kesalahan satu malam

kesalahan satu malam
Gugup


__ADS_3

"Coba jelaskan apa yang kalian maksud? " tanya Tristan


"Hari ini gosip hangat baru saja di keluarkan tuan" seorang wartawan memberikan handphonenya, Tristan membuka sebuah video dan rahangnya mengeras dengan urat urat menegang


"Sialan" gumamnya berjalan meninggalkan Hanin dan para wartawan kembali masuk ke dalam


Hanin mengikuti Tristan bersama wartawan ternyata Tristan kembali masuk kedalam ruangan rawat Yasmine


Braakkk


"Yasmine dimana kau j*l*ng" teriak Tristan yang ternyata kamar tersebut telah kosong


"Tuan sepertinya nona Yasmine kabur membawa bayinya" ucap seorang suster yang baru saja datang


"apa? kurang ajar, berani dia menipuku" geram Tristan memukul dinding


Di tengah amarahnya Kenzo yang sedang tertidur menangis karena teriakan Tristan dan akhirnya menangis, mendengar itu Tristan melembut mengambil Kenzo dari gendongan Yasmine


"Kau terkejut? maafkan ayah nak" para wartawan sedari tadi mendapatkan berita bagus kali ini karena melihat secara langsung bagaimana Tristan yang amarahnya memuncak bisa melembut dengan sekejap karena tangisan bayinya


"Sayang kita pulang sepertinya Kenzo tidak nyaman, kalian besok aku tunggu di perusahaan aku akan mengadakan konferensi pers" Hanin hanya mengangguk dia tidak berani mengeluarkan satu kata pun dia sepertinya masih trauma dengan kemarahan Tristan, Hanin mengikuti Tristan yang sudah masuk kedalam mobil


"Apa kau takut? " Tristan bertanya lembut menatap wajah Hanin yang menundukkan pandangannya


"Kau takut karena aku pernah menyakitimu? maafkan aku yang dulu sayang " ucap Tristan mengangkat dagu Hanin agar dia menatapnya


Tatapan Hanin sendu sepertinya dia benar benar takut ketika Tristan marah marah, Tristan mencium kening Hanin lalu Kenzo yang ada di pangkuan Hanin


"Hari ini dan seterusnya aku berjanji tidak akan menyakitimu lagi" Tristan berdialog sendiri seraya mengusap kepala serta membelai wajah Hanin


"Tersenyumlah jangan tunjukan wajah ketakutanmu, aku tidak sanggup melihatnya" sedikit senyum terbit di wajah Hanin meskipun matanya sedikit berair


"Kita pulang" Hanin lagi lagi hanya mengangguk


Cup


Satu kecupan mendarat di bibir Hanin kini wajahnya memerah, entah kenapa sikap lembut yang di berikan Tristan membuatnya tersipu malu


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Tuan.. nona Yasmine kabur, melihat rekaman CCTV rumah sakit Yasmine dan bayinya di bawa seorang laki laki yang menyamar sebagai dokter"


"Bagaimana bisa? " pekik Janu


"Cari wanita itu sampai ketemu, jangan biarkan dia lolos, hari ini aku pulang" lanjut Janu lalu mematikan sambungan teleponnya


"Sial.. kenapa dia bisa lari" umpat Janu


Hari itu juga Janu pulang untuk mengurus semua kekacauan yang di buat Yasmine, Akhirnya semua yang dia simpan selama ini bisa dia ungkapkan


"Jika saja kau menuruti kata kataku agar menjauhi Tristan kejadian seperti ini tidak akan terjadi" gumam Janu

__ADS_1


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Setelah pulang dari rumah sakit Tristan langsung pergi karena di telepon oleh kakeknya sementara Hanin tinggal di rumah, Hanin baru sempat menonton televisi setelah menidurkan Kenzo dan memasak bersama suster


"Apa itu kekasih tuan? ahh.. maksudnya mantan kekasih tuan? " tanya suster yang ikut menonton acara gosip


"Hhmmm.. aku tidak menyangka dia selicik itu" jawab Hanin


"Wajahnya saja sepertinya operasian, wanita ini benar benar jahat" ucap Suster


"Kenapa kau bisa tahu wajahnya operasi? " tanya Hanin


"Aku tahu hanya melihat bentuknya saja, dia kalah cantik dari anda yang jelas cantiknya alami"


"Kau menghiburku? cukup baik aku terhibur" ucap Hanin sambil terkekeh


"Apa yang tuan lihat dari wanita seperti itu? pakaiannya saja terbuka, andaikan dia sebuah kue dia pasti banyak di kerubungi lalat" ucap suster


"Ya.. dan salah satu lalatnya adalah majikanmu" ucap Hanin lalu tertawa


Suster menatap wajah Hanin yang duduk di sampingnya, baru kali ini dia melihat wajah cantik Hanin tertawa begitu lepas


"Kenapa kau menatap istriku seperti itu? dan siapa yang kau sebut lalat sayang? " Kedatangan Tristan membuat suster dan Hanin terkejut


Suster kabur setelah pamit dan kini menyisakan Hanin yang duduk sendiri di sofa, Hanin bergeser ketika Tristan mendekatinya


"Kenapa menjauh sayang? kemarilah aku hanya ingin memelukmu" Tristan menarik pinggang Hanin menyandarkan kepalanya di dada Hanin


"Ini semakin empuk" cicitnya sambil menekan nekan kepalanya di dada besar Hanin


"Aku merindukanmu" ucap Tristan semakin memeluk Hanin menyembunyikan wajahnya di ceruk leher sang istri


"Tapi aku tidak" Hanin kabur berlari menuju kamar


"Sayang.. aku tidak akan melepaskanmu malam ini" teriak Tristan


"Si gila ini apa tidak punya malu? jelas jelas di rumah ini ada orang lain" gerutu Hanin seraya masuk ke kamar


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Bruukkk


Bayu menabrak seorang wanita ketika baru saja keluar dari restauran, tiba tiba wanita tersebut bersembunyi di balik tubuh Bayu seperti orang ketakutan


"Kemana larinya wanita itu? "


"Cepat sekali larinya" dua pria berbadan tinggi sepertinya mencari wanita tersebut


Bayu membuka jasnya untuk menutupi kepala wanita tersebut lalu membawanya pergi menuju mobilnya


"Sudah aman" ucap Bayu

__ADS_1


"Terimakasih tuan dan maaf saya sudah merepotkan" ucapnya


"Tidak sama sekali, kalau begitu aku permisi" ucap Bayu, langkahnya terhenti kalau pria pria itu datang kembali dan meneriaki wanita tersebut


"Woi jangan lari... " teriak mereka


Wanita itu kembali berlari sementara Bayu yang hendak bertanya malah dia tarik tangannya dan lari bersama, di tengah kebingungan akhirnya Bayu ikut berlari karena tangannya di tarik


"Hah.. hah.. sekarang kemana? " ucap wanita tersebut dengan nafas tersengal


"Hei kenapa kau mengajakku berlari? " tanya Bayu


"Ehh.. kenapa kau juga malah mengikutiku? " wanita tersebut malah balik bertanya


"Woi.. berhenti kalian" mendengar teriakan mereka Bayu refleks menarik tangan Wanita tersebut ke celah dinding yang gelap


Bayu mengungkung wanita tersebut di dinding dengan tatapan yang tidak lepas memandang dua pria di luar sana, wanita tersebut memandang wajah Bayu yang berjarak sangat dekat


Deg deg deg


"Mereka sudah pergi, aku akan mengantarmu pulang" ucap Bayu


Wanita itu tak merespon dia hanya menatap wajah Bayu tanpa berkedip, Bayu melambaikan tangannya di hadapan wanita tersebut


"Apa kau baik baik saja? " tanya Bayu agak keras membuatnya tersentak


"Ahh.. ya kau bilang apa tadi? "


"Aku akan mengantarmu pulang"


"Tidak usah tuan, terimakasih sudah membantu dan maaf merepotkan anda kembali" ucapnya


"Aku akan mengantarmu, jika mereka kembali mengganggumu aku khawatir kau tidak bisa kabur lagi"


"Baiklah, maaf aku kembali merepotkan anda"


"Sudah berapa kali kau meminta maaf? apa kau tidak bosan? " tanya Bayu


"Aku tidak tahu harus mengatakan apa lagi" lirihnya


"Siapa namamu? " tanya Bayu


"Aku.. aku.. " Lidahnya terasa kelu walau hanya menyebutkan namanya


"Aku apa? apa kau tidak punya nama? atau kau amnesia? " goda Bayu


"Tidak.. tidak.. aku.. "


"Ahh.. kenapa susah sekali" gumamnya memalingkan wajah kearah jendela mobil


"Apa yang ada di luar sana lebih menarik di banding diriku? " goda Bayu membuatnya semakin merona

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan vote


🌺🌻🌹🌷 kebun othor dengan bunga


__ADS_2