kesalahan satu malam

kesalahan satu malam
Awal kehancuran Olivia


__ADS_3

"Apa yang kau lakukan hari ini membuatku kesal"


"Apa aku salah memilih jalan hidupku sendiri? apa aku salah menginginkan kebebasan? aku bukan barang milikmu kak lagi pula ayah dan Ibu tidak pernah melarangku" Olivia menepis tangannya yang di cengkram Kenzo


"Kau tahu sifat pria bagaimana? setelah melakukan itu kedepannya dia akan memintamu yang lebih lagi, mereka akan memintamu tidur dengannya hingga kau terjerat dengan mereka"


"Apa yang kau katakan? tidak semua pria seperti itu aku percaya Rai pria baik baik"


"Baik baik? apa kau mengenalnya lebih dalam? apa kau bisa menebak isi kepala orang lain? " bentak Kenzo


"Apa kau juga mengenalnya dan bisa menebak isi kepala orang lain? kau hanya menerka-nerka dan berprasangka buruk terhadap orang lain"


"Setidaknya aku juga pria kami akan tahu sifat alamiah kami, wanita memang selalu bodoh dalam menilai"


"Ohh.. berarti kau sama buruknya dengan mereka maka dari itu kau menuduh setiap pria sama sepertimu" Olivia menunjuk wajah Kenzo


"Kau berani melawanku demi pria itu? "


"Ya.. aku akan melawanmu sekarang, aku tidak akan mendengarkan kata katamu lagi, Jangan mengatur hidupku lagi" Kenzo melayangkan tangannya namun hanya menggantung di udara


"Pukul aku.. pukul aku" teriak Olivia namun Kenzo pergi begitu saja


Olivia kesal karena Kenzo kali ini sudah benar benar keterlaluan, selama ini dia cukup bersabar di perlakukan dengan posesif oleh Kenzo


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Arrrggghhh... sial.. sial.. kenapa aku merasa sakit hati melihat adikku dengan pria lain" teriak Kenzo yang berada di dalam mobil


Kenzo pergi ke rumah Iriana untuk bertemu suami Iriana untuk mencari tahu asal usul keluarga Rai, ketika sampai disana ternyata suami Iriana tidak ada di rumah


"Dimana paman? " tanya Kenzo


"Dia tidak ada, untuk apa kau mencarinya? "


"Aku ingin bertanya sesuatu"


"Tanyakan saja padaku" ucap Iriana


"Tidak aku pergi saja" Kenzo berbalik untuk pergi


"Kenapa wajahmu seperti itu ketika melihatku? " tanya Iriana

__ADS_1


"Kau menyebut ibuku wanita j*l*ng, siapa yang tidak marah ketika ibunya di hina seperti itu" jawab Kenzo seraya berbalik menatap Iriana


"Heh.. siapa yang mengatai ibumu? ibumu wanita baik hati kedua setelah kakak iparku"


"Lantas siapa yang kau sebut wanita j*l*ng?"


"Aku mengatai ibu wanita itu" Iriana berjalan menghampiri Kenzo


"Apa maksudmu? apa yang kau maksud Olivia? dia adikku ibunya pun sama denganku"


"Dengar Kenzo, Olivia bukan adik kandung mu, dia anak wanita yang sudah melukai ibumu"


"Omong kosong apa yang kau katakan? " Kenzo berpikir bahwa yang di katakan Iriana tidak masuk akal


"Kau tidak tahu? nasib malang yang menimpa ibumu dulu? kemari akan ku tunjukkan" Iriana menunjukkan semua bukti berita yang telah Tristan hapus


Kenzo membaca dengan teliti setiap bait kata yang tertera di dalam komputer Iriana, wajahnya menunjukkan rasa tak percaya perkataan Iriana dengan bukti di dalam komputer tersebut membuat kepala Kenzo seperti akan pecah


" Ini berita bohong bukan? aku tidak percaya ini" Tubuh Kenzo terasa lemas tak bertulang


"Itu mengapa aku tidak pernah menyukai Olivia, ayahmu dan ibunya telah melukai ibumu berkali kali dan ibu gadis itu yang memfitnah ibumu agar ayahmu membalaskan kematian adiknya"


"Ibumu sungguh menderita saat itu, bahkan dia pernah dua kali kabur namun tetap saja ayahmu bisa menemukannya, kebaikan hati Hanin membuatnya tak tega melihat bayi wanita jahat itu terlantar sampai akhirnya dia mengurusnya"


"Kalian sudah membesarkan anak wanita jahat itu, hati hati buah jatuh tidak jauh dari pohonnya" lanjut Iriana


Kenzo pergi tanpa berkata kata dia meninggalkan kediaman Iriana dengan mobil melaju kencang, Kenzo tidak langsung pulang dia menghabiskan malamnya di club malam


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Aku menyesal berkata kasar pada kakak, kenapa dia tidak bisa di hubungi" Olivia mondar mandir seraya menelpon


Sampai larut malam Kenzo tidak kunjung pulang akhirnya Olivia tertidur, sampai lewat tengah malam suara mobil Kenzo baru memasuki pekarangan rumah


Olivia mengerjapkan matanya Kenzo berdiri di samping tempat tidur menatap Olivia, Olivia segera bergeser menghampiri Kenzo untuk meminta maaf


"Kakak maafkan aku, mungkin aku sudah melukaimu dengan kata kataku aku menyesal" ucap Olivia


"Aku tahu maksudmu baik, kau hanya takut terjadi sesuatu padaku" Kenzo hanya diam entah tatapan apa yang di berikan Kenzo padanya


"Kakak.. " saat Olivia menyentuh tangannya Kenzo menepis kasar tangan Olivia

__ADS_1


"Kau... aku salah telah menyayangi anak dari wanita licik yang menghancurkan hidup ibuku"


"Apa maksudmu kak? " Olivia tidak mengerti apa yang di bicarakan Kenzo


"Kau harus merasakan apa yang ibuku rasakan" Kenzo mencengkram rahang Olivia


"Kak sakit" Olivia berusaha melepaskan cengkraman tangan Kenzo


Kenzo mendorong cengkramannya hingga Olivia tidur terlentang dengan kasar Kenzo menarik baju tidur Olivia hingga menyisakan pakaian d*l*m saja


"Kakak apa yang kau lakukan? " pekik Olivia


"Kak jangan lakukan itu"


"Kak tenangkan dirimu kau terlalu mabuk, kakak emmpthh.. " Kenzo mencium Olivia kasar


Entah karena mabuk atau memang dia ingin membalaskan dendam ibunya pada wanita yang sudah menghancurkan ibunya dulu, Kenzo tidak mendengarkan jeritan pilu Olivia saat dia memaksanya


Kamar Olivia yang kedap suara membuat pekerja di rumahnya tidak dapat mendengar jeritan jeritan Olivia, tangis Olivia pecah saat kehormatannya direnggut kakak yang sangat menyayanginya selama ini


Kenzo tidur begitu saja setelah melakukan pemaksaan pada sang adik, sementara Olivia menangis membelakangi Kenzo mencengkram selimut yang menutupi dadanya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kenapa sayang? " tanya Tristan saat tiba tiba saja Hanin terbangun dari tidurnya


"Aku mimpi Olivia dan Kenzo dililit ular besar" nafas tampak terengah


"Itu hanya mimpi, tidurlah mereka akan baik baik saja"


"Perasaanku jadi tidak enak, apa terjadi sesuatu dengan anak anak? " lirih Hanin


"Besok pagi pagi kita pulang, tenangkan dirimu" Tristan memberi segelas air pada Hanin, Tristan kembali membawa Hanin berbaring sambil memeluknya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Alarm di handphone Olivia berdering dia mengerjapkan matanya, kepalanya terasa berat akibat semalam dia menangis


Olivia tidak melihat keberadaan Kenzo lagi di kamarnya mungkin dia sudah pindah ketika Olivia tertidur, Olivia berjalan perlahan menuju kamar mandi tangisnya semakin menjadi ketika dia mengguyur tubuhnya di bawah shower


Olivia mencakar tubuhnya sendiri dia merasa jijik dengan tubuhnya, bayangan bayangan malam itu bermunculan membuat Olivia menjerit sambil memukuli kepalanya

__ADS_1


Kakak yang selama ini sangat ketat menjaganya nyatanya dialah yang merusak kehidupannya, Olivia masih tidak mengerti apa yang di katakan Kenzo malam itu


Entah karena Kenzo terlalu mabuk atau dia masih marah pada Olivia tapi mengapa dia dengan kejamnya melakukan hal itu pada adik yang selama ini tumbuh bersama dengannya bahkan dia mencurahkan kasih sayangnya pada Olivia selama ini


__ADS_2