
***Like komen dan vote sayang....
Taburi bunga bunga juga ππΊπ»πΉπ·πΊπ»πΉπ·πΊπ»πΉ***
βKenapa kau melamun disini? " Tanya Janu pada sang istri
"Berita itu apakah benar? lalu bagaimana keadaan Hanin? " lirihnya
"Kau tenang saja di dunia hiburan memang banyak gimmick yang tidak bermutu untuk menaikkan popularitas salah satunya ini, keadaan Hanin baik sangat baik" Janu terpaksa berbohong pada sang istri dan memeluknya dari belakang
"Jangan terlalu berpikiran macam macam aku takut kesehatanmu terganggu, Jangan nyalakan TV lagi" Janu takut kesehatan mental istrinya yang baru sembuh kembali terguncang
"Tapi aku seperti mengenal wanita di televisi itu"
"Dia artis kau pasti sering melihatnya di TV "
"Bukan seperti itu aku seperti tidak asing di dunia nyata dengannya"
"Itu hanya perasaanmu saja, sudah buah jauh jauh semua yang mengganggu pikiranmu aku harus berangkat, istirahat yang cukup " Janu kemudian mencium kening sang istri
"Hei kau kemari, matikan semua TV di rumah ini" perintah Janu pada pelayanan di rumahnya
...π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯...
Di tempat yang berbeda Andrew juga sangat terkejut dia mengepalkan tangannya kuat kuat hingga kuku jarinya memucat, pagi pagi sekali dia pergi ke apartemen Tristan dan sangat kebetulan pagi itu Yasmine lebih dulu sampai disana
Tok tok tok
"Siapa? " Yasmine membukakan pintu karena Tristan sedang mandi
"Siapa kau? " tanya Yasmine
"Minggir j*l*ng" Andrew mendorong tubuh Yasmine hingga mundur beberapa langkah dan menerobos masuk
"Dimana kau brengsek keluar" teriak Andrew membuat suaranya menggema di seluruh ruangan
"Tristan brengsek, bajingan keluar" teriaknya lagi
"Hei bocah sinting siapa kau berani sekali memaki Tristan" Yasmine menarik tangan Andrew kebelakang namun di tepisnya
"Ada apa pagi pagi sudah teriak teriak? " Baru saja Tristan keluar dengan Bathrobe nya Andrew sudah menghajarnya membabi buta sampai Tristan tersungkur pun Andrew duduk di atas tubuhnya dan meninju wajahnya berkali-kali
"Lepaskan kekasihku bocah sinting " Mendengar itu Andrew bangkit dari atas Tristan dan menampar kedua pipi Yasmine membuatnya melotot sempurna
__ADS_1
"Siapa bocah gila ini" pekiknya memegangi keduanya pipinya yang memar
"Aku adik Hanindya juwita istri si keparat ini, pantas saja kakak ku kabur setelah ini jangan pernah menemui kakakku bahkan dalam mimpimu sekalipun" Andrew menunjuk dirinya lalu menunjuk Tristan yang hanya diam
"Kenapa kau diam saja, dia sudah menganiaya kita" sungut Hanin
"Aku memang bersalah, pulanglah Andrew aku akan menemukan kakakmu dan menebus semua kesalahanku padanya" ucap Tristan
"Dengan apa kau akan menebus dosa dosamu?munhkin kalian berdua mati saja dasar manusia laknat" ucapnya lalu pergi dan membanting pintu
"Anak kecil itu aku akan melaporkannya pada polisi" ucap Yasmine mengambil handphonenya
"Jangan coba coba atau pertunangan kita batal" ancam Tristan
"Tapi.. dia.. "
"Diam atau kau pergi dari sini dan lupakan pertanggung jawabanku untuk anakmu"
"Tristan kau tega melakukan ini padaku? "
"Pergi dari sini aku ingin ketenangan" usir Tristan
"Tapi Tristan aku akan menenangkanmu" Yasmin beralih mengusap bahu dan dada Tristan
"Aku bilang pergi" teriaknya membuat Yasmine gelagapan
"Suami kak Hanin? bagaimana bisa dia bertunangan dengan seorang artis? dan artis ini aku sepertinya familiar dengan wajahnya tapi dimana? " pertanyaan itu berputar di otaknya
Pantas saja Vio merasa tidak asing dengan sosok Yasmine karena dulu dia pernah merekam Yasmine di rooftop sebuah restauran bertengkar dengan seorang pria lalu mendorongnya hingga jatuh juga berusaha kabur dan mendorong seorang wanita
Yasmine yang melihat seorang anak remaja pemilik restauran itu merekam aksinya langsung mengejar Vio, setelah mendapatkan informasi tentang Vio dia mengancamnya menggunakan ibu Vio namun sayang ibu Vio malah terbunuh juga karena melindungi Vio yang tidak mau memberikan rekamannya
Saat Yasmine kabur setelah kejadian itu ibu Vio berpesan jangan pernah takut untuk memberi tahu kebenaran, laporkan pada polisi tentang Video itu namun ayah Vio yang sangat takut akan keselamatan ayahnya malah membawanya pergi setelah pemakaman istrinya. dan menutup restauran nya
Dan kini dia kembali karena urusan pekerjaan baru ayahnya. Hingga video itu masih aman tersimpan bersama Vio di rumah barunya, namun dia tidak bisa mengenali wajah Yasmine karena dia sudah melakukan beberapa oprasi plastik di wajahnya hingga orang yang hanya sekilas pernah melihatnya tidak akan menyadarinya
...π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯...
Hanin belum juga bangun dari tidurnya, semalaman dia tidak bisa tidur nyenyak entah karena dia terbiasa dengan pelukan Tristan atau pikirannya sedang kacau karena pertunangan suaminya itu
"Hanin kau masih belum bangun? " ucap Bayu seraya membuka tirai
"Eemmhh silau" Hanin mengerjapkan matanya
__ADS_1
"Ibu hamil harus bangun pagi dan tidur jangan terlalu larut, ini aku bawakan susu hamil untukmu dan sarapan" ucap Bayu seraya duduk di tepi ranjang sebelah Hanin
"Kau sampai repot repot Bayu, maafkan aku merepotkanmu aku akan membayarnya nanti setelah punya uang" ucapnya
"Membayar dengan apa kau pengangguran" goda Bayu
"Iya juga.. kalau begitu aku akan bekerja untukmu" Jawab Hanin
"Itu bisa diatur sekarang mandi sarapan dan minum susumu aku akan pergi ke kantor dan jika kau mau sesuatu telepon aku jangan keluar"
"Iya.. terimakasih Bayu kau baik padaku"
"Mamaku mengkhawatirkanmu, kau bagian dari keluarga kami sekarang aku setidaknya bisa bernafas lega kau ada di bawah pengawasanku"
"Apa tante tau? "
"Tidak, hanya aku yang tau kau disini. aku sudah memasukan nomor ponselku di telepon rumah kau tinggal menekan nomor satu nanti akan langsung terhubung"
"Baiklah, terimakasih dan hati hati" ucap Hanin seraya tersenyum
"Tristan kau akan menyesal menyia nyiakan istrimu" batin Bayu
Di Kantor semua staf di buat terkejut dengan kehadiran Janu yang mengumumkan Tristan di alihkan menjadi staf biasa seperti mereka, tidak ada perlakuan khusus dan tidak harus menghormatinya sebagai atasan. Tristan hanya pasrah tidak menjawab atau membantah apapun
"Ada apa ini? apa tuan sedang marah pada anaknya ? "
"Bagaimana ini harus bersikap bagaimana kita pada mantan bos?
" Oh Tuhan seorang anak Sultan tiba tiba jadi miskin"
"Bukankah dia bertunangan dengan artis? lalu bagaimana nanti dia mencukupi kehidupan artis yang glamour? "
"Apa kekasihnya akan bertahan dengannya? "
"Apa tuan Janu tidak setuju dengan hubungan mereka? "
Semua staf mulai berbisik bisik menebak apa yang sebenarnya terjadi pada ayah dan anak ini, Bayu sampai di kantor dan melihat mereka berkumpul lalu menerobos kerumunan orang
"Om ada apa ini? " tanya Bayu
"Bayu perusahaan ini aku ambil alih, dan Tristan hanya staf biasa sekarang jangan perlakuan dia seperti atasan kalian" ucap Janu
"Aku pikir om main main"
__ADS_1
"Aku tidak pernah main main dengan ucapanku, sekarang semua kembali bekerja dan tunjukan tempat kerja staf baru ini" setelah bicara Janu dan Bayu langsung pergi keruangan dirut
"Silahkan tuan sebelah sini" ucap salah satu staf senior disana"