kesalahan satu malam

kesalahan satu malam
Amukan Tristan


__ADS_3

Mana nih likenya? like dulu sebelum lanjut membaca, hargai karya author karena mengkhayal juga butuh kerja keras 😅😅😅


Pulang dari kantor Tristan bergegas pulang dengan sumringah, senyumnya tidak pernah pudar dari wajah tampannya dia sudah tidak sabar ingin bertemu sang istri. Tristan berjalan dengan langkah besarnya menuju apartemen, bodyguard membungkuk saat Tristan berjalan membuka pintu


"Sayang" teriak Tristan saat baru saja masuk


"Hanin... sayang kau dimana? " Tristan membuka kamar mengedarkan pandangannya


Tristan membuka pintu kamar mandi pergi ke dapur sampai membuka lemari lemari dan mencarinya ke bawah kasur namun Hanin tidak juga di temukan. Tristan keluar dan bertanya pada bodyguard di depan pintu


" Hei apa kau melihat nyonya? " tanya Tristan


"Nyonya di dalam tuan, dan ini dia tadi menyuruhku membeli mangga muda tapi aku ketuk pintunya nyonya tidak keluar" jawabnya


"Apa tadi ada orang kesini? " tanyanya lagi


"Ada tuan seorang wanita dia mengaku hamil saya sudah mengusirnya tapi nyonya keluar dan membawanya masuk"


"Apa? dia keluar? "


"Benar tuan"


"Argghhh sial, itu pasti Yasmine lalu kemana aku harus mencari Hanin" gumamnya mengacak rambutnya frustasi


"Kau tidak becus sama sekali, aku sudah menyuruhmu menjaganya tapi kau tidak bisa di andalkan, kau aku pecat" bentak Tristan lalu kembali masuk ke apartemen membanting pintu dengan keras


Tristan mengambil handphonenya dan memanggil sebuah nama yang tertera di layar handphonenya. dia sampai mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari keberadaan Hanin


T "*Bayu kau dimana? "


B "Aku di rumah"


T "Cari keberadaan Hanin dia pergi"


B"Apa? kenapa dia bisa pergi? apa kau melukainya? "


T "Tidak, ini pasti gara gara Yasmine sudah jangan banyak tanya sekarang cepat cari dia"


B "Oke*"


"Ck, dia tidak tau saja aku yang menyembunyikan istrinya" batin Bayu tersenyum smirk


Ketika semua orang mencari Hanin Tristan menghancurkan semua barang barang di apartemennya, lalu menyuruh orang untuk membersihkannya dan kembali menata ruangannya tanpa ada yang berbeda sedikit pun. perintah itu membuat dia orang yang di panggilnya benar benar terkejut


"Permintaan macam apa itu? memangnya aku ini jin" gumam salah seorang dari mereka


"Kau berbicara sesuatu? " bentak Tristan

__ADS_1


"Tidak tuan, kami akan mengerjakannya" jawabnya lalu segera memulai pekerjaannya


Tristan menuju rumah Andrew untuk menanyakan keberadaan kakaknya


"Andrew apa Hanin kesini? " tanya Tristan ketika Andrew membukakan pintu


"Kenapa kau menanyakan kakak padaku? kau ini suaminya apa kau tidak menjaganya dengan benar? tadi juga ada pria datang kesini menanyakan kakakku" cerocos Andrew


"Siapa? "


"Asisten Bayu"


"Baiklah mungkin kakakmu sedang jalan jalan aku pergi dulu" ucap Tristan lalu pergi karena takut Andrew bertanya lebih banyak


"Jaga kakak dan keponakanku" teriak Andrew saat Tristan sudah masuk ke dalam mobilnya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Di mansion kakek Tristan


Setelah kepergian Bayu seorang wanita datang kesana dan berkata untuk mengumpulkan semua orang, mama Bayu sampai di buat geram dengan tingkah laku sombong dan tukang perintah wanita itu. namun karena penasaran dengan apa yang akan di katakannya Mama Bayu menelpon Janu dan membawanya ke kamar kakek


"Apa yang ingin kau bicarakan? " tanya Janu ketus karena tidak menyukai Yasmine


"Tuan dan nyonya sebelumnya saya minta maaf menganggu waktu kalian, saya ingin mengatakan saya sedang hamil dan ini anak Tristan" ucapnya tidak mengurangi kesombongannya


"Apa? tapi mana mungkin Tristan sudah mempunyai istri dan dia juga tengah mengandung" ucap Janu


"Ya Hanin mengandung dan bisa di pastikan itu adalah anak Tristan dan kau aku ragu" nada bicara Janu seolah sedang mencemooh Yasmine


"Aku... "


"Arrrggghhh... anak sialan itu" kakek meringis memegangi dadanya


"Ayah" pekik mereka bersamaan mendekati kakek


"Panggil anak itu kemari, ini benar benar memalukan" geramnya di sela sela rintihannya


Tristan dan Bayu di perintahkan untuk segera pulang, kini mereka semua sudah berkumpul disana bahkan Tristan di cecar pertanyaan oleh Janu. Tristan menjawab semua dengan jujur dan menyalahkan ayahnya atas semua yang terjadi


"Kemari kau" Janu mencengkram kerah baju anaknya dan memukul wajahnya berkali kali hingga Tristan tersungkur


"Kau bilang aku penyebab semua ini? kau tidak merasa hina setelah memperk**a seorang gadis? dia bahkan awalnya menolak tapi aku mengancamnya, kau pikir aku melakukan semua ini untuk siapa? untukmu anak sialan aku ingin kau terlepas dari wanita siluman ini" tunjuk Janu pada Yasmine


"Hei tuan turunkan tanganmu, aku seorang artis bisa saja aku mengangkat masalah ini ke media" ancam Yasmine


"Kau ingat ini Tristan wanita ini selalu menghabiskan uangmu berfoya-foya memakai uangmu tapi istrimu pernahkah dia meminta sepeser saja uang darimu? tidak Tristan dia memakai uang hasil kerja kerasnya sendiri. harusnya kau bisa menilainya dari sana" ucap Janu

__ADS_1


"Lalu apa maumu nona? Tristan sudah menikah terlebih istrinya sedang mengandung" ucap kakek yang takut nama baik keluarga besarnya tercoreng


"Aku ingin pengakuan dari Tristan, dan umumkan pada media pertunangan kita" ucapnya membuat semua orang tercengang


"Itu tidak bisa, akan membuat hati Hanin semakin hancur" ucap Mama Bayu yang sudah menyayangi Hanin


"Ya aku tidak setuju" jawab Janu, sementara Bayu dan papanya hanya diam


"Ini demi nama baik keluarga besar kita jika hal ini sampai bocor ke media martabat keluarga kita akan hancur. keputusanku tidak bisa di bantah" tegas kakek


"Baiklah aku sudah keluar sejak lama dari keluarga ini, terserah kalian aku tidak ingin terlibat dan untukmu hapus nama belakangku dari namamu perusahaan aku ambil alih" ucap Janu lalu pergi dari sana


"Malang sekali nasibmu nak" lirih Mama Bayu memikirkan Hanin si gadis yang selalu ceria


"Aku pergi" pamit Bayu di susul mama dan papanya menyisakan mereka bertiga di kamar


"Tristan aku benar benar kecewa padamu, aku lebih menyukai wanita kampung itu dari pada artismu ini" hardik kakek


"Sekarang keluarlah jangan pernah menunjukkan wajah kalian lagi di hadapanku" usirnya


"Sayang tunggu" Yasmine berlari mengejar Tristan yang sudah keluar dari Mansion itu


"Semua ini karena ulahmu, jika sebentar saja kau bisa bersabar aku tidak akan kehilangan semuanya. aku akan menuruti keinginanmu dan kau nikmati saja hidup bersama si miskin ini" ucap Tristan masuk ke mobilnya dan pergi meninggalkan Yasmine


"Sial kenapa semuanya jadi seperti ini, aku kira wanita sialan itu tidak hamil" gerutu Yasmine


Baru saja Bayu sampai di apartemen dia melihat Hanin menangis menatap layar televisi, kabar pertunangan Yasmine dan Tristan sudah terangkat ke media. Bayu mengepalkan tangannya lalu melangkah mendekati Hanin dengan wajah yang melembut


"Kenapa kau menangis? " tanya Bayu membuat Hanin mendongak


"Ahh tidak aku.. aku.. hanya" jawabnya terbata


"Kau mencintai Tristan? " tanya Bayu namun Hanin menggeleng


"Lantas apa yang membuatmu menangis melihat berita itu? "


"Aku hanya tidak tau akan seperti apa anakku nanti, apa aku bisa menjadi dua peran penting itu di dalam hidupku ? apa anakku tidak akan menanyakan keberadaan ayahnya? " ucap Hanin disela isakan tangisnya


"Baiklah Hanin berhenti menangis jika perlu aku yang akan menggantikan posisi Tristan, maksudku anakmu bisa memanggilku ayah dan aku akan memberikan kasih sayang layaknya ayah kandung" ucap Bayu yang duduk di samping Hanin


"Kau bercanda kau seorang pria lajang apa kata calon istrimu nanti jika ada seorang anak yang memanggilmu ayah"


"Aku akan mengatakan aku seorang duda" jawaban Bayu membuat Hanin mengulum senyum


"Hei bukannya menjadi duda itu tidak buruk? apalagi aku sangat tampan siapa yang tidak tertarik dengan duda tampan ini" ucapnya dengan angkuh


"Tapi kenapa pria tampan ini masih jomblo? " tanya Hanin membuat Bayu tersenyum kikuk

__ADS_1


"Itu mungkin karena belum ketemu jodohnya hee" jawaban Bayu sukses membuat Hanin tertawa kecil


"Ternyata sangat mudah membuat wanita ini tersenyum, kau salah Tristan sudah membuang berlian demi batu kerikil" batin Bayu yang ikut tertawa bersama Hanin


__ADS_2