kesalahan satu malam

kesalahan satu malam
Apa kau tidak marah?


__ADS_3

"Ayah benar-benar tidak pulang kesini, apa ibu akan benar-benar kehilangan ayah? " lirih Rai


Sudah satu minggu sejak kejadian itu Luis tak pulang ke rumah, dia juga enggan di temui saat di kantor membuat ibu Rai jatuh sakit karena memikirkan hal ini


Luis mendapatkan istri yang begitu mencintainya dan menunggunya selama belasan tahun meskipun kehadirannya tidak pernah dianggap oleh Luis, cinta yang begitu besar pada Hanin membuat Luis menutup mata pada kebaikan dan ketulusan istrinya


"Kenapa aku mengemudi kesini? " Rai melamun hingga dia mengemudi sampai ke taman


Rai memarkirkan mobilnya lalu untuk menghirup udara segar dan duduk di bawah pohon yang rindang memandangi anak anak dan orang tuanya yang sedang bermain


"Aku tidak pernah merasakan itu, ayah aku ingat kau tidak pernah sekalipun menggendongku bahkan saat aku terjatuh dan menangis di hadapanmu" gumam Rai


"Apa yang ibu lakukan untukmu selama ini masih tidak bisa menggantikan posisi wanita lain di hatimu" Rai melihat satu keluarga begitu bahagia ketika sang anak mengejar ngejar kedua orang tuanya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Apa kau kesepian? maaf sayang aku sibuk satu minggu ini" Kenzo baru saja bangun dari tidurnya, Kenzo memeluk Olivia dari belakang juga mencium pipinya


"Sepertinya kau tidak merindukanku? padahal aku sangat lelah seminggu sibuk dengan kuliah dan perusahaan tapi sepertinya istriku tidak peduli.. hah.. padahal aku sangat ingin di rindukan" Kenzo berceloteh sendiri saat Olivia hanya diam


"Kemana seminggu ini? kenapa tidak pulang?" tanya Olivia dingin


"Pagi aku kuliah lalu pulang langsung ke kantor dan makan siang disana dan malamnya aku mengerjakan tugas kuliah jadi aku menginap di kantor, kau tau? jika aku pulang aku tidak bisa berkonsentrasi karena dirimu" Kenzo mengusak kepalanya di tengkuk Olivia


"Apa kau tidak percaya? tanyakan saja pada teman-temanku" lanjut Kenzo


"Temanmu? temanmu yang mana?" sarkas Olivia


"Ben dan Rio, lalu siapa lagi? ohh.. kau cemburu? kau takut aku bersama wanita lain? " goda Kenzo, wajah Olivia jadi memerah dia memalingkan wajahnya ke arah lain


"Aku tahu.. istriku ini sedang cemburu, bukan? tenang saja aku bukan ayah, aku menjadikan Renata sebagai kekasih hanya untuk memanas-manasi dirimu saja, yang aku inginkan hanya dirimu aku tidak pernah memiliki wanita lain bukan? "


"Kau pernah punya kekasih saat SMA" jawab Olivia


"Itu tidak terhitung saat aku sudah mencintaimu, dulu kau masih jelek dan tidak mempesona berbeda denganmu yang sekarang"


"Jadi kau mencintaiku karena aku lebih baik dari dulu? jadi jika aku tidak seperti sekarang kau tidak mencintaiku? " Olivia kesal mendengar ucapan Kenzo


"Bukan begitu.. sayang mau kemana? " Kenzo mengejar Olivia yang pergi menghentakkan kakinya


"Kita jalan jalan mau? atau beli ice cream? " Bujuk Kenzo


"Tidak mau" Olivia pergi begitu saja


"Benar tidak mau? Kalau begitu aku pergi lagi kali ini mungkin aku akan pergi selama sebulan" Kenzo menghadang Olivia


"Selama itu? " lirih Olivia

__ADS_1


"Apa kau tidak rela aku pergi? " goda Kenzo


"Kenapa harus selama itu? " Gumam Olivia


"Aku tidak akan pergi, jika kau memperlakukan aku dengan baik" Ucap Kenzo seraya memeluk Olivia


"Kau mencari kesempatan? "


"Ayo pergi jalan jalan, kau bisa beli apapun sepuasnya" Kenzo merangkul Olivia membawanya pergi


"Tunggu... jika teman temanku ada yang melihat perutku bagaimana? " tanya Olivia


"Aku tidak perduli, kita tidak perlu sembunyi-sembunyi lagi.. aku akan mengatakan dengan lantang bahwa kau adalah istriku" jawab Kenzo lalu mengecup pipi Olivia


"Kenapa diam? kau tidak mau semua orang tahu kau istriku? kau malu? " Tanya Kenzo melihat Olivia hanya diam menundukan kepalanya


"Apa kata mereka nanti.. apa ini tidak akan berpengaruh pada perusahaan kita? apalagi ayah dan ibu tidak ada" lirih Olivia


"Kita akan jelaskan semuanya, mungkin jika saat itu tiba kita harus memberitahu orang lain tentang hubungan kita jika tidak bagaimana anak kita nanti jika dia lahir tanpa status yang jelas, jangan khawatir semua akan baik baik saja.. maaf semua salahku" Kenzo memeluk Olivia


"Genggam erat tanganku jangan lepaskan karena itu yang akan memberiku kekuatan saat waktunya tiba' lirih Olivia


" Aku akan mendekapmu di setiap keadaan, sedihmu bahagiamu aku pastikan aku ada setiap saat.. Jadilah milikku di seumur hidupmu" Kenzo menatap lekat wajah Olivia


"Berjanjilah tidak akan pergi, Aku akan mulai membangun kepercayaanku jangan meruntuhkan harapan yang aku bangun" Kenzo menangkup wajah Olivia dan mengecup bibirnya singkat


"Ayo pergi" Olivia menggandeng tangan Kenzo dan menariknya pergi


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Sesampainya disana Olivia duduk di bawah pohon teduh yang di bawahnya di kelilingi tembok untuk duduk, Olivia tersenyum melihat banyak anak anak bermain disana


"Aku jadi ingat dulu ibu sering mengajak kita ke taman bermain" ucap Olivia


"Hmm.. dan kau si cengeng yang sering menangis ketika di ganggu orang lain" jawab Kenzo


"Dan kau yang akan membelaku sampai berkelahi dengan anak lain"


"Aku paling tidak suka kau menangis karena orang lain" Sergah Kenzo


"Tapi kau yang selalu membuatku menangis" Kenzo tersenyum menatap Olivia lalu menggenggam tangannya


Memang benar dari kecil dia sering mengganggu Olivia hingga menangis namun dia akan sangat marah jika Olivia di ganggu anak lain, dan sekarang setelah mereka dewasa Olivia kembali menangis karena perbuatan Kenzo


"Aku akan menebusnya sekarang, kau tidak akan menangis kecuali itu tangisan bahagia" ucap Kenzo mengecup tangan Olivia


"Aku akan coba percaya" Jawab Olivia

__ADS_1


"Aku ingin manisan mangga itu, bisa antar aku kesana? " Olivia menunjuk pedagang manisan mangga


"Tunggu disini aku akan membelikannya untukmu" Kenzo pergi sementara Olivia menunggunya disana


Ketika Olivia sedang melihat anak anak bermain tiba tiba sebuah bola melayang dan mengenai perut Olivia, Dia sedikit meringis memegangi perutnya


"Kau tidak apa apa? " Rai yang sedari tadi ada di balik pohon menghampiri Olivia ketika mendengarnya meringis


"Kakak maaf aku tidak sengaja" lirih seorang anak


"Tidak apa apa.. ini, kembalilah bermain" Olivia memberikan bolanya kembali


"Kau tidak apa apa? apa ada yang sakit? " tanya Rai menyentuh lengan Olivia


Olivia segera menurunkan tangan Rai dan menggeleng lalu Rai duduk di sampingnya, Olivia bergeser dia tidak mau Kenzo melihatnya berdekatan dengan Olivia


"Pergilah sebelum Kenzo datang " lirih Olivia


"Sekarang kau mau bicara? aku sangat senang mendengar suaramu lagi" Rai mengusap Kepala Olivia


"Aku mohon pergilah... "


"Apa yang sedang kau lakukan disini? " tanya Kenzo membuat Olivia panik seketika


"Kenzo aku.. "


"Ayo pulang" tanpa mendengarkan perkataan Olivia Kenzo menarik tangannya dan membawa Olivia masuk ke dalam mobil


"Kenzo aku.. aku sudah mengusirnya tapi dia tidak mau pergi" Olivia berkaca-kaca saat bicara dia benar-benar takut pada Kenzo


Saat Kenzo mengangkat tangannya Olivia spontan meringkuk menutupi kepalanya, Olivia menunggu tangan Kenzo memukulnya namun ternyata Kenzo mengusap kepalanya


"Kemari.. kenapa kau setakut itu? " Kenzo meraih tubuh Olivia dan memeluknya


"Apa kau tidak marah? " lirih Olivia


"Tidak.. aku sudah melihatmu menolak di sentuh olehnya, Untuk apa aku marah "


"Aku kira kau marah.. tapi perutku sakit, dia mendatangiku karena ada bola yang tidak sengaja di tendang seorang anak dan mengenai perutku"


"Mana aku lihat? sayang apa kau baik baik saja? kita akan pergi ke dokter sekarang" Kenzo menyingkap baju Olivia dan mengecup perutnya


"Kita ke rumah sakit untuk periksa, apa masih sakit? " tanya Kenzo


"Tidak.. sakitnya sudah sembuh saat kau menyentuhnya" jawab Olivia


"Manis sekali, apa istriku sedang membual? Kita akan tetap ke rumah sakit " Kenzo mengecup bibir Olivia yang mengerucut karena tidak ingin di bawa ke rumah sakit

__ADS_1


__ADS_2