
Olivia duduk di tepi pantai membiarkan kakinya di sapu deburan ombak, Kenzo duduk di sebelahnya memegangi es kelapa
"Apa kau senang? " Tanya Kenzo, Olivia tersenyum seraya mengangguk
"Apa baby juga senang? ibumu masih tidak mau bicara, menurutmu apa yang harus ayah lakukan? " Kenzo tidur di pangkuan Olivia sesekali mengecup perut Olivia
"Kenapa? " Kenzo duduk menghadap Olivia menghapus air mata Olivia
"Apa kau masih membenciku? Apa yang harus aku lakukan agar kau mau memaafkanku? "
"Apa aku harus di hukum disini? atau aku harus menari? " Kenzo mengangkat sebelah kakinya seraya memegangi kuping lalu dia menari bakal seorang balerina membuat Olivia terkekeh
"Atau aku harus pergi ke tengah laut? " Olivia menggelengkan kepalanya
Kenzo berlari ke tengah laut membuat Olivia panik apalagi ketika Kenzo mengepakkan tangannya, Olivia berlari ke tengah laut berteriak memanggil nama Kenzo yang hilang di telan ombak
"Kakak... kau di mana kak? "
"Kenzo.. kau dimana? jangan tinggalkan aku"
"Kenzo... kembali.. aku juga mencintaimu.. Kenzo" teriak Olivia menatap kesana kemari mencari Kenzo
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Rai termenung memikirkan kata kata yang di ucapkan pria yang selama ini dia anggap ayahnya, pantas saja Luis tidak pernah mencurahkan kasih sayangnya pada Rai dan ibunya
Rupanya masih ada wanita lain di hatinya bahkan kehadiran ibunya selama belasan tahun tidak berharga sama sekali di banding wanita yang sudah meninggalkannya
"Kenapa kau dan ibu angkatmu bisa memporak-porandakan hati pria pria yang mencintaimu? kalian seperti bidadari yang di dambakan, kehadiran kalian membuat pria pria ini menggila" gumam Rai
Dia tidak bisa menyalahkan Hanin karena sejatinya ibu angkat dari wanita yang dia cintai tidak bersalah, mereka sudah hidup bahagia hanya ayahnya saja yang tidak bisa melupakannya sampai bertahun-tahun
"Ayah.. jika bukan anakmu, lalu aku anak siapa? siapa bajingan yang tega meninggalkan ibuku? "
Pikiran Rai ingin mengetahui siapa ayah biologisnya namun jika bertanya pada ibunya dia takut ibunya akan terluka, cukup selama ini Luis yang selalu membuat ibunya menangis diam diam
"Aaaarrrgghhhh... brengsek.. bajingan.... " Teriak Rai penuh kekesalan dan kekecewaan
Rai mencoba menghilangkan beban pikirannya dengan berjalan di pantai, namun bukannya mengobati kekecewaannya dia malah menemukan hal yang membuatnya hatinya semakin perih
Bagaimana tidak, dia melihat Kenzo menggendong Olivia menuju tepi pantai dengan baju basah kuyup, Kenzo tertawa sementara wajah Olivia cemberut namun Kenzo terus menggodanya dan mencium Olivia sesekali
__ADS_1
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Aku memaafkanmu.. kau tidak perlu melakukan ini.. Kenzo.. hiks.. hiks"
Tiba tiba saja Kenzo muncul dari bawah memeluk Olivia sambil tertawa, Olivia masih tidak berhenti menangis dia benar-benar takut di tinggalkan sendiri disana
"Kau mencintaiku.. hhmm? Kau selalu lucu saat sedang panik" Olivia mendorong tubuh Kenzo dan berjalan menuju tepi pantai
"Kau mencintaiku? katakan sekali lagi" Kenzo mengangkat tubuh Olivia dan berjalan menuju tepian pantai
"Kau mencintaiku, bukan? ayolah katakan sekali lagi, jika tidak aku akan menciummu" Olivia masih diam dengan wajah kesalnya
"Oh.. kau mau aku cium terus? baiklah, nikmati saja" Kenzo menciumi Olivia sambil tertawa sendiri
"Sudah..sudah aku malu" Ucap Olivia turun dari gendongan Kenzo berjalan lebih dulu
"Kau bicara? katakan sekali lagi, aku mencintaimu Kenzo.. ayolah" Kenzo mengejar Olivia merangkul bahunya
"Aku tidak mencintaimu, aku membencimu" gerutu Olivia
"Bukankah itu kebalikannya? aku tau kau juga mencintaiku, bukan? "
Kenzo menghadang Olivia dan menyentuh kedua bahunya tanpa berbicara hanya memandang wajah Olivia, Tangis Olivia semakin pecah ketika bertatapan dengannya
"Tapi aku tidak tahu sejak kapan perasaan ini muncul, aku membencinya, aku tidak ingin mencintaimu" ucap Olivia seraya menyandarkan dahinya ke bahu Kenzo
Kenzo tersenyum memeluk erat tubuh Olivia, dia memaklumi jika Olivia masih marah padanya namun mendengar Olivia mencintainya itu menjadi perasaan yang luar biasa yang pernah dia rasakan
Kenzo memang memiliki perasaan lebih dari sekedar kakak dan adik pada Olivia sedari dulu, namun dia berpikir mustahil karena mereka saudara kandung
Maka saat mengetahui kebenarannya tentang Olivia dia berniat membuat Olivia menderita dan terikat dengannya agar tidak ada laki-laki lain yang mendekatinya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Tidak ada nona, tuan muda dan nona Olivia pergi jalan jalan" ucap suster saat Cassandra datang ke rumahnya
''Aku belum sempat menjenguknya, bagaimana keadaannya? " tanya Cassandra
"Silahkan masuk nona" akhirnya Cassandra masuk dan suster menceritakan semuanya tentang keadaan Olivia
"Jadi separah itu? Kasihan sekali" Cassandra merasa menyesal tidak ada di samping Olivia ketika dia membutuhkan support dari orang orang terdekatnya
__ADS_1
"Tapi sekarang setelah menjalani terapi berkali kali sepertinya Nona Olivia sudah tidak takut dengan tuan muda, mereka sering menghabiskan waktu bersama jika tidak pergi ke kantor dan kuliah"
"Syukurlah... Besok aku kembali lagi, aku ada urusan dengan nenek ku" ucap Cassandra
"Ya silahkan kembali besok, hati hati nona"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Sayang kau dari mana saja? " langkah Rai terhenti
"Ibu aku akan pergi ada yang harus aku urus" ucap Rai
"Kau pergi kemana? apa yang akan kau kerjakan di luar sana? jangan tinggalkan ibu sendiri"
"Ibu tidak memiliki siapapun lagi selain dirimu, jangan tinggalkan ibu" Ibunya memegangi tangan Rai agar tidak pergi
"Ibu bersalah padamu nak, jika saja ibu tidak melakukan kebodohan itu mungkin kau tidak akan terluka sekarang, ibu terlalu memaksa untuk bersama Luis.. maafkan ibu" mendengar tangisan ibunya Rai menjadi luluh, memang benar hidup ibunya sudah begitu kesepian selama ini memiliki keluarga yang tidak harmonis
"Istirahatlah bu, aku tidak akan pergi kemanapun"
"Temani ibu" Rai tahu keadaan ibunya benar-benar sedang terpuruk, Rai duduk di kursi di samping tempat tidur ibunya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Kenzo memindahkan Olivia yang tertidur dari mobil ke kamar mereka, Kenzo ikut berbaring menatap wajah tenang Olivia ketika tidur
Kenzo mencium bibir Olivia lalu seluruh bagian wajahnya membuatnya terusik, Olivia mengusap wajahnya yang terasa basah tanpa membuka matanya, setelah beberapa kali di lap Kenzo kembali mencium wajahnya lagi hingga basah
"Apa yang kau lakukan? aku mengantuk" Olivia mendorong wajah Kenzo
"Aku ingin sebuah ciuman sebelum tidur" ucap Kenzo
"Tidak.. " Olivia mendorong wajah Kenzo agar menjauh
"Hanya ciuman aku janji" Kenzo memeluk erat tubuh Olivia agar tidak dapat kemana pun
Kenzo mencium lembut bibir Olivia lama membuatnya kehabisan nafas, Olivia memukul punggung Kenzo karena tidak kunjung melepaskan bibirnya
"Aku merindukanmu.. sangat sangat merindukanmu, maaf untuk segalanya, aku tidak akan mengulangi kebodohanku" Kenzo kembali mencium bibir Olivia dengan saling memeluk
Keduanya tidur saling berpelukan setelah Kenzo puas mencium Olivia habis habisan, Kenzo menepati janjinya dia hanya mencium Olivia tidak melakukan lebih dari itu
__ADS_1