
"Kakak belum bangun? " tanya Olivia pada suster saat dia tidak melihat Kenzo di meja makan
"Tuan muda sedang sakit perut entah apa yang dia makan kemarin" jawab suster
Mata Olivia membulat dia teringat kelakuannya kemarin yang memberikan cabe terlalu banyak pada mienya, Saat Olivia berdiri hendak melihat keadaan Kenzo tiba tiba saja dia sudah ada di samping Olivia mencium pipinya
"Kau mengejutkanku"
"Mau kemana? apa kau khawatir padaku? kau merasa bersalah? " tanya Kenzo seraya duduk di kursi sebelah Olivia
"Tidak" ketusnya
"Kau masih marah karena masalah semalam? "
"Aku tidak tahu"
"Maafkan aku, jangan marah lagi"
"Kau membawaku pergi sebelum acaranya selesai, menyebalkan"
"Kau tahu? semalam aku sudah merasa sakit perut, menurutmu siapa yang harusnya minta maaf" mendengar ucapan Kenzo membuat Olivia menatap wajah sang kakak
Wajahnya berkeringat dingin karena Kenzo menahan sakit di perutnya, baru saja Kenzo menggigit roti yang di pegangnya suara perutnya membuat Kenzo urung memakan roti tersebut
Krruukkk
"Kenapa? apa kau perlu ke dokter? " tanya Olivia namun Kenzo hanya menggeleng
"Maafkan aku" lirih Olivia dengan wajah sedihnya, dia merasa bersalah melihat Kenzo kesakitan
"Tidak apa apa.. sudah selesai? aku akan mengantarmu"
"Tidak perlu, aku akan berangkat naik taksi kau istirahat saja"
"Kau yakin? "
"Ya.. "
"Pulang sekolah langsung pulang ke rumah jangan keluyuran"
"Aku tahu, aku berangkat"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Ayah apa kau tidak merindukan nenek dan kakek? " pertanyaan itu spontan keluar dari mulut Cassandra ketika sedang sarapan, Bayu terdiam dia tidak melanjutkan sarapannya hanya meneguk segelas air
"Jika sudah selesai ayah akan mengantarmu kesekolah" ucap Bayu
"Ayah.. "
"Jangan banyak bicara selesaikan sarapanmu lalu pergi ke sekolah" baru kali ini Bayu membentak putri semata wayangnya
Cassandra dengan cepat melahap makanannya dengan mata berkaca-kaca, dia menundukan kepalanya berusaha segera menghabiskan makanan yang ada di piringnya
"Sudah selesai aku tunggu di luar" ucap Cassandra dengan berjalan cepat keluar
__ADS_1
"Cassandra sayang tunggu" Bayu mengejar Cassandra keluar
"Sayang maafkan ayah, ayah tidak bermaksud untuk membentakmu" lirih Bayu memegangi kedua tangan putrinya
"Aku tidak apa apa" jawab Cassandra, bibirnya tersenyum namun kelopak matanya berair
Bayu melihat kembali sosok Vera dalam diri anaknya, sosok wanita yang pandai menyembunyikan segala dukanya, segala penderitaanmu dengan senyuman dan kata 'aku tidak apa apa, aku baik baik saja'
"Jangan sembunyikan kesedihanmu, ayah tidak mau hal yang sama terjadi padamu" Bayu memeluk sang putri
"Aku baik baik saja, maaf sudah menyinggung ayah soal nenek dan kakek, aku hanya merasa kau merindukan mereka karena setiap malam kau memeluk foto ibu, kakek dan nenek"
Setiap malam Cassandra selalu ke kamar atau ke ruang kerja ayahnya dimana biasanya Bayu akan tidur atau ketiduran di ruang kerja memeluk dia bingkai foto
"Ayah memang merindukan mereka, tapi ayah belum siap untuk kembali"
"Maafkan aku ayah, aku tidak tahu seberapa berat hidup ayah, aku berjanji tidak akan menyinggung masalah ini lagi" ucap Cassandra
"Kita berangkat sekarang, jangan sampai kau terlambat" Bayu mengusap puncak kepala anaknya lalu membukakan pintu mobil untuknya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kau membuat kami iri semalam" cicit Lola
"Apa yang membuat kalian iri? " tanya Olivia
"Kau di beri potongan kue oleh Rai juga kakakmu tiba tiba saja membawamu pulang dengan aura dinginnya itu terlihat seperti kau sedang di perebutkan dia pria tampan"
"Apa kau gila? dia kakakku"
"Tapi tetap saja dia pria tampan, seandainya kakakmu si pria tampan itu menjadi milikku"
"Apa? kenapa bisa pria setampan dia sakit perut? "
"Pria tampan juga manusia, aku memberinya semangkuk mie rasa cabai semalam "
"Kenapa kau tega sekali, kau menyakiti calon suamiku"
"Karena calon suamimu idamanmu itu menyebalkan"
Ketika Lola dan Olivia asik mengobrol Rai tiba tiba ikut bergabung, dia mencondongkan tubuhnya di atas meja melipat tangannya di meja tepat di hadapan Olivia membuatnya salah tingkah karena tatapan Rai
"Kalian sedang membicarakan apa? " tanya Rai
"Tidak.. bukan apa apa" jawab Olivia
"Aku ingin bicara sebentar denganmu"
"Ada apa? " tanya Olivia
"Sudah sana pergi saja, jangan membuat mataku pedih melihat adegan sosweet kalian disini" Lola mendorong pelan lengan Olivia
Ketika mereka bicara berdua Olivia terlihat gugup dia tidak sanggup menatap mata Rai, Rai tiba tiba menyentuh kedua tangannya membuat dia terkejut
"Olivia jujur saja aku sudah lama memendam perasaan padamu, aku memberanikan diri hari ini untuk mengungkapkannya padamu, sebelumnya aku ingin menanyakan bagaimana perasaanmu padaku? " ucap Rai, sorot matanya menunjukkan ketulusan
__ADS_1
"Aku.. aku.. "
"Katakan saja"
"Aku tidak tahu harus mengatakan apa" lirih Olivia
"Katakan yang mudah saja, kau menyukaiku atau tidak? "
"Jika aku mengatakan aku menyukaimu pun kita tidak bisa menjadi bersama, kakakku selalu mengawasiku" Rai tersenyum mendengar jawaban Olivia
"Jadi kau menyukaiku? " Olivia mengangguk malu malu
"Kita bisa menjalin hubungan sembunyi-sembunyi " Olivia menoleh ke arah Rai saat dia mengatakan itu
"Backstreet? apa kau yakin? "
"Kita bisa mencuri curi waktu bukan? kita bisa bersama hanya kita yang tahu itu"
"Aku tidak yakin" ucap Olivia seraya menunduk menatap kakinya yang dia ayunkan
"Kita belum mencobanya, maukah kau mencobanya? " tanya Rai
"Apa kau yakin? hubungan seperti itu tidak akan mudah" jawab Olivia
"Selama bersamamu sesulit apapun itu akan aku jalani, aku mencintaimu" ucap Rai sungguh-sungguh
"Baiklah kita akan mencobanya" jawab Olivia seraya tersenyum
"Terimakasih sudah mau mencobanya denganku, tapi kau belum menjawab kata kata terakhirku"
"Kata kata yang mana? " tanya Olivia
"Aku mencintaimu"
"aku juga" jawab Olivia menjawab dengan malu malu
"Juga apa? " goda Rai
"Hishh.. kau menyebalkan" Olivia memukul lengan Rai
"Katakan dengan jelas"
"Aku juga mencintaimu" senyum Rai semakin lebar lalu memeluk Olivia
Olivia mematung baru kali ini dia di peluk pria lain selain ayah dan kakaknya, namun ketika mengingat kakaknya dia menjadi ketakutan lalu sedikit mendorong Rai agar menjauh
"Kenapa? tanya Rai
" Nanti ada orang yang lihat, kita berjanji akan menyembunyikan hal ini" jawab Olivia
"Maaf aku lupa karena terlalu senang, kita ke kelas saja" keduanya berjalan beriringan menuju kelas, senyum selalu terukir di bibir keduanya
Ketika pulang sekolah Rai mengirim pesan untuk mengantar Olivia namun dia menolak, dia tidak ingin kakaknya sampai mengetahui hal ini
Karena handphonenya mati dan taksi tidak kunjung muncul akhirnya Olivia naik bus untuk pulang ke rumah, di tengah perjalanan dia seperti melihat kakaknya bersama wanita yang ada di acara pesta Rai tempo hari di sebuah minimarket
__ADS_1
"Sakit? ini yang dia bilang sakit? kenapa dia selalu mengekangku tapi dia bisa bebas melakukan apapun" gerutu Olivia
Jangan lupa like komen vote dan juga beri author bunga 😍😍