kesalahan satu malam

kesalahan satu malam
Berniat kabur


__ADS_3

"Olivia... " Kenzo menarik tangan wanita tersebut membuatnya terkejut


"Saya bukan orang yang anda maksud" wanita tersebut membuka maskernya


"Maaf.. saya salah mengenali orang" Ucap Kenzo


Kenzo kembali ke mobilnya dan melaju ke rumah sakit, Kenzo memikirkan kemungkinan kemana Olivia bisa pergi sementara dia tidak punya uang


"Aku akan menemukanmu" Gumam Kenzo


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Apa ada gadis yang tinggal di rumahku? " Suster menelpon tetangganya


"Tidak ada siapapun yang datang, rumahmu masih terkunci"


"Apa? Lalu kemana perginya nona Olivia" Gumam Suster


"Apa yang kau katakan? "


"Ahh.. tidak ada, kalau begitu aku tutup teleponnya"


Suster terus mencoba menghubungi nomor telepon Olivia namun masih saja tidak bisa di hubungi, dia benar-benar khawatir karena Olivia tidak pernah pergi jauh sebelumnya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Olivia berjalan mengendap keluar kamar sepertinya ruangan itu adalah ruangan khusus, hanya ada tiga kamar di ruangan itu lalu ada satu pintu sepertinya itu adalah pintu keluar yang terbuat dari besi


Ketika Olivia hendak membuka pintu besi tersebut sebuah tangan menyentuh bahunya membuatnya terkejut, Ternyata itu adalah Yasmine yang melihat bayangan Olivia keluar dari kamarnya


"Jangan keluar dari kamarmu berbahaya" ucap Yasmine


"Kenapa? apa kalian akan mengurung ku selamanya disini? "


"Tidak nak.. tapi keluar dari kamar adalah pilihan yang salah" jawab Yasmine


"Aku tahu pintu ini pintu keluar bukan? jangan halangi aku" Olivia menepis tangan Yasmine

__ADS_1


"Olivia masuk ke kamarmu seseorang datang" Yasmine menahan pintu besi tersebut


"Tapi.. "


"Cepat pergi" bentak Yasmine, Olivia segera masuk ke dalam kamarnya namun sedikit mengintip di balik pintu


Beberapa pria dan wanita seksi masuk ke sebuah kamar Juga ada dua pria yang membawa Yasmine ke kamar satunya lagi, Olivia sekarang tahu tempat apa yang dia tinggali saat ini


"Bagaimana ini.. aku takut" gumam Olivia seraya bersandar di pintu


Olivia menangis ketakutan dia bukan akan kecil lagi dia mengerti tempat macam apa yang di tinggali ibunya, dia juga sangat paham fungsi rantai di kaki ibunya


"Bagaimana cara membebaskannya? handphoneku hilang, uangku juga hilang" Olivia memeriksa tasnya


Olivia menangis menyandarkan tubuhnya di samping ranjang menutupi wajahnya, Dia merasa hidupnya selalu berakhir tragis


Pada tengah malam Yasmine baru mengantarkan makanan ke kamar Olivia, Tubuhnya terlihat pucat karena tidak pernah terkena sinar matahari


Penderitaannya selama ini tidak pernah tampak di wajahnya yang selalu dihiasi make-up, Senyum selalu dia berikan pada Olivia meski terkadang matanya berkaca-kaca


"Kau belum tidur? Kau lapar ya? maaf ibu baru sempat memberimu makan" ucap Yasmine


"Katakan sekali lagi, kau memanggilku apa? " Wajah Yasmine berbinar mendengar Olivia memanggilnya ibu


"I.. ibu"


"Boleh ibu memelukmu sayang? " Olivia mengangguk


Keduanya menangis saling memeluk kerinduan Yasmine selama ini sudah terobati, Anak yang selama ini dia rindukan akhirnya dapat menerimanya


"Maafkan ibu sayang, ibu penyebab semua kehancuran di hidupmu.. Tahukah kau sayang? ibu selalu merindukanmu setiap saat, ibu menyesal telah melakukan hal bodoh sepanjang hidup ibu"


"Kebencian ibu pada Hanin membuat ibu gelap mata, Ibu selalu menginginkan apa yang dia miliki namun pada akhirnya ibu selalu tidak bisa mengalahkan Hanin, sekarang ibu merasa bersalah padanya dia sudah merawatmu dengan baik hingga sebesar ini"


"Ibu bukan ibu yang baik, ibu ingin selalu bersamamu namun berada di sini bukan pilihan terbaik sayang" Lanjut Yasmine


"Di luar sana tidak ada tempat untukku bu.. Aku ingin kita pergi bersama" Yasmine menggeleng

__ADS_1


"Tidak sayang, Ibu harus tetap disini agar mereka tidak mengejarmu"


"Tapi kau akan menjadi bulan bulanan pria itu bu"


"Pria itu adalah ayahmu nak, memang salah ibu yang tidak pernah bersyukur mendapatkan Tristan dan menjalin hubungan dengan ayahmu di belakangnya" Lirih Yasmine, penyesalan demi penyesalan dia rasakan namun semuanya sudah terlambat


"Ibu Hanin memang wanita yang baik dia tidak pernah memarahi kami sedari kecil, tidak pernah membedakan antara aku dan kakakku tapi... setelah Kakakku tahu jika aku bukan adik kandungnya sikapnya berubah dia tidak pernah sehari saja tidak menyiksaku, dia mengatakan itu belum sepadan dengan apa yang di rasakan ibu Hanin dulu" Yasmine kembali menangis merasa bersalah karena dirinyalah Olivia menderita


"Ibu benar-benar minta maaf sayang" Olivia mengusap bahu Yasmine lembut


"Dengarkan ibu dan jangan membantah, kau harus secepatnya pergi dari sini" Yasmine memberikan sejumlah uang dari dalam bajunya


"Ambil ini.. uang ini memang hasil pekerjaan kotor ibu tapi ibu tidak bisa memberi apapun selain ini" Yasmine selalu meminta tips pada setiap pelanggan dan menyembunyikannya dari Frederick


"Ibu juga harus pergi"


"Tidak.. Ibu dari dulu memang ingin pergi tapi demi dirimu ibu tetap bertahan, pria bajingan itu selalu mengancam akan menjadikanmu seperti ibu, maka dari itu kau harus pergi dari sini"


"ibu akan menganggap hidup disini adalah balasan atas apa yang ibu perbuat selama ini, kembalilah ke rumah Hanin kakakmu menyayangimu dia hanya sedang dikuasai emosi" Olivia hanya diam ketika Yasmine menyuruhnya kembali ke rumah Hanin


"Sebenarnya dia sekarang sudah menjadi suamiku, aku tidak bisa menahan lagi dia selalu menyiksaku tapi aku tidak bisa mengatakannya pada ibu dia sering sakit sakitan akhir akhir ini"


"Kalau begitu pergilah ke tempat yang kau anggap aman, sekarang kita harus pergi" Yasmine menarik tangan putrinya seraya mengambil tasnya


"Ibu tunggu.. handphoneku hilang" Ucap Olivia


Olivia dan Yasmine Keluar dari pintu besi itu dan masuk ke ruangan Frederick untuk mengambil handphone Olivia, Setelah menemukan handponenya Olivia di bawa Yasmine menyelinap diantara para penjaga yang tidur di ruangan tempat club malam


Yasmine sudah membuka pintu keluar namun Frederick menyadarinya dan terbangun dari tidurnya setelah mendengar rantai di kaki Yasmine


"Mau kemana kau? " Frederick memegangi tangan Olivia yang berjalan di belakang Yasmine


"Lepaskan anakku.. lepaskan dia" Yasmine memukuli Frederick


Tiga penjaga lainnya terbangun dan berhasil membawa Olivia dan Yasmine ke kamar yang semula di tempati Olivia, Olivia di ikat dan Yasmine di pukuli habis habisan oleh Frederick di hadapan Olivia


Olivia menjerit jerit memanggil ibunya bersamaan dengan jeritan Yasmine yang kesakitan, setelah Yasmine terkapar Frederick meninggalkan mereka begitu saja dan mengunci pintunya

__ADS_1


Olivia hanya menangis saat tidak bisa membantu ibunya yang terkapar tak berdaya dengan tubuh lebam, Olivia berusaha membuka ikatannya dengan sekuat tenaga hingga Tangannya terluka terkena tali tambang yang melilit pergelangan tangannya


"Ibu... ibu bangun.. hiks.. hiks... ayah ibu aku ingin pulang" di tengah rasa putus asanya Olivia teringat pada Hanin dan Tristan yang selalu merawat dan melindunginya sepenuh hati


__ADS_2