
Ini cerita yang baru othor bikin, mampir ya
Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca 🥰😍🥰😍
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Cassandra sudah keluar dari rumah sakit dan itu semakin mempersulit dirinya untuk bertemu dengan Rai, pintu rumah di ketuk seseorang Cassandra pun membuka pintu dengan kursi rodanya
"Paket atas nama Cassandra" Cassandra mengernyitkan keningnya
"Maaf saya tidak memesan apapun" ucap Cassandra, Rai membuka masker yang menutupi wajahnya
"Kau.."
" Aku ingin bertemu dengan dirimu, Sayang" Rai berlutut di hadapan Cassandra untuk menyamakan tingginya
"Sayang? kau ini suka sekali bergurau"
"Aku tidak bergurau.. aku sudah begitu lama mencintaimu" Cassandra hanya tersenyum
"Aku sudah punya tunangan dan ayah akan membuat pesta pertunangan setelah aku sembuh total, jangan mengganggu aku jika tujuanmu bukan untuk berteman"
"Aku hanya ingin berteman denganmu, pergi lah sebentar lagi Richard akan datang"
"Cassandra tunggu.. " Cassandra tidak mempedulikan Rai dia menutup pintu
Richard baru saja sampai ketika Rai hendak pergi, Rai memberikan paket tersebut kepada Richard untuk di berikan pada Cassandra
"Tidak ada yang menjawab, tolong berikan ini pada pemiliknya" ucap Rai lalu pergi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kenapa dengan mu? " tanya Olivia pada Rai
"Apa kau sudah memberitahu paman Bayu bahwa aku adalah adikmu? "
"Dia sudah tahu, memangnya kenapa? "
"Kenapa dia berbohong pada Cassandra? dia mengatakan Cassandra telah bertunangan dengan seorang pria bernama Richard dan mereka akan mengadakan pesta pertunangan setelah Cassandra sembuh"
"Jadi paman akan membuat pesta pertunangan? kenapa ayah dan ibu tidak tahu? "
"Pikirkan sesuatu aku mohon" Rai memegangi tangan Olivia
"Kenapa kau menyentuh istriku? bagus sekali.. anakmu menangis tapi kau malah berduaan disini" Kenzo turun dari tanggal menggendong Natasya yang sedang menangis
"Dia kakak kandungku, kau ini posesif sekali" cibir Rai
"Kalian pernah saling mencintai, bukan? siapa tahu kalian membuat skandal"
__ADS_1
"Seperti dirimu dulu? " Rai mengejek Kenzo lagi
"Pergilah jika urusanmu sudah selesai, aku muak melihatmu"
"Kakak.. lihatlah kakak ipar mengusir ku" Rai dengan manja memeluk Olivia
"Lepaskan istriku, pulang sana" Kenzo menarik tangan Olivia dan memeluknya
"Yay.. yay.. " Natasya melambaikan tangannya ingin di gendong oleh Rai
"Kemari gadis kecil, kau tidak bisa mengusir ku kakak ipar" Rai mengambil Natasya dari tangan Kenzo
"Baiklah.. urus dia karena aku dan istriku harus mengurus sesuatu"
"Cih.. aku sudah tau apa yang akan kalian lakukan, buatlah satu lagi anak yang lucu" Ucap Rai seraya membawa Natasya pergi
"Apa yang akan kau lakukan? bukankah tadi kau marah Natasya menangis? " tanya Olivia ketika dia dimasukkan ke dalam kamar
"Aku tidak suka kau berdekatan dengan pria lain, bukan karena Natasya menangis"
"Lepaskan aku... bagaimana jika Natasya menangis? " Olivia berusaha lepas dari pelukan Kenzo
"Ada Rai dan suster jadi kita bisa tenang, Ayolah" Kenzo merebahkan Olivia
Kenzo membuka semua kain yang melekat pada tubuhnya dan istrinya, Kenzo dan Olivia benar-benar sudah di selimuti gairah
"Aku lakukan sekarang" Kenzo bersiap dengan posisinya namun tiba tiba
Tok.. tok.. tok..
"Maaf sayang.. aku akan melayanimu nanti" Olivia memakai kembali bajunya dan membuka pintu untuk mengambil Natasya
Olivia mengambil Natasya lalu masuk ke dalam kamar mandi, Sementara Rai masih mematung menatap Kenzo yang hanya menggunakan underwear duduk di tepi ranjang dengan tatapan tajam nya
"Wooww.. kau seksi sekali kakak ipar, menggairahkan" ucap Rai dengan nada mengejek
"Pergi kau sialan" Kenzo melemparkan bantal dengan kencang ke arah Rai hingga mengenai wajahnya
Rai pergi dengan tawa yang menggelegar membuat Kenzo semakin frustasi, Kenzo memilih berbaring menutup seluruh tubuhnya dengan selimut dan menutup matanya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Ayah ada apa ini? " tanya Cassandra ketika melihat banyak orang di rumahnya
"Kau akan fitting gaun sayang"
"Bukankah ayah mengatakan acaranya diadakan setelah aku sembuh? " Cassandra sebenarnya tidak ingin melakukan pesta itu, entah mengapa perasaannya tidak ada meskipun hanya sedikit untuk Richard
"Tentu.. kita hanya fitting gaunnya saja, nanti setelah kau sembuh kita tidak akan kerepotan karena segalanya sudah siap"
"Ayah... apa aku dan Richard benar-benar saling mencintai? " lirih Cassandra
__ADS_1
"Tentu saja.. jika kau tidak mencintainya bagaimana bisa kalian bertunangan"
"Tapi.. tapi... kenapa perasaanku padanya seperti abu-abu, tidak jelas dan mungkin tidak ada" lirihnya
"Kau hanya kehilangan ingatanmu, pasti kau bingung karena itu.. sudahlah jangan di pikirkan lagi"
Cassandra di bantu berdiri oleh Bayu dan di ukur oleh orang yang merancang gaun untuknya, Cassandra hanya menuruti keinginan ayahnya namun tidak ada kebahagiaan sedikitpun di wajahnya
"Aku lelah ayah, aku akan pergi tidur" Setelah semuanya selesai Cassandra kembali ke kamarnya
"Sayang jangan dulu tidur nanti Richard akan makan malam disini"
"Katakan saja aku sedang tidak enak badan" Cassandra masuk kedalam kamarnya dan menutup pintunya
Cassandra tertidur dengan cepat karena pengaruh obat yang dia minum, Cassandra tidak tenang dalam tidurnya
Dalam mimpinya ada seorang pria yang berjalan bersamanya membawa belanjaan, juga kenangan kenangan lainnya namun wajah pria itu tidak jelas dan buram seperti kumpulan asap tebal
"Siapa kau? siapa kau? " gumam Cassandra
"Aku akan meyakinkan hatiku" kata kata itu terngiang di telinganya
"Siapa? " teriak Cassandra terbangun dari tidurnya
"Kenapa nak? kenapa kau berteriak? " Bayu masuk ketika mendengar suara Cassandra berteriak
"Tidak.. aku hanya mimpi buruk, Maaf ayah aku membangunkanmu"
"Tidak apa apa, tidurlah ayah akan menunggumu disini" Bayu menunggu sang anak sampai dia tertidur hingga dia juga tertidur di sofa tanpa dia sadari
"Sayang... "
"Siapa kau? "
"Aku ibumu, kenapa kau seperti sedang kebingungan? "
"Aku tidak ingat apapun, aku tidak tahu apapun tentang hidupku, semua begitu asing dan membingungkan" lirih Cassandra
"Kemarilah" Cassandra duduk di sebuah ranjang yang sangat besar dan indah, Dalam mimpinya Vera memeluk serta mencium kepalanya
"Jangan takut sayang, percaya kata hatimu.. jangan lakukan jika kau merasa tidak nyaman, cintamu adalah seseorang yang bisa membuatmu bahagia dan hatimu merasa hangat jika berada di dekatnya"
"Apa begitu? lalu siapa pria itu? "
"Dia akan selalu menemuimu dengan berbagai cara dan alasan, buka hatimu rasakan keberadaannya dan kau akan merasa kesepian jika dia tidak ada" Cassandra memeluk ibunya erat
"Tidurlah sayang.. tidur yang nyenyak ibu akan menjagamu" Cassandra mengangguk lalu tertidur di pelukan Vera
Setelah kecelakaan itu malam ini adalah malam dimana tidurnya sangat nyenyak, Cassandra merasa nyaman dan aman ketika tidur di pelukan sang ibu walaupun hanya di dalam mimpi
Bayu terbangun dari tidurnya dan melihat Cassandra yang tersenyum saat sedang tertidur, Bayu berpindah ke samping Cassandra mengusap kepalanya serta mengecup keningnya
__ADS_1
"Apa yang membuatmu tersenyum seperti ini? " Gumam Bayu
Melihat anaknya sudah terlelap Bayu keluar dari kamar Cassandra dan masuk ke kamarnya