar Iriana Vera pulang ke apartemennya untuk memasak makan siang untuk Bayu, betapa terkejutnya dia saat membuka pintu Bayu tiba tiba saja muncul di hadapannya


"Astaga.. kau membuatku takut" Bayu terkekeh memeluk Vera


"Benarkah? aku menunggumu dari mana saja huh? "


"Aku mengantar ibu ke rumah Tristan menemui Hanin, Hanin benar-benar wanita hebat aku salut padanya"


"Dia benar benar wanita penyabar bukan? dia pernah tinggal disini sewaktu kabur dari Tristan, pria bajingan itu terlalu sering membuat Hanin menderita" ucap Bayu


"Ibumu sepertinya mengagumi Hanin, apalah aku yang sangat jauh di bandingkan Hanin" lirih Vera


"Jangan bicara seperti itu, ibu ku juga menyayangimu" jawab


"Bagaimana jika ibumu tahu masalalu ku? "


"Jangan pernah katakan itu" Bayu memeluk Vera


Tok tok tok


"Sebentar " Vera melepaskan pelukannya lalu membuka pintu


Vera hendak menutup pintunya kembali namun orang tersebut berhasil memaksa masuk, sembarangan menyentuh barang barang lalu duduk menyilangkan kakinya


"Pergi dari sini" usir Vera


"Kenapa? kau tinggal di tempat sebagus ini sepertinya kau punya banyak uang? "


"Ini apartemen orang lain, dari mana kau tahu tempat ini? " ketus Vera


"Aku mengikutimu"


"Siapa sayang? " tanya Bayu seraya keluar dari kamar


"Owhh.. rupanya ada pria tampan disini" pria tersebut berdiri menghampiri Bayu


"Siapa kau? " tanya Bayu


"Aku? aku kakak iparmu" pria itu menunjuk dirinya sendiri


"Jangan hiraukan dia.. pergi dari sini" Vera mendorong pria itu


"Kau berani sekarang? " pria itu mencengkram baju Vera


"Lepaskan dia brengsek" Bayu menarik kasar tangan pria tersebut lalu mendaratkan tinju pada wajahnya

__ADS_1


"Kau ingin dia? maka kau harus membayar biaya padaku"


"Kenapa harus? "


"Aku yang membesarkannya, dia ladang uangku apa kau mau menggantikannya? " teriak pria tersebut


"Jangan dengarkan dia, aku harus banting tulang membayar hutang nya aku rasa itu sudah lebih dari cukup"


"Putuskan hubunganmu dengannya, aku akan membayar lunas hutang hutang mu dan ambil ini" Bayu melemparkan sebuah amplop tebal


"Adik ipar sangat pengertian"


"Jangan panggil aku adik ipar karena sekarang kau tidak mempunyai hubungan apapun lagi Vera, pergilah" titah Bayu


"Tidak perlu seperti itu, aku tidak mau merepotkanmu" Vera memegangi tangan Bayu tampak ke khawatiran di wajahnya


"Uangku milikmu juga, kau bisa hidup tenang setelah ini" Bayu memeluk Vera


"Aku pergi, aku muak melihat kemesraan ini.. terimakasih untuk uangnya" pria itu pergi begitu saja


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Sayang, sedang apa? " tanya Tristan


"Aku sedang membuatkan susu untuk Olivia"


"Kenapa gak sama suster aja? "


"Suster bawa Kenzo jalan jalan, kau butuh sesuatu? " Hanin berbalik


"Aku butuh dirimu" jawabnya manja


"Kau sudah tua masih bersikap manja, tidak malu dengan anakmu? "


" Kau bilang dia ulat? itu anakmu" Hanin memukul bahu Tristan


"Dia memang seperti ulat hanya bergerak sambil berbaring"


"Kalau anakmu ulat lalu dirimu apa? "


"Aku... kupu kupu yang indah" mendengar jawaban suaminya membuat Hanin tertawa


"Terlalu percaya diri"


"Kau manis sekali saat tertawa rasanya aku ingin menggigit mu" ucap Tristan lalu mengigit bahu Hanin


"Kau gila.. ini sakit sekali" pekik Hanin


"Kau sangat menggemaskan"


"Gara gara kau aku jadi lupa memberikan susu ini"


"Kau memberinya susu dan aku ingin susu yang ini" Tristan meremas nya membuat Hanin memekik


"Tristaaan.. awas kau" teriak Hanin ketika suaminya kabur


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kau menginap disini sayang? ini sudah malam" tanya Iriana pada Vera yang di bawa Bayu


"Aku.. "


"Menginap saja, lagi pula ibu kesepian sendiri disini ayah sedang ada perjalanan bisnis"

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu" jawab Vera


"Bu.. ada yang ingin aku bicarakan" ucap Bayu, wajahnya terlihat serius


"Apa? apa ada masalah di kantor? "


"Tidak, ini tentang Vera" wajah Vera menegang, apa Bayu akan menceritakan masalalunya pada sang Ibu


"Vera kenapa? "


"Aku akan menikahinya" ucap Bayu


"Iya.. ibu sudah menyetujuinya kan, apa lagi? "


"Aku akan menikahinya besok"


"Apa? " pekik kedua wanita itu bersamaan


"Kita belum membicarakan ini" ucap Vera pelan


"Apa ini tidak terlalu mendadak? tanah kuburan kakekmu saja masih basah apa kata orang jika kita membuat pesta"


"Aku hanya menikah saja tidak akan membuat pesta, kita adakan pesta setelah semua urusan selesai" jawab Bayu


"Kenapa terburu buru? apa kau hamil sayang? " tanya Iriana


"Ti.. ttidak" Vera menggeleng


"Ibu pertanyaan macam apa itu? ibu membuatnya malu" sergah Bayu


"Lalu kenapa? apa kau sudah tidak kuat lagi? " tanya Iriana


"Tidak kuat apa? pikiran ibu selalu mengarah kesana" gerutu Bayu


"Ibu kan hanya menebak, lagi pula ini terlalu mendadak biarkan ayahmu pulang dulu kita bicarakan nanti"


"Baiklah.. tapi aku tidak mau menunggu lama" ucap Bayu


"Kau selalu tidak sabaran, ibu hanya berpesan setelah menikah jangan kecewakan istrimu seperti Tristan" pesan Iriana


"Aku bukan dia.. Tristan saja yang terlalu bodoh menyia-nyiakan wanita sebaik Hanin"


"Iya.. rasanya aku ingin memelintir kepalanya saat itu" Vera hanya diam mendengarkan anak dan ibu yang sedang bergosip


"Kakakku saja sudah setengah mati menasihati dia"


"Ibu... dia keponakanmu berhenti membicarakannya" ucap Bayu


"Habis aku kesal mengingat kelakuan tengilnya"


"Kau mengacuhkan menantu mu karena menggosip kan keponakannya sendiri" Mata Iriana membulat menatap Vera di sebelahnya


"Maaf sayang.. aku memang selalu emosional saat membahas Tristan"


"Tidak apa apa, wanita mana pun pasti kesal mendengar cerita pernikahan Hanin" jawab Vera


"Ya kau tau sendiri.. si anak kurang ajar itu memilih iblis berwujud manusia, jika wanita itu di temukan aku akan membantingnya" gerutu Iriana


"Tahan bu... nanti darah tingginya naik" ledek Bayu


"Kurang ajar kau" Iriana melemparkan bantal sofa ke wajah Bayu


Mereka terkekeh melihat Iriana mengerucutkan bibirnya

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan vote


__ADS_2