
Sepanjang di pemakaman Bayu tak hentinya menangis bahkan sampai prosesnya selesai, Bayu memeluk nisan yang bertuliskan nama Vera
Tristan berada di tengah tengah antara Hanin dan Bayu dia menepuk bahu Bayu dan memeluk Hanin berusaha menenangkan mereka, di rumah Iriana gelisah dia merasa takut dengan ucapan Bayu yang tidak akan pernah menginjakkan kakinya lagi di rumah itu jika sesuatu terjadi pada Vera dan bayinya
Di tengah derasnya hujan Bayu kembali dengan tubuh basah kuyup, dia tidak menoleh pada orang tuanya yang berada di sofa menunggu kepulangannya
Bayu langsung pergi ke kamar dan kembali keluar dengan kopernya sontak saja Iriana terbangun dari duduknya, Iriana menahan Bayu yang menyeret kopernya tanpa berkata sepatah kata pun
"Bayu kau mau kemana nak? jangan tinggalkan ibu"
"Biarkan aku pergi bersama kepergian istriku, ibu bisa menganggapku sudah mati" Iriana menangis seraya menggeleng
"Tidak nak.. maafkan ibu"
"Aku sudah memaafkanmu, sekarang biarkan aku pergi mencari ketenangan"
"Nak tenangkan dirimu, ibumu memang bersalah ayah mohon jangan pergi kau anak kami satu satunya lagi pula anakmu butuh perawatan khusus"
"Aku sudah menyiapkan semuanya dia akan di rawat Sebaik-baiknya, aku pergi" Bayu melanjutkan langkahnya
"Nak setidaknya katakan kemana kau pergi? " ucap ayahnya
"Aku tidak akan mengatakannya, jangan khawatirkan aku" Bayu benar-benar pergi dengan mobilnya
"Kejar dia.. kejar dia" Iriana histeris meminta suaminya mengejar Bayu
"Biarkan dia pergi menahannya hanya akan membuat dia semakin marah, sesali perbuatanmu yang membuat anakmu pergi" ucap suaminya melepas pegangan Iriana di tangannya
Iriana menangis menatap kepergian suami serta anaknya yang meninggalkannya, Iriana berlari masuk ke dalam mobil berniat mengejar Bayu
Iriana mengira Bayu masih ada di rumah sakit untuk mengambil anaknya namun ternyata dia sudah pergi, entah secepat apa dia mengendarai mobilnya sampai secepat kilat dia menghilang, Iriana kehilangan jejak Bayu dan bayinya dia benar-benar menepati perkataannya untuk pergi
"Kenapa kalian meninggalkanku, kenapa aku harus seperti ini" Iriana merutuki kebodohannya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Sayang.. kau baik baik saja? " Tristan membawa makanannya ke kamar
"Kenapa secepat ini dia pergi? " gumam Hanin bibirnya bergetar menahan tangisnya
"Hidup manusia sudah di atur yang maha Kuasa, kau tahu? Bayu sudah pergi membawa bayinya"
"Kemana? kenapa dia pergi? "
"Dia ingin menenangkan diri, Bayu orang yang sulit jatuh cinta namun ketika dia mencintai seseorang cintanya tidak akan main main jadi wajar saja dia kecewa dengan ibunya dan memilih pergi"
__ADS_1
"Aku tidak percaya bibi melakukan itu, dia wanita yang lemah lembut"
"Bibi memang wanita yang baik namun dia paling tidak suka dengan wanita yang selalu berhubungan dengan banyak laki laki"
"Tapi kali ini dia keterlaluan"
"Aku tahu.. sekarang dia pasti sedang merenungi kesalahannya, makanlah" Tristan mengulurkan sendok yang di isi makanan
Hanin menerima suapan dari Tristan lalu mengambil sendok tersebut dan bergantian menyuapi suaminya, entah harus merasa beruntung atau tidak Hanin mendapatkan suami seperti Tristan
Kesakitan yang dulu di torehkan oleh Tristan berganti kebahagiaan bertubi-tubi, Hanin di jadikan ratu oleh Tristan dalam kehidupannya
Keluarga mereka bahagia dengan dua anak yang mulai tumbuh dewasa, Tristan kini menerima Olivia seperti anaknya sendiri melimpahkan kasih sayang yang sama dengan Kenzo
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Bertahun tahun berlalu
Di negara lain Bayu hidup berdua dengan putrinya yang beranjak remaja, putri yang cantik sangat mirip dengan ibunya
Mereka hidup bahagia berdua meskipun tanpa sanak saudara disana, Cassandra gadis yang periang sekarang dia bisa mengurus ayahnya yang selalu sibuk dengan pekerjaannya
"Ayah letakkan laptopnya makan dulu" Gadis itu mengulurkan roti ke bibir ayahnya yang masih mengetik sesuatu
Drrt drrt drrt
"Halo kak, apa kabar? "
"Benarkah? congratulations.. aku ikut bahagia"
"Rencananya ayahku akan kembali setelah pekerjaannya disini selesai, ya.. dia di pindahkan jadi kita akan bertemu lagi"
"Aku harus berangkat sekolah, baiklah sampai berjumpa"
Cassandra menjawab panggilan telepon dari Olivia dan Kenzo, selama ini Tristan beserta keluarganya tahu keberadaan Bayu namun tidak mengatakannya pada siapa pun bahkan jika ada waktu mereka sering mengunjunginya Bayu dan Cassandra
Bertahun-tahun pula Iriana merindukan anak semata wayangnya yang tak pernah ada kabar bahkan dia menyewa orang untuk mencari keberadaannya namun hasilnya nihil
"Kenapa kau marah selama ini? " lirih Iriana menatap foto Bayu semasa muda
Rambut yang sudah memutih serta kulitnya yang keriput setiap hari hanya duduk di halaman depan menunggu kepulangan anaknya seraya menatap gambar dalam bingkai foto
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Ibu tolong.. " Olivia berlari bersembunyi di belakang Hanin
__ADS_1
"Kemari.. aku akan membuat perhitungan dengan mu" Kenzo berusaha meraih Olivia yang terhalang tubuh Hanin
"Kalian ini kenapa selalu saja ribut? " Hanin memisahkan kedua anaknya
"Dia mengambil chargerku bu" Kenzo mengadu
"Aku hanya pinjam, dia pelit sekali"
"Pinjam boleh tapi, ibu lihat ini dia merusaknya" Kenzo memperlihatkan chargernya yang putus
"Aku tidak sengaja, sungguh.. maafkan aku"
"Beli lagi saja Ken" ucap Hanin
"Ibu jangan membelanya, ini sudah charger ke tiga yang dia rusak"
"Lalu aku harus bagaimana? apa aku harus memperbaikinya? lebih mudah jika kau beli yang baru" sergah Olivia dengan cepat
"Kali ini kau bisa lepas, awas saja nanti" Kenzo berbalik hendak meninggalkan ibu dan adiknya, namun saat ibunya lengah Kenzo menjitak kepala adiknya
"Ibu... " pekik Olivia, Kenzo tertawa sambil berlari ke kamarnya lalu mengunci pintu
Hanin hanya menggeleng melihat kelakuan Kenzo dan Olivia yang terkadang bertengkar sampai berguling-guling dan saling mengejar namun kadang keduanya juga sangat akur dan lengket seperti perangko
"Kerjakan tugas sekolahmu" titah Hanin, Olivia berjalan ke kamarnya namun saat melewati kamar Kenzo dia menggebrak pintunya dengan keras
"Mereka seperti kucing dan tikus" gumam Hanin
Ketika makan malam sedang berlangsung pintu rumah mereka di ketuk, suster membukakan pintu seorang gadis cantik dengan rambut sebahu berlari memeluk Olivia dan Kenzo yang sedang duduk dari belakang
"Cassandra.. "
"Surprise.. kami baru saja sampai" Cassandra memeluk Hanin lalu Tristan
"Kalian tidak mengatakan akan datang hari ini, padahal kalian bisa memintaku untuk menjemput kalian di bandara" ujar Tristan
"Kami sengaja ingin membuat kejutan, apa kabar kalian? " tanya Bayu
"Kami baik.. duduklah kita makan bersama"
Mereka makan bersama penuh canda tawa saat Cassandra menceritakan cerita lucu saat di sekolah maupun di rumah saat merawat ayahnya yang ke lewat sibuk
Jangan lupa like komen dan vote
juga beri dukungan lainnya
__ADS_1