kesalahan satu malam

kesalahan satu malam
Pria payah


__ADS_3

Setelah beberapa hari mencoba melupakan Hanin namun nyatanya Tristan semakin tidak tenang, bayangan Hanin bakal memenuhi setiap ruangan apartemennya, dari mulai tawanya, senyum sinisnya, Tangisnya hingga saat Hanin ketakutan karenanya


Semua bayangan itu seperti muncul satu persatu di setiap ruangan di apartemennya, seperti sekarang Tristan seperti melihat Hanin duduk di meja makan dengan wajah cemberut menyendok makanan ke mulutnya dengan kasar namun saat dia mendekat bayangan itu semakin memudar


"Arrgghhhh sial" Tristan menggebrak meja makan


Dengan cepat Tristan pergi ke apartemen Yasmine menggunakan mobilnya, bermaksud ingin melupakan Hanin dengan melakukan sesuatu bersama Yasmine namun saat pintu terbuka Yasmine tampak mengenakan dress seksi dan ada seseorang yang sedang duduk di sofa


"Siapa ini Yasmine? " tanya Tristan saat Yasmine membukakan pintu


"Ini fotografer yang bekerja sama dengan iklan yang aku ambil" Yasmine kemudian memperkenalkan mereka


"Ganti bajumu tidak pantas kau berpakaian seperti itu di hadapan pria lain" gerutu Tristan


"Tidak perlu tuan saya harus pergi sekarang masih ada pekerjaan" Pamit pria tersebut


"Sial kenapa dia bisa datang sekarang" batin Yasmine


Yasmine langsung duduk di pangkuan Tristan dan mengalungkan tangannya ke leher Tristan serta mencium bibir Tristan dengan tangan yang nakal menjalar kemana mana begitu pun Tristan, Yasmine dia angkat bak koala ke kamarnya sebelum melakukan ritualnya Tristan tidak lupa memakai pengaman


"Kenapa kau masih menggunakanny? " tanya Yasmine


"Aku lebih suka seperti ini" sesaat kemudian tanpa basa basi lagi Tristan melakukannya


Setelah selesai tidak ada acara cium kening atau ucapan romantis lainnya, Tristan langsung memakai pakaiannya dan berniat pergi


"Mau kemana? " tanya Yasmine


"Aku harus pergi" jawab Tristan


"Aku minta uang untuk bensin " Tristan kembali saat sudah keluar kamar membuat Yasmine memberangus kesal


"Jangan lupa aku yang memberikanmu apartemen ini, aku bisa menjualnya kapan saja karena ini masih atas namaku" ujar Tristan saat melihat wajah kesal Yasmine


"Bukan begitu sayang mana mungkin aku begitu perhitungan denganmu, aku hanya kesal kau pergi begitu saja" lirihnya dengan wajah yang dibuat merajuk


"Aku akan kembali nanti malam, mana uangnya" dengan terpaksa Yasmine memberikan uangnya yang di minta Tristan


"Aku transfer 5jt " ucap Yasmine


"Baiklah, nanti malam aku kembali kesini"


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...

__ADS_1


Di sekolah Vio benar benar di buat gugup dia meremas tangannya sendiri menunggu dia dan Andrew di panggil untuk pentas menyanyi


"Aku gugup" ujar Vio yang kemudian kedua tangannya di genggam oleh Andrew dan Delina yang berada di kedua sisinya


"Tenang saja ada aku" jawab Andrew


"Semangat Vio kamu pasti bisa" ucap Delina


Vio dan Andrew di panggil ke atas panggung Andrew menuntun tangan Vio membuat gaduh murid perempuan, mereka yang sudah lama mengagumi Andrew di buat patah hati masal melihat Vio yang begitu dekat dengan Andrew


Vio menatap Andrew di sebelahnya dan Andrew mengangguk mengisyaratkan semua akan berjalan lancar, petikan gitar mulai terdengar dan saat Vio mulai menyanyi mereka tidak menyangka suara Vio sebagus itu. untuk Andrew mereka tidak heran karena dia sering mengikuti kompetisi sekolah bersama temannya atau pun sendiri


Sashi menggeram kesal melihat pemandangan di hadapannya


"Harusnya aku yang disana" geramnya


"Kau punya rencana apa? " tanya kedua temannya


"Aku ada ide" Sashi membisikkan sesuatu pada kedua temannya lalu tertawa


Vio dan Andrew baru saja turun tangan Vio masih di genggamnya hingga ke tempat semula, Vio tersenyum kearah Andrew begitu pun sebaliknya


"Kalian cocok sekali" cicit Delina membuat wajah Vio memerah


"Aku ke toilet dulu ya" pamit Vio


"Tidak, usah " Vio berlalu pergi


Kesempatan untuk Sashi mereka mengikuti Vio dan ikut masuk, saat Vio keluar mereka memegangi kedua tangan Vio


"Kau" lirih Vio


"Sudah aku bilang jangan dekati Andrew" Sashi mencengkram rahang Vio kencang


"Aku tau kau tidak selemah itu, kenapa kau diam? " tanya Sashi namun tidak di jawab oleh Vio dia hanya menundukan kepalanya


Sashi menampar dan menjambak rambut Vio yang tersungkur karena mereka dorong beberapa menit kemudian Vio bangun mengusap sudut bibirnya yang berdarah


"Baiklah jika ini kemauanmu" Vio bangun menendang perut Sashi dan menghadiahkan pukulan di wajah kedua teman Sashi


Mereka tersungkur di tempat yang sama, mendengar suara langkah kaki yang tergesa-gesa Vio menjatuhkan dirinya dengan keras membuat lututnya memar, sesaat kemudian pintu toilet terbuka dengan kencang oleh Andrew dan Delina


Ternyata saat Vio diam Dia melihat kepala Delina sedikit menyembul dari balik pintu, dia melihat sahabatnya di tindas segera melaporkan ini pada Andrew untuk menolong Vio dan saat Delina pergi Vio memanfaatkan kesempatan untuk membalas mereka

__ADS_1


"Apa yang kalian lakukan pada Vio? " bentak Andrew membantu Vio berdiri bersama Delina


"Ini tidak seperti yang kau lihat" Bantah Sashi


"Aku tidak ingin berteman denganmu lagi, kau terlalu jahat pada orang lain" ucap Andrew lalu pergi membawa Vio dan Delina


"Sial dia lebih licik dariku, aku harus membalasnya dengan cara halus" geramnya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Ditempat Hanin dia sedang menelpon dengan Luis, pria itu sering menelpon untuk menanyakan kabarnya setiap hari


"Aku baik baik saja, kau kemarin dari sini jangan terlalu mencemaskan aku" ucap Hanin


"Kau jauh dari siapapun aku tentu saja khawatir"


"Hei disini ada bibi dan penjaga lainnya apa kau lupa? "


"Aku hanya takut kau tidak mengatakan pada mereka jika kau merasa sakit"


"Aku baik baik saja dan akan selalu baik baik saja"


"Baguslah kalau begitu, aku tutup teleponnya aku harus meeting"


"Baiklah"


"Dia selalu perhatian padaku" Batin Hanin saat teleponnya terputus


Hanin pergi ke dapur menyusul bibi yang sedang membuatkan cemilan untuknya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Malam itu Tristan kembali ke club malam seperti malam malam sebelumnya hanya saja kali ini bukan club malam milik Dika, Tristan yang sudah mabuk berat meletakkan kepalanya di meja dengan mata terpejam dan meracau


Seseorang tiba tiba mendekatinya membisikkan sesuatu membuat Tristan berdiri, ketika Tristan mencari orang tersebut dia sudah menghilang di balik kerumunan orang orang yang sedang menari. Tristan menyingkirkan mereka satu persatu untuk membuka jalan


"Istrimu akan menjadi milikku" pria itu berkata demikian


Setelah mendengar itu Tristan di buat gelisah dia pulang ke Mansion orang tuanya dengan mengendarai mobil, karena mabuk dia mengemudi dengan kencang dan terseok seok membuat pengendara lain mengumpat dan mengutuk Tristan


Setibanya di depan Mansion Tristan mengetuk pintu lebih tepatnya menggebrak pintu lalu ambruk di depan pintu, penjaga melihat itu dan mengangkat tubuh Tristan lalu mencoba mengetuk pintu


"Astaga tuan muda kenapa? " tanya pelayan yang membukakan pintu

__ADS_1


"Sepertinya mabuk, cepat bantu aku bawa ke kamar" ucap penjaga


Karena malam sudah sangat larut Janu dan istrinya tidak tahu tentang keberadaan Tristan di Mansion nya


__ADS_2