kesalahan satu malam

kesalahan satu malam
Nikmati hidupmu


__ADS_3

Benar saja Andrew menjalankan rencananya dan di bantu Vio dengan Delina


mereka mengumpulkan bukti bukti pernikahan Tristan dan Hanin juga mencari nama Hanin dan Tristan yang tercatat telah menikah beberapa bulan lalu, semua bukti bukti itu mereka kirimkan ke beberapa media lewat pos


Tidak lupa menambahkan bahwa Yasmine adalah duri di rumah tangga Hanin dan Tristan,


"Nikmati hidupmu sekarang kakak ipar" gumam Andrew


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Hanin sudah memakai pakaiannya lengkap tidak lupa dia memakai tas kecil di alam perutnya untuk membawa surat surat penting, dia masih ragu dengan rencananya, dia takut rencananya gagal dan malah membuat dia mati mengenaskan begitu saja. sebelumnya Hanin menyembulkan kepalanya melihat keadaan di luar kamar tampak pelayan sedang merapikan sofa dan membersihkan apartemennya


"Bagaimana" gumamnya mondar mandir di belakang pintu


Dia melihat gelas di samping tempat tidur dan ide gilanya muncul, Hanin mengambil pisau Carter yang sudah disiapkannya lalu memakai sedikit foundation di bibirnya agar nampak pucat menggores tangannya dengan pisau


"Awwww.. ini tidak dalam bukan? semoga saja dia cepat datang" kemudian Hanin melemparkan gelas itu hingga pecah


Mendengar itu pelayan berlari ke kamar Hanin dan betapa terkejutnya dia melihat Hanin duduk di tepi ranjang dengan bersimbah darah memotong pergelangan tangannya sendiri, dengan panik dia menelpon Tristan meminta izin untuk membawa Hanin ke rumah sakit


"Apa kau bodoh masih meminta izin padahal istriku sudah sekarat? " bentak Tristan


"Bawa dia sekarang aku menyusul ke sana" lanjutnya


"Hanin kenapa kau senekat itu? kau lebih memilih mati dari pada hidup denganku" geram Tristan lalu pergi menyusul ke rumah sakit


Hanin yang pura pura pingsan membuka sedikit matanya kala dokter mengobati dan memakaikan perban di tangannya


"Ini tidak dalam, mungkin nyonya pingsan karena shok melihat darah" ucap dokter


Tidak lama setelah itu Tristan datang, dia berdiri di samping Hanin dan mengusap kepala Hanin dengan lembut juga mendaratkan kecupan di keningnya


"Ingin sekali aku meremukan kepalanya" batin Hanin


"Jaga dia aku akan ke ruangan dokter" Tristan pergi dengan dokter karena harus membicarakan sesuatu


Setelah kepergian Tristan Hanin membuka matanya, dia menyuruh pelayan memanggil dokter dengan alasan perutnya sakit saat. pelayan dengan panik pergi ke ruangan dokter karena kasihan mendengar rintihan Hanin


"Bagus " Hanin mencopot infusnya lalu keluar, sangat kebetulan dia melewati ruang ganti dia mengendap-endap masuk menggantikan pakaiannya dengan pakaian perawat memakai masker dan mendorong troli sampah ke belakang rumah sakit


"Akhirnya" Hanin bergegas pergi menghentikan taksi


Hanin tiba di bandara dengan baju susternya dia tidak membawa apapun kecuali tas yang berisi surat surat dan tabungannya, baru saja turun dari taksi hanin berjalan tidak berhati hati hingga hampir tertabrak sebuah mobil

__ADS_1


Mobil rem mendadak untung saja Hanin tidak luka sedikitpun, dia hanya terkejut sampai lemas duduk di bawah


"Hei kau tidak punya mata? " seseorang turun dari mobil


"Maaf" lirih Hanin


"Hanin? sedang apa kau disini? "


"Luis, maafkan aku aku buru buru tadi"


"Tidak masalah, apa kau terluka? " Luis membantu Hanin berdiri


"Tidak aku hanya terkejut"


"Kau mau kemana dengan pakaian seperti ini? "


"Aku akan pergi, aku menghindari seseorang"


"Suamimu? " Hanin hanya diam saja dan Luis anggap itu sebagai jawaban


"Ikutlah denganku, jika kau pergi dengan penerbangan aku pastikan Tristan akan menemukanmu"


"Tapi.. "


Perjalanan sangat jauh hingga membutuhkan waktu berjam jam lamanya, Hanin tertidur di mobil sampai di tempat tujuan pun dia tidak sadar kalau saja Luis tidak membangunkannya


"Hanin sudah sampai" Luis mengguncang bahu Hanin


"Maaf Luis aku sangat mengantuk"


"Tidak masalah, turunlah kita sudah sampai"


"Ini villaku Hanin kau akan tinggal disini dengan bibi, apa tidak masalah? "


"Tidak Luis aku berterima kasih sangat berterima kasih kau sudah mengizinkanku tinggal disini, tapi bisakah aku meminta bantuanmu sekali lagi? "


"Katakan"


"Tolong antar aku ke mall aku ingin membeli pakaian dan handphone juga susu ibu hamil"


"Kau hamil? baiklah bumil kita akan pergi aku akan menjadi sopirmu hari ini" Hanin dan Luis pergi untuk membeli segala kebutuhan Hanin disana


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...

__ADS_1


Saat Tristan kembali dia di buat terkejut dengan menghilangnya Hanin, dia mengumpat kesal memarahi sang pelayan barunya


"Apa kau bodoh? kau tidak perlu keruangan dokter tinggal menekan tombol yang ada disana dan dokter akan kemari" Tristan menunjuk tombol di atas bankar


"Maaf tuan saya tidak tau, saya panik nona itu bilang perutnya sakit" lirihnya


"Hanin awas kau" Tristan menggertakan giginya dan pergi ke ruang CCTV meminta pekerja memutar ulang rekaman beberapa menit yang lalu


"Jadi dia pura pura pingsan agar bisa keluar, arrrggghhh sial kemana dia pergi" umpat Tristan mengacak rambutnya frustasi


Tristan bergegas pergi ke apartemen Bayu untuk menanyakan keberadaan Hanin, bukan Hanin yang dia temui namun lagi lagi terjadi baku hantam diantara mereka. Bayu yang kesal karena Tristan tidak bisa menjaga istrinya dengan baik dan Tristan menuduh Bayu menyembunyikan Hanin


"Nikmati saja hidup kacau mu sekarang Tristan, berbahagialah dengan Yasminemu itu" ucap Bayu lalu menutup pintu dengan kasar


"Kemana kau Hanin " gumam Tristan pergi melangkahkan kakinya dengan putus asa


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Sementara itu Hanin telah kembali ke villa Luis dengan begitu banyak barang belanjaan, setelah menyusun semuanya dan makan malam Luis pamit pulang pada Hanin


"Hanin aku harus pulang besok ada meeting penting di kantor" ucap Luis


"Apa tidak bisa besok saja ini sudah malam" jawab Hanin


"Perjalanan dari sini jauh, ohh ya aku kesini paling hanya seminggu sekali dan jika ada hari libur saja"


"Baiklah tidak apa, hati hati di jalan Terima kasih untuk semuanya Luis"


"Tidak masalah aku tinggalkan kartu ini disini jangan gesek kartumu nanti Tristan tau keberadaanmu"


"Aku rasa tidak perlu" tolak Hanin halus


"Ambillah jika kau menghargai aku, aku tidak ingin ada penolakan" tegas Luis


"Jika kau ingin jalan jalan minta antar supir disini ada satu mobil dan minta temani Bibi" lanjutnya


"Baiklah, terimakasih untuk semuanya Luis aku mungkin tidak bisa membalas budi untuk semua kebaikanmu" lirih Hanin


"Aku tidak mengharapkan balasan Hanin, aku tenang saat kau baik baik saja dan tetap dalam pengawasanku, aku pergi" Luis pergi menggunakan mobilnya


"Aku bersyukur masih ada orang orang baik yang menyayangiku dan anakku " batin Hanin mengusap perutnya yang sedikit membuncit


"Akua sudah beli handphone apa aku harus hubungi Andrew" pikir Hanin

__ADS_1


__ADS_2