
"Hai cantik"
"Kenapa wajahmu ketus? "
"Ternyata siswa sekolah sebelah"
"Aku tidak tahu ada wanita secantik dirimu disana" seorang pemuda mencolek dagu Olivia
"Jangan bersikap kurang ajar" bentak Olivia
"Woaahh.. gadis cantik yang galak" ketiganya tertawa
"Minggir sialan" Olivia menabrak tubuh mereka yang menghalangi jalan
"Mau kemana? kau tidak ingin bermain terlebih dulu bersama Kami? "
"Apa kalian tidak tahu itu rumahku? kalian akan habis jika kakakku melihat kalian" Ancam Olivia, menunjuk rumah besarnya di sebrang jalan
"Benarkah? ternyata dia anak orang kaya"
"Apa kita culik saja? "
"Lepaskan aku brengsek" Olivia Olivia berontak saat tangannya di pegangi
"Kemana security di rumahku? apa dia tidak lihat CCTV? " batin Olivia
"Aku akan melaporkan hal ini pada kakakku" pekik Olivia
"Silahkan, kami akan membuat kakakmu babak belur"
"Sialan kalian berandalan cepat lepaskan aku" kaki Olivia menendang dan menginjak kaki mereka satu persatu
"Arrrggghhh dasar sial" saat Olivia berhasil lepas dia hendak berlari namun ranselnya berhasil di tahan
Mereka menampar wajah Olivia juga memaksa menarik seragam Olivia hingga kancingnya berhamburan, dari kejauhan mereka melihat mobil melaju
Ketiganya kabur meninggalkan Olivia yang menangis tersedu berlari masuk ke dalam rumah, keadaan sepi bahkan ternyata security sedang tidur tidak ada yang melihat kejadian tersebut
Ternyata mobil yang tadi datang adalah mobil Kenzo dia hanya melihat Olivia berlari ke dalam rumah, Kenzo penasaran kenapa adiknya tidak kunjung keluar akhirnya menyusulnya ke kamar
"Olivia? " Kenzo menyembulkan kepalanya kedalam kamar Olivia namun tidak ada orang
"Kau di dalam? " Kenzo membuka pintunya terdengar isak tangis Kenzo mencari asal suara tersebut
Ternyata Olivia menangis memeluk kakinya sendiri di sela sela lemari, Kenzo berlutut mensejajarkan tubuhnya dengan Olivia
"Hei kau kenapa? apa ada yang menyakitimu? " tanya Kenzo, namun Olivia masih tidak menjawab dia menenggelamkan wajahnya di antara kedua lututnya
"Keluarlah bicara denganku, ada apa denganmu? " Kenzo menarik kaki Olivia hingga keluar dari persembunyiannya
__ADS_1
"Urus saja urusanmu sendiri, ini semua gara gara kau" pekik Olivia tangisnya semakin menjadi
"Kenapa aku? ada apa denganmu? " Olivia mengangkat kepalanya, bekas tamparan masih terlihat memerah di pipi Olivia
"Siapa yang melakukan ini padamu? " sorot mata Kenzo jadi menyeramkan
"Pergi sana aku tidak membutuhkan dirimu" Olivia mendorong Kenzo
"Ada apa denganmu? "
"Gara gara kau tidak menjemputku semua ini terjadi, kau berpura-pura sakit padahal kencan dengan seorang wanita , untuk apa kau bertanya Seolah kau perduli padaku? "
"Aku tidak berkencan kita hanya kebetulan bertemu, cepat katakan siapa yang melakukan ini padamu? " Kenzo mengguncang bahu Olivia
Olivia melepaskan tangannya yang mencengkram kedua sisi seragamnya untuk menepis tangan Kenzo, barulah Kenzo menyadari bahwa seragam Olivia juga di robek membuat area dadanya terpampang jelas
"Kurang ajar, aku akan mencarinya sendiri" dengan kemarahan Kenzo beranjak pergi dari kamar adiknya
"Kau pikir akan mudah menemukan mereka yang sudah kabur? " batin Olivia
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Bibi dan paman baru saja sampai? " tanya Cassandra saat Hanin dan Tristan berada di rumahnya
"Ya.. kami langsung kesini saat tiba di bandara, kau menanyakan soal nenek dan kakekmu kemarin? kenapa baru sekarang kau menanyakan mereka? " tanya Tristan
"Kemana ayahmu? "
"Ayah ada pertemuan bisnis malam baru pulang" jawab Cassandra
"Katakan pada ayahmu , kau akan menginap di rumahku "
"Baiklah" Cassandra meminta izin untuk menginap di rumah Tristan
"Aku akan mempertemukanmu dengan kakek dan nenekmu disana"
"Sayang apa itu tidak apa apa? aku khawatir Bayu akan marah" ucap Hanin
"Tidak apa apa Bibi aku yang akan bicara pada ayah nanti" Cassandra meyakinkan Hanin
Akhirnya ketiganya sampai di rumah Tristan, di halaman rumah sudah ada sebuah mobil mobil yang terparkir, Iriana dan suaminya segera datang setelah Tristan memberi kabar bahwa cucu mereka ingin bertemu
Mendengar suara pintu terbuka Iriana yang sedang duduk berbalik, matanya berkaca kaca melihat gadis dengan rambut sebahu yang mirip dengan Vera
"Bibi.. ini cucumu" ucap Tristan
Air mata Iriana berlinang menatap gadis yang tersenyum ketir menatap wanita tua tersebut, Iriana berjalan tergopoh mendekati Cassandra
"Cucuku" tangan Iriana terulur menyentuh wajah Cassandra
__ADS_1
"Ya aku cucumu.. kau membuat aku kehilangan ibuku"
DEG
Tangan Iriana terjatuh begitu saja mendengar kata yang di ucapkan cucunya yang baru dia temui, Tristan dan Hanin saling memandang dari mana Cassandra tahu hal hal seperti itu
"Sayang kau tidak boleh bicara seperti itu" sergah Hanin
"Bibi aku tahu sekarang kenapa aku tidak memiliki ibu dan kenapa ayah tidak ingin bertemu orang tuanya, aku membaca buku catatan ibu dan ayah di ruang kerja ayah"
"Awalnya aku berpikir ayah sudah keterlaluan pada nenek tapi sekarang aku tahu nenek pantas mendapatkan semua ini, aku ingin bertemu denganmu hanya ingin menanyakan satu hal, apa kau puas dengan hasil kerja kerasmu ? kau membuat seorang suami kehilangan istrinya dan seorang anak kehilangan ibunya, terimakasih" Cassandra berlari ke kamar Olivia lalu menguncinya
"Kau kenapa? kau menangis? " tanya Olivia saat melihat CCassandra yang berkaca kaca bersandar di pintu
"Tidak.. mana ada aku menangis, kau sudah selesai? aku ingin memakai kamar mandi mu" Cassandra bergegas masuk ke dalam kamar mandi
Olivia mengernyit melihat Cassandra yang jelas jelas hampir menangis, Olivia penasaran akhirnya keluar kamar dan melihat Iriana menangis duduk di lantai di tenangkan oleh Hanin
"Dia sudah tau? " batin Olivia
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Ketika Kenzo pergi dia pergi melihat rekaman CCTV dia menandai tiga pemuda yang mengganggu adiknya, sepanjang menelusuri jalan dia mengamati setiap orang yang dia lihat
Pandangannya terkunci pada sekelompok pelajar yang masih menggunakan seragam, Kenzo menghentikan mobilnya lalu turun di hadapan mereka
Tanpa basa basi Kenzo menarik salah satu dari mereka dan menghadiahkan bogem mentah di wajahnya, Pemuda yang lain berdiri namun Kenzo memperingati mereka
"Diam di tempat kalian, aku tidak punya urusan dengan kalian" Kenzo menghempaskan tubuh pemuda yang sudah berdarah-darah
Kenzo menarik dua pemuda selanjutnya dan terjadi baku hantam diantara mereka, melihat temannya kalah telak oleh Kenzo Pemuda yang lain ikut menghajar Kenzo
"Kalian melecehkan adikku sialan, sekali lagi kau melakukannya aku tidak akan segan segan membunuh kalian" Kenzo meludah darah yang mengalir di sudut bibirnya di hadapan lalu pergi
Langkah besar Kenzo masuk ke dalam rumah , Olivia yang berada di lantai atas melihat Iriana kini melihat kakaknya memegangi rahang dan segera berlari turun
"Kenzo apa yang terjadi padamu? " tanya Hanin khawatir
"Ada masalah kecil "
"Tidak perlu sepanik itu, pria terkadang harus menghadapi perkelahian" ucap Tristan
"Kau ini tidak khawatir sama sekali anaknya terluka" Hanin memukul bahu Tristan
"Kakak apa yang terjadi padamu? " Olivia berlari menghampiri Kenzo seraya menangkup wajahnya
"Jangan marah lagi, aku sudah mengatasi mereka" ucap Kenzo membuat Olivia mundur seketika
Jangan lupa like komen vote dan beri author bunga 🌺🌻🌹🌷🌼🌻
__ADS_1