kesalahan satu malam

kesalahan satu malam
Aku ingin melihatnya


__ADS_3

Kenzo baru pulang tengah malam setelah menyelesaikan pekerjaannya dengan asisten ayahnya, televisi masih menyala dan istri serta teman temannya tidur tidak beraturan


Alih alih memindahkan istrinya Kenzo malah berbaring di samping Olivia setelah berganti baju, Dia tidak mau mengganggu Olivia akhirnya dia ikut tidur disana membawa selimut tebal


Pagi pagi Cassandra terbangun dia masih mengucek matanya, Saat matanya terbuka dia melihat Lola sedang duduk di samping Kenzo menatapnya sambil senyum senyum sendiri


"Apa yang kau lakukan? jika dia tahu kau bisa di seret keluar" Cassandra menarik Lola kebelakang


"Jadi seperti ini pria tampan jika sedang tidur, Aku ingin berada di posisi Olivia" Cicitnya membuat Cassandra menepuk jidatnya


"Dasar gila... Jangan melihat mereka seperti itu" Cassandra menutup mata Lola saat Kenzo bergerak memeluk Olivia bahkan wajah mereka sangat dekat dan nyaris menempel


"selamat pagi" ucap Kenzo pada Olivia dengan suara parau membuat hati Lola yang berdebar


Kenzo mengeratkan pelukannya seraya mencium bibir Olivia, mereka lupa bahwa mereka tidur di ruang keluarga beserta temannya


''Ya Tuhan manis sekali, jadi seperti ini pasangan suami istri jika bangun tidur? " Lola spontan bicara membuat Olivia dan Kenzo menoleh bersamaan


"Astaga.. aku lupa" Olivia mendorong tubuh Kenzo lalu beringsut duduk


"Dari semalam kak Kenzo tidur disini? waahh mimpi apa aku semalam bisa tidur satu ruangan dengan pria tampan" celoteh Lola


"Iya bahkan aku melihat air liur mu mengalir begitu derasnya " jawab Kenzo, Sontak saja Lola mengelap bibirnya membuat Olivia dan Cassandra tertawa


"Aku malu sekali" Lola menutupi wajahnya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Apa yang sedang kau pikirkan? " Nenek Rai duduk di sampingnya


"Aku kehilangan semuanya grandma.. ibuku, kekasihku, temanku, Aku merasa hidupku begitu hampa"


"Bangkitlah nak, perjalananmu masih panjang jangan terpuruk seperti ini, kehilangan seseorang bukan akhir dari segalanya"


"Aku tidak punya siapapun untuk bercerita, Aku ingin seseorang yang selalu membuatku tenang" lirih Rai


"Grandma dan grandpa akan menjadi tempatmu mengadu, jangan ragu untuk menceritakan apapun"


"Apa kau ingin mendengar tentang ayah kandungmu? " Tanya grandma


"Kenapa grandma menanyakan hal ini? "


"Grandma melihat semua kenangan ibumu ketika masih muda, apa kau mencari tentang ayah kandungmu? "


"Apa grandma tahu siapa pria itu? " Rai berharap neneknya mengetahui tentang ayah kandungnya agar dia bisa secepatnya memberi perhitungan

__ADS_1


"Grandma hanya tahu sedikit, dia fotografer dan ibumu mengenalnya saat dia menjadi model majalah remaja.. seringnya mereka bertemu membuat ibumu jatuh cinta padanya"


"Ibumu selalu menceritakan apapun pada ibu sampai dia mengenal pria itu, ibumu tidak lagi mau membagi cerita dengan grandma, ibumu terlihat lebih bahagia namun dia jarang berada di rumah dan itu sering membuat ibu di marahi grandpa "


"Selang beberapa bulan ibumu menghilang beberapa hari lalu kembali ke rumah dan membawa berita menggemparkan, ibumu sedang mengandung dirimu"


"Awalnya grandpa menyuruh ibumu untuk menggugurkan kandungannya tapi dia menolak, ibumu takut kehilangan pacarnya dan ingin mempertahankan bayinya untuk membuat pacarnya bertahan"


"Namun bukan pria berengsek namanya jika dia tidak membuat masalah, grandpa sudah mengalah dan menuruti keinginan ibumu untuk di nikahkan namun pria itu menolak untuk bertanggung jawab"


"Dia menghilang entah kemana meninggalkanmu dan ibumu, sebentar " Grandma berdiri dan pergi ke kamarnya


Grandma kembali dengan secarik kertas di tangannya dan memberikannya pada Rai, Disana tertulis sebuah alamat di sebuah pedesaan


"Alamat siapa ini? " tanya Rai


"Orang tua pria itu.. kita pernah mendatanginya kesana namun mereka mengatakan bahwa pria itu sudah pergi sebelum kita datang, perkampungan yang kumuh disana siapa tahu kau dapat menemukan petunjuk"


"Apa Grandma mengizinkan aku mencari pria itu? "


"Kau sudah dewasa.. apapun keputusanmu grandma akan mendukungnya selama itu membuatmu senang" jawab Grandma


"Terimakasih grandma" Rai memeluk neneknya


Hari itu juga Rai mengemas beberapa baju untuk memulai pencariannya, Dia hanya ingin melampiaskan amarahnya pada pria itu


"Semoga rasa sakitmu bisa terobati dan kau bisa kembali seperti dulu" Gumam Grandma


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Hari minggu membosankan sekali" lirih Lola menyandarkan tubuhnya di sofa


"Bagaimana kalau kita pergi jalan jalan, nanti aku langsung mengantarmu pulang"


"Boleh.. tapi bagaimana dengan Olivia? " tanya Lola


"Jangan ajak kak Olivia, aku takut di marahi kak Kenzo"


"Baiklah.. kita pamit dulu"


Lola dan Cassandra berjalan menuju kamar Olivia yang berada di lantai atas, mereka mengira Kenzo masih di dapur karena tidak melihatnya lewat


Cassandra tidak mengetuk pintu dia langsung saja membukanya, Gulungan selimut itu bergerak gerak diiringi suara rintihan halus Kenzo dan Olivia


Lola dan Cassandra membelalakkan matanya seraya menutup mulut mereka, Cassandra menutup mata Lola dan menyeretnya keluar

__ADS_1


"Apa itu tadi? Aku.. aku ingin melihatnya" Cassandra yang geram dengan ucapan Lola langsung menoyor kepalanya


"Kau lebih tua dari ku tapi kenapa dengan otakmu itu? " gerutu Cassandra


"Aku hanya ingin melihatnya secara langsung, selama ini aku hanya melihatnya dari laptopku"


"Astaga... otakmu harus di cuci, kau sudah terkontaminasi" Cassandra memegang kedua sisi kepala Lola lalu mengguncangkannya ke kiri dan ke kanan


"Aku pusing... Memangnya kau tidak pernah melihat film seperti itu? " Lola menepis tangan Cassandra dari kepalanya


"Ya.. aku.. aku.. tidak pernah"


"Haaa.. aku tidak percaya, kau gugup saat bicara, ayo jawab jujur.. " Lola sengaja menggoda Cassandra


"Kau seperti itu lagi aku akan memukul kepalamu" Ucap Cassandra


"Kau ini.. aku lebih tua darimu tapi kau lebih galak"


"Jangan banyak bicara sebaiknya kita cepat pergi, Nanti kita pamit lewat telepon saja" Cassandra menarik tangan Lola


"Haahh.. " Kenzo menyingkap selimut yang menutup tubuh mereka berdua


"Aku lelah" lirih Olivia


"Lelah apanya? kau hanya diam saja"


"Entahlah rasanya tubuhku lelah, Aku ingin tidur sebentar " Olivia menarik kembali selimutnya


"Tidurlah... Aku akan pergi " Kenzo mencium kening Olivia


"Mau kemana? " Olivia menahan tangan Kenzo yang mulai turun dari ranjang


"Pihak kampus menelponku, Sepertinya ayah melakukan sesuatu.. setelah semua urusanku selesai aku akan langsung pulang"


"Siapa yang memintamu langsung pulang? " ucap Olivia


"Jadi aku boleh main dulu? "


"Tidak maksudku.. tolong mampir ke restauran langganan kita, aku sedang ingin makan makanan dari restauran itu"


"Baiklah... nanti aku telepon jika sudah sampai disana, aku mau mandi dulu"


"Hmm.. aku mau tidur, jangan ganggu aku lagi" Setelah Kenzo masuk ke kamar mandi Olivia mengambil handphonenya


"Mereka sudah pulang? " gumam Olivia

__ADS_1


Olivia tidak tahu saja mereka sedang ketar ketir karena mendengar suara mereka, Lola sampai di marahi Cassandra karena otaknya yang lemot juga ternyata sudah terkontaminasi hal hal mesum


__ADS_2