kesalahan satu malam

kesalahan satu malam
Vera hamil


__ADS_3

"Mama.. mamamma" celoteh bocah kecil yang sekarang berusia satu tahun


Kenzo dan Olivia tumbuh sehat bersama di bawah asuhan Hanin, mereka tampak bahagia meskipun ketika saudara Tristan berkunjung mereka tidak pernah menganggap Olivia ada


Hanya Hanin dan suster juga Vera yang selalu menyayanginya dengan tulus, Ketika mereka semua bermain dengan Kenzo maka Hanin dan suster akan mengajak Olivia bermain di kamar


Hanin merasa kasihan dengan hidup Olivia masih kecil saja dia sudah di asingkan oleh orang-orang di sekitarnya, Tristan juga bersikap cuek pada Olivia berbeda dengan Kenzo


"Sayang.. coba katakan papa" Tristan mengajari Kenzo bicara


"Mammama.. " Bayi tampan itu hanya bisa menyebut kata mama


"Tidak adil sekali kenapa kau hanya bisa memanggil ibumu saja? " gerutu Tristan


"Mungkin kau menyebalkan jadi dia tidak ingin memanggilmu papa" sahut Hanin


"Kau yang mengajarinya"


"Tidak.. siapa yang mengajarinya seperti itu, aku mengajarinya untuk menghajarmu sekalian" jawab Hanin


"Woahh.. kau kejam sekali" Tristan membulatkan matanya mendengarkan perkataan Hanin


"Sudah sana jangan mengganggunya biarkan dia tidur" Hanin menyingkirkan tubuh Tristan lalu mengambil Kenzo dan membawanya ke ranjang untuk di tidurkan


"Kapan Kenzo berhenti menyusu? " tanya Tristan


"Memangnya kenapa? "


"Dia sudah terlalu lama menguasainya, aku jarang sekali menyentuhnya" Tristan mengerucutkan bibirnya memeluk Hanin dan Kenzo dari belakang


"Apa saat kau bayi tidak pernah di beri asi? kau ini sudah tua"


"Justru karena sudah tua jadi harus sering minum susu agar lebih kuat"


"Itu hanya menurut pikiran gila mu, jangan mengganggunya nanti dia bangun" Hanin menepis tangan Tristan yang sengaja melepaskan p*t*ng dari bibir putranya


"Pelit sekali, apa aku harus cari susu di luar sana? " gumam Tristan melipat kedua tangannya di belakang kepala


"Apa yang kau katakan? jika kau berani aku akan meracunimu" ketus Hanin


"Apa? aku hanya akan mencari susu di minimarket, kau ini selalu berpikiran buruk" Jawab Tristan dengan tersenyum usil


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Sayang apa yang kau lakukan di kamar mandi? kenapa lama sekali? " tanya Bayu


"Sebentar.. " pintu kamar mandi terbuka tampak Vera tersenyum menyembunyikan tangannya ke belakang

__ADS_1


"Kenapa senyummu begitu? " tanya Bayu


"Kau akan menjadi seorang ayah" jawab Vera seraya memeluk Bayu


"Apa? aku.. aku akan menjadi seorang ayah? " Bayu mengambil alat tes kehamilan di tangan Vera


"Ibu pasti senang.. kau harus menjaganya dengan baik, aku akan membayar seseorang untuk merawatmu disini"


"Ini hanya apartemen tidak perlu menyewa orang aku bisa membersihkannya sendiri"


"Tidak.. kau hanya harus istirahat dan kau bisa meminta apapun pada pelayan seperti tuan putri" Vera terkekeh mendengar perkataan suaminya


"Aku hanya hamil bukan sakit, aku bisa mengerjakan semuanya sendiri" ucap Vera


"Apa kau tidak merasa mual, ngidam atau semacamnya? " tanya Bayu


"Sepertinya tidak"


"Baguslah.. bagaimana jika kita tinggal bersama ibu? kau tidak akan kesepian juga akan ada yang merawatmu"


"Bagaimana kau saja, lagi pula ibu sudah mengatakan agar kita tinggal disana tapi kau yang menolak" ucap Vera


"Aku ingin berdua bersamamu, aku ingin bebas melakukannya dimana pun" ucap Bayu dengan wajah nakalnya


"Jangan terlalu bersemangat ingat ada anak kita" Vera memperingatkan saat Bayu mulai menyentuhnya dia tahu apa yang di inginkan suaminya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Salah satu teman sekelas Andrew mengadakan party ulang tahunnya, Andrew datang bersama Vio ke rumah temannya tersebut


Pesta yang sangat meriah dengan banyak minuman keras dengan dentuman musik kencang, Andrew tidak melepas genggaman tangan-Nya pada Vio yang terlihat mulai tidak nyaman


"Kita pulang saja" ucap Andrew yang diangguki Vio


"Hai Andrew.. kau baru sampai ? " tanya sang pemilik pesta


"Ya.. selamat ulang tahun" Andrew memberikan kadonya


"Aku harus pergi sepertinya temanku tidak enak badan" lanjut Andrew


"Nikmati pestanya, nona duduklah sebentar saja kau mau wine, sampanye atau yang lain? aku ada sedikit urusan dengan Andrew"


"Terima kasih, tapi aku tidak minum" jawab Vio seraya tersenyum


"Kalau begitu aku akan mengambilkanmu jus"


"Tidak perlu, kalian bicaralah aku menunggu disini" pria tersebut membawa Andrew perlahan menjauh

__ADS_1


Lama Vio menunggu namun Andrew tidak juga kembali dia sudah mencarinya ke sekeliling namun tidak bisa menemukan Andrew


"Hai.. kemana Andrew? " tanya Vio pada pria tadi yang membawa Andrew


"Tadi dia mengatakan akan pulang bersamamu, apa dia tidak menemuimu lagi? "


"Kalau begitu aku pamit, selamat ulang tahun semoga semua yang kamu cita citakan terwujud" Vio menjabat tangannya sebelum dia pergi


"Apa Andrew meninggalkanku? " gumam Vio


Vio berulang kali menelpon ke nomor Andrew namun sepertinya handphone milik Andrew mati


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Emmhh.. dimana ini? " Andrew baru saja terbangun dari tidurnya


Pandangan Andrew menatap sekeliling dia begitu terkejut saat melihat tubuhnya hanya memakai celana pendek yang dia pakai di dalam celana panjangnya, pintu kamar mandi terbuka seorang wanita baru saja keluar dari kamar mandi


"Selamat pagi Andrew.. sepertinya tidurmu nyenyak" ucap Sashi


"Apa yang kau lakukan? kenapa aku ada di sini? "


"Tenang saja aku tidak berbuat jahat padamu, pakaianmu basah aku sudah mengeringkannya" jawab Sashi seraya berjalan menghampirinya lalu melemparkan pakaian Andrew ke tepi ranjang


"Kau gila.. dimana akal sehatmu? apa kau tidak malu membuka pakaian seorang pria? apa kau tidak malu berpenampilan seperti ini di hadapan pria? " pekik Andrew wajahnya terlihat sangat marah


"Aku hanya membantumu, semalam kau mabuk jadi aku membawamu kesini" mendengar jawaban Sashi dia teringat sesuatu


"Vio.. aku meninggalkannya semalam di pesta" Andrew bergegas memakai pakaiannya, Sashi hanya melihatnya sampai selesai


"Andrew tunggu" Andrew menghentikan langkahnya saat Sashi memanggil nama Andrew yang hendak keluar


Sashi berbalik menatap Andrew seraya menenteng kunci kamar tersebut lalu memasukkannya ke dalam b*a yang sedang dia pakai, Sashi melepaskan bathrobe yang di pakainya hingga teronggok di lantai


Andrew menunduk tidak berani menatap tubuh Sashi yang hanya menggunakan d*l*m** saja, Sashi malah sengaja mendekat menyentuh bahu dan tengkuk Andrew mengelilinginya


"Apa kurangnya aku? kenapa kau selalu menolakku? lihat aku Andrew " Sashi menyentuh dagu Andrew dan mengangkat kepalanya agar mau menatapnya


"Apa yang kau lakukan salah, kau tidak pernah memikirkan akibat dari perbuatanmu, aku yakin pilihanku sudah benar karena tidak menaruh hati pada wanita sepertimu yang rela membuka pakaiannya untuk menarik perhatian pria yang kau cintai"


"Tapi maaf aku tidak tertarik sama sekali, jangan lakukan ini pada pria lain karena bisa saja mereka akan melakukan hal buruk, Pakai ini kembali, aku harap hidupmu lebih baik kedepannya" Andrew mengambil bathrobe dan menutupnya ke tubuh Sashi sambil menarik kuncinya dengan cepat dari dada Sashi


"Jangan membuat orang lain memandang dirimu rendah" ucap Andrew lalu benar benar pergi


Sashi terjatuh lemas dengan berderai air mata dia membayangkan Andrew akan tertarik padanya namun kenyataannya berbeda Andrew malah menatapnya seolah merasa jijik


Jangan lupa like komen dan vote juga berikan bunga untuk author

__ADS_1


__ADS_2