
"Kamu tidak perlu pergi dari sini, itu akan membuat aku semakin merasa bersalah" jawab Bayu
"Ceritakan semua kehidupanmu, bagaimana awal mula kau bisa menjadi seperti ini" lanjut Bayu
"Untuk apa? tidak ada gunanya kau tahu tuan, lagi pula kita tidak bisa mengulang apa yang sudah lewat" lirih Vera yang duduk membelakangi Bayu
"Karena aku peduli padamu"
"Peduli padaku atau masalaluku?" tanya Vera
"Aku tertarik padamu sejak awal Vera"
Deg
Vera terdiam saat mendengar penuturan Bayu dia benar-benar tidak percaya seorang pria tampan dan kaya akan tertarik padanya, Vera terkekeh kecil mencairkan suasana
"Kau tertarik padaku atau ceritaku? "
"Aku tidak main main, aku jatuh cinta saat pertama melihatmu, apa kau tidak tertarik padaku? " tanya Bayu
"Kau mengatakan ini karena rasa bersalah atau kau sungguh-sungguh? "
Bayu membalikkan tubuh Vera menghadapnya tubuh mereka masih sama sama polos hanya tertutup selimut di bagian pinggang mereka, Bayu membelai wajah Vera menatapnya lekat lekat
"Aku mencintaimu sungguh, apa kau melihat aku berpura-pura? tidak peduli masa lalumu aku hanya ingin kau berubah saat kau bersamaku" ucap Bayu dengan kesungguhan hatinya,Vera hanya diam dia tidak tahu harus menjawab apa, satu sisi dia senang namun di sisi lain dia merasa tidak layak mendapatkan pria sebaik Bayu
"Kau terlalu baik, aku ti.. emmpphtt" Vera tidak sempat melanjutkan kata katanya karena Bayu terlebih dulu membungkam Vera dengan bibirnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kemana aku harus pergi sekarang? " Yasmine sudah lelah membawa bayinya
Dia pergi ke ATM untuk mengambil uang dan mencari kontrakan sebelum itu dia harus mencari wig untuk menyamar juga berdandan agar dia tidak di kenali orang, Yasmine merasa pengap jika harus memakai masker terus menerus
Beruntung uang hasil kerjanya dia kumpulkan dan hanya menggunakan uang dari Tristan jadi sekarang hidupnya tidak terlalu susah dia hanya perlu menghemat
"Apa yang harus aku lakukan? apa aku culik dan bunuh anaknya? ahh itu terlalu mudah, apa aku culik minta tebusan lalu bunuh bayinya? pikirkan itu nanti sekarang aku hanya harus memulihkan tubuhku lebih dulu"
"Kau haus sayang? mami buatkan susu untukmu sebentar" Yasmine meletakkan bayinya di kasur kecil di kontrakannya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Mau kemana? " tanya Hanin saat melihat suaminya sudah berdandan rapih
"Aku ada urusan sebentar" jawab Tristan seraya memakai jaketnya
"Ya aku tahu tapi kemana? "
__ADS_1
"Aku mau ke apartemen Yasmine" Hanin menatap tajam pada Tristan
"Kenapa kesana huh? kau mau macam macam lagi? kau masih ingin menemuinya? " Hanin mendorong dada Tristan dengan cara menunjuk nunjuk dadanya
"Ya.. aku merindukannya sangat merindukannya.. jangan larang aku pergi" ucap Tristan menyembunyikan senyumnya
"Pergilah ke neraka" ucap Hanin beranjak dari tempat duduknya
"Sayang.. Hei.. kau menyumpahi aku? " teriak Tristan tertawa melihat Hanin marah marah
Tristan berlari kecil mengejar Hanin ke dapur dia tidak menyangka Hanin akan semarah itu padanya, Tristan melihat Hanin berdiri di dekat meja makan lalu memeluknya dari belakang
"Sayang buatkan aku kopi" bisik Tristan, Hanin tidak menjawabnya
"Sayang ini semakin besar" Tristan meremas dada Hanin namun tetap saja Hanin tidak menjawab
"Kau marah huh? aku hanya bercanda" Tristan menaruh kepalanya di bahu Hanin
"Sayang.. sayang.. sayang.. sayang.. " Hanin yang kesal akhirnya menyumpal mulut Tristan dengan roti yang ada di hadapannya
"Menyingkir" ketua Hanin mendorong tubuh suaminya
"Sayang kenapa kamu semarah ini? aku hanya bercanda, maafkan aku" Tristan terus membuntuti kemana pun Hanin pergi
"Lepaskan aku" ketus Hanin saat Tristan memeluknya
"Terserah kau saja" Hanin kemudian menginjak kaki Tristan lalu kabur dan mengunci kamarnya
"Hanin.. akkhh.. kau keterlaluan" Tristan memegangi kakinya
"Rasakan itu" Hanin berjalan kearah ranjang dan ikut berbaring di samping Kenzo
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Apa? bagaimana dia bisa kabur? cepat cari dia sebelum membuat masalah besar" Luis di kabari oleh anak buahnya bahwa Yasmine kabur
"Bagaimana ini? bagaimana jika dia mengatakan aku terlibat dalam kematian Edward"
Luis kembali menelpon namun entah siapa yang dia hubungi, tampaknya dia serius untuk kembali menangkap Yasmine
"Ya.. temukan dia hidup atau pun mati aku tidak peduli " ucap Luis pada seseorang
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Jam berapa ini? " Hanin melihat jam di handphonenya
Sudah pukul 11 malam namun Tristan belum juga kembali membuat Hanin berpikir negatif tentangnya, Hanin mencari nama kontak Tristan lalu menelponnya
__ADS_1
"Tidak aktif.. dasar brengsek" umpat Hanin, Saat Hanin beranjak dari kamar menuju ruang tamu dia berpapasan dengan suster yang baru kembali dari dapur
"Suster tuan kemana ya? "
"Loh.. nyonya kan istrinya " jawab Suster
"Katanya akan pergi ke apartemen Yasmine, apa mereka akan bersama kembali? " tanya Hanin
"Saya tidak tahu nyonya, telepon saja"
"Itu dia.. handphonenya tidak bisa di hubungi"
Baru saja di bicarakan terdengar suara mobil berhenti di halaman rumah, Hanin segera menyuruh suster masuk ke kamarnya lalu dia pura pura tidur di sofa ruang tamu
Pintu terbuka Hanin sedikit mengintip dengan matanya Tristan sepertinya belum sadar bahwa Hanin tidur disana, saat melewati sofa Tristan baru menyadari Hanin ada disana lalu duduk di samping Hanin
"Kenapa dia tidur disini? " Gumam Tristan hendak mengangkat tubuh Hanin, Hanin mencium bau alkohol dari tubuh Tristan terbangun seketika
"Kau mabuk? bertemu dengan siapa kau tadi? jawab aku Tristan" mata Hanin melotot mencengkram kerah baju Tristan
"Hei.. sayang jangan salah paham"
"Kau pergi ke apartemen Yasmine dan sekarang pulang dengan keadaan mabuk? mau mu apa sebenarnya huh? " Hanin berteriak berurai air mata
"Hanin dengarkan aku dulu" Hanin mendorong tubuh Tristan hingga jatuh duduk di lantai lalu berlari ke kamarnya
"Sayang buka.. dengarkan aku, aku tidak bertemu dengan Yasmine" Tristan menggedor pintu kamar yang di kunci Hanin
"Apa aku harus tidur di luar di kamar lain? ini tidak bisa" Tristan tidur di depan kamar Hanin
Saat pagi Hanin hendak keluar untuk sarapan betapa terkejutnya dia saat membuka pintu, Tristan terjengkang saat pintunya di buka
"Sayang.. kau tega sekali" tanpa menjawab Hanin kembali masuk ke kamar
Tristan segera bangkit dan ikut masuk ke kamar dan mengunci pintunya, perlahan dia mendekati Hanin Lalu memeluknya dari belakang
"Sayangku, kau wangi sekali" Tristan menciumi tengkuk Hanin
"Diam Tristan.. aku masih kesal padamu"
"Jangan marah sayang, aku bersumpah tidak macam macam.. semalam.. " Tristan membalikan tubuh Hanin menghadapnya
"Semalam apa? kau tidur dengan Yasmine atau kau minum dengannya? aku tidak peduli" sergah Hanin
"Kau manis sekali" cicit Tristan
"Kau.. " Hanin menggantung kata katanya saat Tristan membungkam bibir Hanin dengan bibirnya
__ADS_1
Tristan menjatuhkan tubuh Hanin di sofa dan menindihnya Tristan sangat bergairah dia dengan rakus mencium bibir Hanin membuatnya kewalahan untuk bernafas