
"Aku seharusnya tahu hal ini akan terjadi.. tidak seharusnya aku menunggumu selama dua tahun ini, seperti apapun kak Olivia sekarang kau bahkan tidak bisa melupakannya sedikitpun" Isak tangis Cassandra pilu mengendarai mobil sambil menangis
"Apa artinya meyakinkan hatimu yang kau katakan dulu? apa ini? apa ini yang kau yakini? kau tidak bisa melupakan kak Olivia seumur hidupmu?
Cassandra mengendarai mobilnya dengan kencang hingga saat lampu merah dia menerobos jalan dan hampir bertabrakan dengan mobil lain, Cassandra tersadar dan menoleh kebelakang untuk memastikan mobil itu baik baik saja
Namun saat dia kembali menatap kedepan sebuah truk besar berada dekat dengan mobilnya, Cassandra yang panik membelokkan mobilnya dengan cepat hingga mobilnya hilang kendali dan menabrak pohon di ujung tanah yang terjal
Beruntung ada pohon yang menahan mobilnya jika tidak Cassandra bisa di pastikan terjun bebas dengan mobilnya, kendaraan yang berlalu lalang satu persatu mulai berhenti membantu mengeluarkan Cassandra dari sana
Firasat buruk Bayu muncul saat melihat kerumunan orang di tepi jalan, dia membelah kerumunan untuk melihat apa yang sedang mereka kerumuni
Cassandra tergeletak bersimbah darah memenuhi wajahnya, Bayu hanya mengenali gaun dan mobil yang tidak jauh dari tubuh Cassandra yang tergeletak
" Cassandra.... sayang bangun nak.. Cassandra ini ayah" Bayu menangis dia mengguncang tubuh Cassandra dengan kepanikan
Cassandra tersenyum membuka sedikit matanya meskipun berat, Bibir Cassandra perlahan terbuka hendak mengucap sesuatu
"A.. aaa.. aku.. ba.. ik.. baik.. sa... ja.. " kalimat itu yang susah payah dia katakan sebelum kesadarannya hilang
"Cassandraaaaaaa...." Bayu menangis histeris memeluk putri semata wayangnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Jelaskan apa maksudnya ini? " Olivia tidak habis pikir dengan apa yang di katakan Rai
"Kita Saudara, kita mempunyai ayah yang sama namun ibu yang yang berbeda"
"Tidak.. tidak mungkin" Olivia menggelengkan kepalanya
"Aku akan menceritakan semuanya" Rai menuntun tangan Olivia untuk membawanya duduk
"Jangan sentuh istriku" Kenzo menepis tangan Rai
"Aku lupa kakak ipar ada disini" ucap Rai dengan wajah mengejek
"Siapa yang kau sebut kakak ipar? aku tidak mau menjadi kakak iparmu" ketus Kenzo
"Terserah.. tapi kenyataan tidak bisa di pungkiri " ucap Rai
Setelah semua orang duduk Rai mulai menceritakan bagaimana dia bisa tahu dan sepanjang pencariannya mencari ayah kandungnya
Penjelasannya di bantu Hanin dan Tristan yang selama dua tahun ini bersama Rai, bahkan mereka sudah menganggapnya seperti anak mereka sendiri
"Begitulah... jadi kau adalah kakakku, kita mempunyai ayah yang sama" Olivia berkaca-kaca, ternyata bukan hanya dia yang di telantarkan ternyata bukan hanya dia yang kisah hidupnya menyedihkan
__ADS_1
"Jangan menangis kak, sekarang aku ada disini, siapapun yang menyakitimu akan berhadapan denganku" ucap Rai tapi tatapan matanya mengarah pada Kenzo
"Kenapa kau menatapku? apa maksudmu aku menyakiti kakakmu? cih.. dasar sial" umpat Kenzo
"Memangnya kau sebaik apa? kau jangan lupa pernah memaksa kakakku hingga keponakanku hadir di dunia ini" karena cekcok diantara keduanya Hanin dan Tristan pergi membawa cucunya
"Heh.. kau juga jangan lupa, kau pernah berciuman dengan kakakmu sendiri.. menjijikkan" hardik Kenzo
"Itu karena aku tidak tahu, untung saja aku tidak menikahinya" celetuk Rai
"Kau harus berterimakasih padaku karena menghentikan kisah cinta kalian"
"Tidak sudi... kenapa aku harus berterimakasih pada bajingan sepertimu? aku lebih ingin kakakku menikah dengan pria yang lemah lembut dan pengertian bukan pemaksa sepertimu" hardik Rai
"Jaga bicaramu atau aku akan menjahit mulutmu"
"Aku tidak takut"
"Sudah.. sudah.. jangan bertengkar" Olivia menengahi keduanya
"Jadi kau bukan anak kandung paman Luis? tanya Olivia
" Bukan" Rai menggelengkan kepala
"Jadi kau anak haram? " celetukan Kenzo membuat Olivia menatapnya dingin tanpa bicara
Mata Kenzo tidak sengaja bertemu mata Olivia dan dia menyadari sesuatu, Kenzo memeluk Olivia berusaha menjelaskan
"Sayang.. bukan begitu, maafkan aku" Pelukan tangan Kenzo di tepis Olivia lalu bergeser menjauh
"Sayang.. dengarkan aku "
"Matilah kau" ucap Rai mengejek Kenzo yang di tinggalkan Olivia
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Keluarga Hanin baru mendapatkan kabar Cassandra mengalami kecelakaan saat paginya, Saat mereka menjenguk ke sana Cassandra masih dalam keadaan tidak sadarkan diri
Luka di kepala serta leher menggunakan penyangga juga kakinya yang terdapat retakan hingga harus menjalani operasi kecil, Bayu benar benar terpukul melihat keadaan putri semata wayangnya
"Semoga dia cepat sadar... jangan bersedih dia akan lebih bersedih melihatmu seperti ini" Tristan menepuk bahu Bayu yang tak hentinya menangis
"Bagaimana keadaannya nanti? Aku takut terjadi sesuatu padanya"
"Percayalah.. Cassandra gadis yang kuat, tidak akan terjadi apapun padanya" ucap Hanin
__ADS_1
"Paman yang sabar.. Cassandra bukan gadis yang lemah"
Setelah berada disana cukup lama berada di rumah sakit keluarga Hanin pun pulang, Olivia memberitahu keadaan Cassandra pada Rai
Setelah mendengar kabar Cassandra dari Olivia kini Rai sudah berada di rumah sakit, Rai masuk ke dalam ruangan Cassandra yang sedang tidak ada orang saat itu
Rai menatap wajah Cassandra yang terdapat beberapa luka goresan kecil juga perban di kepalanya, Rai duduk seraya menggenggam tangan Cassandra
"Hei.. bangunlah.. aku ingin bertemu denganmu sejak lama, kenapa kau pergi semalam? "
"Aku Sudah meyakinkan hatiku, setelah kau sadar aku akan mengatakan perasaanku padamu jadi sadarlah" lanjut Rai
Tangan Cassandra mulai bergerak perlahan matanya juga terbuka lemah, Cassandra mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan
"Kau sudah sadar? aku akan panggil dokter" ucap Rai
"Siapa kau? " Rai menghentikan langkahnya ketika mendengar pertanyaan Cassandra
"Kau tidak mengenalku? sungguh? " Rai kembali mendekat kearah Cassandra
"Siapa aku? kau pasti becanda bukan? "
"Tidak.. bisa tolong katakan siapa kau? dan dimana aku? " Cassandra tampak kebingungan
"Cassandra.. kau bercanda? "
"Cassandra? siapa Cassandra? siapa aku? dimana aku? " Cassandra sedikit tidak terkendali saat tidak bisa menginap siapa dirinya
"Namamu Cassandra... aku Rai.. kau ingat? "
"Rai? Rai? akkhh... kepalaku.. kepalaku sakit'' Cassandra memegangi kepalanya
" Cassandra kau kenapa? " Rai menenangkan Cassandra
Tiba tiba saja pintu terbuka Bayu begitu marah melihat kehadiran Rai disana, Bayu mencengkram baju Rai dan menyeretnya keluar
"Pergi dari sini, aku sudah mengingatkanmu sebelumnya tapi kau tidak juga mengerti, jangan mempermainkan perasaan anakku" ucap Bayu penuh penekanan
"Tidak cukupkah dua tahun anakku menantimu? kau malah datang tak berperasaan memeluk istri orang lain, kau bajingan kecil enyahlah" lanjut Bayu
"Paman tidak.. bukan seperti itu dengarkan aku dulu"
"Pergi dan jangan kembali lagi.. jangan pernah menemui anakku" ucap Bayu lalu menutup pintunya dengan kencang
Rai benar-benar merasa bersalah pada Cassandra tentang apa yang terjadi selama ini, Rai tidak bermaksud menyakiti Cassandra namun apa yang terjadi padanya membuatnya tidak bisa berpikir tentang apapun
__ADS_1
Dia hanya ingin menenangkan diri dan memulihkan luka dihatinya, dia tidak menyangka jika Cassandra akan menunggunya sampai selama itu