kesalahan satu malam

kesalahan satu malam
Kasih sayang tulus


__ADS_3

Dua tahun berlalu


Kehidupan bahagia di jalani Olivia namun tidak dengan Cassandra, semenjak kepergian Rai dia tidak pernah membuka hatinya untuk pria lain


Malam ini langit begitu indah berhiaskan bintang dan bulan purnama sempurna, Cassandra duduk di teras depan rumahnya menatap langit


Bayu baru saja keluar dan duduk di samping Cassandra menariknya kedalam pelukan, Cassandra tersenyum mendongak menatap wajah ayahnya


"Ayah belum tidur? "


"Bagaimana ayah bisa tidur jika putri ayah masih berada di luar? " Jawab Bayu


"Disini sejuk... lihat bintang bintang itu, apakah ibu ada diantara bintang disana? " Cassandra menunjuk langit


"Entahlah... bisa jadi ibumu ada diantara bintang yang paling terang"


"Aku ingin ibu ada disini bersama kita, sepertinya aku akan menjadi orang yang paling bahagia" Cassandra memeluk ayahnya


"Jangan bersedih.. Ibumu tidak akan senang jika melihatmu seperti ini" Bayu mengelus kepala Cassandra


"Apa kau tidak punya kekasih? " tanya Bayu


"Tidak" Jawab Cassandra seraya menggeleng


"Pantas saja" Ledek Bayu


"Pantas saja apa? ayah juga tidak memiliki istri" ledek Cassandra


"Itu berbeda.. ayah memilikimu, Sebenarnya bukan masalah besar mencari seorang istri tapi ayah juga ingin mencari seorang ibu.. Ayah takut istri ayah tidak bisa menjadi ibu yang baik untukmu"


"Kenapa tidak di coba lebih dulu? " tanya Cassandra


"Karena ayah tidak ingin mencobanya, kau sendiri kenapa masih menunggu pemuda itu? "


"Ayah ini bicara apa? siapa yang menunggu dia" Jawab Cassandra


"Tanpa kau bicara ayah sudah tahu, kau anak ayah apapun yang kau mau, apapun yang kau pikirkan ayah tahu"


"Ayah seorang cenayang? kenapa tidak membuka praktek saja" ucap Cassandra seraya tertawa


"Hei.. kau meledek ayah? " Cassandra hanya terkekeh


"Ayah serius.. kau masih muda, jangan menyia-nyiakan hidupmu untuk satu orang nak, buka hatimu jalan yang panjang menantimu" lanjut Bayu


"Aku tidak ingin mencari, aku akan menunggu seseorang yang meyakinkan untuk aku Terima"


"Hah... kau akan kesepian jika seperti ini" ucap Bayu


"Tidak... aku punya banyak teman, memangnya ayah sendiri tanpa teman"


"Kau ini senang sekali mengejek Ayah" Bayu menjepit kepala Cassandra di ketiaknya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Mamamaaaaa.. maaa"


"Kenapa lagi sayang? " Olivia menghampiri anaknya yang menangis


"Kau ini kenapa malah asik bermain game? kau tidak mendengar anakmu menangis? " Gerutu Olivia

__ADS_1


"Sayang lagi pula dia memanggil mu, Aku ada disini tapi dia tidak memanggilku"


"Astaga.. jadi jika aku pergi beberapa hari kau tidak akan menenangkannya karena dia tidak memanggilmu? kau ini keterlaluan sekali" Olivia marah marah


"Maafkan ayah sayang.. kau mau bermain? " Kenzo meletakkan stik gamenya dan beralih menghadap anaknya


"Terlambat" Olivia mengangkat gadis kecil itu dan membawanya pergi


"Sayang.. mau kemana? "


"Bukan urusanmu" Jawab Olivia


"Ya sudah" Kenzo kembali bermain membuat Olivia geram


Terdengar suara mobil di hidupkan lalu menjauh dari halaman rumah, Kenzo segera berdiri dan berlari keluar dari rumah


"Siapa yang pergi? " tanya Kenzo


"Nona Olivia membawa nona muda pergi" Jawab Sopir


"Kenapa kau tidak mengantarnya? "


"Nona tidak mau tuan muda" Jawabnya


"Dia mengatakan pergi ke mana? tanya Kenzo


" Tidak.. Nona Olivia membawa tas kecil sepertinya perlengkapan nona muda"


"Kemana dia pergi? " Gumam Kenzo


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Gadis cantik... kau ingin main bersama aunty? " Cassandra mengambil anak Olivia


"Sebenarnya aku akan pergi bersama teman-temanku, tapi itu tidak penting.. aku akan tetap di rumah jika ada si gadis cantik" Jawab Cassandra


"Tidak biasanya kau pergi sendiri? " tanya Cassandra


"Aku kesal dengan Kenzo, semakin kesini dia semakin menyebalkan"


"Kenapa lagi? " Tanya Cassandra


"Dia asik bermain game padahal Natasya menangis di sampingnya, dan kau tau dia mengatakan apa? "


"Apa? " Tanya Cassandra


"Dia membiarkan Natasya karena dia memanggilku bukan memanggilnya, menyebalkan sekali.. bagaimana jika aku tidak ada di rumah apa dia akan membiarkan anaknya menangis sampai aku datang? "


"Kalian selalu meributkan hal hal kecil" Cassandra menggelengkan kepalanya


"Dia saja yang menjengkelkan, Aku ingin sekali mencekiknya"


"Apa kau ingin menjadi janda? Kau di tinggal Kenzo main saja sudah seperti cacing kepanasan apalagi di tinggal mati" ledek Cassandra


"Kau ini.. " Olivia tersipu


"Halah... drama pasangan muda" Ucap Cassandra seraya pergi membawa anak Olivia


"Sayang... Kau membuatku khawatir" Kenzo baru saja sampai di rumah Cassandra

__ADS_1


"Mau apa kau kemari? bukankah kau masih bermain? " ketus Olivia


"Sayangku... Aku hanya bercanda saja, kau terlalu serius" Kenzo duduk di samping Olivia lalu memeluknya


"Haishhh.. lihatlah ayah dan ibumu, sebentar marah, sebentar mesra, sebaiknya biarkan mereka kita main berdua saja" Cassandra dan Natasya mengintip dari balik pintu


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Aku akan pulang.. aku ingin menetap disana"


"Bagaimana dengan sekolahmu? kau tinggal melanjutkan beberapa tahun lagi disana"


"Ibu Hanin akan pulang, aku akan ikut bersama mereka"


"Sebesar itukah kasih sayangmu padanya? padahal dia bukan bagian dari keluarga kita, kau sama sekali tidak memiliki hubungan darah dengannya"


"Memang.. tapi kasih sayangnya untukku begitu tulus, dia menyayangiku seperti menyayangi anaknya sendiri, bersama ayah dan ibu angkatku aku merasakan seperti apa kasih sayang yang sesungguhnya"


"Baiklah terserah kau saja, sampaikan salam grandma pada mereka"


"Ya.. grandma jaga kesehatan, setelah aku kembali aku yang akan merawat grandma"


"Ya.. pulanglah, grandma merindukanmu"


Rai memutuskan sambungan teleponnya dengan sang nenek, setelah itu handphonenya kembali bergetar saat sebuah pesan masuk


Ibu peri


"Ibu membuatkan makanan kesukaanmu, cepatlah kita sarapan bersama"


Me


"Baiklah bu.. aku kesana sekarang"


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Sayang.. lusa ibu pulang, bagaimana jika kita mengadakan pesta kecil kecilan? "


"Boleh.. kau atur saja" Jawab Kenzo


"Undang keluarga saja dan kerabat dekat untuk makan bersama, bagaimana? "


"Bagaimana baiknya saja" Lagi lagi Kenzo menjawab tidak antusias sementara matanya terus menatap gadgetnya


"Apa kau tidak senang ibu kembali? kenapa responmu seperti itu? kau selalu mengabaikan aku jika aku bicara, aku tidak akan bicara denganmu lagi" Olivia marah lalu tidur membelakangi Kenzo


"Sayang.. bukan begitu, kenapa kau selalu marah marah akhir-akhir ini? " Kenzo ikut berbaring memeluk istri dan anaknya sekaligus


"Jangan marah.. aku akan membuat acaranya seperti yang kau inginkan, bagaimana? " Olivia hanya diam saja


"Sayang... kenapa diam? bicaralah" Kenzo mengecup telinga Olivia beberapa kali


"Aku harus bagaimana? cintaku.. Kau ingin aku melakukan sesuatu? "


"Baiklah... diam tandanya iya" Kenzo menarik Olivia kedalam dekapannya


"Kau ini gampang sekali marah, maaf.. aku tidak akan mengulanginya" Kenzo memeluk Olivia dan mencubit pelan hidungnya


Olivia hanya diam saja dengan wajah cemberutnya namun lagi lagi Kenzo menggodanya, Kenzo menurunkan tali dress di lengan Olivia namun Olivia kembali menaikkannya

__ADS_1


Kenzo menaikkan ujung dressnya dan Olivia menurunkannya begitu seterusnya, ketika Kenzo menyingkap makan Olivia akan menutupnya


Kenzo terkekeh memeluk Olivia erat, menggoda istrinya adalah hal paling menyenangkan bagi Kenzo


__ADS_2