kesalahan satu malam

kesalahan satu malam
Bab 16


__ADS_3

Mobil merah cabe itu terparkir sempurna di basement apartemen Bastian. Ia menoleh menatap Amelia yang masih menangis dengan terisak, air matanya sudah berjatuhan membasahi pipinya. Entah apa yang perempuan itu tangiskan pikir Bastian?


"Turun, kita sudah sampai!" Suara bariton berucap dengan sangat dingin. Amelia yang mendengar itu menoleh dengan mata yang begitu sembab.


Iris cokelat itu menatap orang yang ada di sebelahnya, "Apa di dalam sana kau punya es krim?" Tanyanya dengan tergugu.


Bastian hanya menggeleng kepala tanda jawaban dari pertanyaan Amelia. Memang ia laki-laki apaan yang menyetok es krim di kulkasnya. Kalau Amelia bertanya minuman yang beralkohol Bastian pasti akan menjawab ada.


Amelia yang melihat gelengan kepala Bastian hanya mampu menghembuskan napasnya terlihat kecewa. Saat ini ia ingin makanan yang manis, karena hari ini moodnya benar-benar jelek sekali.


"Aku ingin es krim," ucapnya dengan lirih yang masih bisa didengar oleh Bastian.


Bastian tidak memperdulikan ucapan itu dan berlalu keluar dari dalam mobil. Amelia yang melihat itu mau tidak mau ikut keluar dan mengikuti langkah kaki Bastian dengan sangat tidak bersemangat.


Saat ini ia rindu dengan Abian Bahran, bagaimana bisa laki-laki itu mencampakkannya begitu saja. Setelah satu tahun hubungan mereka apa itu semua tidak ada arti apapun untuk dirinya.


Amelia menangis karena lagu yang diperdengarkan di dalam mobil seperti menggambarkan perasaannya saat ini. Amelia berjalan dengan menghembuskan napas berkali-kali sambil melihat punggung tegap itu memimpin jalan.


Amelia menatap punggung itu sambil bertanya-tanya kenapa laki-laki itu tidak ada lembut-lembutnya dengan dirinya? Apa jangan-jangan ia ditinggal juga dengan kekasihnya sama seperti dirinya? Karena kesalahan satu malam itu. Dan Bastian menjadi membenci dirinya.

__ADS_1


Lagi-lagi Amelia hanya bisa merutuki laki-laki bodoh itu yang sudah berani memberinya obat tersebut. Akibat ulahnya itu banyak hati yang tersakiti.


Amelia langsung merebahkan dirinya di sofa sesaat mereka berada di dalam apartemen.


Bastian membulatkan matanya saat melihat kamarnya begitu banyak baju yang berhamburan. Dengan bertolak pinggang Bastian menghampiri Amelia, "Kau, rapikan bajumu itu aku tidak mau tau! Karena lemarinya terbatas tidak semua baju bisa kau masukan ke lemari. Dan ingat, aku tidak mau apartemenku berantakan! " ucap Bastian dengan wajah kesalnya.


Amelia yang melihat kekesalan di wajah Bastian dengan suara yang tinggi langsung beranjak dan merapikannya. Ia lupa bahwa ini bukan mansion miliknya yang tidak bisa seenaknya saja.


Bastian yang melihat kepergian Amelia hanya bisa memejamkan matanya dan berlalu pergi kearah dapur ia ingin membuat makan malam.


Bastian membuka lemari pendinginnya dan melihat bahan-bahan yang tersedia. Ternyata hanya ada sosis dan udang. Bastian terdiam sesaat dan membuka lemari kitchen nya ternyata masih ada bahan pasta spaghetti. Bastian pun mengeluarkan semua bahan itu, tidak lupa perbumbuannya.


Setelah beberapa saat aroma menyeruak keseluruhan ruangan, Wangi dari masakan itu tercium sampai ke indera penciuman Amelia yang sedang merapikan pakaian.


"Astaga, wangi banget perutku jadi lapar," gumam Amelia yang langsung berdiri dari tempatnya dan melangkah keluar menuju aroma lezat itu berasal.


Amelia mematung saat melihat siapa yang memasak. Ia berdiri sambil memegangi perutnya. Bastian hanya melirik sekilas saat merasakan kehadiran Amelia ia pun melanjutkan kembali kegiatannya dan tidak menghiraukan Amelia yang hanya menjadi penonton.


Akhirnya setelah setengah jam lebih Bastian menyelesaikan masakannya.

__ADS_1


"Tolong, siapkan perlengkapan makannya!" Titah Bastian saat Amelia masih berdiri di tempatnya.


Amelia yang mendengar itu pun mengangguk dan langsung mengerjakan perintah yang Bastian berikan ia menata alat makan di meja makan yang minimalis itu.


Bastian meletakan dua menu hidangan di atas meja. Ia pun menarik kursi untuk ia duduki, "Makanlah!" ucap Bastian saat melihat Amelia hanya memperhatikan makan yang ada di atas meja dengan wajah berbinar.


Amelia yang mendengar itu tidak ragu-ragu menancapkan garpu nya pada piring yang berisi sosis yang sejak tadi menggiurkan.



Amelia memasukan potongan sosis itu dan mengunyahnya, "Eeeemmm, ini sangat enak, Bas. Kau pintar sekali memasaknya." Puji Amelia sambil memejamkan matanya. Garpu nya pindah lagi ke piring yang berisi pasta spaghetti saat makan yang di dalam mulutnya telah tandas, garpu itu berputar dan membelit untaian panjang yang menyerupai emi dan memakannya. "Ya, ampun ini juga sangat enak," ucap Amelia sambil membekap mulutnya dan menghentak-hentakan kakinya.



Bastian yang melihat itu terpaku ia seperti dejave melihat Arumi pada diri Amelia. Bastian langsung menundukkan wajahnya, "Makan yang tenang jangan berisik," ucapnya dingin. Bastian langsung memakan pasta itu tanpa sepatah katapun. 


Amelia yang mendengar itu langsung terdiam dan melanjutkan makannya dengan tenaga.


Apartemen itu menjadi hening seketika karena kebisuan dari dua orang itu. Tidak ada percakapan apapun yang mereka ucapkan hanya terdengar suara denting dari garpu dan sendok yang beradu piring.

__ADS_1


__ADS_2