kesalahan satu malam

kesalahan satu malam
Yasmine melahirkan


__ADS_3

Hanin yang lelah mengasuh bayinya seharian meskipun di bantu suster sedang terlelap, Matanya terasa berat untuk di buka saat sesuatu terasa basah bergerak di bibirnya


Benda kenyal tersebut menjalar ke telinga leher dan dada membuat Hanin menegang seketika, lenguhan terdengar dari bibir Hanin kala dia merasa sesuatu bergerak di tubuhnya menimbulkan rasa geli


"Akkhh.. apa yang kau lakukan? " pekik Hanin tertahan saat Tristan mencaplok buah dadanya


"Aku sedang minum" Jawabnya dengan santai


"Menjauhlah, jangan macam macam" Hanin mendorong kepala Tristan


Bukannya pergi Tristan malah menahan tangan Hanin di samping tubuhnya dan mulai kembali mencium bibirnya dengan lembut, Hanin yang semula berontak di buat tidak berkutik dengan sentuhan Tristan


Hanin mulai kembali mendapatkan kesadarannya saat tangan Tristan menyusuri paha dan semakin naik ke atas, Hanin menahan tangan Tristan yang hampir menyentuh area s*ns*t*fnya


"Jangan paksa aku Tristan" ucap Hanin dengan tatapan menajam


"Kita lihat sayang kau menolak atau tidak" Tristan menyatukan tangan Hanin dan menahannya di kepalanya dengan satu tangan


Tristan kembali mencium bibir Hanin dengan ganas begitu pun tubuhnya tidak ada yang terlewat


"Akhh.. aku... emphht " Belum sempat Hanin bicara Tristan sudah membungkam dengan bibirnya


Tristan tahu Hanin telah mencapai puncaknya tubuhnya lemas dia tidak lagi berontak dengan apapun yang di lakukan Tristan, bahkan ketika Tristan membuka semua kain yang menempel di tubuh Hanin sedikit mengangkat tubuhnya agar memudahkan Tristan


"Sudah aku duga sayang kau juga menginginkannya" bisik Tristan seraya menggigit kecil telinga serta leher Hanin


D*s*h*n dan lenguhan terdengar indah keluar dari bibir mungil Hanin, Saat Tristan hendak membuka pakaiannya tiba tiba handphonenya berdering sampai membangunkan Kenzo


"Kenzo bangun" Hanin segera tersadar hendak menyingkirkan Tristan


"Sebentar saja" pintar Tristan kembali menyerang Hanin


Fokus Hanin terpecah dia tidak bisa membiarkan Kenzo terus menangis begitu pun handphone Tristan yang terus berdering, Hanin mendorong tubuh besar Tristan agar bangun dari atasnya


"Arghh" Tristan menjambak rambutnya frustasi nafasnya masih memburu menahan hasrat


"Halo... ya aku segera kesana" Tristan menjawab telepon nya


"Mau kemana? " tanya Hanin yang sedang menyusui Kenzo


"Aku ada urusan sebentar, tidak akan lama" ucap Tristan lalu mengecup kening Hanin sebelum pergi


"Apa apaan itu tadi? " Hanin menggelengkan kepalanya mengingat kejadian yang baru saja dia alami

__ADS_1


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Tristan baru saja sampai di rumah sakit dia masuk ke kamar dimana Yasmine di rawat, Yasmine menggendong bayinya tersenyum manis menyambut kedatangan Tristan


"Sayang lihat bayi kita, bukankah dia sangat cantik? " ucap Yasmine menunjukan bayinya


Tristan hanya menatapnya tanpa ekspresi entah kenapa dia tidak merasakan emosi apapun entah itu senang, sedih, atau terharu dia merasa biasa saja


"Apa kau tidak senang? " Tanya Yasmine


"Aku akan menggendongnya " Tristan mengambil bayi itu dari pangkuan Yasmine


"Apa kau akan memberikannya nama? " tanya Yasmine


"Terserah kau saja" Jawabnya dingin


"Apa kau tidak mau memberikannya nama? itu anakmu juga Tristan" protes Yasmine


"Hanin saja menamai anaknya sendiri, apa kau tidak bisa? " ketus Tristan


"Kau berubah Tristan" Tristan hanya diam tidak menjawab apapun


Suster datang dan meminta Tristan membawa bayinya ke ruang inkubator, Tristan meninggalkan handphonenya di meja kecil samping bangkar


Teleponnya berdering Yasmine melihat layar ponsel yang bertuliskan nama istriku yang tidak lain itu adalah nomor Hanin, Yasmine menjawab teleponnya


"Halo Hanin" Ucap Yasmine


"Kau.. dimana Tristan? " tanya Hanin


"Dia sedang menjaga putrinya, aku baru saja melahirkan dan apa kau tau? dia sangat senang bahkan katanya lebih senang daripada saat kau melahirkan, dia juga berjanji akan memberimu hadiah" Ucap Yasmine, tanpa mengatakan apapun Hanin langsung mematikan teleponnya


"Menangislah Hanin" gumam Yasmine


Tristan yang baru saja datang mendengar itu dan segera merampas handphonenya dari tangan Yasmine "Aku sudah katakan jangan mengganggu Hanin, kau bukan siapa siapa bagiku" ucap Tristan dingin


"Tristan.. aku hanya.. "


"Diam.. sekali lagi kau mengganggu Hanin maka anakmu tidak akan pernah aku akui dan jangan harap mendapatkan uang untuk keperluannya" Ancaman Tristan


Saat Tristan baru saja berhenti bicara para wartawan masuk begitu saja, Yasmine sengaja mengundang mereka agar menangkap basah Tristan yang menemaninya di rumah sakit


Berbagai pertanyaan mereka lontarkan sambil menghadang jalan Tristan, Tristan yang sudah marah pada Yasmine tidak dapat lagi menahan amarahnya dia mengambil salah satu kamera wartawan dan membantingnya membuat mereka semua terdiam

__ADS_1


"Menyingkir dari hadapanku" teriak Tristan dengan raut wajah menyeramkan, semua yang semula menghalangi jalan kini menepi membuat jalan untuk Tristan


Setelah Tristan pergi mereka kini menyerbu Yasmine untuk di wawancarai.


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Hanin menangis menyadari betapa bodohnya dia dengan mudah mempercayai Tristan dan menerimanya dengan mudah, dia menonton televisi dengan suara agak keras agar menyamarkan suara tangisannya


"Pengusaha Tristan Januar terpergok sedang menemani Model Cantik Yasmine yang baru saja melahirkan di rumah sakit, apakah ini bisa menjawab semua rasa penasaran kita? lalu apa yang membuat pengusaha muda ini sampai semarah itu ketika di wawancara dan sampai membanting kamera salah satu wartawan? berikut penjelasan Yasmine yang sempat angkat bicara" ucap sang pembawa acara gosip


"Mohon maaf atas sikap yang tidak mengenakan dari Tristan dia sedang emosi karena istrinya terus menelpon padahal dia ingin menemani kami disini, aku bisa mengerti istrinya lebih berhak jadi aku menyuruhnya pulang dan itu memancing emosinya" ucap Yasmine dengan wajah seolah bersedih


"Kau bajingan" teriak Hanin, bahkan saking kerasnya televisi yang dia tonton tangis Kenzo sampai tidak terdengar olehnya


Hanin menangis sejadi jadinya di tengah malam dengan suara televisi yang memekakkan telinga, pintu kamar terbuka Tristan menatap Hanin yang tampak memeluk kakinya menyembunyikan wajahnya diantara lutut


Tristan mematikan televisi sampai tangis Kenzo barulah terdengar, Tanpa bicara Tristan mengambil Kenzo yang nampaknya sudah lama menangis dan membawanya pada suster untuk di beri asi lalu dia kembali ke kamar dan mengunci pintunya


"Jangan salah paham Hanin" Ucap Tristan duduk disamping Hanin


"Apapun yang di katakan Yasmine itu tidak benar, Aku kesana hanya.. "


"Pergilah Tristan.. temani anak dan wanita yang kau cintai, jangan membuatku menaruh harapan padamu, aku sadar diri kau ingin menaklukkanku hanya karena takut ayahmu mencoretmu dari daftar ahli waris" lirih Hanin di sela isak tangisnya


"Kau salah Hanin aku sungguh mencintaimu, jangan ragukan aku lagi Hanin percayalah padaku"


"Pergi Tristan.. pergi.. aku mohon" Tangis Hanin semakin menjadi


"Aku tidak mau banyak berharap, pergilah" ucap Hanin dengan tangis sesenggukan


"Hanin aku mencintaimu, aku tidak akan meninggalkan kalian lagi" Tristan memeluk erat tubuh Hanin


"Pergi.. Tristan pergi.. kau pria bajingan yang pernah aku temui, kau sialan aku membencimu Tristan aku membencimu" teriak Hanin berontak dalam pelukan Tristan


"Dengarkan aku Hanin, aku mohon jangan pergi lagi, aku tidak bisa hidup tanpa kalian" Tristan semakin memeluk Hanin suaranya bergetar menahan tangis


"Kalau begitu mati saja kau dengan begitu aku tidak harus hidup denganmu" pekik Hanin memukul serta mencakar punggung Tristan


Tristan menahan setiap pukulan, cakaran, bahkan Hanin menggigit bagian tubuh Tristan sampai berdarah, Tristan tidak mau melepaskan Hanin dia takut istrinya itu pergi membawa Kenzo lagi biarlah dia merasakan sakit semoga Hanin bisa tenang setelah melampiaskan amarahnya


Suster mendengar pertengkaran mereka bahkan mungkin teriakan Hanin bergema di seluruh ruangan di rumah itu, Suster mengabari Janu agar segera membereskan masalah mereka karena kasihan melihat Hanin yang sampai lupa mengurus Kenzo


Saat ayah dan ibunya bertengkar Kenzo tidak mau diam bahkan tidak mau minum susu dia terus menangis sampai matanya membengkak, suster menjadi bingung harus bagaimana sedangkan tampaknya suasana di kamar masih memanas

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan vote juga beri dukungan lainnya


Karena mengkhayal juga butuh tenaga hargai karya author walaupun hanya dengan like 😉


__ADS_2