kesalahan satu malam

kesalahan satu malam
Mabuk membawa petaka


__ADS_3

Andrew baru saja keluar dari kamar hotel tersebut ketika hendak mencegat taksi dia meraba sakunya ternyata handphonenya masih ada di kamar yang di huni Sashi, Andrew kembali ke kamar namun tidak berani masuk dia mengetuk pintu terlebih dulu


"Andrew aku tahu kau pasti kembali, kau juga mencintaiku bukan? maafkan perbuatanku tapi aku bersumpah padamu aku hanya melakukan ini padamu saja" Sashi langsung menubruk dan memeluk tubuh Andrew ketika membuka pintu


"Aku hanya ingin mengambil handphoneku" Andrew menjauhkan tubuh Sashi setelah mendapatkan handphonenya dia pergi begitu saja


"Apa aku yang bertahun tahun menunggumu tidak ada artinya sama sekali di banding Vio yang baru saja datang di kehidupanmu Andrew? apa seburuk itukah wajahku atau sifatku? aku hanya merasa gila saat aku menghadapimu, aku bisa saja mendapatkan banyak laki-laki hanya kamu yang aku mau tapi kenapa kamu bahkan tidak pernah menatapku " lirih Sashi seraya berjalan masuk menjatuhkan dirinya kasar ke ranjang


Andrew melamun saat di dalam taksi dia tidak habis pikir dengan apa yang di lakukan Sashi, dia tidak bisa menerima perasaan cintanya namun jika Sashi bersedia dia bisa menjadi teman tapi sepertinya Sashi selalu tidak bisa berpikir jernih menyangkut apapun tentang Andrew


"Hallo.. "


"Maaf Vio semalam kau pasti menungguku"


"Aku tidak bermaksud meninggalkanmu"


"Kau tidak apa apa semalam? benarkah? kita bertemu di kampus nanti"


"Ya.. " Andrew menelpon Vio


Saat dia menghidupkan handphonenya berapa puluh panggilan dari Vio, Andrew menjadi khawatir meninggalkan Vio di pesta semacam itu beruntung Vio pulang dengan selamat


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Tok.. Tok.. Tok..


Setelah Bayu pergi ke kantor pagi pagi karena ada meeting mendadak Vera hanya tinggal di apartemennya karena Bayu tidak memperbolehkannya keluar, Vera membuka pintu dia memasang wajah dingin saat melihat siapa yang ada di balik pintu


"Hai adik.. sepertinya hidupmu lebih baik sekarang, kau tidak mengundangku saat kau menikah bukankah aku keluargamu?"


"Aku tidak punya keluarga sepertimu, enyahlah dari sini kita sudah tidak memiliki hubungan keluarga" jawab Vera dengan ketus


"Aku akan pergi tapi sebelum itu kau harus memberiku uang, aku butuh dia puluh juta untuk membayar hutang"


"Apa? kau pikir aku bank seenaknya meminta uang? sudah cukup aku menanggung semua beban karena ulahmu, sekarang pergi dari sini sebelum aku memanggil satpam"


"Kau tidak mau memberiku uang? bagaimana jika keluarga suamimu yang terhormat tahu masalalu menantunya yang menjadi wanita malam" Vera memasang wajah garang

__ADS_1


"Jika kau macam macam aku akan melaporkanmu pada polisi, kau menjualku saat usiaku masih di bawah umur dan kau memaksaku menjual diri untuk melunasi hutang dan membiayai dirimu untuk bermain judi" ancam Vera


"Aku tidak takut, sekarang beri aku uang atau kau akan selesai sampai disinih"


"Tidak akan, aku juga sekarang tidak takut padamu suamiku akan mengejarmu jika kau berani macam macam" tiba tiba pria tersebut mencengkram erat kedua sisi wajah Vera


"Wanita sialan kau pikir aku takut? " pria tersebut memukul wajah Vera hingga Vera tersungkur di lantai


Sudut bibirnya mengeluarkan darah tangan Vera melindungi perutnya, ketika pria tersebut hendak memukul Vera kembali seseorang yang lewat menghentikan tangan pria tersebut


Di apartemen Bayu menjadi ramai orang yang menghentikan kakak Vera ketika hendak membawanya ke kantor polisi pria tersebut kabur, para wanita membangunkan Vera dan membawanya untuk di obati


"Kau tidak apa apa nona? " tanya seorang wanita


"Tidak.. Terima kasih sudah menolongku, aku mohon setelah ini kalian anggap saja tidak pernah tahu tentang hal ini jangan sampai suamiku tahu" ucap Vera pada mereka yang sudah menolongnya


"Tapi bukankah sebaiknya kau menghubungi polisi? "


"Tidak perlu aku akan menyelesaikannya sendiri, sekali lagi terimakasih"


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Saat Hanin sedang terlelap tengah malam pintu kamarnya di ketuk, suara suaminya terdengar parau mengetuk pintu


"Sayang.. kau tidur? buka pintunya"


"Hanin sayang.. buka pintunya, apa kau tidak merindukanku? "


"Sialan sepertinya dia mabuk" Hanin mengambil bantal serta selimut lalu membuka pintu


Benar saja mata Tristan memerah kancing bajunya terbuka setengah dengan rambut acak acakan, Hanin melemparkan bantal serta selimut yang di pegangnya ke wajah Tristan lalu menutup pintunya dengan keras


"Sayang aku ingin tidur bersamamu.. buka pintunya aku ingin memelukmu"


"Sayang malam ini dingin apa kau tidak mau menjadikan malam ini malam yang panas? "


"Hanin cintaku, sayangku, baby, sweetie temani aku tidur" Tristan terus meracau tidak karuan sampai akhirnya dia terdiam dengan sendirinya

__ADS_1


Hanin mengira Tristan tidur di sofa atau kamar tamu namun sebenarnya karena terlalu mabuk Tristan tertidur di depan pintu kamar Hanin, pagi pagi saat Hanin hendak membawa Kenzo keluar dia terkejut ketika tidak sengaja menendang Tristan


"Astaga.. si bodoh ini kenapa tidur disini? " Hanin beranjak pergi menitipkan Kenzo pada suster lalu kembali untuk membangunkan Tristan


Byur


Segelas air tumpah di wajah Tristan membuatnya langsung terbangun, tubuh Tristan menggigil kedinginan karena semalam tidur di lantai


"Sayang sepertinya aku sakit" ucap Tristan mengusap wajahnya lalu tangannya memeluk dirinya sendiri


"Sakit? kalau begitu pergi kembali ke club malam dan tidak usah kembali semoga sakitmu cepat sembuh" ucap Hanin lalu pergi meninggalkan Tristan


Hanin memang kesal pada Tristan dia tidak menunggu suaminya untuk sarapan, setelah selesai sarapan bahkan dia bermain dengan Kenzo dan Olivia namun setelah beberapa jam dia baru sadar suaminya tidak kunjung keluar kamar


"Titip mereka dulu aku mau lihat Tristan" Hanin beranjak dari duduknya


Ketika sampai di kamar Tristan berbaring meringkuk di bawah selimut, Hanin mendekatinya dan menyentuh kening Tristan yang sedang demam


"Panas sekali" Hanin kembali ke bawah membuatkan bubur untuk suaminya lalu kembali dengan bubur dan air hangat untuk mengompres


"Sayang dingin" lirih Tristan dengan tubuh menggigil


"Pakai ini" Hanin mengambil sweater dari lemari


"Aku ingin pelukan, cukup memelukmu aku sudah merasa lebih baik"


"Cepat bangun, pakai ini dan makan lalu minum obatmu jangan manja aku punya bayi yang harus di urus" Tristan mengerucutkan bibirnya saat Hanin memakaikannya sweater namun dengan kasar


Hanin juga menyuapi nya dengan cepat belum sempat Tristan menelan makanannya Hanin sudah kembali memasukan bubur ke mulut Tristan, sambil makan Hanin sambil mengompres kepala Tristan


"Cepat minum obatmu" Tristan makan dengan cepat berkat bantuan Hanin, setelah meminum obatnya Hanin membantu Tristan berbaring lalu meninggalkannya agar beristirahat


"Dia tidak kasihan padaku sama sekali, aku kira jika aku sakit dia akan memaafkan dan memanjakanku" lirih Tristan


Jangan lupa like komen dan voter bunganya juga ya


Jangan cuma baca doang kasih othor suport karena menghayal juga butuh tenaga 🤣

__ADS_1


__ADS_2