
Rai baru saja kembali ke rumahnya setelah seminggu mencari keberadaan ayah kandungnya, Setelah makan malam dia menghidupkan komputernya mencari tentang Yasmine namun hasilnya nihil
Semua berita tentang Yasmine hilang karena di hapus oleh Tristan, Di tengah kebingungannya sang nenek masuk melihat sang cucu apakah sudah beristirahat atau belum
"Kau masih sibuk dengan komputer mu? " tanya sang nenek
"Tidurlah.. masih ada hari esok jangan sampai dirimu sakit" lanjutnya
"Sebentar lagi Grandma.. Apa uang yang aku minta sudah Grandpa setujui? "
"Dia bertanya uangnya untuk apa? grandpa tidak mau memberimu uang jika untuk hal yang tidak jelas" Jawab Grandma
"Kalau aku mengatakan uang itu untuk membantu ibu pria itu apa grandma akan membantuku? " Tanya Rai
"Apa? untuk apa membantunya? "
"Grandma lihat.. dia begitu tidak terurus, dia tidak ingin tinggal di rumah lamanya dan memilih tinggal di gubuk tua, dia sakit dan hidup seadanya lebih tepatnya kekurangan" Rai memperlihatkan foto foto tempat tinggal serta foto wanita tua itu
"Bagaimanapun dia tidak bersalah, dia juga korban pria brengsek itu" lanjut Rai
"Lalu kau ingin membantunya seperti apa? "
"Aku hanya ingin membetulkan gubuk itu agar layak huni dan mencukupi kebutuhannya, membeli beberapa perabotan rumah dan memasangkan listrik" ucap Rai
"Dimana rasa kemanusiaan grandma? apa hati grandma tidak tergerak melihat wanita tua renta hidup sendiri di gubuk yang tidak layak huni? kelaparan, kedinginan, gelap di malam hari, bayangkan jika grandma hidup terlantar seperti itu, di sia-siakan anak sendiri dan di beri masalah oleh anak kurang ajar seperti itu"
"Hah.. sudah sudah.. jangan membayangkan hal seperti itu, grandma akan membantumu" Ucap neneknya
"Hehe.. terimakasih, grandma memang yang terbaik" Rai memutar kursinya dan memeluk pinggang sang nenek
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Tunggu... Ini, kenapa kau mencari tahu tentang wanita ini? " Tanya grandma saat melihat foto Yasmine semasa menjadi model
"Grandma mengenalnya? Aku mencari keberadaannya sekarang tapi aku tidak menemukan apapun, hanya ada foto fotonya saja saat menjadi model"
"Dulu wanita ini dan pengusaha muda membuat skandal luar biasa, tapi untuk apa kau mencari tahu tentang dia? " Ucap sang nenek
"Pria itu pergi bersama wanita ini, dan menurut nenek itu wanita ini membiayai hidupnya, dia sempat bertemu namun pria itu tidak menyapanya dan menganggap ibunya orang lain di hadapan wanita ini"
"Pengusaha muda itu di nikahkan diam diam oleh ayahnya, entah dari mana keributan itu berasal namun pengusaha muda itu di kabarkan menjalin hubungan dengan model ini lalu berita menggemparkan kembali terjadi dengan kemunculan istri sahnya yang sedang hamil"
"istrinya sempat kabur juga tapi mereka kembali setelah pengusaha itu meninggalkan model ini, namun tidak sampai di situ karena wanita ini mengancam dan hendak membunuh anak pertama mereka namun berhasil di selamatkan dan model ini menghilang sampai sekarang setelah dia terjun ke jurang"
"menghilang? Apa dia sudah meninggal? " Tanya Rai
"Entahlah.. Jika meninggal jasadnya seharusnya di temukan, tidak jelas dia masih hidup atau tidak, beritanya pun ikut menghilang"
__ADS_1
"Lalu siapa pengusaha muda itu? Siapa tahu aku akan mendapatkan informasi tentangnya" Tanya Rai
"Aku lupa namanya... Aku hanya ingat Januar ayahnya"
"Apa Tristan Januar? " Rai teringat pada ayah Olivia yang nama belakangnya serupa
"Iya.. Iya.. Itu"
"Satu persatu mulai terbuka.. Terimakasih grandma, aku akan tidur karena besok aku harus sekolah" Rai mencium pipi neneknya lalu melompat ke tempat tidur
"Tidurlah sayang.. Selalu bersemangat seperti ini, grandma merasa begitu senang" Ucapnya seraya mengusap kepala Rai
"Selamat malam grandma"
"Selamat malam sayang" Grandma mematikan lampu lalu keluar menutup pintu kamar Rai
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Sayang bangun.. Sayang ba.. ngun.. " Bisik Kenzo
"Jangan menggangguku, aku akan bangun sebentar lagi" Racau Olivia
"Hei.. Apa kau merasakannya? Perutmu bergerak" Wajah Kenzo begitu berbinar ketika mengusap perut Olivia yang bergerak
"Benarkah? Ternyata benar apa kata dokter setelah 24 minggu dia akan bergerak" Olivia langsung bangun ikut meraba perutnya
Krryyuukk
"Dia sedang lapar" Ucap Olivia dengan cengir kudanya
"Cepat bangun.. Kau harus segera makan, makan yang banyak agar babynya sehat dan cepat lahir"
"Apa kau bodoh? Bayinya lahir bukan karena banyak makan tapi sudah cukup usianya untuk lahir" Hardik Olivia
"Kau menyebut aku bodoh? Kau harus di beri pelajaran, rasakan ini" Kenzo mencium seluruh wajah dan leher Olivia
"Kenzo ini menggelikan.. Hentikan.. " Olivia tertawa berusaha menjauhkan kepala Kenzo dari tubuhnya
"Aku mencintaimu" Ucap Kenzo seraya mengukung Olivia
"Tapi aku tidak" Jawab Olivia
"Kau benar-benar" Kenzo yang kesal menggigit leher Olivia hingga meninggalkan tanda merah
"Kenzo berhenti itu akan berbekas"
"Terlambat sayang" ucap Kenzo lalu bangun dari atas Olivia
__ADS_1
"Cepat bangun, mau makan apa? " Tanya Kenzo
"Apa saja, aku tidak menginginkan apapun, selagi itu enak akan aku makan" Jawab Olivia
"Bagaimana jika memakan aku saja? " Goda Kenzo
"Tidak mau.. Aku mau mandi" Olivia pergi meninggalkan Kenzo dan masuk kedalam kamar mandi
"Sayang apa kau tidak mau mandi bersamaku? " Teriak Kenzo
"Tidak, terimakasih untuk penawarannya" Olivia menjawab dengan berteriak pula
Kenzo tersenyum mengingat hubungan mereka kini sudah jauh lebih baik, sayang ayah dan ibunya tidak bisa melihat mereka yang sudah berbaikan
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Olivia sedang menikmati susu strawberry di halaman rumahnya sambil menunggu kepulangan Kenzo, sebuah mobil tiba tiba masuk begitu saja
Olivia melirik ke tempat pos Scurity ternyata tidak ada yang berjaga di depan sana, Olivia berdiri ketika pintu mobil itu terbuka
"Rai.. " Gumam Olivia
"Hai Olivia... aku kesini.. "
"Tidak ada siapapun di rumah sebaiknya kau pergi" ucap Olivia seraya beranjak dari tempat semula
"Aku tidak ingin mengganggumu, aku ingin bertemu orang tuamu"
"Mereka tidak ada disini, pergilah.. Kenzo sebentar lagi pulang" Olivia takut terjadi keributan jika Kenzo melihat Rai ada disana
"Olivia kenapa kau seperti ketakutan? aku tidak akan menyakitimu" ucap Rai seraya mendekat
"Pergi.. aku mohon pergi, menjauhlah Kenzo datang" Olivia segera masuk ke dalam rumah saat mobil Kenzo masuk halaman
Kenzo sudah terlanjur melihat Olivia bersama dengan Rai di halaman rumahnya, Kenzo turun dari mobil dengan tatapan elangnya
"Kenzo aku.. "
"Ada apa kau kemari? menemui istriku saat tidak ada orang di rumah? "
"Aku yang salah.. Olivia sudah menyuruhku pergi, aku kesini bukan untuk menemui Olivia, aku ingin bertemu orang tuamu" ucap Rai
"Alasan macam apa itu? pergilah selagi aku berbaik hati membiarkanmu pergi" ketus Kenzo
"Setidaknya berikan aku nomor telepon orang tuamu.. Kenzo.. tunggu " tanpa mendengarkan perkataan Rai Kenzo masuk ke dalam rumahnya
Jangan lupa like komen vote dan bunganya ya ❤❤😍❤😍🥰🥰🥰
__ADS_1