
...Biasakan like sebelum lanjut membaca...
"Sayang.. kau masih marah? aku minta maaf, aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi" Tristan masih membujuk Hanin
"Aku tidak akan pernah mempercayai kata kata yang keluar dari mulut buaya" ketus Hanin seraya memakaikan baju pada Kenzo
"Kau tega sekali menyebut suamimu buaya"
"Lalu aku harus menyebutmu apa? crocodile atau aligator? "
"Itu sama saja sayang, kau bisa menyebutku si tampan berkharisma atau suamiku yang tampan dan gagah" cicit Tristan
"Ini sudah siang cepat pergi bekerja, aku muak mendengar ocehanmu"
"Kau memang tega, bahkan kau belum memasangkan dasi untukku" Tristan menenteng dasi si tangannya
Hanin menarik kasar dasi dari tangan Tristan dan mulai memasangkannya, Tristan tersenyum memanfaatkan kesempatan ini dengan menekan tengkuk Hanin dan menciumnya dengan paksa
Hanin berontak namun kekuatannya kalah di bandingkan Tristan yang kini memeluknya erat, tangan Hanin mencengkram kemeja yang di gunakan Tristan semakin lama semakin menikmati ciuman Tristan yang melembut
"maafkan aku, aku janji tidak akan mengulanginya lagi" Hanin hanya menatap wajah suaminya, Tristan kembali mengecup bibir Hanin
"Aku merindukanmu" bisik Tristan
"Tapi kau harus bekerja" Hanin kembali merapihkan baju suaminya
"Tunggu aku pulang, jangan marah lagi"
"Jangan ulangi lagi, aku tidak mau mendengar atau melihat kau bersama wanita lain selain aku"
"Aku janji, aku berangkat " Tristan memeluk serta mengecup kening Hanin sebelum berangkat bekerja
"Jadi apa kau serius dengan Vera? " tanya Iriana
"Ya.. aku ingin menikahinya dalam waktu dekat" jawab Bayu membuat Tristan yang sedang minum tersedak
"Seriously? " pekik Tristan
"Kenapa raut wajahmu begitu Tristan? " tanya Iriana
"Dia hanya terkejut, kami pergi dulu " Bayu segera menarik lengan baju Tristan untuk keluar dari rumah
"Jangan katakan apapun tentang Vera" Bayu memperingatkan Tristan
"Jadi kau sudah tau? "
"Ya.. aku menerimanya seperti apapun masalalunya" jawab Bayu
"Baiklah jika itu pilihanmu"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kau harus ikut sayang, kita akan membalas mereka" ucap Yasmine pada bayinya
__ADS_1
Yasmine menyewa sebuah mobil dan pergi ke mansion kakek setelah beberapa hari mengawasi Hanin, dia meninggalkan bayinya dan menyimpan mobilnya tidak jauh dari mansion itu
Yasmine menyelinap masuk karena disana tidak ada penjaga hanya ada satpam yang sudah dia bereskan, Yasmine Masuk lewat pintu belakang dan berhasil mengikat pelayan
Iriana sudah pergi arisan di rumah hanya ada Hanin dan Ressa yang baru saja sampai, Ressa sedang menggendong Kenzo sementara Hanin sedang menyuapi kakek
"Kakek mau buah? " tanya Hanin
"Tidak usah, aku hanya ingin istirahat pergilah.. Kenzo membutuhkanmu"
"Baiklah.. nanti jika kakek membutuhkanku panggil saja" Baru saja Hanin melangkah pintu tiba-tiba terbuka Yasmine menyeret Ressa yang Terikat sementara satu tangannya menggendong Kenzo
"Yasmine apa yang kau lakukan lepaskan mereka" pekik Hanin
"Mundur atau anakmu akan aku jatuhkan" ancam yasmine, Hanin kembali menarik kakinya yang hendak melangkah
"Letakkan anakku, aku mohon Yasmine jangan macam macam dengan anakku"
"Lepaskan cicitku wanita gila" teriak kakek
"Diam kalian atau aku akan menjatuhkannya"
"Tidaaaakkk" teriak Hanin saat Yasmine memegang baju Kenzo hanya bagian depan saja dan membiarkan Kenzo menggantung
"Turunkan dia Yasmine aku mohon" Yasmine meletakkan Kenzo di lantai
Ketika Hanin berlari hendak mengambil anaknya, Yasmine lebih dulu mencekal tangan Hanin lalu menamparnya hingga tersungkur
"Apa kabar kakek tidak berguna? bagaimana rasanya melihat menantu menantumu menderita? "
"Wanita brengsek lepaskan mereka jangan ganggu keluargaku"
"Aku sudah memperingatkan kalian untuk menikahkan aku dengan Tristan namun kalian tidak pernah mendukungku dan sekarang aku ingin kalian semua menderita "
"Sebelum aku pergi aku ingin berbagi sedikit cerita pada kalian" lanjut Yasmine
"Hanin kau masih ingat handphonemu yang hilang? aku yang mengambilnya, aku dan Luis bekerja sama agar kalian putus dan kami membuat pesan seolah olah kalian sedang bercinta malam itu padahal Edward ingin mengajakmu bertemu ibu mertuamu ini"
"Kau ingin mengatakan sesuatu? cukup dengarkan aku, dan nyonya Januar aku lah yang malam itu bertengkar dengan anakmu tapi aku tidak membunuhnya kami hanya saling menarik hingga akhirnya boomm.. anakmu jatuh"
"Keparat.. wanita laknat" teriak kakek terisak mengingat Edward
"Menangislah kalian semua aku suka melihatnya" Yasmine tertawa melihat mereka hanya bisa terisak tanpa melakukan apapun
"Satu hal lagi Hanin.. jangan percaya pada Luis kami selalu bekerja sama untuk memisahkanmu dan Edward begitupun dengan Tristan, aku pergi dulu bye" Yasmine membawa Kenzo di gendongannya keluar
Hanin dan Ressa berusaha melepaskan ikatannya hingga akhirnya Ressa bisa melepaskan satu tangannya, setelah membantu Hanin dan pelayanan di rumah Ressa dan Hanin bergegas masuk ke dalam mobil untuk mengejar Yasmine yang
Iriana baru saja datang dia tidak melihat satpam di depan rumah lalu segera masuk ke rumah, saat di dalam rumah Iriana berpapasan dengan Hanin yang membawa Kenzo
"Berhenti.. mau di bawa kemana Kenzo? " Iriana hendak mengejar namun teriakan kakek membuatnya kembali masuk ke kamar ayahnya itu
Iriana melepaskan tangan Hanin dan Ressa lalu keduanya berlari menuju mobil hendak mengejar Yasmine, beruntung saat mobil mereka keluar dari halaman mobil Yasmine pun baru saja berbelok
__ADS_1
"Semoga aku tidak lupa" ucap Ressa, dia dulu memang bisa menyetir namun sudah beberapa tahun dia tidak pernah melakukannya, ada sedikit ketakutan namun dia harus menyusul cucunya
Mobil Yasmine dan Hanin saling mengejar menuju hutan dan melewati jembatan, Hanin mengabari Tristan juga ayahnya untuk segera menyusul mereka
Sesampainya di sebuah tebing curam Yasmine akhirnya menghentikan mobilnya, mereka turun dari mobil masing masing
"Waspada.. jangan gegabah" ucap Ressa melindungi Hanin yang ada di belakangnya
"Hei.. wanita gila aku mau mengajukan barter denganmu" ucap Yasmine berasal di ujung tebing
"Lepaskan cucuku maka akan aku penuhi keinginanmu" jawab Ressa
"Aku tidak mau apapun hidupku sudah hancur, aku hanya ingin menukar Hanin dengan bayi ini.. bagaimana? " Ressa semakin menutup Hanin dengan tubuhnya
"Baiklah.. aku akan melakukannya" Hanin meyakinkan mertuanya agar dia percaya padanya
"Kemari lah, aku akan mendekat jika kau melangkah" Hanin berjalan satu langkah
Baru saja Yasmine mendekat sekarang terdengar suara mobil polisi membuat Yasmine kembali mundur, Hanin mendesah kesal rencananya gagal
"Yasmine.. lepaskan anak dan istriku" teriak Tristan yang baru saja sampai
"Hai sayang.. kenapa kau kemari? kau ingin bertemu denganku? atau kau mau bercinta denganku? kemari sayang aku merindukan keganasanmu"
"Jujur aku juga merindukan mu sayang.. apa kau pikir aku akan jatuh cinta dengan wanita jelek ini? aku hanya menginginkan harta ayahku, sekarang kita sudah mendapatkan bayinya mari kita pergi" ucap Tristan
"Hei.. sialan kurang ajar sekali" Hanin memukul bahu Tristan
"Memang benar jika di bandingkan dengan Yasmine kau jauh segala galanya, kau tahu kenapa malam kemarin aku ke club malam dengan banyak wanita? itu karena aku tidak puas denganmu, aku merindukan Yasmine"
"Jadi seperti itu? setelah aku mengambil anakku jangan harap kau bisa bertemu dengannya lagi, aku akan membawa anakku pergi jauh" pekik Hanin
"Jangan bermimpi, aku akan membesarkan anakku dengan Yasmine jadi kau bisa pergi sekarang jangan menunda lagi"
"Tristan hentikan kau keterlaluan Hanin adalah istrimu" teriak Ressa
"Bisa kah ibu diam? jangan ikut campur"
"Anak kurang ajar, kemari kau aku akan menghabisimu" Ressa hendak memukul Tristan namun Hanin mencegahnya
"Aku akan membawa bayiku pergi dan hartamu aku tidak butuh" ucap Hanin
"Hentikan drama bodoh ini, aku tidak akan menyerahkan anak ini lebih baik dia terbang kebawah sini" lagi lagi Yasmine hanya memegang baju depan Kenzo membuat bayi itu melayang
"Aaaaaaaaaa.. tidaaak" Hanin berlutut menangis sesenggukan
"Aku akan melakukan apapun, aku akan menukar nyawaku dengan anakku"
"Benarkah? aku sangat terharu, kalau begitu kemari lah" Hanin berjalan perlahan mendekati Yasmine dengan berderai air mata
Jangan lupa like komen dan vote
Berikan author bunga agar semangat up nya
__ADS_1