kesalahan satu malam

kesalahan satu malam
Bab 7


__ADS_3

"Aku ingin kau segera menikahi Amelia!" Suara lembut berhasil memecahkan Keheningan di ruangan yang sunyi ini.


"Apa yang baru saja kau katakan sayang? Kenapa Amelia harus menikah dengan laki-laki bajingan seperti dia?" Iris mata berwarna kecoklatan sedang menatap istrinya yang ada disampingnya saat ini. Ia merasa kaget akan ucapan yang baru saja istrinya katakan.


Lengan tangan dengan warna kulit kuning langsat merangkul mesra lengan yang ada di sampingnya yang masih terlihat kokoh. "Sayang, ini semua demi kebaikan Amelia. Bagaimana nanti jika dia hamil atau suami yang menikahinya nanti tidak terima bahwa Amelia sudah tidak lagi virgin. Bagaimana dengan nama baik kamu dan kamu ingin berkata apa jika hal itu dipermasalahkan nantinya," Suara lembut itu berbicara tanpa memperdulikan tangisan seorang wanita yang berada disampingnya saat ini yang semakin berderai deras.


Bastian yang mendengarnya terpaku tidak menyangka kata-kata itu yang akan keluar saat ini. Ia tidak pernah memikirkan namanya sebuah pernikahan. Karena ia tidak percaya pada sebuah ikatan pernikahan. Itu begitu tabu untuk dirinya lakukan."Aku tidak setuju." Tolak Bastian dengan suara dinginnya.


Amelia yang mender itu hanya bisa meremas ujung jaket yang sedang ia kenakan, dengan wajah yang tertunduk. Deraian air mata itu terjun bebas membasahi tangga yang mengepal di bawah sana. Tubuhnya saat ini seperti tidak ada harganya lagi di mata semua orang. Apa segitu fatalnya yang ia lakukan saat ini sehingga semua orang seperti sedang menghakiminya. Seketika tangisnya pecah dengan pundak yang bergetar hebat. Ia sudah tidak kuat lagi mendengar semua kata-kata itu.


Randi Saguna yang mendengar itu hanya terdiam sambil menahan amarahnya. Hancur sudah semua yang ia lakukan untuk Amelia. Ia sudah mempersiapkan Amelia untuk menggantikan jabatannya di perusahaan Saguna Grup sebagai pemimpin dengan dibantu oleh anak tirinya yang bernama Julius Adam yang sekarang menjadi tangan kanan di perusahaannya.


Sedangkan Bayu hanya bisa diam tidak ada sepatah katapun yang bisa ia ucapkan saat ini.


Suasana begitu hening karena ucapan Bastian tidak ada yang menguberisnya seperti angin yang berlalu begitu saja tanpa ada arti di setiap katanya. Hanya terdengar suara Isak tangis Amelia yang diperdengarkan tanpa ada seorang pun yang menenangkan dirinya saat ini.

__ADS_1


Randi Saguna menarik napas panjang sebagai Papah ia sungguh berat dengan pilihan ini. Tapi apa yang dikatakan istrinya ada benarnya. Ia tidak ingin Amelia direndahkan oleh suaminya nanti, karena tidak bisa menjaga kehormatannya sebagai perempuan. "Baiklah, sudah ku putuskan. Kalian berdua harus segera menikah. Karena cepat atau lambat berita ini pasti akan tersebar dan itu membuat nama baikku rusak. Aku akan dibuat malu akan ulahmu itu. Kau harus menerima ini Amelia. Ini semua demi kebaikan kamu,"


Lagi-lagi Bastian yang mendengar itu membulatkan mata. "Sudah aku bilang. Aku tidak setuju dengan itu semua. Sungguh sial diriku karena telah bertemu denganmu dan membantumu. Jika saja aku tidak bertemu dan membantumu aku tidak akan terlibat dalam masalah ini," Bastian berucap dengan suara yang menggebu-gebu.


Amelia yang mendengar itu menaikan Pandangan nya menatap manik mata hazel yang ada di hadapannya saat ini. "Aku menyesal telah datang ke tempat itu dan bertemu denganmu. Aku tahu aku salah tapi aku juga tidak ingin menikah dengannya. Papah, taukan aku sudah mempunyai kekasih. Bagaimana bisa aku menikah dengan seorang yang baru saja aku kenal? Ini juga murni bukan kesalahan aku, Pah. Ada yang menaruh obat perangsang kedalam minuman aku." Suara itu begitu bergetar setiap kalimat yang ia keluarkan dari bibirnya dengan air mata yang terus mengalir di kedua pipinya.


Restu anggraini yang mendengar itu tersenyum kecil. "Sayang, tetap saja apapun alasannya, apa yang sudah kamu lakukan itu, salah. Dan kejadian itu dilihat oleh banyak orang yang ada di kantor pusat pengendalian cctv. Bahkan Papamu sudah melihat rekaman itu yang om Bayu kirimkan. Apa, Abian Bahran mau menerima keadaan kamu yang sekarang? Yang sudah tidak perawan lagi. Apa dia tidak keberatan dengan keadaanmu yang sekarang, yang sudah bekas laki-laki lain? Dan, bagaimana tanggapan keluarga mereka, Bila kejadian ini sampai terdengar ke telinga mereka? Mama tidak ingin Papa kamu dibuat malu karena hal itu, Amelia. Ini semua kami lakukan demi kebaikan kamu," suara itu begitu lembut saat keluar dari mulut Restu Anggraini. Tapi kenapa begitu sakit setiap kata-kata yang keluar dari mulut Mama tirinya itu, seperti ribuan pisau yang menghujam hatinya. Lagi-lagi hatinya begitu sakit saat mendengar ucapan itu.


Tidak ada yang bisa Amelia jawab dari semua pertanyaan yang Mama Restu lontarkan. Karena ia juga tidak yakin dengan jawaban yang akan Amelia lontarkan saat ini.


Kenapa hanya pihak perempuan yang harus menjaga kehormatannya, kenapa hanya perempuan yang selalu disalahkan bila kehilangan barang berharga yang ia miliki. 


Apa semua yang diucapkan Mamanya benar bahwa keluarga dari Abian Bahran tidak mau menerimanya, karena ia sudah tidak virgin lagi, apapun alasannya?


Randi Saguna hanya bisa menarik napas panjang dan memejamkan matanya. saat setiap kata yang istrinya ucapkan untuk Amelia.

__ADS_1


"Siapa namamu anak muda?" Suara berat Randi Saguna bertanya dengan menatap wajah yang ada dihadapannya saat ini.


Akhirnya ada yang berbicara dengannya juga. Bastian kira tadi ia tidak nampak disini karena setiap ia berbicara tidak ada yang menguberisnya. "Bastian Aditya," jawabnya singkat.


Randi Saguna terdiam dan menatap intens orang yang bernama Bastain Aditya. Ia menghembuskan napasnya dengan berat sebelum berucap. "Kau harus mau menikah dengan anakku, Karena kau harus bertanggung jawab atas perbuatanmu. Jika kau tidak mau, tidak apa. Aku akan menuntutmu atas kasus pemerkosaan. Akan aku pastikan apapun bukti yang kau berikan ke pengendalian nanti itu tidak akan membebaskan dirimu dari jeruji besi penjara. Kau tahu kasta yang paling rendah didalam jeruji itu apa?" Randi Saguna terdiam untuk sesaat sebelum meneruskan ucapannya kembali. "Kasus pemerkosaan. Dan, akan aku pastikan didalam sana kau menderita bila kau menolak dengan pernikahan ini." Bastian yang mendengar itu hanya bisa terdiam karena ia merasa orang yang ada dihadapannya saat ini benar-benar serius di setiap kata yang pria paruh baya itu ucapkan.


Ruangan rapat hening seketika karena menunggu Jawaban dari Bastian. sedangkan Amelia ia terlihat sudah pasrah dengan keadaan ini.


Akhirnya hanya ada sebuah anggukan lemah yang Bastian berikan. Menurutnya ini hanya sebuah formalitas saja.


Om Bayu yang melihat itu pun menghembuskan napasnya lega karena tidak ada adegan baku hantam lagi dan masalah terselesaikan.


Senyum terukir diwajahnya Restu Anggraini sedangkan Randi Saguna memejamkan matanya terasa berat apa yang ia lihat saat ini.


Akhirnya Bastian diizinkan untuk pulang dan ia harus memberikan data pribadinya pada Bayu. Karena ia yang akan bertanggung jawab jika Bastian melarikan diri dan beberapa orang suruhan Randi Saguna untuk mengawasi gerak-gerik Bastian berjaga-jaga agar Bastian tidak melakukan hal yang tidak diinginkan.

__ADS_1


Amelia dan kedua orang tuanya akhirnya pulang meski sebentar lagi matahari akan muncul.


__ADS_2