
Singkat cerita sebulan sudah Tristan mencari Hanin namun masih tidak menemukan hasil, Dika sampai stres karena uangnya terkuras habis selama di kota itu bersama Tristan
Dika berpikir jalan satu satunya yang harus dia tempuh adalah pertolongan dari Janu, Diam diam Dika menelpon Janu meminta bantuan uang dan juga seseorang untuk mencari keberadaan Hanin
"Apa? " tanya Janu pertama kali saat menjawab teleponnya
"Om.. ayolah bantu kita, aku sudah hampir stress om uangku habis tapi Hanin belum juga di temukan" lirihnya dengan nada menyedihkan
"Apa yang di lakukan anak itu selama disana? " tanya Janu
"Dia seperti orang gila om mencari kesana kemari namun tidak ada hasil, waktu tidurnya juga sedikit penampilannya sangat menyedihkan jika om melihatnya"
"Berapa uangmu yang telah habis selama disana? "
"Aku akan berikan bukti pengeluarannya om agar om percaya"
"Tidak usah sebutkan saja, aku transfer sekarang"
"Ohh.. Tuhan baik sekali Om yang satu ini"
Dika menyebutkan nominalnya lalu Janu mentransfer uang sebagi gantinya, mendengar anaknya begitu gigih mencari Hanin sepertinya kali ini dia benar benar akan berubah
"Villa di sebrang bukit di kota itu, di pedesaan xxx"
"Jadi om udah tau selama ini keberadaan Hanin? " Dika terkejut mendengar penuturan Janu
"Ya dia dilindungi oleh Luis, berhati hatilah banyak penjaga disekitar sana" ucap Janu
"Pantas saja tidak bisa di lacak ternyata ada yang melindunginya, baiklah om kami akan kesana sekarang"
"Jangan.. Luis masih ada di sana dia akan pergi sore ini, kesana nanti malam perkiraan pukul 9 atau 10 malam Luis sudah sampai disini"
"Baiklah om, Tristan pasti akan bersujud setelah pulang nanti" telepon di akhiri
Tristan baru saja pulang langkahnya seperti biasa terlihat lemas tak bertenaga, dia menjatuhkan diri di sofa dengan mata terpejam
"Apa kau sudah menemukannya? " tanya Dika
"Tidak ada hasil, bahkan hampir seluruh tempat aku kunjungi disini mereka tidak pernah melihat Hanin" lirih Tristan
"Apa kau menyesal menyia nyiakannya?" tanya Dika
"Sangat.. aku baru sadar bahwa aku mencintainya setelah dia pergi" jawabnya
"Lalu bagaimana dengan Yasmine? " tanya Dika
"Ah.. aku hampir lupa dengannya" Tristan mengambil handphonenya dan menelpon Yasmine
"Aku tidak akan memberitahumu keberadaan Hanin jika kau masih belum memutuskan antara Hanin atau Yasmine" ujar Dika membuat Tristan segera menutup teleponnya
"Apa maksudmu? kau sudah tau keberadaan Hanin? "
"Ya.. dan aku tidak akan memberitahumu sebelum kau memutuskan pilihan"
__ADS_1
"Kau... aku akan membunuhmu jika kau masih menyembunyikan keberadaan Hanin" ancam Tristan, rahangnya mulai mengeras
"Silahkan.. aku akan mati dengan tenang karena sudah membebaskan seorang wanita malang dari cengkramanmu" ucap Dika
"Kurang ajar.. kau mengkhianatiku? "
"Aku tidak suka sikap plin-planmu, kau mencari Hanin seperti orang gila tapi tidak melepaskan Yasmine" hardik Dika
"Yasmine dan Hanin sama sama hamil lalu aku harus membuang salah satu anakku? "
"Lepaskan Hanin aku akan bertanggung jawab dengan anak yang di kandungnya" ucap Dika membuat kobaran api kemarahan semakin terpancar jelas di wajah Tristan
Bugh bugh bugh
Tristan memukul lebih dulu terjadi adu tinju diantara mereka, jelas siapa yang menang diantara mereka. Dika tersungkur terbatuk batuk dengan luka lebam dan darah di sekitar wajahnya begitu Tristan namun Dika kalah telak Tristan masih berdiri kokoh dihadapannya
"Beritahu aku dimana dia atau peluru ini yang akan bicara" Ancam Tristan menodongkan pistol ke arah Dika
"Kau tidak akan mendapatkan sahabat baik sepertiku, Kau harus ingat satu hal ketika kau menyia nyiakan Hanin maka ada banyak pria yang akan menyembuhkan lukanya"
"Ingat masih ada aku, Luis dan Bayu" lanjutnya membuat Tristan semakin gelisah
"Arrrggghhh kau gila.. gila.. " Tristan melemparkan pistolnya ke sembarang arah, dia benar benar pusing harus memilih siapa diantara keduanya
"Putuskan sampai jam 9 malam maka aku akan memberitahumu keberadaan Hanin, jika lewat aku akan membawa Hanin semakin jauh" ucap Dika lalu pergi dari kamar Tristan
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kenapa? apa kau tidak mau di tinggal olehku? " goda Luis
"Aiisshh... kau ini"
"Setelah kau bercerai dengan Tristan aku akan menikahimu, aku akan menerimamu bersama anakmu dengan baik" ucap Tristan seraya memegang bahu Hanin
Hanin hanya tersenyum dan melambaikan tangannya ketika melihat Luis menjauh bersama mobilnya, senyumnya memudar ketika Luis sudah tidak terlihat lagi
"Aku memang mau bercerai tapi untuk menikah kembali rasanya aku tidak ingin"
"Mungkin hatiku di bawa mati oleh si sialan itu" batin Hanin
Mungkin bayinya merasa tidak Terima ayahnya mendapatkan umpatan dari ibunya, bayi di dalam perut Hanin langsung bereaksi
"Apa ini bentuk protesmu huh? tapi ayahmu memang sialan, Bajingan" perutnya kembali di tendang dengan kencang dari dalam
"Kau menggemaskan sekali" Hanin mengusap perutnya sambil terkekeh kecil
"Nona mau di buatkan sesuatu? " tanya bibi
"Tidak usah bi, aku mau tidur bangunkan nanti saat makan malam" ucap Hanin lalu kembali ke kamarnya
Andrew
"Kak aku sudah berangkat sesuai keinginan kakak"
__ADS_1
Kak Hanin
"Baik baik disana, belajar yang sungguh-sungguh jangan kecewakan ayah yang sudah berbaik hati menyekolahkanmu"
Andrew
"Doakan aku kak semoga bisa menyelesaikan ini dengan baik"
Kak Hanin
"Tentu saja, doaku selalu menyertaimu meskipun tak kau minta"
Andrew
"Aku berangkat sekarang, jaga diri dan jaga keponakanku"
"Aku ingin saat aku kembali hidupmu sudah tertata rapih dan kau sudah bahagia"
Hanin berkaca kaca dia amat bahagia mendengar adiknya bisa mencapai impiannya, dia benar-benar berterima kasih pada Janu yang telah banyak berjasa untuknya
"Aku tidak perlu bekerja, bahkan ketika aku pergi ayah masih membiayai Andrew" lirihnya merasa tidak enak hati dengan Janu
Meskipun Tristan memang keterlaluan tapi ayahnya berbeda, dia sosok yang tegas namun juga berhati baik dan lembut berbeda 180° dengan anaknya yang menyebalkan dan arogan
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Bagaimana menurutmu om? " Tanya dika yang mengatakan bahwa dia mengancam Tristan untuk memilih
"Ternyata kau sehebat itu, baguslah biarkan dia memilih dan suruh dia membuktikan ucapannya di hadapanmu" jawab Tristan
"Baik om.. aku harap setelah ini kehidupan gadis itu lebih baik" ucap Dika
"Ya.. aku akan memenggal kepala sahabatmu itu jika dia lebih memilih wanita itu daripada Hanin" seloroh Janu
"Kau kejam sekali, aku yakin wajahku yang babak belur tidak akan mengecewakan" cicitnya
"Tenang saja kau akan dapat kompensasi dariku nanti jika kau berhasil" ucap Janu
"Aku berdoa semoga saja ini berhasil dan om akan memberiku reward yang besar"
"Tenang saja aku tidak akan ingkar janji" Dika mengakhiri teleponnya karena seseorang mengetuk pintu
"Ada apa? " tanya Dika dengan wajah ketus
"Aku sudah memutusukan" jawab Tristan
"Hebat sekali, baru jam 7 kau sudah memutuskan nya"
"Pikirkan lagi baik baik masih ada 2 jam lagi" lanjut Dika hendak menutup pintu
"Kau benar benar minta di habisi" geram Tristan sambil memaksa masuk
"Kalau begitu buktikan siapa yang kau pilih, aku tidak mau kau membohongiku" ucap Dika
__ADS_1