kesalahan satu malam

kesalahan satu malam
Tetap di temukan


__ADS_3

"Kakak.. " Cassandra berlari kecil menghampiri Olivia ketika berada di kantin


"Kenapa kau berlari bagaimana jika kau jatuh"


"Kakak tahu tidak? " Cassandra berbicara pelan seraya mencondongkan tubuhnya ke arah Olivia dan Lola


"Apa? " tanya keduanya


"Tadi aku.... " perkataan Cassandra terhenti saat melihat kedatangan Rai


Bukannya melanjutkan kata katanya Cassandra malah menatap wajah Rai dengan senyuman anehnya, saat Rai duduk bergabung dengan mereka Cassandra menjadi salah tingkah


"Kau gadis yang tadi? " Rai berbicara pada Cassandra


"Ahh.. haha iya terimakasih sudah menolongku" Cassandra tertawa garing


"Kalian saling mengenal? " tanya Olivia


"Tidak.. aku hanya menolongnya saat dia hampir terpeleset" jawab Rai


"Kalian berteman? " tanya Rai


"Dia adik sepupuku" Rai hanya mengangguk


"Aku ingin bicara denganmu sebentar" Olivia tampak berpikir namun Rai lebih dulu menarik tangannya


"Apa kakakmu masih marah? " tanya Rai saat berada di tempat sepi


"Tidak.. tapi sebaiknya kita jangan bertemu di luar sekolah" lirih Olivia


"Apa dia menyakitimu? " tanya Rai menatap wajah Olivia yang menunduk


"Tidak"


"Kau bohong, lihat pergelangan tanganmu matamu juga sembab, aku bisa melihatnya" Rai mengangkat dagu Olivia dengan jarinya, Olivia menyembunyikan tangannya ke belakang


"Apa orang tuamu tau tentang semalam? " tanya Rai


"Mereka tidak tahu, kakakku juga tidak marah kau tenang saja"


"Sungguh? "


"Bolehkah aku memelukmu? " Tanya Olivia


"Kenapa bertanya aku kekasihmu bukan? " Rai merentangkan tangannya


Olivia memeluk Rai membenamkan wajahnya di ceruk leher kekasihnya, dia mencari ke nyamanan yang saat ini tidak lagi dia dapatkan dari kakaknya


"Ada masalah? " tanya Rai ketika Olivia memeluknya lama


"Tidak.. sudah waktunya masuk, ayo" Olivia menggenggam tangan Rai dan menariknya untuk pergi dari sana


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Astaga.. kenapa aku tidak bisa melupakan wajahnya? " Cassandra berguling-guling sendiri di kasurnya


Bayu melihat tingkah putrinya dari pintu kamar yang sedikit terbuka, menyadari kehadiran ayahnya Cassandra segera bangun merapihkan rambutnya


"Kenapa anak ayah sebahagia itu? " Tanya Bayu seraya mendekati Cassandra


"Siapa yang bahagia" jawab Cassandra malu malu


"Jadi selama ini anak ayah tidak bahagia? "


"Bukan begitu ayah"

__ADS_1


"Lalu apa yang membuat anak ayah senyum senyum sendiri sampai berguling-guling? "


"Iihh.. ayah tidak perlu tahu" Bayu tersenyum dia tahu betul anaknya sedang jatuh cinta


"Siapa pria itu? " goda Bayu


"Ayaaahh.. aku mau mandi saja" Cassandra yang salah tingkah berlari ke kamar mandi


"Tanya dulu pria itu sudah punya pacar atau belum, jangan sampai kau terlalu berharap"


"Omong kosong apa itu ayah, aku tidak berharap pada pria mana pun" sahut Cassandra dari kamar mandi


Kenyataannya Cassandra masih senyum sendiri melihat pantulan wajahnya di cermin sambil bersenandung


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Halo bu.. "


"Iya.. ada apa? apa kau belum di jemput? " tanya Hanin


"Tidak.. aku hanya ingin meminta izin menginap di rumah temanku"


"Teman? pria atau wanita? "


"Wanita bu.. mana berani aku menginap di rumah pria"


"Baiklah.. jangan membawa pria, oke? "


"Iya bu.. aku tutup teleponnya"


"Ya.. jangan lupa makan"


Setelah beberapa saat Kenzo datang uring-uringan karena Olivia sudah pulang saat dia jemput, sang ibu mendekatinya dan bertanya kenapa sang anak marah marah


"Kenapa sayang? kenapa kau marah marah? "


"Dia tidak pulang... " belum selesai sang ibu bicara Kenzo sudah menyerobot


"Lantas kemana dia? " tanya Kenzo


"Dia izin menginap di rumah temannya, Kau sudah makan? "


"Nanti saja, aku ke kamar dulu"


Di kamar Kenzo melihat akun media sosial Lola benar saja baru beberapa menit yang lalu dia memposting fotonya, di belakang Lola ada seseorang sedang bermain handphone meskipun wajahnya tertutup handphone namun Kenzo tahu handphone milik siapa itu


Kenzo menelpon temannya yang sedang dekat dengan Lola dan mengajaknya ke rumah Lola


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Malam malam dingin begini memang cocok makan mie pedas, terimakasih" Cicit Lola setelah di bawakan mie pedas oleh Olivia


"Nanti ada temanku yang akan datang, kalau dia mengajakku jalan jalan kau diam saja di rumah.. tenang saja disini ada pelayan" lanjut Lola


"Tenang saja, kau bisa pergi sampai pagi" ledek Olivia


"Kau ini" Lola menyenggol lengan Olivia


Tok tok tok


"Non di luar ada tamu" pelayan mengetuk rumah Lola


g


"Ya.. aku turun" teriak Lola

__ADS_1


"Kau tunggu saja, aku sedang berusaha mendapat pacar nanti jika kau turun dia akan menyukaimu"


"Pergilah, aku juga tidak tertarik dengan calon pacarmu" jawab Olivia membuat Lola mencebikkan bibirnya


"Cih... karena kau punya yang lebih tampan bukan? " ucap Lola


"Kau tahu itu" Lola menoyor kepala Olivia yang terkekeh


Setelah Lola pergi Olivia perlahan memejamkan matanya memeluk guling, saat dia terlelap sesuatu terasa berat menindih nya


"Lola menyingkirlah kau berat sekali" Racau Olivia matanya masih terpejam


"Kau mau pergi? kau wangi sekali, pergilah jangan menggangguku" lanjutnya masih memejamkan mata


"Kau tidak ingat wangi tubuhku? " Olivia menajamkan pendengarannya, hidungnya mengendus wangi tubuhnya


Seketika matanya terbuka Olivia melepaskan belitan tangan serta kaki Kenzo, Olivia hendak bangun namun Kenzo kembali menarik dan memeluknya


"Mau kemana sayang? " Kenzo mencium tengkuk Olivia membuatnya merinding


"Lepaskan, Lola nanti masuk" Olivia berontak


"Kalau begitu ikutlah denganku"


"Aku tidak mau.. lepaskan aku " Olivia bersikeras untuk melepaskan diri


"Ssttt... diam atau mereka akan dengar, atau kau mau aku melakukannya disini? "


"Jangan kak aku mohon, kenapa kau jadi seperti ini? "


"Dengarkan aku.. aku akan membuatmu menderita sama seperti ibuku dulu, kau dan ibumu harus merasakannya" Kenzo mempererat pelukannya membuat Olivia sesak


"Uhuk.. uhuk.. kakak tolong" Olivia terbatuk saat tangan Kenzo menghimpit lehernya


"Dengar? seseorang berjalan kemari, kau ikut atau dia akan melihat kita bermesraan? " Kenzo beralih mengungkung tubuh Olivia


"Jangan lakukan ini aku mohon seseorang akan kemari" Olivia menggelengkan kepalanya berusaha melepas tangan yang di cengkram Kenzo di kedua sisi kepalanya


"Ikut atau.. "


"Aku ikut.. sekarang lepaskan aku" mendengar perkataan Olivia akhirnya Kenzo tersenyum senang, dia mengecup bibir Olivia sebelum bangkit


"Menjijikkan" batin Olivia mengusap kasar bibirnya dengan punggung tangan


"Kalian sedang apa? lama sekali tidak turun turun" Lola tiba tiba saja membuka pintu, beruntung mereka berdua sudah berjalan ke dekat pintu


"Aku harus pulang, ibuku menyuruhku segera pulang " lirih Olivia


"Sayang sekali tidak jadi menginap, sebenarnya aku juga mau pergi hehe"


"Aku pulang dulu, bajunya aku pinjam"


"Oke.. hati hati ya" Lola memeluk Olivia sebelum pulang


Di dalam mobil Olivia hanya diam memandang ke luar jendela, tiba-tiba mobil berhenti sontak Olivia melihat sekeliling tempatnya sepi juga gelap


"Kenapa berhenti? "


"Kau takut? "


"Jangan main main kak" Olivia semakin ketakutan ketika Kenzo mematikan mobilnya


"Kakak.. jalankan mobilnya" Ketika Olivia menoleh kearah Kenzo rupanya wajah pria itu sudah berada tepat di sampingnya


"Kau takut? "

__ADS_1


"Arrrggghhh" Olivia berteriak saking terkejutnya ketika Kenzo bicara tepat di samping telinganya


"Cium aku, baru aku jalankan mobilnya" Olivia lama kelamaan akan benar-benar menjadi gila berada bersama kakaknya


__ADS_2