kesalahan satu malam

kesalahan satu malam
Segala kebencian


__ADS_3

Sebelum lanjut membaca othor minta dukungannya dari kalian, jangan lupa like komen vote dan bunganya


Olivia berhasil membuka ikatan tangannya dan berlari menghampiri Yasmine, Olivia mengangkat kepala Yasmine ke pangkuannya


"Ibu.. bangun bu" Olivia menepuk pelan wajah Yasmine


Tubuh Yasmine terdapat banyak luka akibat kekerasan yang di lakukan Frederick, Yasmine mengerjapkan matanya


"Ibu.. " Olivia menangis memeluk Yasmine


"Jangan menangis... anak ibu gadis yang hebat, gadis yang kuat, lain kali kita akan berhasil" lirih Yasmine


"Tidak.. aku tidak akan mencoba kabur lagi, sudah cukup ibu di siksa olehnya"


"Justru kau harus pergi dari sini agar tidak bernasib seperti ibu, ibu akan mati dengan tenang jika hidupmu sudah bahagia" Yasmine membelai wajah Olivia


"Kalau pun aku pergi kita harus pergi bersama, aku akan membawa ibu pergi juga"


"Pergi kemana sayang? kalian memang wanita sial, aku sudah berbaik hati menampung mu dan tidak membiarkanmu melayani tamu seperti ibumu tapi kenapa kau memilih pergi? dasar tidak tahu di untung, mulai hari ini kau juga akan menjadi bagian dari mereka" Frederick menarik Olivia untuk membawanya pergi


"Tidak.. tidak.. jangan anakku, Dia juga anakmu sadarlah Fredrick dia sedang hamil" Yasmine memohon memeluk kaki Frederick


"Aku tidak peduli, kalian harus menghasilkan banyak uang"


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Kenzo menunggu Lola pulang di depan sekolah, dia yakin Olivia bersama Lola atau paling tidak dia di sembunyikan oleh Rai


"Lola" Kenzo menarik tangan Lola


"Ehh kak Kenzo.. kenapa kak? " tanya Lola


"Apa Olivia menemuimu? "


"Olivia? tidak sejak dia menghilang saat di konser malam itu" jawab Lola


"Apa terjadi sesuatu pada Olivia? " tanya Lola


Tanpa mengatakan apapun Kenzo pergi meninggalkan Lola yang berteriak memanggil Kenzo seraya berlari kecil menyusul Kenzo untuk menanyakan keadaan Olivia


"Kak.. tunggu.. Olivia kenapa? "


Ketika Kenzo berjalan dengan langkah besarnya menuju mobil tiba-tiba saja Rai menghadangnya menahan dada Kenzo dengan sebelah tangannya, Kenzo menatap tajam pada Rai begitupun sebaliknya


"Apa yang kau lakukan? menyingkir"


"Kak apa yang terjadi dengan Olivia? " Lola akhirnya bisa menyusul langkah Kenzo setelah di hentikan Rai


"Olivia pergi dari rumah" ucap Kenzo


"Apa? tapi kenapa? " Lola menarik tangan Kenzo agar menghadap kearahnya

__ADS_1


"Apa? jadi kak Olivia pergi dari rumah? " ucap Cassandra yang baru saja datang


"Bajingan.. apa yang kau lakukan sampai sampai dia pergi dari rumah" Rai mencengkram kerah baju Kenzo dengan tatapan membunuh


"Kau yang menyembunyikannya bukan? katakan dimana dia sekarang" Kenzo membalas mencengkram kerah baju Rai


"Brengsek.. kau menuduhku, apa yang kau lakukan padanya? aku akan membuat perhitungan dengan mu jika sesuatu terjadi pada Olivia" Rai memukul wajah Kenzo begitupun sebaliknya


Mereka saling memukul satu sama lain hingga di pisahkan oleh Cassandra dan Lola, Cassandra memeluk Kenzo dari belakang sementara Rai di peluk Lola


"Kalian kenapa sebenarnya? ada apa ini? aku tidak mengerti" Pekik Lola


Nafas keduanya memburu menahan amarah yang belum reda, Kenzo pergi begitu saja melihat orang orang menonton mereka


"Kak tunggu" Cassandra berlari menyusul Kenzo dan masuk tanpa permisi ke mobilnya


"Turun sekarang" titah Kenzo dingin


"Tidak.. antar aku pulang" ucap Cassandra


Akhirnya Kenzo mengantar Cassandra karena di tidak kunjung keluar dari mobil, Cassandra selalu melirik Kenzo yang hanya diam dengan rahang mengeras


"Kak apa yang kau lakukan pada kak Olivia? " tanya Cassandra, Kenzo menoleh sekejap lalu kembali menatap ke depan


"Aku tahu kalian sudah menikah, apakah itu yang membuat kak Olivia tampak sedih akhir akhir ini? "


"Apa kalian saling mencintai? " tidak satupun pertanyaan Cassandra di jawab oleh Kenzo


"Diamlah Cassandra, cepat turun atau aku akan menendangmu dari sini" Cassandra merasa takut juga melihat wajah Kenzo yang menatapnya tanpa ekspresi


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kenapa kau tidak pernah mengatakannya? " Tristan akhirnya tahu tentang penyakit Hanin


"Aku tidak ingin membebani kalian, aku rasa aku sanggup menanggung ini sendirian" lirih Hanin


"Lalu apa kau memang benar benar bisa menanggungnya? kau rapuh bukan? kau tertekan, kenapa kau tidak berbagi duka dan kepahitan hidupmu denganku? "


"Aku pikir bebanmu terlalu besar, kau harus bekerja belum lagi masalah anak anak, cukup bagiku menyimpannya sendiri" Tristan memeluk Hanin tak terasa air matanya berjatuhan di kepala Hanin


Tristan mengecup puncak kepala Hanin dia merasa bersalah sangat sangat bersalah selama ini tidak terlalu memperhatikan sang istri karena sibuk dengan pekerjaannya, Hanin mendongak menatap wajah Tristan yang berpaling ketika mata mereka bertemu


"Jangan menangis.. aku akan baik baik saja" Hanin meraih wajah Tristan dan mengusap air matanya


"Kenzo dan Olivia kenapa tidak kesini ya? apa mereka sudah tidak menyayangi aku lagi? " lirih Hanin


"Sebentar aku telepon mereka" Tristan menelpon Olivia dan Kenzo bergantian namun tidak di jawab


Dia juga menanyakan Olivia dan Kenzo pada pelayan di rumah mereka namun jawabannya tidak tahu karena Kenzo yang menyuruh mereka merahasiakan hal ini


"Kata bibi mereka ke luar dan belum kembali, mungkin Kenzo membawa Olivia jalan jalan" ucap Tristan

__ADS_1


"Syukurlah jika mereka baik baik saja" jawab Hanin


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Lepaskan aku.. lepaskan aku" Olivia berontak saat Frederick menyeretnya, Yasmine masih bersimpuh memegangi kaki Fredrick


"Menyingkirlah j*l*ng" Fredrick menendang Yasmine hingga terjengkang kebelakang


"Ikut aku.. kau akan menjadi barang mahal"


"Aku tidak mau ikut denganmu.. lepaskan aku.. lepaskan aku" tangan Olivia meraih apapun untuk berpegangan


Tangannya tidak sengaja meraih piring yang di atasnya terdapat sendok juga garpu, Tangan Olivia menggenggam sebuah garpu dan ingin menyerang ke arah Fredrick namun dia dapat menahannya


"Dasar j*l*ng sialan" Olivia masih berusaha melukai Fredrick namun tenaga pria itu jauh lebih kuat di banding dirinya


"Datang ke tempat ini dan bawa polisi, aku di culik" Yasmine menulis pesan tersebut dan mengirimkannya pada nomor Hanin juga Tristan


Melihat anaknya dan Fredrick saling menyerang Yasmine mengambil handphone Olivia dan mengirimkan alamat mereka saat ini pada Hanin, melihat wallpaper di layar handphonenya membuat Yasmine bersedih dan menyesali semua perbuatannya


Bagaimana tidak foto Olivia tersenyum bahagia bersama keluarga Hanin tampak mereka saling menyayangi, Yasmine melemparkan handphone Olivia ke ranjang dan menutupinya dengan bantal


Yasmine berdiri dengan tatapan kebencian dia berjalan sekuat tenaga dan membantu melawan Fredrick, Satu pukulan Fredrick membuat Yasmine tersungkur dan Olivia memanfaatkan hal itu


Olivia menubruk tubuh Fredrick hingga mereka terjatuh dengan posisi Olivia berada di atas Fredrick, dengan kemarahan yang dia pendam selama ini dan segala kepahitan yang dia rasakan


"Hiyaaaaaa... aaaarrgghh.. aku membencimu.. aku tidak ingin memiliki ayah sepertimu, kau bajingan, matilah kau" Olivia menusuk tubuh Fredrick dengan segala kebenciannya


Olivia seperti kesetanan dia tidak menyadari apa yang dia lakukan, perlawanan Fredrick akhirnya tangannya lemas dan jatuh dengan mata tertutup dan bersimbah darah


Nafas Olivia memburu dadanya naik turun wajah dan tubuhnya di penuhi darah, setelah sadar Olivia menjatuhkan garpu yang dia pegang


Olivia mengangkat tangannya yang gemetar penuh darah sepertinya dia masih tidak menyangka dengan apa yang dia lakukan, melihat itu Yasmine segera memeluknya lalu menangkup wajahnya


"Ini tidak buruk sayang, kau tidak salah" ucap Yasmine


"Ibu.. i.. ibu.. hiks.. hiks" Olivia tidak sanggup mengatakan apapun dia menangis tersedu


"Tenanglah.." Yasmine memeluk Olivia


"Lihat ibu.. berjanjilah demi nyawa ibu kau tidak akan bicara apapun jika seseorang datang, kembalilah pada keluarga ibu angkatmu itu lebih baik dari pada kau berada di dunia luar yang tidak pasti"


"Ibu.. ibu.. " Olivia masih gemetar dan ketakutan


"Minggir" Yasmine mendorong tubuh Olivia lalu membalur tubuhnya dengan darah Fredrick lalu duduk di dekat mayat Fredrick memegangi garpu tadi


"Ibu... "


"Diamlah jangan mengatakan apapun" Yasmine mengayunkan garpunya saat mendengar langkah kaki mendekat


"Hiyaaaaaa.. rasakan ini bajingan" teriak Yasmine kembali menusuk tubuh Fredrick saat pintu terbuka

__ADS_1


__ADS_2