kesalahan satu malam

kesalahan satu malam
Olivia menghilang


__ADS_3

Mobil Kenzo baru saja kembali terparkir di garasi dia masuk terburu-buru di kejar Hanin juga Tristan, Hanin menarik tangan Kenzo untuk menghentikan langkahnya


"Kenzo berhenti.. kau benar-benar keterlaluan" teriak Hanin


"Ibu dia hanya asal bicara, aku dan dia hanya teman kuliah dia terlalu melebih lebihkan " jawab Kenzo


"Aku tidak percaya, apa kau akan melanjutkan jejak ayahmu yang menyakiti istrimu dengan bercinta dengan wanita lain di hadapannya? " Hanin bicara teriak teriak meluapkan emosinya


"Bu itu tidak benar, aku tidak pernah menyakiti Olivia"


"Kenzo.. kau sudah mempunyai istri harusnya kau bisa menjaga perasaannya, jangan biarkan kau menyesal setelah kepergiannya" ucap Tristan


"Seperti ayah? ayah menyesal setelah ibu pergi? kenapa ibu mau menerima ayah kembali? "


Plak


Satu tamparan mendarat di wajah Kenzo untuk pertama kalinya ibunya menamparnya, Hanin mencengkram kerah baju Kenzo


"Aku yang paling tahu bagaimana rasanya, jika kau tahu betapa menderitanya aku kenapa kau melakukannya pada gadis lain? kenapa Kenzo? " Hanin mengguncang Kenzo


"Aku tidak pernah mengajarimu melakukan hal hal yang tidak baik, aku tidak pernah mengajarimu untuk membalas perlakuan buruk seseorang, aku gagal mendidikmu aku gagal mendidik satu satunya anak yang aku banggakan selama ini" Hanin menangis tersedu menyandarkan kepalanya di dada Kenzo


"Sampai mati aku tidak rela anakku bersikap buruk, aku ingin melihat anakku menjadi orang baik" seketika tubuh Hanin merosot dan terjatuh di lantai membuat keduanya panik


Hanin memendam amarahnya ketika masih di jamuan makan malam, bagaimana tidak Renata yang juga hadir di sana mengatakan hubungan mereka di hadapan kedua keluarga


Flashback on


"Cantik sekali kamu sayang" puji Hanin pada Renata


"Terimakasih nyonya, anda lebih cantik" jawab Renata malu malu


"Anakmu juga sangat tampan, aku jadi ingin memeliki anak laki-laki juga" ucap Ibu Renata


"Angkat saja pemuda ini menjadi menantu kita, otomatis dia akan menjadi anak kita bukan? " candaan ayah Renata


Keluarga Tristan memang sudah sering bertemu dengan keluarga Renata namun tanpa anak anak, kali ini ayah Renata ingin mengajak Kenzo juga untuk makan malam


"Sebentar lagi Kenzo akan menjadi putra ibu juga karena kita memang menjalin sebuah hubungan, benar bukan? " Renata menyentuh tangan Kenzo yang ada diatas meja


Perbincangan orang tua Renata menjadi menjurus pada perjodohan anak anak mereka, namun Hanin menolak dengan lembut


"Aku rasa biarkan mereka menjalaninya dulu seperti air yang mengalir, aku tidak ingin mencampuri urusan anak anak lagi pula mereka masih muda" ucap Hanin


"Kita bisa melakukan pertunangan lebih dulu, lagi pula anak anak juga sepertinya saling mencintai" ucap Ibu Renata


"Biarkan mereka menentukan, mereka masih labil jika putus di tengah jalan aku rasa itu kurang baik" jawab Hanin


Sepanjang perjalanan pulang Hanin memarahi Kenzo yang menjadikan Renata s bagai kekasihnya sementara dia telah menikah dengan Olivia yang sedang mengandung

__ADS_1


Flashback off


Mereka membawa Hanin ke rumah sakit sampai lupa dengan Olivia, Kenzo semalaman menjaga Hanin di rumah sakit


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kau sudah bangun.. makanlah jangan sampai kau sakit" Yasmine duduk di tepi ranjang Olivia membawa sarapan


"Wanita hamil harus banyak makan, ibu juga sudah mengupas buah untukmu" lanjutnya


"Dari mana kau tahu aku hamil? "


"Semalam kau pingsan jadi dokter memeriksamu dan mengatakan kau hamil, mau ibu suapi?" tanya Yasmine


"Letakkan saja disitu dan tolong pergilah dari sini" ucap Olivia enggan menatap Yasmine


"Baiklah.. makan dan habiskan" raut wajah Yasmine begitu sedih, di keluar menyeret kakinya yang di rantai


Olivia menatap kepergian Yasmine tak terasa air matanya menetes deras melihat sang ibu kesulitan berjalan karena rantai tersebut, meskipun dia mengatakan membenci ibunya namun di hatinya menyimpan cinta juga kerinduan pada ibu kandungnya


"Aku sedekat ini dengan ibuku tapi kenapa aku belum bisa menerimanya? " gumam Olivia


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Sayang ayah sudah membuatkanmu sarapan, cepat bangunlah" Ucap Bayu seraya mengetuk pintu kamar Cassandra


Setelah mandi dan memakai seragam sekolah Cassandra turun untuk sarapan bersama ayahnya, Bayu masih menggunakan Celemek membawa beberapa piring makanan ke meja


"Ayah kau terlihat seksi dengan celemek itu" ucap Cassandra seraya tertawa


"Haiishh.. kau meledek ayahmu sendiri? "


"Tidak ayah itu benar.. ayah terlihat tampan, seksi dan gagah" Cassandra kembali tertawa


"Tertawalah sepuasmu, aku bahagia melihatmu tertawa" Ucap Bayu seraya duduk


Ketika sedang menikmati sarapannya tiba tiba pintunya diketuk, Cassandra hendak membuka pintu namun Bayu melarangnya dan dia yang membukakan pintu


"Sayang temanmu datang" ucap Bayu seraya kembali duduk


Seseorang muncul seraya tersenyum dan Bayu mengajaknya duduk untuk ikut sarapan, Cassandra menundukan kepalanya ketika pemuda tersebut duduk di sampingnya


"Mari ikut sarapan bersama kami"


"Terimakasih paman" Akhirnya Rai ikut makan bersama mereka


Setelah sarapan Bayu berangkat lebih dulu karena ada meeting sementara Rai dan Cassandra berangkat bersama


"Kenapa kau ke rumahku? " tanya Cassandra

__ADS_1


"Aku ingin meminta maaf jika memang aku bersalah padamu, aku tidak suka salah satu temanku memusuhiku" jawab Rai


"Tidak perlu melakukan itu karena ayahku bisa salah paham dengan hubungan kita"


"Maaf.. aku hanya berusaha memperbaiki pertemanan kita" Rai menjawab seraya fokus menyetir


"Mencari teman setelah kak Olivia meninggalkanmu? "


"Dari mana kau tahu? " tanya Rai


"Aku tahu semuanya, aku cukup kecewa kalian menyembunyikan hubungan kalian dariku"


"Maaf Cassandra ini kemauan Olivia, kau tahu sendiri Kenzo tidak suka Olivia dekat dengan pria mana pun" lirih Rai


"Kau mencintai kak Olivia? "


"Sangat... aku tidak bisa mencintai wanita lain selain Olivia" Cassandra tersenyum miris tidak ada pembicaraan lagi diantara mereka


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Suster... Bibi.. " teriak Kenzo membuat keduanya berlari menghampiri tuan mudanya


"Ada apa tuan muda? " tanya keduanya bersamaan


"Apa kalian lihat Olivia? dimana dia? "


"Saya tidak melihatnya tuan muda bahkan pagi ini belum turun untuk sarapan" ucap bibi


"Kalian bohong? katakan padaku dimana Olivia? " Kenzo berteriak


"Kami benar benar tidak tahu tuan muda" lirih suster menundukkan kepalanya


"Aarrggghhh... pergi kalian" keduanya terburu-buru pergi sebelum terkena amukan Kenzo


"Olivia.... " teriak Kenzo ketika melihat baju di lemarinya tinggal sedikit juga gunting yang masih tertancap di pintu


Sepulang dari rumah sakit Kenzo bergegas ke kamar untuk memastikan Olivia yang dia ikat semalaman, namun saat memutar kunci ternyata pintu sudah tidak terkunci dan Olivia menghilang


Kenzo menghancurkan seisi kamarnya nomor teleponnya juga tidak bisa di hubungi, Kenzo benar-benar marah dia kembali pergi untuk mencari Olivia


"Habislah kau jika aku menemukanmu" gumam Kenzo


Entah kemana Kenzo akan mencari dia mengendarai mobilnya tanpa arah mencari Olivia, dia melihat seorang wanita duduk di halte bus memakai topi serta masker postur tubuh dan rambutnya mirip Olivia


"Olivia... " Kenzo turun dari mobil menarik tangan wanita tersebut yang terlihat terkejut


Jangan lupa like komen vote dan bunganya ya 😉


Biar othor makin semangat up

__ADS_1


__ADS_2