kesalahan satu malam

kesalahan satu malam
Ciuman pertama


__ADS_3

"Terimakasih sudah mengantarku pulang" ucap Olivia yang baru saja turun dari motor


"Jangan lupa nanti malam"


"Aku usahakan, hati hati " Olivia melambaikan tangannya saat Rai mulai membelokkan motornya


Sepasang mata menatap tajam di ambang pintu membuat senyuman gadis itu memudar, dia menundukkan kepalanya seraya meremas ujung tangannya sendiri


"Siapa dia? " pertanyaan keluar dari mulutnya dengan dingin


"Teman sekelasku" lirih Olivia


"Teman sekelas atau pacar? " Olivia dengan cepat menggeleng


"Hanya teman"


"Aku sudah katakan padamu jangan dekat dengan sembarang pria, mereka bisa menyakitimu"


"Aku hanya berteman, apa itu salah? jangan mengekangku lagi pula aku sudah cukup dewasa" Jawab Olivia tanpa menatap wajahnya


"Cukup dewasa? baiklah, jika sesuatu terjadi padamu jangan mencariku" ucapnya lalu pergi meninggalkan Olivia


"Kakak bukan begitu.." Olivia mengejar Kenzo namun dia lebih dulu masuk dan mengunci pintu kamarnya


"Kakak.. aku minta maaf, kau sendiri yang menyuruhku pulang lebih dulu, kau yang tidak menjemputku, bukan salahku menerima ajakannya" Olivia berdiri di depan pintu kamar Kenzo yang tertutup


"Kakak buka pintunya"


Olivia lama berdiri di depan pintu sambil mengetuk pintunya, merasa kasihan dengan adiknya yang berada di luar akhirnya Kenzo membuka pintunya


"Apa? " tanya Kenzo dingin


"Maaf.. jangan marah" Olivia mengerucutkan bibirnya


"Aku sudah memaafkanmu, dengar.. aku melakukan ini untuk kebaikanmu karena tidak selamanya pria bersikap baik padamu itu benar benar tulus ada kalanya mereka hanya memasang perangkap agar bisa menjerat kalian"


"Iya aku dengar.. maafkan aku"


"Sudah sana buatkan aku mie instan" titah Kenzo


"Aku akan membuatnya setelah kau tersenyum padaku" Kenzo tersenyum terpaksa


"Itu tidak tulus, lakukan seperti ini" Olivia menarik kedua sudut bibir Kenzo agar membuat lekukan di bibirnya


Kenzo malah menggigit jari telunjuk Olivia sampai dia menjerit, melihat adiknya meringis membuat Kenzo tertawa


"Kau suka sekali membuatku menderita, liat bekas gigimu ini sakit" gerutu Olivia menunjukkan bekas gigi Kenzo yang berbekas di jarinya


"Bukan kah kau ingin melihatku tersenyum? kali ini aku melakukannya lebih" ucap Kenzo sambil tertawa


"Tidak begini juga" sungut Olivia

__ADS_1


"Cepat buatkan aku mie instan" Kenzo mendorong pelan punggung Olivia agar segera keluar dari kamarnya


"Pedas tidak? "


"Seperti biasa saja"


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Ayah aku sudah di mall, kapan ayah menjemputku? " tanya Cassandra saat menelpon ayahnya


"Aku tunggu di tempat makan yang kemarin" Cassandra melanjutkan langkahnya menuju sebuah restauran


Bruk


"Maaf" Cassandra menabrak seseorang hingga barang barangnya berhamburan


"Nyonya apa anda baik baik saja? maaf aku harus segera pergi ayahku sudah menunggu" Cassandra menyerahkan belanjaan wanita tua tersebut yang sudah dia masukan kembali ke dalam paper bag


Wanita itu tak menjawab atau pun mengambil tas belanjanya dia masih menatap lekat wajah Cassandra, Akhirnya Cassandra mengambil tangannya dan menaruh tasnya ke tangan wanita tersebut


"Sekali lagi maafkan aku nyonya, aku harus pergi ayahku sudah menunggu" Cassandra pergi karena handphonenya terus berdering pertanda ayahnya menelpon


"Gadis itu kenapa mengingatkanku pada Bayu? " lirih Iriana dengan mata berkaca kaca


"Sudah selesai? kenapa? " Suaminya bertanya tanya kenapa sangat istri menangis dengan tatapan kosong


"Ada apa denganmu? "


"Mereka akan baik baik saja, Bayu terbiasa mandiri dia akan mampu menjaga anaknya seorang diri" suaminya merangkul pundak istrinya dan membawanya pergi


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Biar saya bantu nona"


"Tidak perlu Sus lagi pula ini sudah selesai" jawab Olivia sambil tersenyum


"Nona tidak biasanya makan mie instan"


"Ini untuk kak Kenzo dia ingin aku yang memasaknya"


"Ada yang bisa saya bantu lagi? "


"Aku hanya meninggalkan perabotan kotor bisakah suster mencucinya? " Olivia seperti biasa meminta sesuatu dengan mengedipkan ngedipkan mata bulatnya


"Biar Suster yang urus" sejak dulu suster tidak pernah keluar dari pekerjaannya dia merawat Olivia dan Kenzo bersama Hanin sampai mereka dewasa


"Mereka tumbuh terlalu cepat " gumam suster seraya tersenyum menatap punggung Olivia yang perlahan menjauh


"Aku sudah membuatkanmu mie instan, setelah ini bantu aku mengerjakan PR" Olivia menghampiri Kenzo yang sedang duduk di karpet seraya bermain handphone


"Iya" singkat Kenzo yang masih fokus pada handphonenya

__ADS_1


Olivia mengira Kenzo tidak akan menyadari jika dia menaruh banyak cabai di bawah mienya, namun perkiraannya salah karena Kenzo sudah menyadarinya sejak awal


"Buka mulutmu" titah Kenzo sontak saja Olivia menutup mulutnya dengan tangan


"Kenapa? kau yang membuatnya bukan? "


"Aku tidak suka mie instan" jawab Olivia seraya berdiri hendak kabur


Kenzo ikut berdiri lalu memeluk pinggang Olivia dan membelitkan kakinya di atas pangkuan Olivia yang duduk karenanya, Saat Olivia kesulitan bergerak Kenzo membuka mulut Olivia dengan paksa dan menyuapi nya dengan mie instan rasa cabai


Setelah mienya masuk Kenzo baru melepaskannya sontak saja Olivia berlari ke dapur untuk memuntahkan makanan di mulutnya ke wastafel, Kenzo tertawa melihat adiknya yang tidak bisa makan pedas terkena jebakannya sendiri


"Masih kepedasan? " tanya Kenzo yang menghampiri adiknya ke kamar


Olivia sedang mengompres bibirnya dengan minuman kaleng dingin, Olivia menatap dengan ekor matanya menunjukkan wajah sinis


"Kau marah? "


"Tidak" singkat Olivia


"Aku sudah menghabiskannya, aku tidak pernah membuang masakan yang kau buat walaupun rasanya hambar terkadang juga asin" mendengar itu Olivia semakin mendelik


"Pergi sana, untuk apa kau kemari" ketus Olivia


"Ohh.. jadi kau tidak membutuhkanku? apa PR mu sudah selesai? kau tidak bisa meminta tolong pada ayah dan ibu karena mereka baru pulang besok" Hanin dan Tristan memang selalu pergi bersama jika ada pekerjaan ke luar kota atau keluar negeri


"Bagaimana masih membutuhkanku atau tidak? " tanya Kenzo memastikan


"Baiklah kau tetap disini, kerjakan semua PR ku" Olivia meraih tasnya dan menaruh buku buku dengan kasar di atas ranjang


Saat Kenzo mengerjakan semua PR nya Olivia malah bermain handphone sambil senyum senyum sendiri, Kenzo menutup buku terakhir dia menatap kesal Olivia lalu merampas handphonenya


"Hei.. itu privasi" Olivia merebut kembali handphonenya dan terjadilah saling tarik menarik diantara mereka


"Kau tidak memperhatikan apa yang aku jelaskan dan malah asik bermain handphone"


"Bukan begitu, kembalikan handphoneku"


"Tidak mau.. aku sudah lihat kau berbalas pesan dengan pria itu sambil tersenyum seperti orang gila"


"Aku hanya membahas tugas sekolah"


"Kau berbohong"


"Tidak " Kenzo menariknya kuat hingga Olivia terjatuh di atas tubuhnya, bibir keduanya saling menempel membuat mereka salah tingkah


"Ini ponselmu, lain kali kerjakan PR mu sendiri" ucap Kenzo seraya pergi keluar


Olivia masih mematung memegangi bibirnya dengan wajah memerah, dia sangat malu karena mencium bibir kakaknya sendiri


"Ciuman pertamaku, kenapa kakakku ? " lirihnya

__ADS_1


Olivia mengacak rambutnya frustasi begitu pun Kenzo yang berjalan mondar mandir di kamarnya, dia merasa malu jika harus bertemu dengan Olivia lagi


__ADS_2